Home / Romansa / Pijat Yuk, Mas! / Bab 80 Racun Dalam Botol Minyak

Share

Bab 80 Racun Dalam Botol Minyak

Author: Irbapiko
last update publish date: 2026-05-10 08:00:17

Sisa kehangatan Sudono masih membekas di seprai sutra yang berantakan. Mirah merapikan kancing kebayanya yang sempat terlepas dengan jemari gemetar. Ia menatap pantulan matanya yang kini sedingin es di cermin rias.

Lantai Kamar Nirwana terasa membeku saat bersentuhan dengan kulit kakinya. Bau dupa cendana mulai kalah oleh aroma pembersih lantai yang tajam. Mirah segera menyambar botol minyak pijatnya sebelum ada mata-mata masuk.

"Kemenangan ini cuma umpan untuk hiu-hiu lapar di

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 150 Bahagia di Tanah Kelahiran (Tamat)

    Raungan peluit masinis kereta api senja perlahan meredup di kejauhan, mengantarkan keheningan fajar yang melingkari lereng gunung Jawa Tengah.Mirah turun dari tangga gerbong besi terakhir, menghirup dalam-dalam udara perdesaan yang bersih tanpa sekat polusi semen metropolitan.Kini, keindahan alam desa terbentang sangat nyata di depan pelupuk matanya, membawa kedamaian jiwa yang teramat sangat murni.Mirah dan Jaya resmi meninggalkan gemerlap palsu Jakarta, menanggalkan seluruh kotak pandora dunia lendir yang mengurung batin mereka.Keterangan Tempat: Di sebuah gubuk bambu sederhana di tepi ladang jagung, hamparan kabut pagi nampak merayap lembut di atas pucuk daun hijau.Mirah melepas seluruh topeng estetika kota dan kebayanya, menggantinya dengan kain daster lurik longgar yang sangat luwes di kulit.Dia hidup damai bertani dan mengurus rumah tangga bersama Jaya yang mencintainya secara utuh apa adanya tanpa menuntut draf fisik.Taw

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 149 Fajar Baru Setelah Badai

    Deru mesin motor matic tua milik Jaya perlahan melambat, lalu berhenti tepat di seberang pelataran stasiun kereta api yang mulai disorot mentari pagi.Mirah turun dari boncengan sambil merapikan tas pakaiannya, memandang ke arah langit Jakarta yang nampak jauh lebih cerah tanpa kepulan duka.Kini, suasana pagi yang bersih beneran menyelimuti seluruh sudut jalanan kota, membawa hilangnya beban hitam kota yang selama ini menghimpit dada.Ruko lendir Selatan resmi ditutup selamanya oleh segel aparat, digantikan dengan proyek pembangunan legal berupa draf kompleks perkantoran baru.Menariknya, sesosok pria tegap dengan seragam dinas PDL kepolisian yang sangat necis nampak sudah berdiri menunggu di dekat pintu masuk peron.Elang yang ternyata seorang perwira intelijen melangkah gagah mendekati mereka, menyunggingkan senyuman maskulin yang dipenuhi rasa hormat.Dia memberikan penghormatan terakhir kepada Jaya dan Mirah atas keberanian mereka memba

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 148 Airmata dan Pertobatan Nani

    Rombongan terpidana ruko Barat baru saja digiring masuk ke dalam bus jeruji besi milik kejaksaan, menyisakan langkah gontai Mirah yang menembus lorong bawah tanah pengadilan.Ditariknya napas panjang oleh Mirah untuk menata sisa debaran dadanya, saat seorang petugas sipir wanita paruh baya menyodorkan secarik draf memo duka kusam.Kini, hawa dingin ruang kunjungan lembaga pemasyarakatan sementara mulai terasa menusuk pori-pori, membawa atmosfer ketulusan psikologis yang teramat mentah.Sebelum dipindahkan ke lapas wanita tingkat provinsi, Nani meminta pertemuan terakhir dengan Mirah di ruang kunjungan utama.Mirah melangkah perlahan mendekati deretan kursi besi, matanya langsung tertuju pada sesosok wanita yang duduk lemas di balik sekat kaca tebal.Deggg...Dengan baju tahanan oranye dan wajah polos tanpa riasan menor, Nani menangis tersedu-sedu meratapi kebodohan batin mudanya yang kini hancur lebur.Alasannya simpel, ketak

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 147 Kejatuhan di Balik Jeruji Besi

    Barisan mobil polisi bergerak menjauh dari pelataran perbatasan, menyisakan kesunyian fajar yang perlahan berganti menjadi proses persidangan kilat metropolitan.Dinding ruang sidang utama pengadilan negeri nampak sangat putih bersih, memancarkan atmosfer hawa dingin yang menusuk tulang kering para pesakitan.Kini, nasib dinasti haram ruko Selatan berada sepenuhnya di bawah ketukan palu hakim ketua yang bermata tajam tanpa ekspresi belas kasihan.Agam duduk membungkuk di kursi pesakitan tengah dengan pakaian tahanan jingga, rahang kejamnya nampak bergetar kaku menahan kecemasan batin.Seluruh aset kekayaan haram milik Agam disita negara tanpa sisa, termasuk draf tabungan gelap hasil pemerasan berdarah masa lalu.Ruko Taman Suci Selatan disegel total menggunakan garis polisi hitam kuning, memadamkan riuh gemerlap paket pelayanan "pijat yuk mas".Menariknya, Fandi duduk di sebelah Agam dengan seluruh dahi yang dibanjiri keringat dingin, terus

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 146 Kehancuran Para Penguasa Lendir

    Raungan sirine polisi mendadak memekakkan telinga, bergema beringas membelah sisa kabut subuh di sepanjang koridor jalur perbatasan Barat-Tangerang.Sorot lampu rotator berwarna biru merah berkelebat cepat menghantam dinding seng, memantulkan bayangan lari ratusan tikus got yang ketakutan.Kini, kepanduan hukum dari kepolisian pusat resmi mengunci seluruh akses pelarian, mengepung rapat setiap jengkal pelataran gudang tua tanpa celah.Tepat saat Agam dan Fandi mencoba kabur membawa koper uang saham, barisan mobil Brimob dan kepolisian pusat bentukan jaringan Elang mengepung seluruh area gudang.Gara-gara panik melihat barisan laras panjang mencuat dari balik pintu truk barak, Fandi nekat menyeret koper kulitnya ke sela batako basah.Ditariknya gagang koper itu dengan sisa tenaga maskulinnya yang kian melemah, mencoba menyelamatkan modal investasi ruko Selatan.Namun, seorang perwira Brimob bertubuh tegap langsung melompat taktis dari atas bu

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 145 Konfrontasi Segitiga Berdarah

    Moncong pistol revolver kecil berlapis krom di tangan Fandi berkilat kejam, membidik lurus ke arah kaki Jaya yang masih berdiri kokoh di atas tanah berlumpur pelataran gudang perbatasan.Fandi bersiap menembak kaki Jaya, jemari necisnya mulai menekan picu baja dengan seringai kepuasan kotor yang teramat sangat binal.Kini, fajar pertama mulai memecah langit kelabu, membawa hawa dingin mencekam yang langsung menguap bersama kepulan debu material bangunan.Gara-gara panik melihat ancaman maut di depan mata, Mirah berguling pasrah ke samping ban mobil Mercedes, mencoba memutuskan lilitan tali di pergelangan tangannya.Namun, Elang yang berhasil meloloskan diri dari ikatan berkat bantuan kode sandi Jaya, langsung menerjang barisan pengawal pusat tanpa rasa takut.Pipa besi silinder di tangan Elang berayun secepat kilat, menghantam pergelangan tangan Fandi sebelum pelatuk revolver itu sempat ditarik penuh.Brakkkk!Bunyi letupan s

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 137 Kontrak Hitam di Kamar VVIP

    Sari masih terduduk lemas di atas lantai marmer lobi ruko Taman Suci yang dingin, memegangi dadanya yang naik turun menahan sisa syok omzet maut.Mirah buru-buru merapikan sisa kebaya hijaunya yang agak melonggar, menatap ke arah pintu lobi luar tempat sisa kepulan asap knalpot mobil Agam

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 135 Sumpah Darah di Balik Bedeng

    Sisa hembusan angin subuh yang dingin menerpa unjung kain kemben sutra hijau milik Mirah, beradu dengan suara derit langkah sepatu lars para pengawal pusat Agam di pelataran luar ruko.Jaya buru-buru memalingkan wajahnya, meremas gumpalan draf manifes kecil rahasia di dalam saku hoodie kus

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 134 Kode Sandi Ambulans Hitam

    Langkah kaki Fandi yang angkuh berdentang menaiki anak tangga menuju kamar VVIP nomor satu, menyisakan keheningan tipis di meja bar lobi.Mirah menarik napas panjang, menatap bayangan punggung sang investor kaya dengan sepasang mata yang menyiratkan kejijikan psikologis teramat mentah.

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 133 Sandiwara di Depan Meja Bar

    Aroma sisa uap rempah tiruan masih lamat-lamat tercium dari arah koridor belakang, mengiringi langkah terburu-buru Mirah kembali menuju area kasir depan ruko Taman Suci.Sari nampak terseok-seok mengekor di belakang sambil mendekap sebuah kardus basah berbau amis minyak bulus asli, hasil j

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status