홈 / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 426 Hadiah Misterius

공유

Bab 426 Hadiah Misterius

작가: Cynta
last update 게시일: 2026-10-30 14:00:08

Thalia merasa bahwa ia akhirnya telah mencapai titik akhir dari seluruh penderitaannya, menemukan keluarga tempat aku pulang dan dalam dekapan pria paling berkuasa ini.

“Ada apa Thalia?” tanya Zacky cemas.

Thalia menggeleng pelan, “Gak ada, aku lega semua baik-baik saja. Acaranya berjalan dengan sangat lancar..” jawabnya lembut.

​Namun, kedamaian yang terlalu tenang sering kali hanyalah selimut tipis sebelum badai sesungguhnya benar-benar menghantam.

​Iva
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 426 Hadiah Misterius

    Thalia merasa bahwa ia akhirnya telah mencapai titik akhir dari seluruh penderitaannya, menemukan keluarga tempat aku pulang dan dalam dekapan pria paling berkuasa ini.“Ada apa Thalia?” tanya Zacky cemas. Thalia menggeleng pelan, “Gak ada, aku lega semua baik-baik saja. Acaranya berjalan dengan sangat lancar..” jawabnya lembut. ​Namun, kedamaian yang terlalu tenang sering kali hanyalah selimut tipis sebelum badai sesungguhnya benar-benar menghantam.​Ivan yang sedang mengawasi sistem keamanan dari ruang kontrol pos penjagaan depan, mendadak mengerutkan keningnya saat melihat layar monitor CCTV.​Sebuah mobil van pengiriman barang berwarna putih polos berhenti tepat di luar garis batas barikade pengawal. Seorang kurir pria mengenakan jas hujan tebal dan topi yang menutupi separuh wajahnya melangkah turun. Ia membawa sebuah paket berbentuk kotak kayu kuno yang tampak sangat berat.​Dua orang pengawal elit ber

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 425 Sambutan Hangat

    ​Begitu pintu utama kediaman terbuka, alunan musik klasik yang lembut langsung menyapa telinga mereka. Ruang utama yang luar biasa luas itu telah disulap menjadi tempat perayaan yang sangat hangat dan elegan. Bunga-bunga segar berwarna pastel menghiasi setiap sudut ruangan. Puluhan kerabat dekat dari keluarga utama dan cabang Alvarez berkumpul dengan pakaian formal, menikmati hidangan dan sampanye.​"Thalia! Menantu kesayangan Mama!"​Suara antusias Nyonya Tamara mengalahkan alunan musik. Wanita paruh baya yang tampil sangat elegan dengan gaun zamrud itu nyaris berlari menghampiri mereka. Air mata haru menggenang di pelupuk matanya saat ia langsung memeluk Thalia dengan sangat erat.​"Astaga, kamu cantik sekali hari ini, sayang! Dan lihat perutmu... cucu Mama sudah mulai terlihat!" pekik Tamara kegirangan, mengusap perut buncit Thalia dengan penuh kasih sayang.​"Terima kasih, Ma. Mama juga terlihat sangat mempesona," balas Tha

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 424 Jangan Membuat Tanda Disana

    ​"Zacky, aku tidak akan membiarkanmu membatalkan acara ini hanya karena ketakutan yang belum terjadi," pangkas Thalia lembut namun penuh dengan penekanan.​Wanita itu melangkah mendekati suaminya yang masih berdiri kaku di depan jendela kaca penthouse. Thalia mengulurkan kedua tangannya, merengkuh pinggang pria itu dari belakang, dan menyandarkan pipinya di punggung tegap Zacky. Tidak ada lagi keraguan atau getaran cemas dalam suaranya.​"Mama sudah mempersiapkan semuanya dengan penuh kebahagiaan. Aku tidak ingin mengecewakannya, Zacky. Dan lagipula, aku tidak takut. Aku memiliki pelindung paling hebat di seluruh dunia yang akan selalu menjagaku, bukan?" lanjut Thalia, memberikan usapan lembut di punggung suaminya.​Mendengar kalimat penuh keyakinan dan keberanian dari bibir istrinya, rahang Zacky yang sedari tadi mengeras kaku perlahan mengendur. Pria dominan itu membalikkan tubuhnya, menatap lurus ke dalam manik mata Thalia

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 423 Pagi Yang Terusik

    Thalia mencondongkan wajahnya, mendaratkan kecupan-kecupan basah dan lembut di sepanjang dada bidang Zacky, turun menyusuri perut rata suaminya.Napas Zacky menderu kasar, tangannya refleks meremas seprai di sisi lutut Thalia untuk menahan diri agar tidak langsung menerkam istrinya."Sshh... Kamu benar-benar menguji batas kesabaranku malam ini, Thalia," desis Zacky suaranya sangat berat, matanya berkabut gelap menahan hasrat yang siap meledak."Aku hanya ingin memanjakanmu," balas Thalia sensual.Namun, batas kesabaran Zacky akhirnya habis. Pria itu tidak bisa lagi hanya berdiam diri.Dalam satu gerakan yang sangat posesif, Zacky menarik pinggang Thalia, mengangkat wanita itu dan membaringkannya kembali ke tengah ranjang.Zacky menyusul naik, mengurung tubuh istrinya dengan menumpu berat badannya pada kedua tangan."Aku yang akan bergerak, Thalia. Tugasmu hanya menikmati setiap sentuhanku," geram Zacky.Pria itu menunduk, menyambar bibir Thalia dengan ciuman yang sangat liar. Tangan

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 421  Perayaan Kemenangan

    ​"Selesai sudah..." desah Thalia lega, menyunggingkan senyum kemenangan yang sangat mempesona. Wanita itu duduk bersandar santai di sofa penthouse, memandangi layar laptop yang terhubung langsung dengan kamera pengawas rahasia di ruang rapat utama Alvarez Tower. Jantungnya yang semula berdebar karena cemas kini penuh rasa bangga dan lega. Dari balik layar, ia bisa melihat dengan jelas bagaimana Arthur, pria paruh baya utusan Vanguard Corp yang tadinya masuk dengan dagu terangkat sombong, kini masih bersimpuh memohon di bawah kaki suaminya. [T-Tuan Alvarez! Saya mohon... Berikan kami perpanjangan waktu! Jangan hancurkan perusahaan kami sore ini juga!] isak Arthur dari dalam layar, suaranya yang putus asa terdengar jelas melalui speaker laptop Thalia. Thalia menatap wajah Zacky di layar. Suaminya itu berdiri dengan postur tegap menunjukkan sisi dominan yang tampak jelas. Tidak ada sedikitpun belas kasihan di w

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 423 Pagi Yang Terusik

    Thalia mencondongkan wajahnya, mendaratkan kecupan-kecupan basah dan lembut di sepanjang dada bidang Zacky, turun menyusuri perut rata suaminya. Napas Zacky menderu kasar, tangannya refleks meremas seprai di sisi lutut Thalia untuk menahan diri agar tidak langsung menerkam istrinya. "Sshh... Kamu benar-benar menguji batas kesabaranku malam ini, Thalia," desis Zacky suaranya sangat berat, matanya berkabut gelap menahan hasrat yang siap meledak. "Aku hanya ingin memanjakanmu," balas Thalia sensual. Namun, batas kesabaran Zacky akhirnya habis. Pria itu tidak bisa lagi hanya berdiam diri. Dalam satu gerakan yang sangat posesif, Zacky menarik pinggang Thalia, mengangkat wanita itu dan membaringkannya kembali ke tengah ranjang. Zacky menyusul naik, mengurung tubuh istrinya dengan menumpu berat badannya pada kedua tangan. "Aku yang akan bergerak

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status