Beranda / Urban / Pusaka Warisan Semut Rangrang / Bab 119: Pelarian Ke lereng Semeru

Share

Bab 119: Pelarian Ke lereng Semeru

Penulis: Ibrahiman
last update Tanggal publikasi: 2026-06-03 10:23:37

Madun menghela napas panjang melihat ruko kelontong pasar desa yang menjauh di belakangnya, memutuskan kabur ke tengah hutan belantara seorang diri demi sembuhkan halusinasi kejaran janda yang semakin menjadi-jadi. Madun, wajah tampan rahang tegas hidung mancung, gendong ransel kain usang dengan langkah lunglai, berharap pohon tua bisa sembunyikan tubuh sawo matang tinggi kekar berot penuh urat dari jeratan takdir pengantin siber. "Aduh Gusti, mending saya hidup sunyi makan umbi ganyong bareng
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 137: Pembalasan Dendam Manja Catherine

    ​Kurungan kawat baja seberat seratus ton dan ribuan belut listrik mekanis itu seketika hancur lebur menjadi serpihan debu rengginang setelah dihantam oleh hantaman sikut jantan Madun yang luar biasa perkasa, membuat seluruh jebakan ruko kelurahan itu punah tak berbekas dari atas pasir Pantai Pandawa fajar ini. Namun, rasa lega Madun tidak bertahan lama ketika Miss Catherine yang masih jengkel akibat drama cemburu buta tadi mendadak melancarkan aksi balas dendam yang sangat beringas. Demi membakar kecemburuan sang kuli pasar setelan pabrik, bule seksi itu nekat menarik seorang bule asing berambut gondrong untuk diajak bermesraan manja tepat di depan bola mata jantan Madun yang langsung melotot menantang maut.​Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung langsung berdiri tegap merapikan kaos singlet hitam ketatnya yang membungkus dada bidang berotot kekar penuh urat jantan sejati. Tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap sekuat beton proyek kelurahan nampak mem

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 136: Kobaran Cemburu sang Bule Seksi

    ​Jaring kawat titanium dan lubang hitam ruko remang-remang yang mengurung mereka seketika meledak hancur berantakan menjadi remahan kerupuk rambak setelah Madun menghantamnya dengan sapuan kaki kirinya yang luar biasa kokoh, membuat seluruh ancaman mistis itu lenyap tak berbekas dari atas pasir Pantai Pandawa siang ini. Madun langsung menarik napas lega demi meredakan kepanikan jantannya, namun suasana damai yang baru saja kembali mendadak berubah menjadi medan pertempuran baru yang jauh lebih menegangkan saat seorang gadis lokal seksi penjual baju pantai tiba-tiba merangsek maju menggoda ketampanan kuli pasar setelan pabriknya tanpa memedulikan keberadaan Catherine fajar ini.​Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung langsung berdiri tegap di atas pasir hangat sambil merapikan sisa kaos singlet hitam ketatnya. Tubuh sawo matangnya yang tinggi kekar dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan nampak memancarkan pesona juragan kelontong sejati

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 135: Es Kelapa Muda dan Tatapan Mata Catherine

    ​"Aduh, pusing pala berbie... untung saja jebakan lubang hitam mekanis ruko remang-remang tadi langsung ambyar meledak jadi remah-remah peyek akibat kesenggol roda gerobak es kelapa warga, sekarang saya bisa benar-benar fokus menikmati angin sepoi-sepoi Pantai Pandawa berdua saja dengan Miss Catherine tanpa perlu dikotori hawa nafsu birahi liar setelan pabrik, cyiiinnn!" gumam Madun menghela napas lega sedalam-dalamnya sambil mengelap keringat di leher sawo matangnya, mencoba meresapi getaran asmara suci yang murni, adem, dan tulus tanpa ada gangguan gaib kelurahan yang selalu mengincar pusaka semut rangrang miliknya fajar ini.​Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya di atas pasir putih. Tubuh sawo matangnya yang tinggi kekar dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan nampak sangat gagah hanya dibalut kaos singlet hitam ketat, memancarkan pesona kuli panggul pasar tiga ton yang siap menjadi pelindung s

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 134: Cincin Perak dan Janji Suci

    ​"Aduh, untung saja retakan lubang hitam mekanis dan kurungan jaring kawat titanium yang membosankan itu mendadak hilang tersapu angin knalpot truk pasir, jadi saya bisa benar-benar fokus mengajak Miss Catherine jalan kaki menyusuri trotoar Kuta yang damai ini untuk menikmati asmara suci yang murni tanpa gangguan gaib ruko pasar kelontong lagi, cyiiinnn!" gumam Madun menghela napas lega sedalam-dalamnya sambil menggandeng jemari lembut kekasih bulenya, mencoba meresapi getaran rasa sayang yang tulus bersih dari segala macam noda napsu birahi liar yang selama ini selalu mengincar pusaka semut rangrang setelan pabrik kuli panggulnya fajar ini.​Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung langsung membetulkan posisi kaos kutang hitam ketatnya yang membungkus dada bidang berotot kekar penuh urat jantan sejati. Tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap sekuat beton proyek kelurahan nampak memancarkan pesona juragan kelontong paruh waktu yang sangat berwibawa di baw

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 133: Cinta Tulus di Warung Kopi

    ​"Aduh, nikmatnya tiada tara... setelah semua urusan kutukan rantai jangkar merah muda dan naga air gaib dari pantai selatan tadi mendadak lenyap berkeping-keping karena saya kepret pakai sapu lidi pembersih lumbung, sekarang saya bisa benar-benar fokus mengajak Miss Catherine duduk santai menikmati secangkir kopi hitam dan pisang goreng hangat di warung pinggir jalan Bali ini tanpa gangguan apa pun lagi, cyiiinnn!" gumam Madun menghela napas lega sedalam-dalamnya sambil menggeser kursi kayu warung, mencoba menata debaran jantung kuli pasarnya yang kini murni dipenuhi rasa sayang yang tulus, bersih tanpa dikotori oleh napsu selangkangan ruko pasar liar fajar ini.​Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung langsung melemparkan senyuman jantan paling menawan ke arah pemilik warung kopi. Tubuh sawo matangnya yang tinggi kekar dengan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan nampak sangat gagah dibalut kaos kutang hitam ketat yang menonjolkan pundak bidang set

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 132: Getaran Jiwa dan Air Mata Catherine

    ​Meteor kawat titanium seberat seribu ton yang mengurung mereka mendadak pecah berantakan menjadi serpihan kembang api setelah Madun menghantamnya dengan sundulan kepala jantannya yang luar biasa keras, membuat seluruh sisa-sisa ancaman dari perserikatan janda kaya lintas benua itu langsung punah tak berbekas dari atas tanah Bali pagi ini. Madun mengabaikan rasa pening di dahinya demi bisa menatap sedalam-dalamnya mata biru Miss Catherine yang berkaca-kaca menahan haru di bawah pohon kamboja, sebuah momen asmara murni yang kembali merekatkan jalinan kasih sayang sejati tanpa dikotori setetes pun nafsu ruko kelurahan pasar fajar ini.​Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung langsung berdiri kokoh menyeka sisa keringat jantannya yang menetes ke atas kaos kutang hitam ketat. Tubuh sawo matangnya yang tinggi kekar dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan nampak memancarkan wibawa kuli panggul setelan pabrik yang sangat tangguh dan penuh harga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status