Share

Bab 197

Auteur: Kayla Sango
Sudah tepat dua bulan sejak aku pertama kali menginjakkan kaki di Londoria, dan aku bisa bilang dengan sangat yakin bahwa kota ini mengejutkanku dalam segala hal. Londoria adalah perpaduan menarik antara sejarah dan kehidupan modern, di mana kastil abad pertengahan berdiri berdampingan dengan gedung pencakar langit yang ramping, dan di mana minum teh sore sambil membahas strategi pemasaran digital adalah hal yang sepenuhnya normal.

Kantor Grup Mahendra Londoria berada di sebuah gedung elegan di
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 198

    Aku kembali ke kantor dalam keadaan benar-benar terkejut. Kaki rasanya lemas seperti tidak bertulang, dan pikiranku kosong total, seolah ada seseorang yang menekan tombol dan mematikan otakku begitu Nathaniel masuk ke kafe itu.Nathaniel adalah atasanku, Direktur Operasional Grup Mahendra di Londoria.Pria yang sama yang pernah berhubungan intim denganku di kamar mandi pesawat dua bulan lalu."Anna?" Suara Aurelia menarikku kembali ke kenyataan. "Kamu tidak apa-apa? Kamu terlihat seperti baru saja melihat hantu."Hantu malah akan lebih mudah dihadapi. Hantu tidak bisa memecatmu. Hantu tidak bisa menghancurkan kariermu. Hantu jelas tidak bisa memberi tahu kakak iparmu betapa tidak profesionalnya kamu."Aku tidak apa-apa," bohongku, menjatuhkan diri ke kursi dan berpura-pura tertarik pada email-email yang menumpuk selama kami istirahat minum kopi."Tidak apa-apa? Anna, kamu memecahkan cangkir kopi di tengah kafe dan tidak mengatakan sepatah kata pun sepanjang perjalanan kembali. Itu buka

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 197

    Sudah tepat dua bulan sejak aku pertama kali menginjakkan kaki di Londoria, dan aku bisa bilang dengan sangat yakin bahwa kota ini mengejutkanku dalam segala hal. Londoria adalah perpaduan menarik antara sejarah dan kehidupan modern, di mana kastil abad pertengahan berdiri berdampingan dengan gedung pencakar langit yang ramping, dan di mana minum teh sore sambil membahas strategi pemasaran digital adalah hal yang sepenuhnya normal.Kantor Grup Mahendra Londoria berada di sebuah gedung elegan di Velora, menghadap Taman Savana. Ukurannya memang lebih kecil dibandingkan kantor pusat di Dermaga Azzura, tapi punya pesona sendiri dengan furnitur mahoni dan jendela-jendela besar yang membanjiri ruangan dengan cahaya keemasan khas sore Londoria yang langka. Tentu saja, saat matahari memutuskan untuk muncul, karena dalam dua bulan ini aku sudah belajar bahwa kabar kota ini selalu hujan memang bukan berlebihan."Anna, kamu melamun lagi," kata Aurelia sambil menyenggolku pelan dengan siku. "Lagi

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 196

    Ternyata, aku tidak mati."Permisi? Ada orang di dalam?" Suara perempuan terdengar dari balik pintu. Jelas itu pramugari."Ah, sial!" desisku pelan tepat sebelum tangan Nathaniel menutup mulutku, sambil berusaha dan gagal menahan tawa."Mohon kembali ke kursi dan kenakan sabuk pengaman Anda," kata pramugari itu dengan nada tegas tapi tetap sopan. "Kami sedang bersiap untuk mendarat.""Tentu, Nona. Kami akan segera keluar," jawab Nathaniel dengan lancar sambil merapikan kemejanya seolah ini hanya hari biasa."Kami?!" Aku nyaris menjerit kecil. Serius? Tidak bisakah dia setidaknya berpura-pura sendirian?"Kamu pikir salah satu dari kita bisa keluar tanpa dia menyadarinya?" katanya santai dan sama sekali tidak terlihat khawatir. "Tenang saja.""Tenang? Tenang? Aku bisa saja dideportasi atau … atau .…""Yah," katanya sambil menyeringai. "Itu masih jauh lebih tidak menakutkan daripada kamu tadi pikir kamu akan mati sepuluh menit lalu, kan? Jujur saja, Anna, kamu memang selalu sedramatis ini

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 195

    Aku baru saja mulai merasa sedikit tenang lagi, terbuai oleh suara Nathaniel yang tenang dan ritme percakapan kami yang mengalir, ketika pesawat tiba-tiba terguncang lebih keras dari sebelumnya. Jantungku serasa jatuh seolah kami baru saja terjun ratusan meter dalam sekejap. Rasa aman palsu yang sempat kubangun langsung lenyap begitu saja."Aku tidak mau mati!" seruku sambil mencengkeram lengan Nathaniel sekuat tenaga. Dan ya, aku tak bisa tidak menyadari bahwa dugaanku soal ototnya memang benar."Kamu tidak akan mati," katanya tegas dengan nadanya yang tidak memberi ruang untuk keraguan."Bagaimana kamu bisa tahu?" bisikku panik."Aku punya pertemuan bisnis yang sangat penting minggu depan," katanya tetap serius. "Jadi aku tidak berencana mati di pesawat ini. Yang berarti, secara tidak langsung, kamu juga tidak boleh mati. Lihat wanita di sana?" Dia mengangguk ke arah pasangan yang duduk tidak jauh dari kami. "Dia bilang ke suaminya saat naik tadi bahwa dia sedang hamil anak kembar. M

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 194

    Sudut Pandang Anna."Para penumpang yang terhormat, karena kondisi cuaca, kami belum mendapatkan izin untuk mendarat dan akan dialihkan ke bandara lain. Mohon tetap duduk dengan sabuk pengaman terpasang, karena kita akan melewati area dengan turbulensi yang cukup kuat. Terima kasih telah terbang bersama kami."Aku benci terbang. Selalu begitu. Aku sudah lama percaya bahwa jika burung diberi sayap dan manusia tidak, pasti ada alasannya dan alasannya adalah kita memang seharusnya tetap berpijak di tanah. Dan tolong, jangan mulai dengan omongan soal pesawat adalah cara perjalanan paling aman secara statistik. Orang terakhir yang mencoba meyakinkanku bahwa aku lebih mungkin mati karena kecelakaan lift daripada kecelakaan pesawat malah berhasil membuatku takut lift juga. Dan itu sangat merepotkan ketika aku akan mulai bekerja di lantai paling atas gedung pencakar langit perusahaan.Aku menutup jendela kecil pesawat, berusaha sebaik mungkin mengabaikan kekacauan di luar sambil mencoba fokus

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 193

    Gereja Kasih Anugerah belum pernah terlihat seindah pagi Minggu yang cerah itu. Sinar keemasan menembus jendela kaca patri, memantulkan warna-warni ke bangku kayu gelap tempat keluarga dan sahabat terdekat kami berkumpul.Elio terlihat sempurna dalam pelukanku, mengenakan pakaian pembaptisan khas Keluarga Mahendra, dengan setelan linen putih dengan bordir tangan, sama seperti yang pernah dikenakan Adriel saat masih bayi. Matanya begitu mirip dengan ayahnya, menatap lilin-lilin yang berkelip dan bunga putih yang menghiasi altar dengan rasa penasaran yang polos."Dia seperti malaikat kecil," bisik ibuku di sampingku dengan suaranya yang penuh kebanggaan. Dia terus merapikan lipatan yang nyaris tak terlihat di pakaian Elio, dan memastikan semuanya sempurna untuk momen sakral ini.Di sisi lainku, ayahku duduk dengan ekspresi emosional yang selalu dia coba sembunyikan. Tangan besarnya yang kasar karena kerja, kontras dengan kelembutan gerakannya saat diam-diam menyeka mata yang basah dengan

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 39

    Sudut pandang Adriel.Aku langsung melihatnya begitu masuk ke aula utama. Sulit sekali untuk tidak memperhatikan Vivian, meski dari belakang. Saat dia mengatur sesuatu dengan timnya, dengan gerakan tangannya dan memiringkan kepalanya saat mendengar, semua detail itu sudah kuingat tanpa sengaja selam

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 40

    Sudut pandang Vivian.Area parkir hampir kosong memberiku beberapa menit berharga untuk bernapas dan mencoba tenangkan pikiranku. Rafael mungkin sudah sebarkan kabar di acara bahwa aku mengundurkan diri. Dalam beberapa menit, ponselku pasti akan mulai bergetar dengan pesan dari Selina dan tim lain y

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 37

    Mobil perusahaan melintasi jalan berliku di Lembah Cemara, setiap tikungan memperlihatkan pemandangan yang membuat dadaku terasa sesak. Bukan karena keindahannya, meski kebun anggur yang diterpa sinar matahari sungguh menakjubkan, tapi karena setiap bukit hijau itu mengingatkanku pada masa lalu.Tig

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 32

    Tiga bulan kemudian.Tiga bulan bisa mengubah banyak hal.Aku menyesuaikan dasi salah satu promotor yang akan membagikan sampel Merlot baru Kilang Anggur Surya, memastikan logonya tersusun sempurna."Ingat untuk sebutkan aroma ceri dan penyimpanan di tong saat tamu bertanya." Aku mengarahkan, lalu m

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status