LOGIN"Benar!" seru Hun Mo bersikeras. "Jika kau memilihku, kau akan menjadi raja iblis selanjutnya, dan dunia ini akan tunduk padamu."
Perkataan Hun Mo begitu menggoda bagi sebagian orang yang haus akan kekuasaan. Tapi saat Zhang Liu hampir terbawa, tiba-tiba Hui Shen menyela. Suaranya terdengar tenang namun dalam.
"Kekuasaan mutlak datang dengan harga yang mutlak pula, Zhang Liu. Kau akan kehilangan dirimu sendiri dalam hawa nafsu dan kegelapan. Hun Mo hanya ingin menguasai tubuhmu."
"Diam kau, Hui Shen!" geram Hun Mo kesal. Tapi Hui Shen masih tetap menasihati Zhang Liu dengan tegas dan penuh kelembutan.
"Kekuatanku memberimu ketabahan dan kebijaksanaan untuk menahan amarah yang membabi buta. Biarkan cahaya dewa membimbing amarahmu menjadi keadilan, bukan pembantaian."
Zhang Liu terkatung-katung di antara kedua pilihan itu. Amarahnya berteriak memilih Hun Mo, kekuatan brutal dan instan untuk pembunuhan. Tetapi nurani dan akal sehatnya cenderung pada jalan Hui Shen.
"Aku, tidak bisa memilih," gumam Zhang Liu akhirnya bersuara.
Hun Mo menyipit tajam. "Tidak bisa memilih? Kenapa?"
Belum sempat berbicara, Hui Shen kembali memotong. Tapi kali ini suaranya lebih serius.
"Sembunyi, Zhang Liu!"
Zhang Liu kembali tersadar. Dan tiba-tiba pria yang mengikutinya tadi menariknya ke balik pohon besar untuk bersembunyi.
"Kemari! Sebenarnya kenapa kau tiba-tiba terdiam tadi?" tanya Zhu Pei dengan nada menggeram.
Di belakang mereka, beberapa orang berpakaian putih celingukan. Mereka seolah tengah mencari keberadaan seseorang yang menyebabkan dua anggota mereka mati sebelumnya.
"Sembunyikan auramu. Mereka bisa mendeteksi energi qi iblis dalam tubuhmu," seru Hui Shen memberitahu langsung dalam kepalanya.
Zhang Liu terpejam sejenak, merasakan energi qi miliknya dan segera menariknya dalam tubuh. Kedua orang di balik pohon itu tetap diam, tak mengeluarkan suara.
Selain anggota sekte, tampak sosok pria tua muncul. Dari kejauhan, aura yang dipancarkannya jauh melampaui rombongan tadi, membuat udara sekitarnya terasa berat. Itu adalah ketua sekte Tiansheng, Wang Xuan.
'Kenapa ketua sekte Tiansheng datang langsung ke tempat ini?' batin Zhang Liu keheranan. Dia mencoba menajamkan pendengarannya.
Wang Xuan tampak mendarat di antara puing-puing perpustakaan yang hancur. Dia menggeram kesal saat melihat tak menemukan apa yang ia cari.
"Sialan. Kenapa jantung itu tidak ada juga di sini?" gumamnya menggerutu kesal.
Zhang Liu membelalak, kaget. Kepalanya menunduk menatap bagian dada kirinya. Dia tetap diam dalam keheningan agar tak ketahuan. Dia merasa aneh dengan perkataan Wang Xuan.
'Jantung? Apa jantung duality ini yang mereka cari?'
Setelah beberapa saat, Wang Xuan akhirnya menghela napas pasrah. "Mungkin aku salah tempat." Dia kemudian memanggil para muridnya. "Bawa mayat anggota kita kembali."
Tanpa kata-kata lagi, Wang Xuan melesat pergi ke langit, diikuti oleh muridnya yang mengangkut mayat. Suara deru angin dari kepergian mereka perlahan menghilang.
Zhu Pei, yang selama ini diam membeku, akhirnya mengeluarkan napas panjang yang dia tahan.
"Astaga, itu tadi sangat menegangkan. Baru kali ini aku melihat ketua sekte Tiansheng. Kenapa dia malah datang ke sini?"
Zhang Liu tidak menjawab. Dia masih gemetar dalam hati. Kehadiran itu terlalu kuat. Dia seperti semut di hadapan raksasa.
Setelah memastikan mereka benar-benar pergi, Zhang Liu akhirnya keluar dari persembunyian. Dia melanjutkan langkahnya kembali ke sektenya lagi. Di sana sudah sangat kacau.
Mayat di mana-mana. Hanya ada aroma terbakar, puing-puing bangunan yang runtuh.
"Zhu Pei, bantu aku mengumpulkan mayat seniorku," perintah Zhang Liu.
Zhu Pei menoleh dengan tatapan menyipit. "Kenapa harus aku? Kau hanya membutuhkanku untuk mencari tanaman langka, kan?"
"Ini perintah. Ayo cepat!" Zhang Liu memerintah dengan tegas.
Karena efek dari kutukan di lehernya, Zhu Pei terpaksa menuruti semua perkataan Zhang Liu. Wajahnya cemberut seolah setengah hati melakukannya.
Keduanya mengumpulkan mayat-mayat dalam kondisi yang berbeda-beda. Ada yang tertusuk, terkena anak panah, dan masih banyak lagi. Zhu Pei seolah sudah terbiasa, hanya berwajah masam.
Sedangkan Zhang Liu, dia berusaha keras untuk menahan air matanya. Dia mencoba tetap tegar melihat orang-orang yang ia sayangi, musnah dalam semalam.
Zhu Pei semakin jauh mencari mayat. Tapi saat kembali ke puing-puing perpustakaan, dia mengaktifkan mata kebenarannya. Dia penasaran kenapa ketua sekte Tiansheng lama berada di sana.
'Wah, gila. Bagaimana bisa ada penjara sebesar ini?' batinnya takjub.
Namun Zhu Pei memperhatikan bagian tengahnya, yang ternyata berlubang dan rusak. Tak lama, lamunannya buyar saat Zhang Liu memanggilnya.
"Zhu Pei! Cepat kemari!"
Zhu Pei mendengus, akhirnya pergi dari area perpustakaan. Tidak ada mayat apa pun yang dia temukan. Tapi ketika memperhatikan dua cahaya di dada Zhang Liu, Zhu Pei mengerti apa yang sebelumnya terjadi.
'Bagaimana bisa ada manusia yang bisa menyerap kekuatan dewa dan iblis sekaligus? Dia benar-benar orang yang berbahaya,' gumamnya dalam hati, penuh kewaspadaan.
'Apa aku bisa lolos darinya?' Zhu Pei terus memikirkan cara untuk melepaskan diri dari kutukan itu. Dia tak mau berurusan dengan orang seperti Zhang Liu.Tapi Zhu Pei hanya diam dan tetap menuruti perintah Zhang Liu. Mereka menggali tanah dan menguburkan mayat-mayat anggota sekte Dianyu.Dan terakhir, Zhang Liu membaringkan mayat Ketua Sekte, Yuan Bo. Dia menyimpan pedang milik gurunya sebagai kenangan terakhir. Dia berdoa dengan sungguh-sungguh di makam mereka.'Guru, dan semua senior. Maaf karena hanya aku yang selamat. Tapi aku janji, akan membalaskan dendam atas kematian kalian.'Setelah beberapa saat hening, Zhang Liu berdiri. Wajahnya kembali datar dan dingin."Kita pergi.""Ke mana?" tanya Zhu Pei, berusaha tidak terdengar terlalu penasaran."Kita mencari bahan yang kubutuhkan," kata Zhang Liu, mengulang informasi yang Hui Shen beritahu dalam kepalanya. "Pucuk Bunga Lili Hitam, dan Darah Burung Gagak Betina."Zhu Pei mengerutkan kening. "Pucuk Bunga Lili Hitam itu langka, biasa
"Benar!" seru Hun Mo bersikeras. "Jika kau memilihku, kau akan menjadi raja iblis selanjutnya, dan dunia ini akan tunduk padamu."Perkataan Hun Mo begitu menggoda bagi sebagian orang yang haus akan kekuasaan. Tapi saat Zhang Liu hampir terbawa, tiba-tiba Hui Shen menyela. Suaranya terdengar tenang namun dalam."Kekuasaan mutlak datang dengan harga yang mutlak pula, Zhang Liu. Kau akan kehilangan dirimu sendiri dalam hawa nafsu dan kegelapan. Hun Mo hanya ingin menguasai tubuhmu.""Diam kau, Hui Shen!" geram Hun Mo kesal. Tapi Hui Shen masih tetap menasihati Zhang Liu dengan tegas dan penuh kelembutan."Kekuatanku memberimu ketabahan dan kebijaksanaan untuk menahan amarah yang membabi buta. Biarkan cahaya dewa membimbing amarahmu menjadi keadilan, bukan pembantaian."Zhang Liu terkatung-katung di antara kedua pilihan itu. Amarahnya berteriak memilih Hun Mo, kekuatan brutal dan instan untuk pembunuhan. Tetapi nurani dan akal sehatnya cenderung pada jalan Hui Shen."Aku, tidak bisa memil
"T-tidak." Zhu Pei langsung menggeleng cepat. "Aku tidak tahu apa-apa soal penyerangan itu."Namun Zhang Liu sama sekali tak percaya. Kemarahan karena kehancuran sektenya masih membara. Dia tak mudah mempercayai siapa pun sekarang."Jangan main-main, Zhu Pei. Kau bisa melihat dua sosok di belakangku. Jadi aku bisa saja membunuhmu sekarang."Zhu Pei seketika menelan ludah. Jantungnya semakin berdebar panik.'D-dia tahu aku bisa melihatnya?'Dengan penuh kepasrahan, Zhu Pei akhirnya menunduk. Fakta tentang mata kebenarannya sudah terlanjur ketahuan."Aku memang bukan seorang tabib dari desa. Aku dari sekte Zhanlang, tapi sudah lama kabur karena aku diincar karena mataku. Jadi sekarang hanya bekerja sebagai tentara bayaran."Zhang Liu mendengus. Kedua tangannya dilipat. "Aku tak peduli dengan masalahmu. Yang kutanyakan, apa kau berkaitan dengan penyerangan sekteku?""Aku benar-benar tidak tahu. Kebetulan saja aku datang saat sektemu diserang. Aku hanya datang mengambil tanaman obat di si
"Tenang saja," jawab Hui Shen sambil tersenyum tipis. "Aku sudah menyegel kekuatan Jantung Duality sebelum kau bisa menyerap sepenuhnya."Mendengar hal itu, Zhang Liu menghela napas lega. Hui Shen masih melanjutkan perkataannya."Tapi kau harus memenuhi syarat lain dan mencari tanaman langka untuk membuka setiap segelnya."Tekad Zhang Liu semakin kuat saat mendengar dirinya mewarisi kekuatan legendaris."Di mana aku bisa menemukannya?""Di tempat yang berbahaya," jawab Hun Mo, bibirnya menyeringai jahat. "Dan kau akan sulit mendapatkannya dengan tubuh lemah itu. Oleh karena itu, berikan saja tubuhmu pada—""Diam, Hun Mo!" Hui Shen langsung menyela dan menegurnya. Dia menjentikkan jari.Seketika muncul tali yang mengikat tubuh Hun Mo, serta kain yang membungkamnya. Dia tak bisa bicara dan hanya bisa meronta.Zhang Liu berkedip beberapa saat melihat interaksi unik mereka.Hui Shen kembali berbicara. "Untuk persyaratan membuka segel, kami akan memberitahumu nanti. Saat ini kau sudah memb
"Jangan dengarkan dia! Bunuh mereka semua!" Hun Mo meraung, memerintahkan hal sebaliknya.Tapi tubuh Zhang Liu sendiri yang memutuskan. Dia membaringkan tubuh gurunya perlahan. Tubuhnya sedikit gemetar, mendorongnya untuk berdiri."Maafkan aku, Guru. Aku pasti akan membalaskan dendam sekte kita."Dengan sisa kekuatan, Zhang Liu melesat meninggalkan tempat itu secepatnya. Kakinya membawanya menuju bukit kecil di pinggiran sekte. Setiap langkah adalah siksaan. Setiap tarikan napas seperti mengisap pecahan kaca.Kekuatan mengerikan yang Zhang Liu gunakan tadi seperti racun yang menggerogoti dari dalam. Pembuluh darahnya terasa terbakar. Otot-ototnya menegang dan hampir robek.Zhang Liu mencapai balik bukit, tersembunyi dari pandangan. Di sini, bau api dan darah sudah tidak terlalu kuat. Hanya ada bau tanah dan daun basah.Zhang Liu tidak bisa lagi menahannya. Kekuatannya habis. Dia terjatuh di antara semak-semak. Pandangannya mengabur, berubah menjadi kegelapan. Di ambang ketidaksadaran,
"Beraninya mereka menyerang sekteku. Tidak bisa dimaafkan!"Kekuatan yang mendidih di dalam Zhang Liu meluap. Itu bukan energi qi yang dia kenal. Dia melangkah keluar dari reruntuhan perpustakaan.Setiap jejak kakinya meninggalkan jejak retakan di tanah. Asap hitam membumbung dari paviliun latihan yang ambruk. Teriakan telah berhenti, digantikan oleh senyap gemerisik api."Lihatlah." Suara berat dan menyeramkan itu kembali bergema di kepalanya. Dia adalah sisi gelap jantung duality, Raja Iblis Hun Mo. "Mereka menghancurkan semuanya. Tunjukkan pada mereka arti kekuatan sejati."Amarah yang sudah menyala-nyala, disiram minyak oleh bisikan itu. Zhang Liu tidak banyak berpikir lagi. Dia mengambil sebuah pedang yang tergeletak di tanah.Di depan sana, terdapat dua anggota Tiansheng yang masih mencari mangsa."Sepertinya tidak ada lagi yang tersisa, ayo kemba—" Kalimat itu tidak selesai ketika mereka melihat sosok Zhang Liu."Bukankah itu bocah di perpustakaan tadi? Bagaimana bisa dia masih







