LOGINDi dunia kultivasi, kebaikan adalah kelemahan. Lin Yuan pernah menjadi murid inti Sekte Awan Giok, seorang jenius yang bertarung di garis depan demi kehormatan sekte. Ia percaya pada sumpah, pada keadilan, dan pada langit yang mengawasi perbuatan manusia. Namun dengan pengabdian itu Lin Yuan malah mendapatkan pengkhianatan dari sekte dan akhirnya mati. Namun Lin Yuan tidak mati, dia kembali ke masa lalu. Dengan ingatan kehidupan sebelumnya, Lin Yuan menempuh jalan kultivasi yang kejam dan berdarah. Ia memanfaatkan manusia, memanipulasi sekte, dan mengorbankan siapa pun yang menghalangi jalannya. Baginya, surga hanyalah kebohongan, dan iblis adalah bentuk paling jujur dari kelangsungan hidup. Satu per satu, mereka yang pernah menghancurkannya akan merasakan ketakutan yang sama. Bukan demi keadilan. Bukan demi belas kasihan. Melainkan demi balas dendam.
View MoreBalai Pil Seratus Tulang tidak pernah benar-benar tidur.Bahkan saat malam turun dan lentera-lentera roh mulai menyala satu per satu, masih ada orang-orang yang bergerak di balik dinding putihnya. Tungku-tungku pil tetap hangat, formasi pelindung tetap aktif, dan qi samar mengalir tanpa henti di udara.Lin Yuan berjalan menyusuri lorong samping dengan langkah ringan.Di tangannya, papan identitas pekerja tingkat bawah tergantung tenang. Tidak ada yang mencurigakan dari caranya bergerak—kepalanya sedikit menunduk, bahunya agak membungkuk, seperti pekerja rendahan lain yang takut dimarahi jika terlihat malas.Namun indranya terbuka penuh.Ia sedang menjalani giliran malam.Secara resmi, tugasnya hanyalah membersihkan area tungku tua yang sudah jarang digunakan. Tempat itu berada agak jauh dari aula utama, dan biasanya hanya dipakai saat permintaan pil melonjak.Tempat yang sempurna untuk transaksi yang tidak ingin terlihat.Lin Yuan berhenti di sudut lorong dan berpura-pura mengikat kem
Kota Tulang Putih selalu terlihat paling jujur saat fajar. Kabut tipis menggantung di antara bangunan batu putih, sementara cahaya matahari menyusup perlahan dari balik tembok kota. Para kultivator mulai bermunculan, sebagian menuju balai latihan, sebagian lagi menuju Balai Pil untuk urusan yang tidak pernah bisa menunggu. Lin Yuan sudah berada di sana sebelum lonceng pagi dibunyikan. Ia berdiri di sudut halaman Balai Pil Seratus Tulang, membawa keranjang kayu berisi botol kosong. Wajahnya menunduk, langkahnya ringan, keberadaannya nyaris tidak diperhatikan. Topengnya bekerja dengan sempurna. Sejak hari pertama, tidak ada satu pun pengawas yang mengingat namanya. Mereka hanya mengenalnya sebagai “pekerja baru”, “yang itu”, atau sekadar “hei, kau”. Dan Lin Yuan menyukai itu. “Cepat sedikit!” bentak seorang pengawas. “Pengiriman pagi tidak boleh terlambat!” Lin Yuan mengangguk singkat dan melangkah masuk ke gudang. Gudang utama Balai Pil luas dan dingin. Rak-rak tinggi dipenuhi
Kota Tulang Putih berdiri seperti kerangka raksasa yang memutih di bawah matahari. Tembok-temboknya terbuat dari batu pucat yang dipoles hingga berkilau, seolah kota itu ingin menampilkan wajah bersih dan tertib kepada siapa pun yang datang. Jalan-jalannya lebar, tertata, dan dipenuhi para kultivator dengan jubah rapi—orang-orang yang percaya bahwa kekuatan selalu datang bersama martabat. Lin Yuan melangkah melewati gerbang kota dengan kepala sedikit tertunduk. Ia telah meninggalkan Kota Batu Hitam tiga hari lalu, menempuh perjalanan dengan kecepatan biasa. Tidak terlalu cepat agar tidak menarik perhatian, tidak terlalu lambat agar tidak terlihat mencurigakan. Di punggungnya hanya ada satu tas kain lusuh—cukup untuk menegaskan bahwa ia hanyalah seorang kultivator rendahan yang mencoba peruntungan. Begitu melewati gerbang, sebuah tekanan halus langsung menyelimuti tubuhnya. Formasi kota. Tidak mematikan, tapi cukup untuk memindai aura pendatang. Lin Yuan menahan aliran qi-
Kabut pagi menyelimuti jalur pegunungan di barat Desa Batu Hitam. Jalan setapak itu jarang dilewati—hanya pemburu atau kultivator tingkat rendah yang berani melintasinya. Di sisi kiri, tebing batu menjulang; di sisi kanan, jurang dangkal dipenuhi semak dan pepohonan liar. Lin Yuan berdiri di balik pohon tua, napasnya tertahan. Ia sudah berada di sini sejak sebelum fajar. Dua kultivator Sekte Awan Giok yang tertipu oleh informasi palsu kini berjalan santai di depan, tanpa kewaspadaan penuh. Aura mereka stabil—tahap awal Pengumpulan Qi. Jauh lebih kuat darinya secara langsung. Namun Lin Yuan tidak pernah berniat bertarung secara adil. “Manusia yang percaya diri,” gumamnya pelan, “selalu mati paling cepat.” Ia mengamati langkah mereka, menghitung jarak, memperkirakan waktu reaksi. Setiap detail tercetak jelas di pikirannya. Pengalaman dari kehidupan sebelumnya membuatnya tahu satu hal: kultivator rendah selalu meremehkan bahaya jika berada di luar wilayah sekte. Ia mengeluarkan t
Pagi datang tanpa membawa ketenangan.Kabut tipis menggantung di atas Desa Batu Hitam, menyelimuti rumah-rumah kayu seperti kain kafan. Dari kejauhan terdengar suara ayam berkokok dan langkah kaki penduduk yang memulai hari—semuanya tampak normal, seolah malam berdarah itu tak pernah terjadi. Lin
Malam semakin larut di Desa Batu Hitam. Angin dingin menyelinap melalui celah-celah dinding kayu, membawa aroma tanah basah dan darah yang belum sepenuhnya mengering. Lin Yuan duduk bersila di lantai kamarnya, punggung tegak, kedua telapak tangan terbuka di atas lutut. Matanya terpejam. Namun pi
Malam turun perlahan di Desa Batu Hitam. Lampu-lampu minyak menyala satu per satu di rumah-rumah kayu sederhana, memantulkan cahaya kuning redup ke jalan tanah yang sempit. Dari kejauhan, desa itu tampak damai—seperti tempat yang tak tersentuh dunia kultivasi yang kejam. Namun Lin Yuan tahu. Di
Salju turun perlahan dari langit kelabu, menutupi seluruh puncak Gunung Awan Giok dengan lapisan putih yang tampak suci. Namun keheningan itu hanyalah topeng. Di dalam Aula Langit Giok—bangunan tertinggi dan termegah di sekte—suasana jauh lebih dingin daripada badai salju di luar. Lin Yuan berlutu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.