Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 252 Tertunda..

Share

Bab 252 Tertunda..

Author: Cynta
last update publish date: 2026-09-16 11:12:01

​"Z-Zacky... Mmphh..."

​Desahan halus Thalia tertahan di tenggorokan saat bibir Zacky kembali melumat bibirnya lebih dalam.

Thalia merasa jantungnya berdebar kencang sampai dadanya berdenyut menyakitkan.

Keberanian yang semula hanya letupan kecil tiba-tiba membakar seluruh kesadaran Thalia.

Ia mengabaikan rasa takut akan teror Arjuna yang selalu membayangi, Thalia mengulurkan kedua tangannya, menyelipkan jari-jarinya di antara helai rambut hitam Zacky yang halus, lalu menekan tengkuk pria itu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 253 Terpergok di Dalam Lift

    ‘Maya..’​Wanita itu berdiri di sudut kabin lift sambil memegang beberapa lembar berkas. Raut wajah Maya seketika berubah pucat dan syok berat saat menyaksikan pemandangan di hadapannya..Zacky, sang CEO dingin yang amat disegani, sedang menggandeng erat jemari Thalia dengan jarak tubuh yang sangat dekat dan intim.​DEG!​Jantung Thalia terasa berhenti berdetak detik itu juga. Secepat kilat, Thalia menarik tangannya dari genggaman Zacky, menyembunyikan kedua tangannya di belakang tubuh dengan wajah yang pucat pasi.​'M-Maya...?! Kenapa dia bisa ada di lift eksekutif jam segini?!' batin Thalia menjerit panik.​Zacky menyipitkan matanya tajam. Aura dingin dan menusuk seketika tampak jelas dari gestur tubuhnya. Pria itu menggeser tubuhnya sedikit, memasang posisi penuh perlindungan di depan Thalia sebelum menatap Maya dengan sorot mata tajam.​"Maya?" pangkas Zacky dengan suara bariton yang amat dingin dan menekan

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 252 Tertunda..

    ​"Z-Zacky... Mmphh..."​Desahan halus Thalia tertahan di tenggorokan saat bibir Zacky kembali melumat bibirnya lebih dalam.Thalia merasa jantungnya berdebar kencang sampai dadanya berdenyut menyakitkan. Keberanian yang semula hanya letupan kecil tiba-tiba membakar seluruh kesadaran Thalia. Ia mengabaikan rasa takut akan teror Arjuna yang selalu membayangi, Thalia mengulurkan kedua tangannya, menyelipkan jari-jarinya di antara helai rambut hitam Zacky yang halus, lalu menekan tengkuk pria itu agar ciuman mereka terjalin lebih erat.​Gadis itu membalas lumatan Zacky dengan gerakan yang lebih berani, membiarkan lidahnya menyapa hangatnya rongga mulut pria itu. Sebuah gerakan refleks yang pasrah sekaligus menuntut lebih.​Zacky menghentikan lumatannya sejenak. Manik mata hitamnya yang semula dingin membeku kini tampak terkejut sebelum akhirnya meredup terbakar gairah yang semakin membara. Sebuah senyum tipis yang sensual muncul di sudut bibir.​"Kamu semakin pintar, Thalia," bisik Zac

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 251 Keberanian yang Memancing.. 

    ​Thalia mendongak. Matanya menatap lurus ke dalam manik mata Zacky yang menunjukkan perlindungan. Tanpa ada keraguan sedikitpun, Thalia beranjak, berdiri dari kursinya.​Gadis itu berjalan satu langkah, lalu dengan berani mengulurkan kedua tangan mungilnya dan melingkarkannya erat di leher kokoh Zacky.Ia menyandarkan tubuhnya rapat pada dada bidang pria itu, menghirup aroma khas yang begitu menenangkan.​Zacky sempat bergeming sejenak, sedikit terkejut dengan inisiatif Thalia yang mendadak. Namun dengan refleks protektif, tangan kekarnya langsung merengkuh pinggang ramping Thalia, menariknya mendekat tanpa menyisakan celah.​"Thalia?" panggil Zacky lagi, suaranya terdengar serak dan rendah di atas kepala Thalia.​"Aku baik-baik saja, Zacky..." bisik Thalia lembut. Suara gadis itu terdengar sangat manis. Ia menggesekkan hidungnya perlahan di ceruk leher hangat pria itu. "Sangat baik, Zacky..."​"Kamu

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 250 Keberanian Baru

    ​"Ihh, dasar Zacky menyebalkan! Diktator posesif!" gumam Thalia sangat pelan.Thalia mengerucutkan bibirnya sambil menatap punggung tegak Zacky yang tengah melangkah menuju kursi kerjanya. Tangan mungilnya meremas pulpen di atas meja kerja, meluapkan kekesalan kecil yang menggelitik dadanya.​"Aku mendengar ucapanmu, Thalia," pangkas Zacky datar tanpa menghentikan langkahnya.​Gadis itu seketika tersentak kaku. Matanya membelalak lebar, memperhatikan sosok Zacky yang kini sudah duduk kembali di kursi kerjanya.​"E-eh?! Zacky... K-kamu dengar...?" cicit Thalia panik. Pipinya langsung bersemu merah. "A-aku cuma... Cuma canda kok!"​Zacky menyandarkan punggungnya, jari tangannya bertaut di atas meja. Manik matanya menatap dalam ke arah Thalia dengan penuh gairah kepemilikan.​"Mengejek atasan di jam kerja pelanggaran berat, Asisten Nathalia," ucap Zacky rendah dan tenang, namun setiap kata terdengar penuh penekanan.​"T-tapi aku kan bicaranya pelan banget, Zacky!" protes Thalia pasrah.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 249 Mencari Jejak Pengkhianat

    Thalia terdiam ia memperhatikan Zacky, menunggu reaksi pria itu. Suasana di dalam ruangan kerja itu seketika hening, helaan napasnya pun terdengar sangat jelas.‘Sekarang aku benar-benar penasaran, sebenarnya siapa yang mendukung Arjuna.. Apa Sabrina punya kemampuan itu sampai Arjuna selalu lolos dari tim Zacky dan Pak Ivan..’​Zacky berdiri tegak di samping meja kerja Thalia. Kedua tangannya terbenam di dalam saku celana bahannya. Sementara manik mata hitamnya berkilat tajam, memancarkan aura membunuh terlihat jelas.​"Siapa pemilik ID jaringan yang digunakan untuk mengirimkan sinyal enkripsi itu, Ivan?" tanya Zacky, suaranya terdengar dingin mampu membekukan siapa saja yang ada disekitarnya.​"Tim IT masih berusaha membobol proteksi lapisan dari pelacak IP tersebut, Pak Zacky," jawab Ivan jujur dengan menundukkan kepala. "Pelaku menggunakan VPN tingkat tinggi milik jaringan luar negeri. Namun titik aksesnya dipastikan berasal dari fasilitas Wi-Fi khusus eksekutif di lantai teratas

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 248 Benarkah Itu Dia?

    ​"Iya, Pak Bos! Terima kasih!" sahut Thalia tersenyum lega, senang karena pimpinannya yang dingin, kaku dan keras kepala itu mau mengalah.​Pintu lift khusus VIP terbuka, membawa mereka langsung menuju lantai teratas ruang kerja. Begitu pintu lift terbuka di lantai tujuan, Thalia menghembuskan napas panjang untuk menetralkan rasa gugupnya, lalu melangkah keluar mengekor di belakang langkah tegap Zacky.​Cklek!​Zacky melangkah masuk, melepaskan jas hitamnya dan menyampirkannya di sandaran kursi kerjanya. Pria itu langsung duduk tegak, kembali ke mode dingin, kaku, dan penuh dominasi.​"Thalia, bawakan berkas revisi anggaran dari divisi keuangan kemarin ke mejaku sekarang," perintah Zacky datar dengan suara baritonnya yang tegas.​"Baik, Zacky. Berkasnya udah siap, tinggal kamu periksa lagi sebelum tanda tangan," jawab Thalia, mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja mereka saat ini. ​Thalia berjalan menuju mej

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status