Share

Bab 4

Author: Peachy
"Reyhan!" Selena terisak, menempelkan wajahnya ke dada pria itu.

"Dia cemburu padaku! Cemburu pada perhiasan yang ibumu berikan padaku, cemburu pada hadiah yang kamu belikan untukku!"

"Dia bilang dia akan membunuhku dan anak kita!"

Aku berusaha bangkit dari tanah, darah menetes dari telapak tanganku yang tergores.

"Selena, kamu .…"

"Cukup!" Reyhan memotongku, matanya membara dengan amarah yang menakutkan.

"Hanya karena ibuku tidak menyukaimu, kamu harus melampiaskannya pada Selena?"

"Kamu mau tas dan perhiasan? Aku bisa membelikanmu apa saja!" Suaranya meninggi.

"Yang perlu kamu lakukan hanya patuh! Hentikan kecemburuan sialan ini!"

"Kita punya seorang ahli waris yang harus dibesarkan bersama! Aku tidak akan membiarkanmu bertindak seperti ini!"

Ahli waris?

Aku tidak bisa menahan tawa pahit yang lolos dari bibirku.

"Ahli waris apa, Reyhan? Emangnya ahli waris kita masih hidup?"

Wajah Reyhan langsung pucat.

"Mengapa keamanan ditarik dari acara itu, Reyhan? Mengapa aku hampir mati kehabisan darah di lantai itu? Kamu yakin tidak tahu?"

"Apa yang sebenarnya kamu bicarakan?" Reyhan memeluk Selena lebih erat.

"Kayla, hentikan omong kosong ini!"

"Sekarang, minta maaf pada Selena. Sekarang juga!"

Minta maaf?

Minta maaf pada wanita yang membunuh putraku?

Amarah putus asa menelan sisa kewarasanku.

Aku mencabut belati dari sabuk Reyhan dan menggoreskannya di lenganku sendiri.

Darah mengalir deras, aliran merah yang jauh lebih mengerikan daripada luka kecil di dahi Selena.

"Cukup tuluskah ini?" Aku menatap mereka, dan berkata dengan suara datar, "Apakah permintaan maaf ini cukup untukmu?"

"Kayla!" Reyhan menatapku dengan kaget.

Namun momen itu terputus oleh rintihan lemah dari Selena.

"Reyhan … kepalaku sakit banget .…"

Perhatiannya langsung kembali pada Selena.

"Aku akan membawamu ke rumah sakit. Sekarang juga."

Dia pun berbalik dan berlari kembali ke vila tanpa tanpa menoleh lagi padaku.

Dia meninggalkanku berdiri di genangan darahku sendiri.

Beberapa jam kemudian, wakil Reyhan, Alex, menemukanku.

Dia membawa seorang dokter dan kotak peralatan medis kelas satu, wajahnya tampak cemas.

"Nyonya, Bos memintaku menyampaikan bahwa dia minta maaf atas … luapan emosinya siang ini. Dia juga bersikeras agar Anda menghadiri pembaptisan besok. Demi kehormatan keluarga."

Aku menatap luka jelek di lenganku, dan mengabaikan kotak medis yang dia tawarkan.

Aku hanya mengucapkan satu kata, "Keluar."

Alex hendak membantah, tapi aku menatapnya dengan ekspresi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

"Katakan pada Reyhan aku akan datang," kataku dengan suara yang terdengar dingin dan mengancam.

"Aku tidak akan melewatkannya. Aku akan memberinya dan ahli warisnya sebuah pembaptisan yang tidak akan pernah mereka lupakan."

Alex terkejut dan mundur, lalu meninggalkan tempat itu dengan cepat.

Keesokan harinya, bisikan mulai menyebar di dunia mafia Ravencia.

Bos Reyhan menggunakan jet medis pribadi keluarganya untuk menerbangkan selusin ahli bedah terbaik Bellariva.

Semua itu hanya untuk mengobati luka kecil di kepala simpanannya.

Romansa yang begitu megah. Tapi harga yang harus dibayar begitu tinggi.

Sementara aku?

Aku berada di rumah, diam-diam membalut lenganku sendiri, tanpa seorang pun yang peduli.

Selama dua hari berikutnya, aku menjual semua perhiasanku.

Lambang cinta yang Reyhan berikan padaku diubah menjadi uang yang dingin dan nyata.

Aku juga menemukan kontrak pernikahan kami dan merobeknya, halaman demi halaman, menjadi serpihan.

Tiga tahun pernikahan, hilang begitu saja.

Pada pagi hari pembaptisan itu, aku menerima pesan dari Selena.

Itu adalah foto dirinya mengenakan gaun putih, lengan Reyhan melingkari pinggangnya, dan bayi itu berada dalam pelukan pria itu.

Sungguh keluarga yang sempurna.

Di bawah foto, pesannya:

[Kalau kau tahu diri, pergi saja. Hari ini adalah hari penting anakku. Jangan hancurkan itu.]

Aku menghapus pesan itu tanpa membalas.

Reyhan juga mengirim pesan, menanyakan kapan aku akan tiba di gereja.

Aku mengabaikannya.

Sebaliknya, aku membuat sebuah panggilan.

"Om Andre, ini aku, Kayla."

Andre Kusuma. Orang paling setia milik ayahku, yang sekarang menjalankan bisnis impor ekspor yang sah.

"Nona kecil!" Suaranya penuh kejutan. "Kamu baik-baik saja?"

"Aku butuh bantuanmu," kataku sambil menyerahkan sebuah USB terkunci kepadanya.

"Dalam satu jam, bawalah ini ke Katedral Santo Antonius. Berikan kepada pastor yang memimpin upacara."

"Dan ingat," tambahku. "Pastikan dia memutarnya. Di depan semua orang."

Andre menerima USB itu tanpa bertanya apa pun.

"Baik, Nona."

Aku menatap rumah yang dulu menjadi rumahku untuk terakhir kalinya, lalu menyeret koperku menuju mobil yang menunggu di luar.

Sopir itu bertanya ke mana tujuannya.

"Lapangan terbang pribadi," kataku.

Satu jam kemudian, Katedral Santo Antonius penuh sesak.

Para kepala dari setiap keluarga besar di Ravencia hadir untuk menyaksikan pembaptisan ahli waris Keluarga Dirgantara.

Reyhan berdiri di altar dengan setelan terbaiknya, menggendong bayi itu.

Selena berada di sampingnya, terlihat seperti malaikat.

"Teman-temanku, terima kasih telah datang untuk menyaksikan pembaptisan putraku, Alvaro," kata Reyhan sambil tersenyum.

Namun matanya menyapu kerumunan.

Di mana Kayla?

Dia bilang dia akan datang.

Tepat ketika pastor hendak memulai, Andre berjalan masuk ke dalam gereja.

Dia langsung menuju pastor dan menyerahkan USB itu.

"Ini dari Nyonya Kayla. Dia meminta saya mengantarkannya."

Reyhan mengerutkan kening, tapi sebelum dia sempat menghentikannya, pastor itu sudah mencolokkan USB tersebut ke sistem proyeksi.

Layar besar di belakang altar menyala.

Pada saat yang sama, Alex bergegas ke sisi Reyhan dengan wajah pucat.

"Bos," bisiknya, matanya penuh kepanikan.

"Bos, ada masalah. Nyonya … dia sudah pergi."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pilihan yang Menghancurkan   Bab 8

    Matahari di Auravilla terasa sama hangatnya.Aku berdiri di luar studio restorasi seni pribadi itu, menatap melalui kaca.Di sana dia.Kayla.Dia duduk tenang di depan sebuah kanvas, merestorasi lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus yang rusak.Cahaya matahari keemasan jatuh di atasnya, sama seperti hari pertama kami bertemu.Dia tampak begitu fokus, begitu tenang, seolah kekacauan berdarah dari dunia kami tidak bisa menyentuhnya di tempat ini.Aku tidak berani masuk.Takut menghancurkan kedamaian ini.Tanganku gemetar.Akhirnya, aku mendorong pintu itu terbuka.Sebuah lonceng kecil berdenting. Dia tidak berbalik."Kayla ...." Suaraku seperti bisikan kasar.Tangannya berhenti sejenak, lalu kembali menorehkan cat di kanvas."Aku mengenali suara itu," katanya dengan suaranya yang begitu tenang. "Langkah kaki Reyhan Dirgantara. Aku bisa mengenalinya di mana pun."Aku melangkah beberapa langkah lebih dekat. Aku pun melihat lukisan yang sedang dia kerjakan.Bunda Maria menggendong bayi Yesus,

  • Pilihan yang Menghancurkan   Bab 7

    Jeritan dari ruang bawah tanah memecah keheningan malam.Aku berjalan menuruni tangga batu, setiap langkah terasa berat seperti batu nisan.Selena dirantai di tengah ruang interogasi. Gaunnya robek, dan wajahnya penuh ketakutan."Reyhan!" teriaknya dengan suaranya yang gemetar. "Tolong, lepaskan aku! Aku tidak melakukan apa-apa!"Aku berhenti di depannya dan menatapnya dengan tatapan dingin."Tidak melakukan apa-apa?" kataku perlahan. "Selena, barusan aku mendengar sebuah rekaman yang sangat menarik."Wajahnya langsung pucat."Itu ... itu palsu! Kayla yang memalsukannya!"Aku mengeluarkan pisau dari jaketku. Itu pusaka Keluarga Dirgantara."Selena, aku beri kamu satu kesempatan lagi." Ujung pisau itu menekan dagunya. "Katakan bagaimana anakku mati.""Aku tidak tahu!" Dia menggeleng panik. "Bayi itu lahir dalam kondisi mati! Dokter bisa membuktikannya!""Dokter?" Aku tersenyum tipis dan dingin. "Dokter Willi? Lucunya, dia mengalami sedikit ... kecelakaan tadi malam. Rem mobilnya blong.

  • Pilihan yang Menghancurkan   Bab 6

    Sudut Pandang Reyhan.Rumah besar itu sunyi. Sunyi yang mencekam.Aku mendorong pintu utama hingga terbuka. Hanya lorong-lorong kosong yang menyambutku.Lukisan-lukisan Kayla hilang. Piano kesayangannya hilang. Bahkan sepatu dansa yang biasa dia tinggalkan di dekat pintu ... juga hilang.Seolah-olah dia tidak pernah ada di sini.Aku berlari ke lantai atas dan membuka paksa pintu kamar kami. Sisi lemarinya kosong.Di meja riasnya, parfum, kotak perhiasan,dan riasannya semuanya hilang.Yang tersisa hanya barang-barangku, kesepian di ruangan besar ini.Aku mengacak-acak laci seperti orang gila, berharap menemukan sesuatu, tanda apa pun yang dia tinggalkan.Tapi tidak ada apa-apa.Dari bawah, aku mencium bau sesuatu yang terbakar. Perapian. Bara masih menyala di dalamnya.Aku mendekat. Jantungku sontak berhenti berdetak.Di antara abu hitam itu, aku mengenali beberapa huruf.Itu akta pernikahan kami. Dia membakar satu-satunya bukti kehidupan kami bersama. Tiga tahun … berubah menjadi abu.

  • Pilihan yang Menghancurkan   Bab 5

    Layar itu menyala. Gereja langsung menjadi sunyi senyap.Gambar pertama berasal dari kamera keamanan rumah sakit.Suara Reyhan yang dingin dan jelas bergema di seluruh kapel."Tidak ada yang boleh mengatakan kebenaran kepada Kayla. Aku ingin dia membesarkan putraku dengan Selena seolah-olah anak itu miliknya sendiri.""Dan obat baru dari rumah sakit itu … yang bisa memastikan seorang wanita tidak akan pernah bisa hamil lagi …. Pastikan Kayla mendapatkannya."Wajah Selena langsung pucat.Tangan Reyhan mulai gemetar. Bayi di pelukannya merasakan ketakutannya dan mulai menangis."Ini tidak mungkin .…" gumamnya.Tapi layar itu terus memutar.Berikutnya muncul foto-foto dan video dari ponsel Reyhan.Dia mengajari Selena menembak, tubuh mereka berdiri sangat dekat.Dia melukis potret Selena di dalam momen yang penuh kelembutan.Ada juga ... sebuah ciuman yang dalam di studio kaca Danau Elenora.Setiap gambar adalah bukti pengkhianatannya."Ya Tuhan, ini nyata?" Seseorang berbisik dari bangku

  • Pilihan yang Menghancurkan   Bab 4

    "Reyhan!" Selena terisak, menempelkan wajahnya ke dada pria itu."Dia cemburu padaku! Cemburu pada perhiasan yang ibumu berikan padaku, cemburu pada hadiah yang kamu belikan untukku!""Dia bilang dia akan membunuhku dan anak kita!"Aku berusaha bangkit dari tanah, darah menetes dari telapak tanganku yang tergores."Selena, kamu .…""Cukup!" Reyhan memotongku, matanya membara dengan amarah yang menakutkan."Hanya karena ibuku tidak menyukaimu, kamu harus melampiaskannya pada Selena?""Kamu mau tas dan perhiasan? Aku bisa membelikanmu apa saja!" Suaranya meninggi."Yang perlu kamu lakukan hanya patuh! Hentikan kecemburuan sialan ini!""Kita punya seorang ahli waris yang harus dibesarkan bersama! Aku tidak akan membiarkanmu bertindak seperti ini!"Ahli waris?Aku tidak bisa menahan tawa pahit yang lolos dari bibirku."Ahli waris apa, Reyhan? Emangnya ahli waris kita masih hidup?"Wajah Reyhan langsung pucat."Mengapa keamanan ditarik dari acara itu, Reyhan? Mengapa aku hampir mati kehabis

  • Pilihan yang Menghancurkan   Bab 3

    Selena terengah, dan menutup mulutnya dengan penuh kegembiraan."Reyhan, kamu terlalu baik padaku!"Dia berjinjit dan mencium pipi Reyhan.Udara di ruang tamu seketika hening.Reyhan mundur selangkah dengan canggung."Selena hanya … terlalu bersemangat," jelasnya sambil menatapku. "Kami tumbuh bersama, dia memang selalu lebih ekspresif. Dia baru saja punya bayi, dan tidak ada suami di sisinya … kamu harus mengerti, Kayla."Mengerti? Aku melihat senyum manja Selena, perutku terasa mual."Reyhan benar," kata Selena dengan suara lembut, tangannya mengusap kulit tas-tas mahal itu. "Sejak dulu hanya kamu yang selalu baik padaku."Jarinya pun menyentuh punggung tangan Reyhan, sentuhan yang begitu intim sampai terasa seperti sebuah tantangan.Melihat tatapanku yang tajam, Selena tiba-tiba memegangi dahinya, dan tubuhnya bergoyang seolah akan pingsan, lalu jatuh ke dalam pelukan Reyhan."Aku … tiba-tiba sangat pusing. Sangat lelah. Bisakah kamu membawaku ke atas untuk beristirahat?"Lengan Rey

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status