مشاركة

Bab 47

مؤلف: Khai Tsan
last update تاريخ النشر: 2025-12-23 16:17:18

"Niel, lo nggak ada niatan cari pasangan?" tanya Rangga tiba-tiba. "Lo ganteng, mapan, tinggal di gedung elit. Masa betah sendirian?"

Daniel memotong daging stiknya dengan presisi. "Gue sudah punya seseorang yang gue mau, Ngga. Masalahnya, dia sudah punya orang lain."

"Wah, serius lo? Siapa? Orang kantor? Kenapa nggak lo rebut aja? Seorang Daniel mana pernah gagal?" pancing Rangga sambil tertawa.

Ayu merasa jantungnya mau copot. Ia menatap Daniel dengan tatapan memohon agar pria itu tidak bicar
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 143

    "Dan ini adalah koper terakhir. Pak Rangga, Bu Ayu, saya pamit dulu. Selamat beristirahat. Kalau ada perlu apa-apa, Pak Rangga bisa langsung hubungi saya," ucap Pak Tri seraya meletakkan koper besar berbahan polycarbonate itu di samping meja konsol lobi dalam apartemen.Rangga tersenyum ramah, melangkah mendekati sopir paruh baya itu. "Terima kasih banyak ya, Pak Tri. Maaf sudah merepotkan dari pagi, apalagi tadi sempat ada drama sedikit.""Ah, tidak apa-apa, Pak Rangga. Sudah tugas saya," Pak Tri terkekeh pelan, menyalami tangan Rangga dengan penuh hormat. "Ibu Roselyn juga pesan ke saya tadi, pastikan Pak Rangga dan Bu Ayu nyaman. Kalau begitu, saya permisi dulu, Pak.""Iya, Pak Tri. Hati-hati di jalan. Nanti kalau saya butuh diantar ke kantor atau tempat lain, saya kabari via WhatsApp.""Siap, Pak. Selamat siang, Bu Ayu," pamit Pak Tri.Ayu tersentak kecil dari lamunannya, lalu menyunggingkan senyum canggung. "Iya, Pak Tri. Terima kasih banyak, ya."Setelah pintu utama apartemen te

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 142

    "Takut apa, Ay?" tanya Rangga lembut. Tangannya masih melingkar di tubuh Ayu, tetapi pelukannya perlahan dilonggarkan. Ibu jarinya menyapu air mata yang mengalir di pipi istrinya.Ayu mengangkat wajah. Matanya sembap, hidungnya memerah. Bibirnya bergetar beberapa saat sebelum akhirnya ia mengumpulkan keberanian untuk berkata jujur."Aku takut..." Suaranya nyaris tak terdengar. "Takut kamu ninggalin aku."Rangga diam.Ayu menarik napas pendek, lalu melanjutkan dengan suara semakin bergetar. "Takut kamu menemukan perempuan lain yang lebih baik dari aku. Perempuan yang enggak pernah menyakitimu. Perempuan yang bisa bikin kamu bahagia tanpa harus membawa luka seperti yang aku lakukan."Rangga menatapnya beberapa detik. Tidak ada kemarahan di wajah pria itu. Justru ketenangan itulah yang membuat dada Ayu semakin sesak."Begitu?" jawab Rangga singkat.Ayu mengangguk kecil. "Iya..." Air matanya kembali jatuh. "Aku takut suatu hari kamu sadar kalau kamu sebenarnya enggak perlu aku."Rangga te

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   141

    Pintu kamar yang tadinya hanya terbuka sedikit mendadak terdorong lebar-lebar dengan sendirinya!Suara desahan berganti menjadi keheningan mendadak. Rangga dan Roselyn menghentikan pergerakan mereka secara serentak. Keduanya perlahan memutar kepala, menoleh lurus ke arah Ayu yang berdiri membeku di ambang pintu.Tidak ada raut terkejut atau bersalah di wajah mereka. Malahan, sebuah ukiran senyum sinis perlahan merekah di bibir Rangga, menyebar menjadi derai tawa dingin yang menggema memenuhi seluruh ruangan. Roselyn pun menyusul, tertawa kecil dengan suara nyaring, merdu, namun terdengar begitu menyayat ulu hati Ayu."Rangga...?" bisik Ayu dengan suara tercekat, runtuh ke lantai. "Apa... apa yang kalian lakukan?"Rangga menatap Ayu dari atas tempat tidur, pandangan matanya penuh dengan kedinginan yang mematikan."Kenapa kamu terkejut, Ayu?" tanya Rangga dengan nada santai, namun setiap katanya terasa bagai sembilu tajam. "Ini adalah balasan dari pengkhianatan yang kamu lakukan! Kamu p

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 140

    Mobil kembali melaju setelah Roselyn menghilang di balik pintu kaca gedung megah itu. Ayu masih menoleh ke belakang. Gedung tersebut perlahan menjauh, tertutup oleh kendaraan yang melintas di antara mereka.Entah kenapa, perasaan aneh masih tertinggal di dadanya."Mbak Rose..." gumam Ayu pelan.Rangga yang duduk di sebelahnya menoleh. "Kenapa?"Ayu tersentak kecil. "Hah?""Kamu manggil Rose.""Oh..." Ayu kembali menatap keluar jendela. "Enggak apa-apa. Aku cuma masih kepikiran.""Urusan tadi?"Ayu mengangguk. "Iya."Rangga diam beberapa saat. "Jangan terlalu dipikirkan."Ayu menoleh. "Mas tahu dari mana aku sedang memikirkannya?"Rangga tersenyum tipis. "Kelihatan.""Kelihatan?""Iya." Rangga menunjuk wajah Ayu. "Alismu kalau sedang bingung suka berkerut."Ayu spontan menyentuh dahinya. "Serius?"Rangga tertawa kecil. "Serius."Ayu ikut tersenyum. Untuk beberapa detik, suasana terasa jauh lebih ringan. Namun, rasa kantuk perlahan datang tanpa bisa ditahan. Ayu menyandarkan kepala ke j

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 139

    Mobil SUV hitam itu melaju mulus meninggalkan kawasan bandara. Kabin yang hangat membuat embusan udara dingin Sydney hanya terlihat lewat embun tipis di kaca jendela. Ayu duduk diam di kursi belakang bersama Rangga, sementara Roselyn sesekali menunjuk bangunan-bangunan yang mereka lewati."Kalau cuacanya lagi cerah, dari jalan ini kamu bisa lihat pelabuhan lebih jelas," ujar Roselyn sambil tersenyum. "Nanti kalau kamu sudah istirahat, aku ajak jalan-jalan."Ayu mengangguk pelan. "Iya, Mbak.""Kamu suka kopi, kan?""Suka...""Nah, dekat apartemen nanti ada kafe kecil langgananku. Baristanya orang Indonesia. Lumayan buat ngobatin kangen suasana rumah."Ayu tersenyum tipis. "Mbak Rose hafal banget, ya..."Roselyn terkekeh kecil. "Ya harus, dong. Rangga sudah berkali-kali mengingatkan aku supaya kamu betah di sini."Rangga hanya tersenyum tanpa ikut menyela. Belum sempat percakapan berlanjut, suara dering ponsel memecah suasana.Tring...Roselyn melirik layar ponselnya. Senyumnya perlahan

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 138

    Sinar matahari pagi yang cerah menembus kaca jendela besar Bandara Internasional Kingsford Smith, Sydney. Udara dingin khas awal musim dingin langsung menyapa kulit saat Ayu melangkah keluar dari garbarata, mengekor di belakang Rangga. Langkah kaki Rangga terasa mantap, sementara Ayu harus berjuang keras menyeimbangkan langkahnya yang gontai. Rasa lelah, kantuk, dan kecemasan yang membakar dadanya sepanjang malam di atas pesawat masih menyisa utuh.Ayu memegang erat tali tas tangannya. Setiap kali ia melirik Rangga, bayangan pesan singkat rahasia di ponsel suaminya semalam kembali teringat jelas: “Semua persiapan di Sydney sudah siap. Pastikan dia tidak curiga.”"Kamu kuat banget pegang tasnya, Ay. Kenapa? Ada yang ketinggalan di pesawat?" tanya Rangga pelan seraya menoleh, menangkap kegelisahan istrinya.Ayu menggeleng cepat, memaksakan senyum tipis. "Enggak, Sayang. Cuma agak dingin saja.""Nanti di mobil langsung pakai jaket tebal, ya. Kita jalan ke area penjemputan sekarang," kata

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 27

    Kata-kata itu terngiang. Napas Ayu seketika tertahan. Senyumnya pudar, digantikan oleh kerutan tipis di dahi. Jantungnya berdebar, bukan karena kenikmatan yang memuncak, melainkan karena rasa panik yang merayap.Cinta?Satu kata itu bergema keras dalam kepala Ayu.Cinta? Apakah aku juga cinta kepad

    last updateآخر تحديث : 2026-03-21
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 23

    Sensasi nyata tubuh Daniel yang ada di atasnya merasukinya dengan dorongan yang kuat dan memuaskan. Ingatan Ayu tentang Kevin dan Rina, tentang gairah tak terhalang di atas meja rapat, kini berpadu dengan sensasi Daniel, memvalidasi keputusannya.Daniel bergerak dengan ritme yang tenang namun mendo

    last updateآخر تحديث : 2026-03-20
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 25

    Suara bip pelan dari kunci pintu digital membuyarkan lamunannya. Pintu kamar terbuka perlahan.Ayu menahan napas, menarik selimutnya sedikit lebih tinggi, meski ia tahu tidak ada satu inci pun dari tubuhnya yang belum dilihat atau dicicipi oleh pria yang kini berdiri di ambang pintu itu.Daniel mas

    last updateآخر تحديث : 2026-03-20
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 18

    Ayu berdiri terpaku di ambang pintu. Dia tahu persis siapa yang baru saja menutup pintu. Ialah Daniel yang tadi berpamitan untuk pulang sebentar mengambil teh chamomile untuk stok di rumah Ayu.Daniel pasti mendengar semuanya: suara-suara mereka, erangan, tawa, janji Rangga yang meluap-luap tentang

    last updateآخر تحديث : 2026-03-19
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status