Share

Selalu Dipihakmu

Author: nababy
last update publish date: 2026-10-18 23:14:35

​"Ayo turun, Ara," ucap Kyle dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, mencoba menampilkan citra seorang suami yang perhatian dan penuh kasih di hadapan publik rumahnya.

“Kenapa kau membawaku kesini?” Alis Arabella bertaut.

“Tentu untuk meluruskan kesalahpahaman kita pada papa dan mama. Aku ingin kau menjelaskan pada mereka soal pernikahan kita.”

Mobil hitam yang dikemudikan Kyle sudah memasuki halaman luas kediaman Adisurya, memecah kesunyian siang yang terik. Mesin dimatikan, menyisakan ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Selalu Dipihakmu

    ​"Ayo turun, Ara," ucap Kyle dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, mencoba menampilkan citra seorang suami yang perhatian dan penuh kasih di hadapan publik rumahnya.“Kenapa kau membawaku kesini?” Alis Arabella bertaut.“Tentu untuk meluruskan kesalahpahaman kita pada papa dan mama. Aku ingin kau menjelaskan pada mereka soal pernikahan kita.”Mobil hitam yang dikemudikan Kyle sudah memasuki halaman luas kediaman Adisurya, memecah kesunyian siang yang terik. Mesin dimatikan, menyisakan keheningan yang kaku dan pekat di dalam kabin. Kyle menarik napas panjang, merasa bahwa ia telah berhasil menaklukkan situasi, meredam badai, dan mengembalikan kendali penuh atas hidup serta rumah tangganya. Egoisnya yang sempat terkoyak kini kembali berdiri tegak.​Arabella membuka pintu sisi penumpangnya secara perlahan dan melangkah keluar. Udara siang itu menyambut wajahnya yang pucat. Ia menatap bangunan megah rumah keluarga Adisurya itu, tempat dimana ia selama ini terjebak dalam kepalsuan p

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Sebuah Sandiwara

    ​"Kau lihat sendiri kan, Ara?" ucap Kyle dengan nada memamerkan kemenangan. "Pada akhirnya, kau tetap tidak punya pilihan selain kembali padaku. Pria kafe jalanan yang kau bangga-banggakan itu... dia tidak ada apa-apanya saat berhadapan dengan kenyataan. Dia cuma penonton luar yang tidak punya hak sedikit pun atas hidupmu."Kyle menoleh sejenak melihat wajah istrinya yang duduk terdiam di kursi penumpang depan, samping Kyle.​Arabella tidak merespons. Ia bahkan tidak memutar kepalanya satu milimeter pun untuk menatap Kyle. Diamnya Arabella justru memicu dorongan provokasi di dalam diri Kyle yang masih menyimpan dendam atas persetubuhan emosional dan fisik antara Arabella dan Ren.​"Aku cuma penasaran," lanjut Kyle, nada suaranya berubah menjadi lebih tajam dan bernada tuduhan. "Sudah sejauh mana kau menjual dirimu pada bajingan itu, hah? Apakah kau menikmatinya? Kau berlagak seperti wanita suci dan teraniaya di depan Papa dan Mama, tapi di belakangku kau berkeliaran dengan pria lain

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Keputusan Yang Terpaksa

    ​Pintu kaca ruang VIP terbuka perlahan. Setiap langkah kaki yang diayunkan Arabella terasa begitu berat, seolah ia sedang menyeret rantai besi tak kasat mata. Di belakangnya, Kyle melangkah dengan gaya tenang namun memancarkan keangkuhan yang nyata, seolah-olah seluruh koridor itu adalah wilayah kekuasaannya.​Ren masih berdiri di sana, menyandarkan punggungnya pada dinding lorong tak jauh dari kamar VIP. Pria itu menengok seketika saat mendengar pintu terbuka. Sorot matanya yang semula tajam dan dingin mendadak melembut begitu menangkap sosok Arabella yang tampak lesu dengan wajah pucat membendung beban mendalam.​Tanpa memperdulikan keberadaan Kyle, Ren melangkah maju mendekati Arabella. Pria itu mengabaikan jarak profesionalisme dan langsung mengulurkan tangannya dengan hangat.​"Ara... gimana keadaan ayahmu?" tanya Ren lembut, suaranya seperti oase di tengah gurun kekacauan yang menghimpit dada Arabella. "Ayo, aku antar kamu pulang. Kamu butuh istirahat, wajahmu pucat banget."​Re

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Sandiwara Sang Suami Bajingan

    “Papa, sudah sadar?” ​Suara Kyle meluncur mulus, terdengar begitu tulus dan sarat akan penyesalan semu. Pria itu berdiri di sisi ranjang rumah sakit dengan postur membungkuk hormat, menampakkan citra seorang menantu teladan yang sedang dilanda rasa bersalah mendalam.​Begitu pintu kaca kamar VIP tertutup rapat di belakang punggungnya, atmosfer di dalam ruangan berubah menjadi panggung sandiwara yang memuakkan. Kyle yang sedetik lalu masih menunjukkan seringai arogan di hadapan Ren, kini dengan lihai memutar balik gesturnya menjadi pria penuh iba. Ia bahkan membiarkan matanya sedikit memerah, menciptakan ilusi seolah-olah ia adalah korban dari kesalahpahaman rumah tangga yang hampir menghancurkan hidupnya.“Pa, Kyle disini. Papa tenang saja, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan Ara dan aku akan selalu menjaga perusahaan keluarga ini.”​Arabella, yang berdiri tidak jauh dari sudut ruangan, harus menggigit bagian dalam pipinya hingga terasa a

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Jangan Bercerai

    ​Pintu kaca kamar VIP menutup rapat, memutus segala kebisingan, caci maki, dan ketegangan yang tadi sempat pecah di lorong rumah sakit. Ruangan itu beraroma desinfektan yang tipis, diisi oleh suara monoton dari monitor detak jantung dan alat bantu pernapasan yang terpasang di sisi ranjang.​Arabella melangkah pelan dengan lutut yang terasa lemas. Di atas pembaringan rumah sakit itu, Mahendra Adiwangsa, pria paruh baya yang selama ini menjadi pilar terkuat dalam hidupnya terbaring sangat pucat. Wajah sang ayah tampak tirus, dengan mata terpejam rapat dan selang oksigen yang melingkar di hidungnya. Pertahanan diri Arabella yang tadinya dibangun dengan baja seketika runtuh berkeping-keping.​Ia duduk di kursi sisi ranjang, menggenggam tangan Mahendra yang terasa dingin dan rapuh. Air mata yang sejak tadi mati-matian ia tahan akhirnya tumpah menderas, membasahi punggung tangan sang ayah.​"Papa..." cicit Arabella tertahan, suaranya bergetar hebat di

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Dua Pria Yang Bertemu Di Lorong Rumah Sakit

    ​"Sialan kau, Arabella! Berani-beraninya kau datang bersama bajingan ini?!" bentak Kyle dengan suara menggelegar, memecah keheningan koridor.​Pria itu melangkah maju dengan kepalan tangan yang bergetar hebat di kedua sisi tubuhnya. Urat-urat di lehernya menegang, dan matanya menyala merah, menatap tajam ke arah Arabella sebelum beralih memindai sosok Ren yang berdiri tepat di samping wanita itu dengan postur santai namun siaga.​Arabella menegakkan dagunya. Kelemasan akibat kabar buruk tentang sang ayah seketika tertutup oleh lapisan baja kemarahan yang membakar dadanya. Ia menatap Kyle bukan lagi dengan rasa sakit atau air mata, melainkan dengan tatapan paling dingin yang pernah ia tunjukkan seumur hidupnya.​"Jaga jarak dariku, Kyle," desis Arabella tajam, suaranya menusuk tanpa gentar. "Dan berhenti berteriak di depan kamar ayahku! Kau tidak punya hak sedikit pun untuk mengatur dengan siapa aku datang, atau dengan siapa aku pergi. Hubungan ki

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status