Teilen

Penahanan Alexis

last update Veröffentlichungsdatum: 05.09.2026 08:28:10

“Pria yang katanya baru saja menikah dengan pewaris SMC dan mengambil alih SMC ini saat ini sedang menjalani pemeriksaan.”

Ilyena melirik Teressa yang sama sekali tidak khawatir, bahkan diam-diam mencuri kacang dari piring miliknya, memakannya dengan tenang seolah sedang melihat sebuah drama.

“Bagaimana tanggapanmu tentang ini, Kepala Kepolisian Interpol?”

“Aku belum melakukan apa pun untuk saat ini. Tetapi Tuan Genovese bersedia melakukan pemeriksaan. Kabar lebih lanjut aka
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Piutang Kesayangan    Informasi Sensitif

    “Bagaimana jika itu adalah salah satu informasi yang sangat sensitif?” tanya Frederick. “Maka dari itu, kita harus menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk.” Reaksi Alexis yang tenang dan sama sekali tidak gelisah membuat mereka lebih khawatir, beban gelisah tetap dilimpahkan kepada mereka. Meski begitu, jika Alexis berkata demikian, maka mereka hanya harus siaga dan waspada, tetapi itu seperti menunggu bom meledak. Setelah dari rapat di Nimbus Vault tersebut, Alexis kembali ke rumah, dan menemukan istrinya yang sudah tertidur di kamar yang mereka berdua bagi belakangan ini. Sejak rumah Ilyena menjadi lebih terbuka untuknya, tidak ada yang ditutupi oleh Ilyena, membuat Alexis merasakan sedikit beban tanggung jawab yang lebih banyak. Karena itu berarti kepercayaan. Ilyena sudah menaruh beban itu ke pundaknya. ***Ivan bekerja seperti biasanya, kadang hanya duduk di depan komputer seolah dia sungguh bekerja, kadang berkeliaran menyapa hampir setiap

  • Piutang Kesayangan    Rencana

    “Membunuh Alexis? Apakah kau lupa jika orang-orang di sekitarnya adalah tim Alpha?” Teressa mengerutkan keningnya, itu jelas ide yang buruk untuk mendekati Alexis secara langsung, mereka bisa terbunuh bahkan sebelum mereka mendekati Alexis. “Aku tahu. Tim alpha adalah orang-orang dengan pertahanan yang sangat tinggi, mereka jelas tidak akan membiarkan diri mereka melepaskan pengawasan pada VVIP sepertinya.” John menghela nafasnya. Berada di antara tim lainnya membuatnya mengetahui tentang hierarki, membuatnya sadar bagaimana rumitnya sistem jaringan yang dibentuk oleh Vance. Belum lagi, sekarang mereka menyatukannya dengan SMC, merekrut orang-orang Amerika lebih banyak, sehingga mereka tidak tahu mana saja yang merupakan mata-mata Alexis. “Untuk itulah sedari awal, kau sudah mencuri benda itu juga, kan?” tanya John.Teressa meneguk ludahnya, sebelum mengangguk dengan ragu. “Kau bilang mereka jarang mengecek benda itu lagi setelahnya, tetapi menang

  • Piutang Kesayangan    Umpan

    “Alexiso, matikan komputernya!” bentak Ilyena.Ilyena kemudian segera bergegas membersihkan wine yang tumpah di meja dengan tisu, kemudian menegakkan kembali gelasnya, sebelum mengisinya lagi dengan wine. Kemudian bersandar sealami mungkin ke mejanya sambil meneguk wine, hal yang dia ingin Alexis lihat. Alexis masuk dengan mengetuk pintu dua kali, dia membuka lebar pintu, untuk mendapati istrinya yang sedang meminum wine sambil bersandar ke mejanya. “Kau minum wine di ruang belajar?” tanya Alexis, tidak menuduh. “Padahal kau bisa melakukannya di ruangan lain, selain ruang belajar. Itu bisa mengenai alat elektronik atau buku.” Ilyena berdeham dan menggeleng pelan. “Aku sedang beristirahat dari pekerjaanku.” “Kau baru saja bekerja atau kau baru saja sedang mencari tahu tentang aku?” Dengan ujung bibirnya yang terangkat, kali ini Alexis menggodanya. Ilyena mengerjapkan matanya. “Alexiso memberitahumu?”“Secara tidak langsung, iya. Semua riwayat p

  • Piutang Kesayangan    Alexiso

    “Katakan, apakah Teressa bertanya padanmu tentang sesuatu yang penting? Atau, kau mungkin memberitahunya tentang sesuatu yang seharusnya tidak dia ketahui. Aku akan menjadikanmu member Nimbus jika informasi yang kau berikan berguna,” ujar Alexis. Alexis tetap berada di dalam ruangan kaca tersebut, menatap ke luar ruangan kaca di mana Darios berlutut kepadanya. Melihat orang lain berlutut untuknya adalah sebuah hal yang normal di hidupnya. Dia bisa menghancurkan kehidupan siapa dalam sekali perintah. Darios meneguk ludahnya, untuk beberapa saat dia tidak menjawab, dia sedang memikirkan baik-baik jawabannya. Otaknya bekerja keras mencari setiap memori percakapannya dengan Teressa. Sesuatu yang penting. Sesuatu yang mungkin tidak seharusnya dia katakan pada Teressa atau Teressa bertanya dengan lugu seolah dia memang sudah tahu. “Apakah Teressa termasuk orang yang mengetahui proyek rahasia Red-Opal?” tanya Darios, menandakan dia sama sekali tidak yakin dengan jawabanny

  • Piutang Kesayangan    Dendam

    “Mereka tampan sekali. Semakin banyak pria tampan di rumah ini.” Ilyena melirik ke arah pelayan muda tersebut yang tampak tersipu dengan pria di luar sana yang mengobrol dengan santai. Ilyena sadar jika Alexis sedang memperketat penjagaan.“Nyonya!” Darmi baru menyadari kehadirannya, menoleh cepat ke arahnya. “Apakah kau akan sarapan? Chef Rion sudah menyiapkan makanan untukmu.” Ilyena menggeleng santai. “Aku akan sarapan di kantor, tolong bungkuskan untukku, ya! Oh, mungkin untuk Alexis juga.” Kedua pelayan muda tadi disenggol Darmi untuk segera kembali bekerja dan tidak mengintip para pria itu. Sementara Ilyena hanya tersenyum, dia tidak masalah dengan itu. Toh, sangat normal bagi pelayan muda tertarik pada orang-orang itu. Setelah mendapatkan bekal makanannya, dua kotak nasi, Ilyena pergi ditemani Marco. Dia tidak diizinkan pergi sendirian lagi sekarang setelah penculikan, dan juga penyerangan. Ilyena menatap Marco dari belakang dengan ragu. “Ap

  • Piutang Kesayangan    Rapat Mendadak

    Ilyena menatapi Alexis yang keluar dari kamar mandi dengan sedikit tergesa-gesa setelah mendapatkan informasi kalau pria yang bersama dengan Teressa, yang dilihat Ilyena memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan sosok Darios yang selama ini dimaksud Alexis. “Ya... Dia berambut pirang. Aku tidak ingat memperkerjakan pria berambut pirang di tim Delta. Seingatku ada yang berambut pirang di tim Gamma di Italia.” Ilyena mendengar percakapan Alexis di telepon, sepertinya dengan Frederick. Dia menguping sambil tetap berendam di sana. Dan setelah Alexis mengakhiri panggilannya, Alexis kembali lagi ke kamar mandi, kelihatannya ada yang membuatnya merasa terganggu. “Apa yang terjadi?” tanya Ilyena. “Itu mengingatkanku kalau salah seorang tim Gamma sempat mengunjungi Amerika beberapa Minggu lalu. Kelihatannya dia yang kau lihat bersama Teressa waktu itu. Itu menandakan kalau Teressa bukan hanya pernah memiliki hubungan dengan Darios saja.” Al

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status