Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 189 Menikmati Setiap Sentuhannya

Share

Bab 189 Menikmati Setiap Sentuhannya

Author: Cynta
last update publish date: 2026-09-03 15:00:15

​"Z-Zacky..." cicit Thalia, ia mengangkat kepala menatap manik mata hitam yang siap menelannya bulat-bulat.

"Kamu... kamu jangan menatapku seperti itu..." liriknya.

​"Bagaimana bisa aku tidak menatapmu seperti ini, hmm?" sahut Zacky dengan suara bass yang begitu rendah dan meresahkan.

Ibu jarinya terangkat, mengusap bibir bawah Thalia yang sedikit membengkak. "Kamu terlihat sangat indah, Thalia. Sangat menakjubkan."

​Pujian jujur
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 235 Kejutan Makan Siang

    ​Thalia sudah kembali duduk di kursi kerjanya di sisi kiri meja Zacky, fokus merapikan data-data laporan keuangan yang sempat tertunda akibat rasa paniknya.​'Semoga tim keamanan Zacky bisa segera menemukan mereka,' batin Thalia sambil mengetik cepat di atas keyboard.​Tiba-tiba, suara ketukan pintu kembali terdengar dari luar.​Tok... Tok... Tok...​Thalia mendongak sejenak, mengira Ivan kembali membawa perkembangan informasi terbaru. Namun, Zacky yang duduk di balik meja utamanya langsung menekan tombol interkom dengan kening berkerut tajam.​"Masuk," ucap Zacky datar.​Cklek!​Pintu kaca terbuka lebar. Sosok wanita bergaun modis dengan rambut tergerai rapi melangkah masuk ke dalam ruangan.​Thalia terperanjat kaget begitu melihat siapa yang datang.​"S-Sabrina...?" cicit Thalia tertahan, matanya membelalak tak percaya.​Wanita yang berdiri di hadapan mereka saat ini, Sabrina, adik

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 234 Mencari Jejak

    “Arjuna masih berkeliaran, Zacky.. Dan Papa, apa dia juga masih selamat bersama Arjuna..?!” gumam Thalia, menatap nanar ke arah Zacky. Zacky memeluk erat tubuh Thalia yang gemetar, seolah ingin memberikan seluruh kekuatan dan perlindungan mutlak yang ia miliki. “Aku akan menemukan mereka, percayalah Thalia..” ucap Zacky penuh janji perlindungan. ​"Pak Zacky," panggil Ivan ragu-ragu dari tempatnya berdiri. "Apa selanjutnya yang harus kita lakukan? Apakah area sekitar vila harus kita tutup total dan perluas radius pencariannya?" ​Zacky menoleh, menatap Ivan dengan manik Maya tajamnya, menyimpan amarah dan rasa khawatir yang tersembunyi. ​"Cari sampai dapat, Ivan," perintah Zacky dengan suara yang sangat dingin dan rendah. ​"Cari jejak mereka di setiap jengkal hutan di luar batas kota. Kalau mereka berani keluar dari persembunyiannya yan

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 233 Terbakar?! 

    Jari tangan Thalia perlahan turun, meremas pelan kain kemeja hitam Zacky, lalu membalas ciuman itu dengan keinginan yang sama..​Zacky memperdalam ciumannya sejenak, mengecap rasa manis dari bibir gadis yang telah menjadi pusat perhatiannya saat ini.​Saat tautan bibir mereka terlepas, napas keduanya sedikit terengah-engah. Zacky menyandarkan dahinya di dahi Thalia, menatap manik mata cokelat gadis itu begitu dalam.​"Thalia," panggil Zacky sangat rendah, suaranya terdengar begitu serius.​"I-iya, Zacky...?" cicit Thalia gugup, pipinya masih panas akibat ciuman barusan.​"Sepertinya rencana lamaranku harus dipercepat," ucap Zacky tanpa ragu sedikitpun.​"Aku ingin secepatnya meresmikan hubungan kita, membawamu keluar dari bayang-bayang ketakutan itu, dan membiarkan seluruh dunia tahu kalau kamu milikku sepenuhnya. Dengan begitu, perlindungan hukum dan keluargaku akan sepenuhnya melindungi kamu.."​Mendengar kat

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 232 Bibirnya Memberikan Ketenangan

    Tubuh Thalia seketika membeku kaku mendengar kata perbatasan dan bekas lokasi vila tempat ia disekap. Jari tangannya di bawah meja meremas kain rok spannya dengan kencang. Wajah cantiknya yang tadi merona kini mendadak memucat.​'Arjuna... Papa... Mereka masih ada di sekitar sana...?' batin Thalia bergejolak hebat, rasa takut dan sesak mendadak kembali terasa didadanya.​Zacky yang menyadari perubahan raut wajah Thalia dari sudut matanya seketika menunjukkan rasa khawatir yang sangat jelas. Pria itu meletakkan tablet militer itu di meja dengan dentuman pelan.​"Siapa yang memasok suplai untuk mereka?" tanya Zacky, suaranya terdengar sangat dingin. "Jalur perbatasan sudah kita kunci total. Tidak mungkin ada kendaraan niaga asing yang bisa mendekat tanpa ada bantuan orang dalam atau pengalihan."​"Kami sedang meretas jaringan kamera lalu lintas di sekitar tol perbatasan untuk melacak identitas pemilik kendaraan itu, Pak Zacky," s

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 231 Godaan di Balik Sinyal Berbahaya

    ​"B-baik, Pak Zacky," sahut Thalia sigap.​Thalia mengambil map biru dan tablet kerja dari mejanya, lalu berjalan cepat menghampiri meja utama Zacky. Namun, baru saja ia hendak meletakkan berkas itu di atas meja kaca Zacky, pergelangan tangannya mendadak dicengkeram pelan!​"Ehh...!" cicit Thalia kaget saat tubuhnya tertarik rapat ke tepi meja kerja Zacky.​"Zacky! Tuh kan, kamu pasti modus ya?! Ini masih jam kerja, Zacky.." bisik Thalia panik, matanya melirik cemas ke arah pintu ruangan meski ia tahu pintu itu terkunci otomatis.​Zacky mendongak, menyunggingkan senyum tipis di sudut bibirnya sambil menarik Thalia makin mendekat hingga lutut gadis itu menyentuh tepi kursi kerjanya.​"Pintu selalu terkunci dan ruangan ini kedap suara, Thalia," bisik Zacky rendah, tangannya bergerak santai mengusap pinggang ramping Thalia di balik kemeja sutranya. "Apa kamu lupa aturan kita saat hanya ada kita berdua di ruangan ini, hmm?

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 230 Pagi yang Menggoda

    ​"Z-Zacky... Bangun... Ini sudah pagi..." cicit Thalia lirih dengan suara khas orang baru bangun tidur.​Mata cokelat Thalia perlahan terbuka saat merasakan kehangatan yang luar biasa memeluk seluruh tubuhnya. Hal pertama yang ia lihat saat terbangun, dada bidang Zacky yang terbalut kemeja hitam sedikit terbuka, serta detak jantung pria itu yang terdengar berirama teratur di telinganya.​Zacky tidak langsung membuka matanya. Lengan kekarnya justru semakin mempererat cengkramannya di pinggang Thalia, menarik tubuh mungil itu makin merapat tanpa menyisakan celah sedikit pun.​"Sebentar lagi, Thalia..." gumam Zacky rendah dengan suara serak khas bangun tidur yang sangat sensual. Pria itu mendaratkan ciuman hangat di pelipis Thalia.​"Tapi ini sudah jam enam pagi, Zacky!" sergah Thalia panik, mencoba menggerakkan bahunya meski sulit. "Nanti kalau Tante Tamara atau Bi Asih ngetok pintu gimana? Aku harus bersiap-siap buat ke kantor!"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status