Home / Pendekar / Pewaris Pusaka Dewa Iblis / Bab 5 – Dewa Atau Iblis

Share

Bab 5 – Dewa Atau Iblis

Author: Gekko
last update Last Updated: 2026-02-05 15:49:06

"T-tidak." Zhu Pei langsung menggeleng cepat. "Aku tidak tahu apa-apa soal penyerangan itu."

Namun Zhang Liu sama sekali tak percaya. Kemarahan karena kehancuran sektenya masih membara. Dia tak mudah mempercayai siapa pun sekarang.

"Jangan main-main, Zhu Pei. Kau bisa melihat dua sosok di belakangku. Jadi aku bisa saja membunuhmu sekarang."

Zhu Pei seketika menelan ludah. Jantungnya semakin berdebar panik.

'D-dia tahu aku bisa melihatnya?'

Dengan penuh kepasrahan, Zhu Pei akhirnya menunduk. Fakta tentang mata kebenarannya sudah terlanjur ketahuan.

"Aku memang bukan seorang tabib dari desa. Aku dari sekte Zhanlang, tapi sudah lama kabur karena aku diincar karena mataku. Jadi sekarang hanya bekerja sebagai tentara bayaran."

Zhang Liu mendengus. Kedua tangannya dilipat. "Aku tak peduli dengan masalahmu. Yang kutanyakan, apa kau berkaitan dengan penyerangan sekteku?"

"Aku benar-benar tidak tahu. Kebetulan saja aku datang saat sektemu diserang. Aku hanya datang mengambil tanaman obat di sini," balas Zhu Pei, masih bersikeras dengan perkataannya.

Zhu Pei kemudian menunjukkan tanaman obat dari dalam tasnya.

Zhang Liu diam menatapnya, meneliti kebenaran di balik kata-katanya. Tapi suara Hun Mo menggema lebih keras.

"Kau terlalu banyak bicara. Tebas saja lehernya dan ambil matanya, bocah bodoh!"

Zhang Liu kembali menggelengkan kepala, berusaha tak mempedulikannya. Dia masih ingat perkataan Hui Shen sebelumnya. Saat memperhatikan tanaman obat yang Zhu Pei tunjukkan, dia tahu sesuatu.

"Ini tanaman langka yang tersembunyi di sini. Kau tidak mengambil, tapi mencurinya."

Zhu Pei menghela napas panjang. "Baiklah. Aku memang mencurinya saat kekacauan tadi. Jika tidak suka, kukembalikan."

Dengan mudahnya Zhu Pei memberikan hasil curiannya tadi. Dia lebih peduli dengan keselamatan nyawanya.

"Sekarang kau percaya, kan?" tanya Zhu Pei. Dia masih terus menundukkan pandangan, tak berani menatap Zhang Liu karena dua sosok di belakangnya. "Sekarang biarkan aku pergi."

Zhu Pei bangkit, dan dengan cepat tanpa suara dia bergegas pergi. Langkahnya sangat terlatih seperti seorang assassin.

Baru beberapa langkah pergi, tiba-tiba Zhu Pei tak bisa bergerak. Kemudian ia merasa tubuhnya melayang mundur sampai akhirnya berada dalam cengkeraman Zhang Liu.

"Akh!" Zhu Pei meringis ketika lehernya tercekik kembali.

Zhang Liu menatap tajam padanya. Cahaya merah muncul sekilas di bola matanya.

"Aku tak mengizinkanmu untuk pergi," katanya dengan suara rendah.

Zhu Pei menelan ludah. "L-lalu kau mau apa lagi? Aku sudah bicara jujur dan mengembalikan tanaman itu. Aku tidak akan mengganggumu lagi."

"Kau bilang dari sekte Zhanlang, kan? Artinya kau tahu banyak tentang tanaman langka," tanya Zhang Liu memastikan.

Zhu Pei mengangguk cepat. Seketika senyuman kecil muncul di bibir Zhang Liu.

"Bagus. Sebelum kuizinkan pergi, kau harus menunjukkan lokasi tanaman langka yang kumau," perintah Zhang Liu dengan tegas.

"Tapi—" Zhu Pei hendak menolak, tapi cengkeraman Zhang Liu semakin kuat di lehernya.

Zhang Liu merapalkan sesuatu, kemudian melepaskan cengkeramannya.

"Aku tidak menerima penolakan. Kau tidak akan bisa kabur lagi karena aku sudah menanamkan kutukan pengekang."

Zhu Pei membelalak kaget. Dia mengusap lehernya. Di sana, muncul garis hitam tanda kutukan.

"Kau mempelajari ilmu hitam?" ucapnya tak menyangka. "Tidak heran sektemu jadi incaran sekte Tiansheng."

Zhang Liu mendelik tajam, tak terima. "Sekteku tidak ada hubungannya. Jangan banyak bicara dan ikuti aku."

Kemudian Zhang Liu berbalik dan melangkah lebih dulu dengan langkah angkuh. Kepribadiannya sedikit terpengaruh oleh kekuatan iblisnya.

Zhu Pei dari belakang menatap punggungnya dengan penuh amarah.

'Sialan. Harusnya tidak kutolong dia tadi,' batinnya mengumpat.

"Ayo cepat! Jika tidak, kau akan mati jika berjauhan denganku karena kutukan itu," teriak Zhang Liu penuh ancaman.

Mendengar hal itu, mau tak mau, Zhu Pei akhirnya bergegas mengejar. Zhang Liu hendak kembali menuju sektenya, untuk memeriksa kondisi di sana.

Dalam inti jiwa Zhang Liu, dua sosok cahaya dan kegelapan yang bersemayam menyaksikan perbuatannya tadi.

Hun Mo tersenyum menyeringai. "Dia sudah mulai terbiasa menggunakan kekuatanku padahal baru satu segel yang terbuka. Dia sangat cocok menjadi penerusku."

Di sampingnya, Hui Shen menoleh dengan tatapan datar.

"Tidak usah bermimpi. Hatinya yang lembut lebih cocok menjadi pewaris kekuatan suciku."

"Lembut dari mana? Kau tidak ingat dia meledakkan kepala sekte pengikutmu?!" sahut Hun Mo tak mau kalah.

Tapi Hui Shen membalas dengan tenang, walau dalam hati ia tak menyangka. Sekte Tiansheng, tempat para pengikutnya malah menyerang sekte kecil yang tak bersalah.

"Itu karena dia dipenuhi amarah dan kebencian. Aslinya Zhang Liu anak yang murah hati."

"Halah, omong kosong. Lebih baik kita tanyakan langsung padanya," geram Hun Mo lalu berteriak lantang. "Hei bocah, menurutmu kekuatan mana yang kau pilih? Kekuatan iblisku, atau dewa sok suci ini?"

Zhang Liu menghentikan langkahnya. Kepalanya terus berdengung karena suara mereka yang terus berdebat. Dan pertanyaan Hun Mo barusan membuatnya terdiam.

'Aku harus memilih di antara keduanya?' pikirnya sedikit bimbang.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 7 – Tingkat Kultivasi

    'Apa aku bisa lolos darinya?' Zhu Pei terus memikirkan cara untuk melepaskan diri dari kutukan itu. Dia tak mau berurusan dengan orang seperti Zhang Liu.Tapi Zhu Pei hanya diam dan tetap menuruti perintah Zhang Liu. Mereka menggali tanah dan menguburkan mayat-mayat anggota sekte Dianyu.Dan terakhir, Zhang Liu membaringkan mayat Ketua Sekte, Yuan Bo. Dia menyimpan pedang milik gurunya sebagai kenangan terakhir. Dia berdoa dengan sungguh-sungguh di makam mereka.'Guru, dan semua senior. Maaf karena hanya aku yang selamat. Tapi aku janji, akan membalaskan dendam atas kematian kalian.'Setelah beberapa saat hening, Zhang Liu berdiri. Wajahnya kembali datar dan dingin."Kita pergi.""Ke mana?" tanya Zhu Pei, berusaha tidak terdengar terlalu penasaran."Kita mencari bahan yang kubutuhkan," kata Zhang Liu, mengulang informasi yang Hui Shen beritahu dalam kepalanya. "Pucuk Bunga Lili Hitam, dan Darah Burung Gagak Betina."Zhu Pei mengerutkan kening. "Pucuk Bunga Lili Hitam itu langka, biasa

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 6 – Jantung Duality

    "Benar!" seru Hun Mo bersikeras. "Jika kau memilihku, kau akan menjadi raja iblis selanjutnya, dan dunia ini akan tunduk padamu."Perkataan Hun Mo begitu menggoda bagi sebagian orang yang haus akan kekuasaan. Tapi saat Zhang Liu hampir terbawa, tiba-tiba Hui Shen menyela. Suaranya terdengar tenang namun dalam."Kekuasaan mutlak datang dengan harga yang mutlak pula, Zhang Liu. Kau akan kehilangan dirimu sendiri dalam hawa nafsu dan kegelapan. Hun Mo hanya ingin menguasai tubuhmu.""Diam kau, Hui Shen!" geram Hun Mo kesal. Tapi Hui Shen masih tetap menasihati Zhang Liu dengan tegas dan penuh kelembutan."Kekuatanku memberimu ketabahan dan kebijaksanaan untuk menahan amarah yang membabi buta. Biarkan cahaya dewa membimbing amarahmu menjadi keadilan, bukan pembantaian."Zhang Liu terkatung-katung di antara kedua pilihan itu. Amarahnya berteriak memilih Hun Mo, kekuatan brutal dan instan untuk pembunuhan. Tetapi nurani dan akal sehatnya cenderung pada jalan Hui Shen."Aku, tidak bisa memil

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 5 – Dewa Atau Iblis

    "T-tidak." Zhu Pei langsung menggeleng cepat. "Aku tidak tahu apa-apa soal penyerangan itu."Namun Zhang Liu sama sekali tak percaya. Kemarahan karena kehancuran sektenya masih membara. Dia tak mudah mempercayai siapa pun sekarang."Jangan main-main, Zhu Pei. Kau bisa melihat dua sosok di belakangku. Jadi aku bisa saja membunuhmu sekarang."Zhu Pei seketika menelan ludah. Jantungnya semakin berdebar panik.'D-dia tahu aku bisa melihatnya?'Dengan penuh kepasrahan, Zhu Pei akhirnya menunduk. Fakta tentang mata kebenarannya sudah terlanjur ketahuan."Aku memang bukan seorang tabib dari desa. Aku dari sekte Zhanlang, tapi sudah lama kabur karena aku diincar karena mataku. Jadi sekarang hanya bekerja sebagai tentara bayaran."Zhang Liu mendengus. Kedua tangannya dilipat. "Aku tak peduli dengan masalahmu. Yang kutanyakan, apa kau berkaitan dengan penyerangan sekteku?""Aku benar-benar tidak tahu. Kebetulan saja aku datang saat sektemu diserang. Aku hanya datang mengambil tanaman obat di si

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 4 – Mata Kebenaran

    "Tenang saja," jawab Hui Shen sambil tersenyum tipis. "Aku sudah menyegel kekuatan Jantung Duality sebelum kau bisa menyerap sepenuhnya."Mendengar hal itu, Zhang Liu menghela napas lega. Hui Shen masih melanjutkan perkataannya."Tapi kau harus memenuhi syarat lain dan mencari tanaman langka untuk membuka setiap segelnya."Tekad Zhang Liu semakin kuat saat mendengar dirinya mewarisi kekuatan legendaris."Di mana aku bisa menemukannya?""Di tempat yang berbahaya," jawab Hun Mo, bibirnya menyeringai jahat. "Dan kau akan sulit mendapatkannya dengan tubuh lemah itu. Oleh karena itu, berikan saja tubuhmu pada—""Diam, Hun Mo!" Hui Shen langsung menyela dan menegurnya. Dia menjentikkan jari.Seketika muncul tali yang mengikat tubuh Hun Mo, serta kain yang membungkamnya. Dia tak bisa bicara dan hanya bisa meronta.Zhang Liu berkedip beberapa saat melihat interaksi unik mereka.Hui Shen kembali berbicara. "Untuk persyaratan membuka segel, kami akan memberitahumu nanti. Saat ini kau sudah memb

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 3 – Kau Akan Mati

    "Jangan dengarkan dia! Bunuh mereka semua!" Hun Mo meraung, memerintahkan hal sebaliknya.Tapi tubuh Zhang Liu sendiri yang memutuskan. Dia membaringkan tubuh gurunya perlahan. Tubuhnya sedikit gemetar, mendorongnya untuk berdiri."Maafkan aku, Guru. Aku pasti akan membalaskan dendam sekte kita."Dengan sisa kekuatan, Zhang Liu melesat meninggalkan tempat itu secepatnya. Kakinya membawanya menuju bukit kecil di pinggiran sekte. Setiap langkah adalah siksaan. Setiap tarikan napas seperti mengisap pecahan kaca.Kekuatan mengerikan yang Zhang Liu gunakan tadi seperti racun yang menggerogoti dari dalam. Pembuluh darahnya terasa terbakar. Otot-ototnya menegang dan hampir robek.Zhang Liu mencapai balik bukit, tersembunyi dari pandangan. Di sini, bau api dan darah sudah tidak terlalu kuat. Hanya ada bau tanah dan daun basah.Zhang Liu tidak bisa lagi menahannya. Kekuatannya habis. Dia terjatuh di antara semak-semak. Pandangannya mengabur, berubah menjadi kegelapan. Di ambang ketidaksadaran,

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 2 – Hancurkan Semua

    "Beraninya mereka menyerang sekteku. Tidak bisa dimaafkan!"Kekuatan yang mendidih di dalam Zhang Liu meluap. Itu bukan energi qi yang dia kenal. Dia melangkah keluar dari reruntuhan perpustakaan.Setiap jejak kakinya meninggalkan jejak retakan di tanah. Asap hitam membumbung dari paviliun latihan yang ambruk. Teriakan telah berhenti, digantikan oleh senyap gemerisik api."Lihatlah." Suara berat dan menyeramkan itu kembali bergema di kepalanya. Dia adalah sisi gelap jantung duality, Raja Iblis Hun Mo. "Mereka menghancurkan semuanya. Tunjukkan pada mereka arti kekuatan sejati."Amarah yang sudah menyala-nyala, disiram minyak oleh bisikan itu. Zhang Liu tidak banyak berpikir lagi. Dia mengambil sebuah pedang yang tergeletak di tanah.Di depan sana, terdapat dua anggota Tiansheng yang masih mencari mangsa."Sepertinya tidak ada lagi yang tersisa, ayo kemba—" Kalimat itu tidak selesai ketika mereka melihat sosok Zhang Liu."Bukankah itu bocah di perpustakaan tadi? Bagaimana bisa dia masih

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status