بيت / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 76 Suara Manja Tengah Malam

مشاركة

Bab 76 Suara Manja Tengah Malam

مؤلف: Cynta
last update تاريخ النشر: 2026-08-11 10:45:29

​“Z-Zacky... A-aku... Aku ngantuk banget, Zacky...” cicit Thalia terbata-bata dengan wajah yang mendadak panas dipenuhi rona merah padam.

​Gadis itu buru-buru memalingkan pandangannya dari tatapan tajam Zacky yang mental tajam tepat ke manik matanya.

Pertanyaan tentang lamaran dan pertunangan itu benar-benar membuatnya gugup, jantungnya berdebar liar karena merasa terkejut dengan pertanyaan frontal Zacky yang tiba-tiba.

​Zacky menyunggingkan senyum tipis yang semakin terlihat tampan, ibu ja
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 110 Apa yang Kamu Sembunyikan?

    ​Thalia menggelengkan kepalanya pelan, menyunggingkan senyuman tipis yang sangat manis. "Enggak, Zacky. Nasi goreng dan kopi panas sudah siap di meja. Kamu mandi dulu gih, biar bisa sarapan bareng sebelum kita berangkat ke kantor." ​Zacky menatap bibir ranum Thalia yang mengulas senyum. Tanpa aba-aba, pria itu menundukkan kepalanya dan melumat lembut bibir gadis itu dalam sebuah ciuman yang dalam, memabukkan, dan penuh perasaan mendalam. ​"Mmmh... Zacky..." desah Thalia tertahan di sela tautan bibir mereka. ​Setelah beberapa saat menikmati rasa manis bibir Thalia, Zacky melepaskan pagutannya perlahan, menyapukan ibu jarinya di bibir basah gadis itu. ​"Terima kasih untuk sarapannya, Thalia. Aku segera mandi dan makan bersama mu," ujar Zacky lembut, suara bass-nya terdengar hangat, sebelum akhirnya berbalik melangkah menuju kamar untuk membersihkan diri. ​Thalia mematung di samping konter dapur, menyentuh bibirnya yang terasa sedikit hangat menggunakan telunjuknya. Pandangannya

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 109 Panik.. 

    “Ya ampun, lelap sekali tidurnya.. Seperti berhari-hari gak tidur..” Thalia tersenyum tipis, menggelengkan kepala pelan, lalu memutar gagang pintu kamar dan melangkah keluar. "Bikin nasi goreng dan kopi hangat aja, sepertinya pas untuk sarapan," cicit Thalia pada diri sendiri sambil membuka lemari pendingin penthouse yang penuh bahan makanan. ​Ia mulai menyibukkan diri di meja dapur, jari tangannya bergerak lincah meracik bumbu halus, mengocok telur, dan memotong sosis. Tak butuh waktu lama, aroma gurih nasi goreng mentega yang harum menggugah selera tercium seluruh sudut area dapur penthouse yang megah. ​​Sementara itu di dalam kamar utama, dering getaran halus dari meja nakas mendadak berbunyi nyaring. ​Drrrttt... Drrrttt... ​Zacky mengerutkan dahinya rapat. Kelopak matanya terbuka perlahan, manik mata hitamnya yang pekat terasa masih sangat berat. Tangannya terulur menyambar ponsel di meja nakas. Di layar tertera panggilan tak terjawab dari sang Papa, disusul baris pesa

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 108 Pesan Tengah Malam

    ​"Eungmmh..." desah Thalia pelan seraya memiringkan tubuhnya di bawah gulungan selimut tebal yang empuk. Tubuh Thalia yang terasa pegal namun rileks bersandar nyaman di dada bidang Zacky yang tertidur lelap. Lengan kokoh pria itu masih melingkar erat di pinggangnya, seolah enggan melepaskan Thalia walau hanya sejengkal. ​Drrrttt... Drrrttt... Suara getaran ponsel ponsel halus mendadak memecah keheningan ruangan itu, Thalia yang belum sepenuhnya tertidur nyenyak perlahan membuka matanya. Pandangannya tertuju pada ponsel milik Zacky yang tergeletak di atas meja nakas tepat di sebelah sisi tempat tidur. ​Layar ponsel itu menyala terang dalam kegelapan kamar, Thalia mengerutkan dahinya ragu. “Siapa yang menghubungi Zacky malem-malem gini ya?! Apa mungkin pak Ivan.. Atau..?!” gumam Thalia penasaran. Gadis itu mengulurkan tangannya mengambil ponsel itu dengan perlahan dan hati-hati agar tidak membangunkan Zacky yang sedang tertidur pulas. ​Manik mata Thalia seketika membeku s

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 107 Gairah Panas di Kamar Mandi

    ​"Z-Zacky... lepasin! Kamu.. Kamu pasti mau modus ya!" cicit Thalia panik sambil meronta pelan di dalam gendongan tubuh tegap Zacky. ​Kedua tangannya mencengkram pundak polos pria itu ketika langkah kaki Zacky melintasi ambang pintu kamar mandi penthouse. Zacky mengabaikan protes lembut gadis itu. Dengan gerakan perlahan, ia menurunkan tubuh Thalia hingga telapak kaki mungilnya menyentuh lantai marmer. ​Namun, sebelum Thalia sempat melangkah mundur untuk menjauh, tubuh tinggi Zacky langsung merapat memojokkannya ke dinding kaca shower. Kehangatan kulit tegap Zacky yang menempel rapat tanpa sehelai kain seketika menyalurkan sengatan listrik yang membakar kembali gairah mereka berdua. ​"Sshhh.. Z-Zacky..." desah Thalia tertahan saat bibir hangat Zacky mendarat lembut di atas bibirnya, membungkam protesnya dengan ciuman basah yang memabukkan. ​Sentuhan pria itu tak berhenti di sana. Jemari besar Zacky bergerak terampil, meremas squishy milik Thalia dengan begitu lembut.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 106 Desahan di Atas Ranjang

    ​"I-iya.. A-aku percaya..." cicit Thalia pasrah. Gadis itu menutup matanya saat bibir Zacky kembali membungkam bibirnya, menyalurkan gejolak gairah dan kehangatan yang benar-benar meruntuhkan sisa rasa takut di dalam hatinya. ​"Z-Zacky..." desah Thalia saat sentuhan Zacky merayap semakin dalam di balik kulit dalam balutan segitiga pelindungnya. ​Pria itu menatap Thalia yang berada di bawah kungkungannya dengan tatapan yang begitu dalam, penuh rasa kepemilikan. Setiap helaan napas Zacky yang hangat terasa menyapu permukaan wajah Thalia yang merona merah. ​"Katakan padaku, Thalia... Siapa yang ada di hatimu?" bisik Zacky rendah tepat di telinga gadis itu. ​Thalia menelan salivanya dengan susah payah karena tenggorokannya tercekat sensasi yang asing namun terasa sangat nikmat. Jari tangannya meremas seprei di bawahnya saat jemari Zacky menyusup tipis di balik kain pelindung bagian bawahnya. ​"K-kamu... Zacky..." sahut Thalia lirih, suaranya hampir nyaris terdengar seperti bisik

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 105 Gairah yang Tak Tertahankan

    ​"Z-Zacky... pelan-pelan..." desah Thalia lirih saat bibir hangat pria itu mulai mendarat tepat di ceruk lehernya. ​Sensasi sengatan listrik seketika menjalar ke seluruh saraf tubuh Thalia. Gadis itu memejamkan matanya rapat-rapat, jemari tangannya meremas kuat pundak tegap Zacky ketika pria itu menghirup dalam-dalam aroma alami tubuhnya yang lembut dan menenangkan. ​Zacky menghentikan langkahnya tepat di balik pintu kamar utama penthouse yang megah. Dengan satu gerakan tangan yang cepat dan terlatih, ia mengunci pintu tebal tersebut. ​KLEK! ​Suara kunci otomatis berbunyi nyaring, Zacky menurunkan tubuh Thalia perlahan hingga pijakan kaki gadis itu menyentuh karpet bulu yang empuk di balik pintu. Namun sebelum Thalia sempat mengumpulkan kesadarannya, bibir Zacky kembali mendarat tepat di atas bibirnya. ​"Eungmmh..." lenguh Thalia tertahan di dalam pagutan. ​Ciuman kali ini begitu dalam, menuntut, dan dipenuhi hasrat yang tersimpan rapi di balik topeng dingin seorang CEO b

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status