共有

Bab 49

作者: Kayla Sango
Koridor batu terasa tak berujung saat Adriel menuntunku melewati bagian properti yang belum pernah kulihat. Setiap langkah buat udara semakin dingin, dan keheningan semakin berat. Nafasku mulai normal kembali, meski jejak air mata yang mengering masih tersisa di wajahku.

"Kita mau mana?" Akhirnya aku bertanya dan suaraku bergema ringan di antara dinding batu.

"Ke tempat favoritku di seluruh properti ini," jawabnya, tetap menggenggam tanganku.

Kami menuruni tangga batu spiral sampai tiba di sebua
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 264

    Sudut Pandang Anna.Ponselku bergetar di meja kopi saat aku selesai merapikan apartemen, dan pikiranku masih berusaha mencerna semua yang terjadi tadi malam. Panggilan dengan Wanderer itu … intens, aku sama sekali tidak siap untuk itu. Setiap kali aku mengingat suaranya, hal-hal yang kami bagi lewat telepon, aku merasakan campuran antara antusias dan gugup yang benar-benar membuatku kehilangan keseimbangan.Aku mengambil ponselku dan melihat pesan darinya. Itu jawaban untuk pertanyaan terakhirku. Jantungku langsung berdegup lebih cepat.[Mungkin kesalahannya bukan mencoba terhubung kembali … mungkin kesalahan sebenarnya adalah berpikir bahwa kesenangan dan sesuatu yang serius tidak bisa berjalan bersamaan. Bukankah justru itu yang membuat semuanya berharga? Tadi malam sangat menyenangkan … dan aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Tapi aku juga tidak bisa berhenti membayangkan bagaimana rasanya memilikimu di sisiku setiap hari, bukan hanya untuk bersenang-senang.]Aku membaca pesan it

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 263

    Sudut Pandang Nathaniel."Kamu bicara seolah Anna tidak punya pilihan," kataku yang bersandar di kursi sambil menatapnya langsung.Rivan berhenti sejenak, lalu sedikit condong ke depan, dan memakai senyum terukur yang selalu membuatku kesal setengah mati. Ada sesuatu darinya yang selalu memberi kesan bahwa dia merasa tiga langkah lebih maju dari semua orang, seolah hanya dia yang bisa melihat seluruh papan permainan."Dia punya pilihan," katanya sambil menyesuaikan posisinya. "Tapi sepertinya ada sesuatu yang menahannya di Londoria. Sesuatu yang membuatnya ragu menerima kesempatan yang jelas lebih baik untuk kariernya."Dia semakin mendekat, dan meneliti wajahku dengan tatapan tajam yang menyelidik. Rasanya seperti dia sedang membedah setiap ekspresi kecilku, dan mencari celah yang bisa mengungkapkan apa yang sebenarnya kupikirkan."Apakah sesuatu itu kamu, Nathaniel?"Pertanyaan itu jatuh di antara kami seperti sesuatu yang siap meledak. Aku tetap terlihat tenang, tapi di dalam, rasan

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 262

    Sudut Pandang Nathaniel.Aku terbangun dengan suara Anna yang masih bergema di kepalaku, potongan-potongan kejadian tadi malam berulang tanpa henti. Cara dia mengerang, ujung-ujung napas dalam setiap katanya, dan setiap suara menggoda berputar di pikiranku seperti rekaman rusak.Seberapa pun aku mencoba fokus pada rutinitas pagiku, mandi, dan membuat kopi tanpa benar-benar berpikir. Beban karena telah melewati batas itu sebagai Wanderer akhirnya menghantamku sepenuhnya. Ada perbedaan besar antara sekadar mengirim pesan bernada sugestif dan benar-benar melakukan hal seperti itu lewat telepon dengannya. Itu adalah bentuk keintiman yang mengubah segalanya, membuat kebohongan yang sedang kujalani terasa semakin berat.'Berapa lama aku bisa mempertahankan ini sebelum dia sadar?' pikirku sambil mengaduk gula ke dalam kopi dengan gerakan mekanis. "Gimana kalau dia menginginkan sesuatu yang lebih … yang nyata?"Saat itulah ponselku bergetar di meja dapur. Kali ini bukan notifikasi dari aplikas

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 261

    Sudut Pandang Nathaniel.Jadi, ini benar-benar terjadi. Kami benar-benar akan melakukannya.Kesadaran itu menghantamku seperti kilat saat aku menatap ponsel di tanganku, masih mencerna nada suaranya, cara dia menyebut namaku atau lebih tepatnya, nama samaranku di aplikasi. Wanderer. Ada sesuatu dari cara dia mengucapkan nama itu yang membuatku merasa seperti menjadi orang lain, seolah aku bisa menjadi seseorang selain Nathaniel Pradana, Direkrur Operasional Grup Mahendra, pria yang terpaksa menyingkirkannya dari pekerjaannya.Bersama Anna, sebagai Wanderer, aku hanya menjadi seorang pria yang menginginkan seorang wanita. Tanpa kerumitan perusahaan, tanpa hierarki, dan tanpa permainan politik. Rasanya bebas sekaligus menakutkan."Mungkin kau benar ...." balasku. "Aku sedang melakukannya sekarang ... kamu sendiri? Sedang ngapain?"Sebuah desahan napas terdengar di seberang sana, berat, dan penuh ketegangan."Mungkin aku ... sedang menyentuh diriku sendiri ...." Dia mengaku, dan napasnya

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 260

    Sudut pandang Nathaniel.Aku pulang jam enam sore, dua jam lebih cepat dari biasanya, pikiranku terus bergejolak sejak melihat foto Anna pagi tadi. Sepanjang hari di kantor rasanya seperti penyiksaan. Setiap kali aku berkedip, yang muncul selalu lekuk tubuh itu, cara cahaya pagi membelai kulitnya, dan ajakan tanpa kata-kata dalam gambar itu yang membuatku sama sekali tidak bisa fokus pada apa pun.Aku meletakkan tas kerja di dekat pintu dan melonggarkan dasiku, merasa seolah itu mencekikku. Foto itu terus membakar di belakang pikiranku, setiap lekuk tubuhnya terukir dengan jelas sampai membuat seluruh tubuhku menegang. Seolah dia tahu persis bagaimana cara membuatku tak berdaya, bahkan dari jarak jauh.Aku langsung menuju kamar mandi dan menyalakan air dingin. Air dingin yang menghantam kulit membuatku tersentak, tapi justru itu yang kubutuhkan. Aku mencoba membiarkan dinginnya air menghapus panas yang mengikuti sepanjang hari, dan mencoba menenangkan diri cukup untuk bisa berpikir jer

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 259

    Sudut pandang Nathaniel.Ponselku bergetar di atas meja, memotong fokusku yang sedang meninjau laporan bulanan. Notifikasi dari aplikasi menyala di layar, dan jantungku langsung berdetak lebih cepat saat melihat itu pesan dari Anna.Aku membukanya tanpa ragu.[Bahkan di hari-hari saat aku tidak ingin bangun dari tempat tidur … aku tetap melakukannya. Ngomong-ngomong soal tempat tidur … punyaku tadi pagi benar-benar nyaman, gimana dengan punyamu …?]Ada foto yang terlampir.Aku hampir menjatuhkan ponselku saat gambar itu akhirnya terbuka.Anna sedang berbaring miring di tempat tidur, diambil dari sudut yang hanya menampilkan tubuhnya, lekuk tubuhnya terlihat sempurna, disorot oleh pakaian dalam hitam yang kontras dengan kulitnya. Cahaya pagi yang lembut masuk dari jendela, menciptakan bayangan yang membuat semuanya terasa semakin intim, dan semakin menggoda. Wajahnya tidak terlihat, tapi justru itu membuat foto tersebut terasa lebih sensual, dan lebih misterius.Mataku mengikuti setiap

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 86

    Aku terbangun perlahan, tubuhku masih nyeri tapi menyenangkan akibat malam sebelumnya. Adriel masih tertidur di sampingku, satu lengan melingkari pinggangku dengan posesif, wajahnya tampak rileks seperti jarang dia perlihatkan saat bangun.Aku menatap wajahnya sejenak, bulu mata panjangnya, garis ra

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 82

    Jariku mencengkeram sprei saat tubuhku melengkung dalam kenikmatan. Adriel memegang pinggulku dengan erat, dan dengan ritmenya tidak kenal ampun. Ruangan diselimuti bayangan, hanya cahaya kota yang menembus tirai, menciptakan bayangan tubuh kami yang saling terikat."Adriel …." Suaraku keluar sepert

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 83

    "Jadi … kamu sampai sana dengan aman kan?" tanyaku, memutar sehelai rambut di jariku. Ponsel diletakkan dengan pengeras suara di atas meja dapur sementara aku membuat kopi."Ya, tidak ada masalah," jawab Adriel, suaranya terdengar agak formal lewat pengeras suara. "Penerbangannya lancar. Bagaimana h

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 81

    Hari terakhir kami di Valentia dipenuhi dengan perpisahan. Perpisahan dengan vila itu, dengan langit-langit berlukis dan jendela-jendela yang membingkai pemandangan seperti kartu pos. Perpisahan dengan Lusi, dia memelukku seolah aku sudah menjadi keluarga selama bertahun-tahun, berbisik memberkatiku

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status