Home / Pendekar / Putra Langit Tak Tertandingi / Bab 153. Pertarungan Antara Takdir, Racun, dan Iblis

Share

Bab 153. Pertarungan Antara Takdir, Racun, dan Iblis

last update Petsa ng paglalathala: 2025-09-18 01:15:49

Beberapa hari telah berlalu.

Meski Tian Fan tahu kondisi tubuhnya tidak baik-baik saja, namun ketika mengetahui kondisi para murid sektenya yang mengikuti perburuan juga sedang terluka parah karena racun, dia memutuskan untuk tidak berdiam diri lagi.

Tian Fan berdiri di puncak bukit bebatuan ungu, jubah putihnya berkibar. Di dua tempat berbeda di kejauhan, dua sosok wanita menatap dingin ke arah yang ditatap Tian Fan. Lei Xuan Ying, sang Dewi Racun yang menyimpan dendam, dan Ling Qingxuan,
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Putra Langit Tak Tertandingi   Bab 350. Pertempuran Terakhir, Merebut Takdir Semesta

    Langit dimensi atas bergemuruh seolah hendak runtuh. Awan hitam berputar membentuk pusaran raksasa, dan dari pusat kegelapan itu, sosok Yǒnghéng Móshén, Raja segala Iblis, muncul dengan tubuhnya yang menjulang seperti dewa kehancuran. Cahaya merah darah menetes dari rune yang menutup seluruh kulitnya, dan setiap napasnya membuat ruang di sekitarnya retak seperti kaca. “Manusia… bagiku kalian tidak lebih dari sekedar serangga… kalian semua hanyalah debu,” geramnya, suaranya bergema hingga ke seluruh sembilan lantai dimensi atas. “Kematian kalian… adalah awal dari malam abadi.” Tian Fan maju tanpa ragu. Semua orang di belakangnya, para istri, putra-putri, empat guru, murid-murid, para tetua, dan seluruh anggota Istana Langit, dan sekte putra langit, mengikuti tanpa ada satu pun yang tertinggal. Hari ini bukan lagi pertempuran antar manusia, tetapi pertempuran seluruh semesta melawan kehancuran. ... Yǒnghéng Móshén mengayunkan satu tangan. Hanya satu gerakan ringan, nam

  • Putra Langit Tak Tertandingi   Bab 349. Kehancuran Yan Zhu Lie, Menuju Pertempuran Akhir

    Pertarungan panjang yang melibatkan seluruh Istana Kaisar Langit akhirnya mencapai titik penutup ketika Yan Zhu Lie terjatuh ke tanah, tubuhnya berlumur darah dan jiwa kultivasinya nyaris runtuh. Tian Fan berdiri tegak di hadapannya dengan napas berat, pakaian compang-camping, dan aura naga sejati berputar di sekeliling tubuhnya seperti angin badai yang tak tertahan. Semua istri, anak, murid, guru, dan anggota sekte Putra Langit berdiri di belakangnya, sama-sama kelelahan, namun tetap menjaga kewaspadaan penuh.Yan Zhu Lie menatap Tian Fan dengan mata merah dipenuhi kebencian. “Kau… seharusnya tidak pernah kembali… Tian Fan… semuanya milikmu… seharusnya menjadi milikku!” raungnya.Tian Fan menatapnya tanpa goyah. “Pengkhianat sepertimu… sudah tidak pantas menyebut namaku lagi,” jawabnya datar. Namun di balik kata-kata itu, ada getir dan luka masa lalu yang tak pernah benar-benar hilang. Pengkhianatan Yan Zhu Lie-lah yang memisahkannya dari Fan Shishi dan Bai Hua, merenggut kehidupanny

  • Putra Langit Tak Tertandingi   Bab 348. Menghadapi Musuh Lama

    Di puncak langit lapisan kesembilan dimensi atas, ruang hampa bergetar hebat. Dua sosok bertarung bagaikan dua bintang raksasa yang saling bertabrakan, membuat seluruh dimensi seolah bergoyang. Ledakan demi ledakan energi primordial memecah kesunyian langit.Tian Fan berdiri di tengah pusaran api emas darah naga, tubuhnya dilumuri darah dan luka, namun matanya masih setajam pedang surgawi. Di hadapannya berdiri sosok yang sama terlukanya, namun dengan aura gelap yang sangat dalam, Yan Zhu Lie.Musuh lama. Penghianat sejati. Sumber kehancuran kehidupan Tian Fan sebelumnya.Dialah orang yang menusuk Tian Fan dari belakang, merebut kepercayaannya lalu membunuhnya bersama Xuan Yuan dan Xuan Han. Dialah yang memutus ikatan mereka bertiga, memaksa Fan Shishi dan Bai Hua terlahir kembali terpisah jauh dari jati diri mereka. Dan dialah alasan mengapa Tian Fan harus memulai segalanya dari dimensi terendah.“Aku telah menunggumu, Tian Fan…” ucap Yan Zhu Lie sambil menyeringai, darah hitam menet

  • Putra Langit Tak Tertandingi   Bab 347. Pagoda Tianjing yang Menembus Sembilan Tingkatan Dimensi Atas

    Seketika, begitu Tian Fan dan seluruh rombongan menginjakkan kaki di dimensi atas tingkat pertama, desiran energi suci langsung menyelimuti tubuh mereka. Langit di atas tampak lebih jernih, lebih luas, dan penuh dengan cahaya aurora spiritual yang hanya dimiliki dunia para dewa. Setiap tarikan napas terasa seperti menyerap inti energi murni alam semesta.Tian Fan melihat sekeliling, lalu memilih hamparan tanah luas yang kosong bagaikan padang surgawi. Dengan satu gerakan tangannya, ruang kekacauan terbuka, dan Lembah Abadi, rumah besar sekte Putra Langit, perlahan keluar dari dimensi itu. Tanah lembut, hutan hijau, air terjun spiritual, dan seluruh bangunan suci lembah muncul seperti gambaran dunia terpisah yang kini menyatu dengan wilayah dimensi atas.Semua orang terperangah.“Aura… ini terlalu luar biasa…” desis salah satu tetua sekte dengan suara gemetar.Benar saja, energi spiritual di tempat itu setidaknya sepuluh kali lebih pekat daripada dimensi menengah. Hanya berdiri saja, k

  • Putra Langit Tak Tertandingi   Bab 346. Membuka Gerbang Dimensi Atas

    Setelah semua persiapan matang dan keputusan besar telah disampaikan kepada keempat guru agungnya, kepada Wu Lin Jia dan yang lainnya, serta seluruh anggota sekte Putra Langit, Tian Fan berdiri di puncak Lembah Abadi. Cahaya emas dari darah naga sejatinya berdenyut lembut pada kulitnya, sementara aura Kaisar Naga Sejati Semesta memancar tanpa bisa disembunyikan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia rendah dan dunia kultivator, seseorang berniat membuka gerbang menuju dimensi atas dan membawa satu sekte penuh bersamanya.Langit di atas mereka benar benar cerah. Tidak ada awan gelap, tidak ada petir yang mengawasi seperti biasanya formasi besar hendak diaktifkan. Yang terasa hanya kesunyian yang menggema, seolah langit sendiri menahan napas, menunggu tindakan Tian Fan.Semua istri, anak, murid, para tetua, dan para pengikut sekte kini berkumpul mengelilingi Tian Fan. Mereka semua tahu hari ini akan menjadi hari yang tercatat dalam sejarah tiga dunia. Sikap mereka penuh hormat, namu

  • Putra Langit Tak Tertandingi   Bab 345. Warisan Sang Naga, Kunci Menuju Dimensi Tertinggi

    Setelah kontrak jiwa sempurna terbentuk dan darah naga sejati menyatu sepenuhnya dengan tubuh Tian Fan, seberkas cahaya emas terakhir perlahan meresap ke dalam pori porinya. Pada saat itu, tubuhnya bergetar halus. Bukan karena sakit, melainkan karena sebuah kekuatan kuno mulai bangkit dari kedalaman darahnya. Darah naga sejati itu mengalir seperti sungai cahaya di seluruh tubuhnya, membentuk pola pola misterius yang muncul dan menghilang di bawah kulitnya. Kemudian gelombang ingatan yang sangat besar tiba tiba membanjiri kepala Tian Fan. Ingatan itu begitu padat, begitu luas, seolah ia sedang melihat miliaran tahun sejarah ras naga dalam sekejap. Mantra-mantra kuno berputar dalam kesadarannya, formasi raksasa yang mampu menggerakkan bintang bintang terbuka begitu saja, teknik kultivasi naga yang pernah mengguncang tiga dimensi ilahi kini sepenuhnya dimiliki Tian Fan. Salah satu di antara ingatan paling mencolok adalah teknik yang hanya dimiliki naga tertinggi. Sebuah formasi portal

  • Putra Langit Tak Tertandingi   Bab 336. Proses Penyembuhan Fan Shishi

    Kediaman keluarga Tian yang baru berdiri megah di atas tanah bekas Sekte Es Abadi Seribu Racun. Formasi pertahanan dan formasi serangan kelas atas yang telah dirancang oleh seluruh istri Tian Fan memancarkan aura keabadian yang membuat siapa pun yang melangkah mendekat akan merasakan tekanan dari d

  • Putra Langit Tak Tertandingi   Bab 335. Perkumpulan Kembali Seluruh Keluarga

    Tiga hari berlalu, tim Tian Fan sudah kembali untuk menjemput kedua orang tua Tian Fan, Fan Shishi dan juga para putra dan putri kecilnya yang lain. Begitu Tian Fan melangkah memasuki kediaman keluarga Zuge, matanya segera menangkap sosok Tan Meng Rao berdiri di halaman. Tan Meng Rao kaget luar bi

  • Putra Langit Tak Tertandingi   Bab 334. Tiga Rumput Abadi Sembilan Naga Ditemukan

    Di tempat lain, kedua tim yang dikirim Tian Fan untuk mengesplorasi Hutan Es dan Sungai Abysal sudah melangkah semakin dalam.Tim pertama menembus lapisan kabut tebal Hutan Es Xueliang. Setiap langkah meninggalkan jejak beku, namun Tian Xian dan Tian Yian bergerak lincah, menghindari jebakan pembal

  • Putra Langit Tak Tertandingi   Bab 332. Aku Adalah Pewaris Kitab Racun Kuno

    Satu hari berlalu, dan Tan Meng Rao menjalani istirahat penuh dalam pengawasan Tian Xuan Ying dan para saudarinya. Kini kondisinya sudah pulih hampir sembilan puluh persen, dia sudah bisa bangun dari tempat tidur dan berjalan-jalan. Matahari mulai condong ke barat, menyisakan cahaya hangat di hala

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status