ログイン“Apa yang sebenarnya kau bicarakan?” tanya Teressa canggung. “Kau sendiri yang memintaku ke sana untuk mengawasi langsung Tim Delta, bukan?”
“Ya, aku memintamu datang ke sana untuk mengawasi, bukan untuk berkencan dengan Darios.” Alexis mengangguk setuju namun nada bicara selanjutnya terdengar lebih serius.“Aku tidak berkencan dengannya,” sangkal Teressa.Teressa berpikir beberapa saat, memikirkan kembali ucapannya. Apa lagi saat ini Alexis tidak langsung mengonfrontasinya l“Tidak apa-apa.” Alexis langsung menghentikan Frederick. “Biarkan dia melihat-lihat ruanganku. Sepertinya dia begitu penasaran dengan apa yang aku punya di sini.” Ivan tertawa seraya menunjuk Alexis seolah sedang membenarkannya tentang betapa dia ingin tahunya mengenai ruangan tersebut. Dia kemudian menaruh tangannya di saku. “Aku senang kau akhirnya kembali dari Italia. Sepertinya kondisi di sana sangat kacau, ya?” Ivan terkekeh. “Kau tahu, jika terjadi sesuatu, kau bisa mengandalkan aku dari sini. Aku keluarga istrimu, ingat? Dan sebagai paman istrimu, aku benar-benar berharap bisa membantu kalian berdua setiap kali kalian membutuhkan bantuan.” Alexis tersenyum dan mengangguk. “Aku akan meminta bantuanmu jika terjadi sesuatu suatu hari nanti, senang mendengar kalau aku bisa mengandalkan seseorang.” Alexis menanggapinya dengan santai, sesantai dia memintanya. Namun Ivan tampak tak senang, karena dia bisa melihat bagaimana Alexis mengimbangi cara bermainnya.
“Di mana Teressa? Kau meninggalkannya begitu saja?” tanya Christina sambil melangkah mendekati Alexis dengan berani, menatap langsung matanya. Saat itulah Baron baru mengambil tindakan, dia langsung menahan lengan Christina. “Cukup! Jangan berusaha memprovokasi keadaan!” ujar Baron. Christina hanya menepis tangannya Baron, sebelum memutar bola matanya dan melangkah pergi dari sana begitu saja. Dan Baron sama sekali tidak mengikutinya “Ayolah, kita di sini untuk bersenang-senang, ingat?” Nicole mendengus. “Aku benar-benar minta maaf soal Christina, Ilyena. Dia memang sangat dekat dengan Teressa. Tetapi seperti kataku tadi, aku sangat menerima orang baru.” Genie tersenyum padanya. Ilyena tersenyum dan mengangguk, dia tidak terganggu dengan hal tersebut.Berikutnya, mereka bermain seperti biasanya, bercanda dan tertawa sambil meminum minuman dingin mereka di bawah terik matahari. Betapa indahnya hidup saat ada matahari yang bersinar terang bende
Bohong jika itu tidak menyinggungnya. Alexis yakin dirinya tidak seperti yang dikatakan istrinya tersebut. Dia bahkan memastikan dirinya tidak menyentuh Teressa sejak menikah. “Aku tidak pernah merasa tidak dihormati seperti ini oleh siapa pun. Apa lagi seseorang yang jauh lebih muda dari pada aku.” Alexis menatapnya dengan tajam. “Kalau begitu kau juga mungkin harus mulai belajar untuk menghormati siapa pun itu, terutama perempuan. Tidak peduli seberapa rendah wanita itu merendahkan dirinya sendiri.” Alexis mengangkat sedikit alisnya, dia semakin tidak suka cara Ilyena bicara padanya saat ini, mengingatkannya Ilyena yang tidak mempercayai dirinya sebelumnya. “Apakah kau tahu betapa aku menghormatimu? Aku sama sekali tidak berusaha merendahkan Teressa. Aku justru berusaha menghormatimu sebagai istriku. Aku tidak pernah menyentuh Teressa lagi sejak kau menjadi istriku,” ucap Alexis. Alexis mendesah pelan, dia tidak percaya harus mengatakan hal yang bersi
“Teressa pergi?” Ilyena melirik ke arah Alexis sebentar sebelum menatap Frederick lagi. Frederick menganggukkan kepalanya. “Dia membawa sebuah koper. Aku yakin dia tidak diperintahkan untuk ke mana pun sampai pemberitahuan lebih lanjut darimu.” Alexis terdiam beberapa saat, sedang mencerna apa yang sedang terjadi. Namun, dia kemudian menganggukkan kepalanya, menerima informasi baru tersebut.“Tidak perlu mencarinya, hanya saja pastikan dia menemui Darios saat dia kembali dari Afrika,” ujar Alexis. “Kurasa dia hanya butuh waktu untuk menerima hal ini.” Frederick tentu tahu rencana Alexis dan apa niatnya selanjutnya kepada Teressa. Rencana awalnya adalah membiarkan Teressa bersama orang yang dia percaya, Darios. Membiarkan Teressa tinggal beberapa hari lagi di sana. Namun Teressa yang memutuskan pergi lebih dulu, sepertinya memang sengaja membuat jadwal yang disusun Alexis berantakan. Frederick tidak bertanya lebih lanjut, hanya menganggukkan kepalanya. Di
“Kau yakin dengan itu?” tanya Ilyena, merasa tidak pasti. “Apakah dia bisa menerimanya? Aku tidak yakin dia bisa menerimanya begitu saja.” “Kau memang benar.” Alexis menganggukkan kepalanya. “Tetapi dia sudah tahu aturannya sejak awal. Dan aku tidak menyuruhnya pergi begitu saja. Dia sudah memiliki orang lain di hidupnya, dan aku sangat mendukungnya untuk bersama orang tersebut.” Ilyena mengernyitkan dahinya, dia kemudian teringat dengan kejadian di mall waktu itu, saat dia melihat Teressa bersama dengan pria asing berbadan gagah juga, memeluk lengannya dengan mesra dan bersandar ke lengannya. Dia yakin jika itu adalah pria yang dimaksud Alexis. “Jadi, kau sudah tahu jika dia bersama orang lain selama ini? Aku lupa ingin memberitahu tentang ini, bahwa aku pernah melihatnya di mall bersama pria lain, dan mereka tampak mesra.” Alexis berpikir sejenak, dia kemudian menganggukkan kepalanya. “Itu pasti Darios.” “Kau mengenal pria ter
“Apa yang sebenarnya kau bicarakan?” tanya Teressa canggung. “Kau sendiri yang memintaku ke sana untuk mengawasi langsung Tim Delta, bukan?” “Ya, aku memintamu datang ke sana untuk mengawasi, bukan untuk berkencan dengan Darios.” Alexis mengangguk setuju namun nada bicara selanjutnya terdengar lebih serius.“Aku tidak berkencan dengannya,” sangkal Teressa. Teressa berpikir beberapa saat, memikirkan kembali ucapannya. Apa lagi saat ini Alexis tidak langsung mengonfrontasinya lagi, dia hanya terdiam seolah menunggunya mengungkap hal lain. Karena begitulah, atmosfer yang terlalu tenang justru membuatnya panik dan mengungkap sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dia ungkapkan. “Baiklah, aku hanya tidur beberapa kali dengannya saat aku di sana. Tetapi aku tidak pernah melakukannya saat kau berada di dekatku. Aku membutuhkanmu, tetapi kau tidak memberikan apa yang aku butuhkan. Kau pikir aku akan diam saja? Aku tentu akan mencari seseorang yang bisa memberikan apa yan







