Share

Bab 207

Penulis: Kayla Sango
Sudut Pandang Nathaniel.

Kalau sebelumnya aku merasa Anna sudah bersikap aneh sebelum para Eldranic datang, apa yang terjadi selama makan malam benar-benar membuatku tidak tahu harus berpikir apa.

Tiga perwakilan dari Keluarga Suryadinata, Peter, kepala keluarga, putranya Henry, dan konsultan ekspor mereka, Jacob. Disambut oleh versi Anna yang paling rapi dan terkendali yang pernah kulihat. Itu mengesankan. Dan juga menjengkelkan.

Selama dua jam berikutnya, dia menguasai jalannya pertemuan dan b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 210

    Telepon berdering jam tiga pagi di hari Jumat, dan langsung menarikku keluar dari tidur yang lelap. Untuk beberapa detik aku benar-benar tidak sadar, mencoba memahami di mana aku berada dan kenapa ponselku berisik di tengah malam Londoria.Saat akhirnya berhasil meraihnya dari meja samping tempat tidur, aku melihat nama Vivian berkedip di layar. Jantungku langsung melonjak. Telepon tengah malam tidak pernah berarti kabar baik."Kakak?" jawabku dengan suaraku yang masih berat oleh kantuk. "Kamu baik-baik saja? Ada sesuatu yang terjadi?""Hai, Anna!" Suara kakakku terlalu ceria untuk jam tiga pagi. "Kamu apa kabar?""Vivian," kataku sambil duduk dan menatap jam digital. "Di sini jam tiga pagi.""Benarkah?" Dia terdengar benar-benar kaget. "Sial, aku nggak akan pernah bisa paham zona waktu ini. Di sana pagi atau siang?""Tengah malam! Tengah malam banget!""Oh, maaf!" Dia tertawa, tapi sama sekali tidak terdengar menyesal. "Aku bahkan sudah nggak tahu lagi ini siang atau malam. Kamu tahu

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 209

    Sudut Pandang Anna.Sudah dua bulan berlalu sejak makan malam dengan para investor Eldranic, dan semuanya akhirnya mulai kembali stabil.Musim gugur Londoria datang sepenuhnya, mengubah Taman Savana menjadi hamparan emas dan merah yang bisa kulihat jelas dari jendela kantor. Pagi hari sekarang lebih dingin, memaksa semua orang memakai mantel tebal dan syal, sementara sore hari menjadi gelap lebih cepat setiap harinya. Aku sudah terbiasa dengan ritme kota ini, dengan rutinitas teh jam tiga Aurelia yang tak pernah berubah, dan dengan bus merah yang masih membuatku tersenyum setiap kali melintas di depan kaca gedung.Yang lebih penting, aku sudah terbiasa dengan rutinitas baruku di kantor. Bisik-bisik di lorong-lorong perlahan menghilang sampai akhirnya benar-benar lenyap. Orang-orang berhenti memberiku tatapan aneh saat aku berjalan melewati koridor marmer di Grup Mahendra. Margaret kembali menyapaku dengan senyum hangat dan tulusnya.Aku hampir yakin Nate yang sudah membereskan semuanya

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 208

    Sudut Pandang Nathaniel.Aku melempar cukup uang di atas meja untuk menutup tagihan, lalu mengejarnya. Aku tidak bisa membiarkan semuanya berakhir seperti itu, tidak saat akhirnya aku mengerti kenapa dia menghabiskan seluruh malam bersikap seperti robot korporat.Aku menemukannya di trotoar di luar restoran sambil menatap ponselnya dengan ekspresi frustrasi."Grab bilang lima belas menit," gumamnya bahkan tidak melirik ke arahku."Anna .…""Tolong jangan." Dia menggeleng dan masih menghindari tatapanku. "Aku sudah mengatakan semua yang perlu kukatakan.""Tapi aku belum."Dia menghela napas pelan dan akhirnya menatapku. Air mata menggantung di sudut matanya, dia jelas berusaha menahannya."Apa lagi yang kamu inginkan dariku, Nathaniel? Aku sudah bilang aku butuh jarak. Ini untuk karierku.""Aku ingin kamu mengerti satu hal." Aku melangkah sedikit lebih dekat, tapi tetap menjaga jarak yang pantas. "Hanya karena kita berhubungan intim di pesawat itu bukan berarti aku tidak menganggapmu se

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 207

    Sudut Pandang Nathaniel.Kalau sebelumnya aku merasa Anna sudah bersikap aneh sebelum para Eldranic datang, apa yang terjadi selama makan malam benar-benar membuatku tidak tahu harus berpikir apa.Tiga perwakilan dari Keluarga Suryadinata, Peter, kepala keluarga, putranya Henry, dan konsultan ekspor mereka, Jacob. Disambut oleh versi Anna yang paling rapi dan terkendali yang pernah kulihat. Itu mengesankan. Dan juga menjengkelkan.Selama dua jam berikutnya, dia menguasai jalannya pertemuan dan bukan sekadar bisa mengimbangi. Dia memimpin dengan kepercayaan diri yang langsung mengingatkanku kenapa Adriel bersikeras membawanya ke Londoria.Saat Peter bertanya tentang peluncuran Vintara di Verdania, dia berbicara dengan penuh antusiasme tentang anggur organik. Cukup untuk memikat ketiga pria itu. Saat Henry mempertanyakan perbedaan budaya antara konsumen Euradia dan Verdania, dia memberikan wawasan cerdas dan contoh yang praktis.Yang paling membuatku terkejut adalah bagaimana dia bisa te

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 206

    Aku tiba di Clairmont pukul tujuh lewat dua puluh lima. Lima menit lebih awal. Ketepatan waktu penting dalam situasi bisnis. Ini bukan kencan, melainkan pertemuan. Ini adalah pertemuan profesional murni untuk membahas strategi perusahaan dengan para investor Eldranic.Aku memilih gaun biru tua yang menutup semua bagian yang memang harus tertutup. Sepatu hak sedang untuk menjaga kesan formal tanpa terlihat seperti berusaha mengesankan siapa pun. Blazer yang benar-benar memberi kesan bisnis. Rambut disanggul rapi. Riasan minimal. Postur tegak.Aku seorang profesional. Spesialis pengembangan pasar. Tidak lebih, tidak kurang.Kepala pelayan mengantarku ke meja reservasi di area restoran yang lebih tenang. Nathaniel belum datang, memberiku waktu untuk meninjau kembali secara mental poin-poin penting tentang lini Vintara dan perilaku konsumen Verdania.Tepat pukul tujuh tiga puluh, aku melihatnya berjalan ke arahku. Setelan jas yang sempurna. Senyum yang … terlalu menarik itu … yang sama sek

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 205

    Aku berhasil membuat diriku sibuk selama beberapa jam, pura-pura meninjau laporan dan membalas email. Tapi pikiranku melayang jauh. Setiap kali seseorang lewat di depan mejaku, perutku langsung terasa terpelintir oleh rasa tidak nyaman, dan seperti mereka melihatku dengan aneh.Lalu aku sadar itu bukan perasaan berlebihan. Mereka memang benar-benar melakukannya.Aku mulai memperhatikan bisikan-bisikan yang langsung berhenti begitu aku lewat. Tatapan sekilas dari samping, diikuti percakapan pelan. Margaret, sekretaris Nathaniel, menyapaku dengan senyum yang terasa sangat dipaksakan. James dari bagian keuangan menatapku dari atas ke bawah dengan cara yang belum pernah dia lakukan sebelumnya.Saat Aurelia akhirnya kembali dari makan siang pukul dua lewat tiga puluh, dia langsung menuju mejaku dengan ekspresi di antara khawatir dan sangat ingin tahu."Oke," katanya sambil menarik kursi di sampingku. "Kenapa seluruh kantor heboh tentang gadis dari Verdania yang katanya sedang memberikan .…"

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 66

    Matahari Eldoria perlahan tenggelam di balik perbukitan, mewarnai kebun anggur dengan warna emas dan merah menyala. Aku duduk di atas dinding batu tua yang mengelilingi salah satu teras vila, dan memutar-mutar gelas anggur di tanganku tanpa benar-benar meminumnya. Di bawah sana, lembah terbentang se

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 68

    Vila Mahendra hanya diterangi oleh cahaya perak bulan dan bintang yang tersebar di langit Eldoria. Kaki kami masih ternoda ungu dari jus anggur, meninggalkan jejak di jalan batu saat kami berjalan berdampingan, dan bahu kami sesekali bersentuhan."Aku benar-benar berantakan," kataku sambil menatap g

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 65

    Suara itu memecah keheningan, dan seketika menghancurkan keintiman yang sempat terbangun di antara kami. Adriel menegang di sampingku, seluruh tubuhnya membeku. Saat aku menoleh, aku berhadapan langsung dengan sosok yang sangat kukenal, yang tidak lain adalah Lydia Wijaya.Dia tetap memesona seperti

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 63

    Aku tetap berbaring di antara barisan anggur, tubuhku masih bergetar oleh sisa hasrat saat Adriel melangkah menjauh untuk menjawab panggilan kakeknya. Gaun yang robek itu nyaris tak menutupi tubuhku, pakaian dalam hitam dengan aksen merah memantul lembut di bawah cahaya bulan. Angin malam menyapu ku

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status