Compartir

Bab 28: Begin!

Autor: Nita K.
last update Fecha de publicación: 2026-04-20 22:02:41

“Kau datang, kak?”

Shiro dengan tampilan acak-acakannya dan bagian bawah mata menghitam, menyambut Reina yang datang mengunjunginya. Anak kecil itu terlihat tidak memiliki semangat, sangat berbeda dengan terakhir yang ditemui Reina.

Reina menenteng tas kecil memasuki kamar Shiro. “Aku bawa beberapa makanan,” ucapnya sambil mengamati sekitarnya.

Tidak ada barang yang berserakan, semuanya tertata rapi dan itu membuatnya lebih mencurigakan. Bahkan pemilik kamar hanya berjalan dengan pandangan koso
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa   Bab 29: Begin (2)

    Semua penjelasan bisa diterimanya, namun tidak dengan yang satu itu. wajah Ruri yang begitu sumringah ketika mengabarkan tentang kehamilannya pada Reina, berputar dengan begitu lambat di ingatannya. Kebahagiaan itu benar-benar hilang begitu mudah, bahkan tanpa aba-aba.Reina keluar dari ruangan dengan perasaan campur aduk. Dia tidak bisa menghilangkan ucapan dokter begitu saja, dia juga tidak bisa menyangkalnya.Empat orang akan dipindahkan ke ruang rawat, menyisakan Ruri sendirian di IGD untuk perawatan lebih lanjut.---Jadi maksudnya...bayi itu meninggal?-o0o-Kegaduhan juga terjadi di gedung Dewan Pengawas. Alistair dengan kesadaran penuh menemui Layn yang sudah bisa dipastikan masih bekerja di dalam ruangannya. Para penjaga yang bertugas tidak bisa sedikit pun mencegahnya atau bahkan mendekat. Seakan ada sebuah pembatas antara mereka dan Alistair yang menghalangi mereka.“Keluar sekarang, atau aku hancurkan seluruh gedung,” ancam Alistair. Dia tahu kalau Layn ada di dalam salah s

  • Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa   Bab 28: Begin!

    “Kau datang, kak?”Shiro dengan tampilan acak-acakannya dan bagian bawah mata menghitam, menyambut Reina yang datang mengunjunginya. Anak kecil itu terlihat tidak memiliki semangat, sangat berbeda dengan terakhir yang ditemui Reina.Reina menenteng tas kecil memasuki kamar Shiro. “Aku bawa beberapa makanan,” ucapnya sambil mengamati sekitarnya.Tidak ada barang yang berserakan, semuanya tertata rapi dan itu membuatnya lebih mencurigakan. Bahkan pemilik kamar hanya berjalan dengan pandangan kosong mengikuti Reina.---Anak laki-laki itu sepertinya punya kemampuan mendengar suara pikiran/hati orang-orang di sekitarnya.Kemampuan yang bisa menjadi pedang bermata dua yang mematikan. Selaku pemilik kemampuan menetralkan semua kekuatan, Reina masih belum mengetahui apakah kemampuannya itu bisa juga untuk kemampuan psikis.Setelah meletakkan tas ke meja makan rendah di tengah ruangan, Reina membungkuk di depan Shiro, menatap lekat ke dalam matanya. Tatapan yang sangat gelap, entah apa yang su

  • Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa   Bab 27: Good Luck

    “Apa yang kau bicarakan?” Reina mengambil langkah mundur. Menatap lawannya sambil tersenyum miring. “Aku akan meledakkan tempat ini beserta isinya. Lalu, saat kapal yang kau tunggu melihat asap kebakaran, mereka akan putar balik dan pergi. Memutus ekor memang keahlian kalian, bukan?”Reaksi amarah sebelumnya kini digantikan oleh rasa panik akan dibuang. Sudah tidak terhitung jumlahnya orang buangan yang berakhir mengenaskan. Entah mati di tangan bos mereka secara langsung atau mati dihabisi rekannya atas perintah bos mereka atau ada juga mati karena sumpah mereka sendiri. Tumpukan mayat sudah menunggu di bawah kaki setiap anggotanya, menjilat, bersandiwara, menipu, apapun mereka lakukan agar tidak dibuang.“Entah itu mati dengan tanganmu sendiri atau tangan orang lain, tidak ada bedanya kan? Selamat tinggal.” Reina menjatuhkan kunci sel begitu saja kemudian pergi.---Seharusnya sebentar lagi mereka akan datang.Keluar dari pintu besi, Reina akhirnya bisa melihat lebih jelas. Sebuah ban

  • Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa   Bab 26: Yapping!

    Begitulah, tanpa halangan apapun, Reina berhasil menyusup dan kendaraan yang membawa mereka pun tiba di sebuah bangunan terbengkalai yang dulunya berencana dijadikan sebuah pabrik di Distrik Fana.Semua tahanan mulai dipindahkan dengan penutup mata yang menghalangi penglihatan dan kedua tangan yang diikat. Namun tidak dengan Reina yang sejak awal sudah memakai kacamata hitam dan juga lensa mata berwarna putih. Dengan tampilan seperti itu, dia akan terlihat seperti gadis buta. Hal itulah yang membuatnya dengan mudah masuk dan tidak dicurigai.“Cepat masuk!”Seseorang mendorong punggung Reina hingga dia jatuh ke lantai yang dingin di sebuah sel. Dia ditempatkan bersama Shiro yang sepanjang waktu menggenggam tangannya. Shiro juga ikut terjatuh di samping Reina.Pintu jeruji tertutup rapat dan dikunci. Memastikan tidak ada celah untuk kabur bagi para korban, orang itu pun pergi.“Reina, bagaimana keadaan di sana?”“Mereka memasukkanku ke dalam sel. Aku juga sudah bertemu orang yang kucari

  • Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa   Bab 25: Kafe Kita

    “Sebenarnya kenapa? Tiba-tiba meminta kita untuk menjalankan misi dengan seseorang.”“Sungguh. Setelah semua hal yang kita lalui, mereka masih saja seenaknya sendiri! sialan!”Enam orang berkumpul dalam satu meja. Hari ini kedai tutup lebih awal karena para karyawannya harus rapat sesuatu terkait malam sebelumnya. Mereka mengelilingi sebuah surat dengan amplop merah di atas meja.Dalam surat itu tertulis seperti ini:[Untuk Ezel.Aku ingin kau dan timmu mengawal seseorang. Bantu dia dalam hal apapun, jaga dia juga. Selebihnya kau bisa bertanya padanya perintah untuk timmu.Dari Ketua Black Falcon.]Dan, berakhirlah kedai harus tutup hari Senin. Mau berapa kali pun mereka memikirkannya namun tidak ada jawaban yang keluar. Bahkan seseorang yang dimaksud dalam surat itu tidak terpecahkan..Minggu malam. Di sebuah gudang tidak terpakai, acara rutin yang harus dihadiri seluruh anggota Black Falcon. Tentu saja pertemuan itu berakhir dengan berkelompok seperti pembagian tim sejak awal. Ting

  • Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa   Bab 24: Bermain

    “Rasanya sudah lama, ya, kita tidak bertemu, Reina.” Kiria tersenyum lebar sambil menatap Reina yang mau menuruti keegoisannya di hari libur.Tak sendirian, dia juga mengajak kembarannya, Ken, dan juga Zhao yang juga satu tempat kuliah dengannya. Menetapkan taman bermain sebagai tempat pertemuan mereka, keempat remaja itu berkumpul sebelum pintu masuk.[Citadel de Floral] Tempat segala jenis wahana permainan disediakan, mulai dari roller coaster hingga histeria. Aneka stan makanan pun menempati posisi masing-masing. Antrean panjang di pintu masuk menandakan ramainya pengunjung di akhir pekan.“Aaa ya ampun! Bagaimana bisa kau semanis ini, Reina?!” Padahal beberapa detik yang lalu dia terlihat begitu tenang, dan sekarang mulai tantrum.Hari ini, Reina memakai setelan lengan pendek dan rok hitam, rambut yang dihias dengan jepitan merah hitam, tas selempang berwarna cream, dan khusus hari ini Reina memilih memakai kacamata bulat. Semua yang dipakainya dipilih oleh Iza yang notabenenya l

  • Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa   Bab 23: Layn vs Alistair

    ---Meskipun dia masih muda, tapi boleh juga. Mata itu pasti akan mahal. Matanya dengan jelas menatap ke arah Reina yang sedang bicara dengan teman kerjanya.“Aku akan membawa mereka masuk,” ucap wanita itu.---Bagus! “Iya, beri tahu semua yang mereka butuhkan.”Tiga orang masuk ke dalam sebuah ge

  • Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa   Bab 22: Fang

    “Akhirnya ketemu. Reina.”Seorang laki-laki mendarat dengan sangat mulus dari atap bangunan ke tempat Reina berdiri. Dengan jaket abu-abu dan kaos hitam, memakai masker hitam, dia berdiri tepat di samping Reina.“Kita pernah bertemu sebelumnya.” Dia harus sedikit menurunkan maskernya agar Reina men

  • Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa   Bab 21: Sebenarnya kau siapa

    “Mendengar namanya saja aku sudah merasa bersalah.”Celi menundukkan kepalanya, pipi kanannya lebam. Setelah membiarkan Reina masuk, gadis itu benar-benar menamparnya dengan keras. Namun, Celi tidak memiliki keberanian untuk membalasnya.“Apa kau tidak mau kirim pesan?” Reina yang duduk di sebelahn

  • Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa   Bab 20: Perkembangan

    Mau dicoba berapa kali pun, Celi masih tidak ingin membukakan pintu untuknya. Perkembangan terakhir, Celi sudah mau bicara walaupun dari intercom yang dipasangnya di dekat pintu.“Kau tidak perlu ke sini lagi, Reina. Kehidupanmu sudah lebih baik, jadi berhenti mencari tahu tentang masa lalumu.”Rein

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status