Share

RAHASIA DOKTER ELANG
RAHASIA DOKTER ELANG
Author: Mae_jer

Aula pesta

Author: Mae_jer
last update publish date: 2026-05-28 11:12:27

Elite Medical Hospital.

Seorang laki-laki tampan dengan kharisma yang membuat banyak perempuan tergila-gila itu masuk ke dalam aula pesta. Ia mengenakan kemeja yang dipadukan dengan jas dokter miliknya.

Semua dokter dan staf tidak diijinkan berdandan ala pesta karena setelah itu mereka masih lanjut kerja menghadapi pasien. Paling-paling yang datang dengan dandanan pesta hanyalah para tamu undangan. Meski begitu laki-laki tersebut tampak begitu rapi dan menawan.

Ruangan yang ia masuki adalah aula khusus yang di buat untuk penyelenggaraan acara seperti pesta ulang tahun, penyambutan dan lain-lain. Aula tersebut di dirikan dengan ukuran yang terbilang sangat besar, bahkan bisa menampung lima ribu orang di dalamnya.

Rumah sakit ini milik keluarga sahabatnya, Dean. Memang rumah sakit mewah yang terbilang sangat lengkap. Fasilitasnya tidak main-main. Tapi tentu saja, menyelamatkan pasien adalah nomor satu.

Lampu-lampu kristal bergemerlapan, meja-meja bundar di tata rapi dengan dekorasi bunga segar, dan pelayan mondar-mandir membawa nampan berisi jenis-jenis minuman.

Kemunculannya membuat beberapa staf rumah sakit melirik ke arahnya. Para dokter dan perawat wanita tampak berbisik-bisik sambil sesekali melirik ke arah pria bernama lengkap Elang Nugraha itu. Siapa yang tidak tahu nama Nugraha? Salah satu keluarga konglomerat yang sangat berpengaruh.

"Lihat-lihat, dokter Elang astaga tampan sekali. Kenapa bisa ada laki-laki setampan itu ya?" Seorang perawat perempuan yang berdiri bersama teman-temannya angkat suara.

Elang berjalan santai ke arah meja utama tanpa mempedulikan orang-orang yang sedang menatapnya. Namun belum mencapai tujuannya, seorang anak kecil yang entah muncul dari mana berlari melewatinya sambil tertawa kencang, di ikuti dengan seorang wanita berpakaian dokter yang tidak sengaja menginjak sesuatu di lantai hingga badannya oleng dan ...

Bukkk!

Wanita itu hampir saja jatuh ke lantai kalau Jason tidak cepat-cepat menangkap tubuhnya. Posisi mereka sangat dekat, tangan Elang memeluk pinggang ramping wanita itu. Tatapan mereka bertemu, dan Elang langsung mengenalinya.

Zoey Green, dokter residen di rumah sakit ini. Baru bekerja setahun.

Elang dapat melihat jelas wajah kaget dan malu dari wajah cantik itu. Ya, bagi Ethan dia cantik. Dan lugu.

Para perempuan yang berada di aula pesta iri sekali melihat pemandangan itu.

"Dari sekian banyak perempuan, kenapa harus dokter residen itu sih? Jangan-jangan dia memang sengaja lagi."

"Pasti sengaja. Dia memang terkenal gonta-ganti laki-laki dan sering keluar masuk club kan?"

"Wajahnya polos, sayang sekali hatinya tidak begitu.

Suara itu tidak sampai di telinga dokter Elang dan Zoey. Tapi Zoey tahu mereka pasti sedang membicarakan dia. Ia berusaha lepas dari laki-laki yang masih memeluk Erat pinggangnya dan terus menatapnya. Malu sekali rasanya menjadi bahan perhatian begini.

"Do-dokter, bisa di lepas?" suara Zoey bergetar pelan, hampir seperti bisikan yang tertelan di keramaian aula.

Elang sedikit tersadar. Tangannya yang masih melingkar di pinggang Zoey perlahan mengendur, namun tatapannya belum juga lepas dari wajah wanita itu. Seolah ada sesuatu yang membuatnya enggan berpaling. Sesaat kemudian, ia kembali memasang tampang datarnya.

"Kau terlalu ceroboh." kata itu keluar pelan dari Elang.

Zoey buru-buru berdiri tegak, merapikan jas dokternya yang sedikit kusut. Wajahnya masih memerah, entah karena hampir jatuh atau karena puluhan pasang mata yang masih memperhatikan mereka.

"La-lantainya terlalu licin." ucap Zoey malu-malu.

Elang hendak bicara lagi, namun seseorang memanggil namanya.

"Elang,"

Seorang wanita dan pria yang mengenakan jas yang sama dengan mereka. Dean dan Audrey. Temannya sejak dia kuliah. Dia hanya dekat dengan Dean, tapi Audrey selalu muncul seakan akrab dengan mereka juga.

"Kau baru datang tapi sudah membuat drama dengan ..." Dean menertawai Elang sambil matanya menatap ke Zoey yang menundukkan wajahnya.

"Zoey?"

Zoey mengangkat wajahnya menatap Dean, lalu memaksakan senyum. Dalam hati dia merutuk dirinya sendiri yang bisa-bisanya ceroboh sampai harus berhadapan dengan orang-orang populer kampus ini.

Pertama, Elang Nugraha. Siapa yang tidak kenal? Putra tunggal dari konglomerat ternama. Keluarganya memiliki perusahaan besar yang bergerak di bidang farmasi. Sekarang dia menjabat sebagai dokter bedah

terbaik. Usianya masih terbilang muda. Namun namanya sering di sebut oleh para dokter senior.

Kedua, Dean. Direktur rumah sakit ini sekaligus sahabat dekat Elang dari SD. Rumah sakit ini milik keluarga Dean, dan orangtua Elang adalah investor utama.

Ketiga, Audrey. Dokter spesialis yang dikenal tidak hanya karena kecerdasannya, tetapi juga karena pesonanya yang sulit diabaikan. Banyak yang mengatakan, jika ada perempuan yang pantas berdiri di sisi Elang, maka Audrey adalah orangnya.

Zoey merasa seperti orang kecil berada di antara mereka. Ia bahkan bisa merasakan keberadaannya di dekat mereka sama sekali tidak di sukai. Terutama oleh dokter Audrey.

"Kau, bukankah aku menyuruhmu menjaga pasien? Kenapa malah ada di sini?" Audrey angkat suara menatap Zoey tajam. Dia makin tidak suka karena tadi melihat betapa dekatnya posisi perempuan itu dengan Elang yang diam-diam dia suka. Ia bahkan tidak pernah sedekat itu dengan Elang.

Zoey menunduk.

"Maaf dok, anak tadi ..."

"Jangan cari-cari alasan! Kau selalu seperti itu. Kerja tidak becus. Kau pikir aku tidak tahu semua orang di bangsal lantai 2 sering membicarakanmu? Kalau tidak mau serius jadi dokter, jangan kerja di sini!"

Zoey tertunduk malu. Audrey memang bukan atasan langsungnya. Tapi posisi perempuan itu jauh di atasnya. Dia mau suruh-suruh apa, tidak mungkin Zoey menolak bukan? Apalagi dia memang sangat membutuhkan pekerjaan ini.

"Audrey, jangan terlalu galak. Lihat, dia ketakutan." Dean angkat suara. Elang juga tampak tidak suka dengan sikap kasar Audrey. Apalagi mereka sedang di depan umum.

"Tapi dia memang selalu membuat kesalahan. Kalau aku tidak menegurnya sekarang dia ..."

"Menegur boleh, tapi kau harus pastikan dia memang bersalah atau tidak. Dan itu bukan di lakukan di depan umum." Elang ikut bicara. Dingin, tanpa menatap Audrey.

Audrey terdiam. Berbeda dengan Zoey yang sedikit kaget karena laki-laki sedingin Elang secara tidak langsung sedikit membelanya.

"Sudah-sudah. Jangan merusak pesta ulang tahun rumah sakit ini. Apalagi Zoey ini termasuk junior kita. Aku sudah membaca data-datamu. Ternyata kau juga lulusan Apex Medical University."

Zoey mengangguk.

"Bagaimana rasanya bekerja di rumah sakit ini?" Tanya Dean lagi. Elang diam-diam menatap dari ujung matanya.

"Mm, baik dok."

Dean tersenyum.

"Jangan kaku begitu. Jangan pikirkan pekerjaan dulu, tetaplah di sini. Nikmati saja pestanya.

"Tapi Dean, dia ..." Audrey angkat suara keberatan.

"Aku direktur rumah sakit Audrey. Jangan mengaturku."

Audrey terdiam lagi. Dalam hatinya dia kesal sekali.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Wyn_dee
sombong banget si Audrey sok ngatur"
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Jangan buka matamu

    Elang menggendong Zoey dengan hati-hati, melangkah cepat namun tetap stabil menuju ruang istirahat dokter yang paling dekat. Ia bisa merasakan tubuh gadis itu menggigil halus di pelukannya, seperti seseorang yang baru saja keluar dari badai emosional yang mengguncang. Nafas Zoey terengah, matanya terpejam, dan sesekali ia mengerang pelan, bukan karena luka fisik, tapi karena luka kenangan yang kembali ia ingat di picu oleh kejadian tadi.Begitu sampai di ruang istirahat dokter, seorang dokter yang sedang duduk bersama Audrey langsung berdiri. Audrey hanya menatap dengan perasaan yang panas, tidak suka melihat Elang menggendong Zoey. Kemarin saja hampir seluruh staf di rumah sakit ini heboh mendengar Elang yang bersikeras ingin Zoey mendampinginya di ruang operasi. Padahal Zoey belum pernah ada pengalaman apa pun. Dia hanya dokter residen yang terkenal sebagai suruhan dokter-dokter senior di rumah sakit ini, bahkan memiliki nama buruk. Dan pagi ini, wanita itu lagi-lagi memb

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Masih kuat

    Elang melangkah lebih dulu, mendekati deretan laci logam berwarna perak yang berjajar rapi di sepanjang dinding ruangan. Suhu dingin menusuk tulang, tapi Elang tetap terlihat tenang. Di sisi lain, Zoey menelan ludah untuk kesekian kali, mencoba menahan rasa mual dan gugup yang bergantian menyerang. Dia memang dokter, tapi kalau melihat kumpulan jenasah sebanyak ini rasanya cukup ... Sulit di jelaskan.Dean membuka map yang dibawanya. Ia menunjuk ke satu laci di baris tengah."Kita mulai dari sini dulu. Ini salah satu dari dua jenazah pria. Usianya kira-kira tiga puluh tahunan, tinggi sekitar 175 cm. Ditemukan di lokasi kedua."Elang dan Zody berdiri sedikit mundur saat Dean membuka laci perlahan. Bau khas formalin dan kematian langsung menyergap hidung. Zoey memalingkan wajah sejenak, menutup mulut dan hidungnya dengan tangan. Tapi saat Elang menyentuh lengannya dengan lembut, ia berusaha menahan diri."Tenang. Kalau kau tidak kuat, keluar saja,"

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Memeluk lagi

    Elang menganggukkan kepala mengerti, matanya tak lepas dari wajah Zoey yang masih tampak salah tingkah. Rona merah di pipi gadis itu belum juga memudar, dan Elang, seperti biasa, menikmati tiap detik keheningan yang dipenuhi kecanggungan manis itu. Baginya, melihat Zoey kehilangan kontrol seperti ini adalah hiburan tersendiri."Dan kau memilih untuk memastikannya sendiri? Tanpa ditemani siapa pun?" Elang bertanya dengan nada yang sedikit serius.Zoey mengangguk pelan."Aku hanya ingin memastikan."Elang menghela napas. "Ini kamar mayat. Memangnya kau tidak takut ada salah satu dari mereka yang tiba-tiba bangun?" Lagi. Elang lagi-lagi bercanda. Semenjak mereka mulai sering bertemu, dia paling senang menggoda Zoey dengan cara yang dia suka.Dan yang paling lucu adalah, Zoey merespon dengan apa yang Elang ingin lihat. Ia bisa lihat gadis itu merinding seolah percaya pada apa yang dia katakan. Seolah yang dia katakan barusan adalah

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Posisi intim

    Elang dengan sigap menangkap tubuh Zoey yang melompat padanya. Kaki kedua gadis itu melingkar di pinggangnya, kedua tangannya memeluk punggung Elang dengan kepala yang menempel kuat di dada bidang pria itu. Sepertinya ia belum sadar kalau lelaki yang di hadapannya sekarang ini adalah Elang.Zoey sedang fokus mencari jenasah seseorang tadi, tapi pas dia berbalik tiba-tiba ada sosok yang berdiri di belakangnya, dia jelas kaget dan ketakutan setengah mati. Siapa juga yang tidak ketakutan kalau mengalami kejadian seperti ini. Masalahnya hanya dia orang hidup yang ada dalam kamar mayat ini. Jika tiba-tiba ada orang lain kan dia kaget.Dan Elang, lelaki itu sempat kaget saat Zoey melompat ke tubuhnya. Tapi posisi seperti ini, adalah posisi yang intim. Kalau di lakukan oleh sesama orang dewasa berbeda kelamin, tentu saja akan membuat orang yang melihat salah paham. Dan Elang suka posisi ini, karena itu pasti akan membuat Zoey merasa canggung dan malu. Salah satu hal yang

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Kamar mayat

    Hari ini begitu melelahkan buat Zoey. Bukan hari ini saja, tapi dari kemarin. Belum lagi dia harus menghadapi sikap dokter Elang yang makin membingungkan. Selesai kerja, dia langsung pulang. Meski di rumah juga tidak akan membuatnya tenang, tapi lebih baik pulang dulu untuk menghindari dokter Elang. Setelah hari itu, Zoey jarang bertemu dengan dokter Elang lagi, karena pria itu sedang keluar kota ikut pelatihan khusus dokter spesialis. Zoey bisa bernafas lega karena mereka tidak harus bertemu terus. Dengar-dengar sih hari ini sang dokter idaman seluruh wanita di rumah sakit ini akan kembali. Entah kenapa Zoey juga sedikit merindukannya. Setidaknya melihat lelaki itu diam-diam dari kejauhan saja sudah membuatnya merasa puas. Sementara itu, Elang baru saja sampai dari pelatihan tiga hari penuhnya. Saat kini dia dan Dean berjalan bersamaan menyusuri koridor menuju ruangan mereka.Elang menyelipkan kedua tangannya ke dalam saku jas putihnya sambil tersenyum tipis

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Tukang kabur

    Elang mempersilakan Zoey duduk di atas tempat tidur periksa, lalu ia sendiri mengambil perlengkapan medis dari lemari obat di sudut ruangan. Gerakannya tenang dan terlatih, namun matanya tak lepas sesaat pun dari tangan kanan Zoey yang masih terlihat bengkak dan membiru di bagian punggung serta jari-jarinya. Ia menutup pintu ruangan rapat-rapat, memastikan tak ada siapa pun yang bisa mengganggu privasi mereka berdua. "Duduk yang tenang," ucapnya tegas sambil menarik kursi hingga berada tepat di depan gadis itu. Ia membasuh luka dengan cairan antiseptik, mengusapnya perlahan sekali seolah takut sedikit saja menambah rasa sakit yang sudah dirasakan Zoey. Setiap kali kapas itu menyentuh kulit yang lecet, ia akan berhenti sejenak, menatap wajah Zoey dan bertanya pelan, "Sakit?"Zoey menggeleng. Sentuhan yang begitu halus di tangannya membuat jantung Zoey berdegup kencang tak beraturan. Ia menundukkan wajah sedalam-dalamnya, menyembunyikan rona mera

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Geger otak ringan

    Saat melewati koridor rumah sakit, beberapa perawat yang sedang bertugas langsung terkejut melihat Elang yang sedang berlari dengan membawa seorang perempuan di dalam pelukannya. Mereka segera menyediakan kursi roda dan membuka jalan menuju bagian IGD. "Siapkan ruang pemeriksaan segera! Dia meng

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Zoey pingsan

    Setelah aksinya memukuli laki-laki brengsek yang merampas tempat Zoey, Elang kembali ke Zoey yang masih menatapnya dengan ekspresi kaget. Ia sama sekali tidak menyangka laki-laki itu akan melakukan tindakan tadi. Pria tadi sampai pingsan. Matanya masih tidak berkedip ketika sang dokter tampan memb

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Kemarahan Elang

    Salah satu pria yang tampaknya pemimpin kelompok itu, melangkah maju. Dengan suara lantang dia berteriak, "SEMUANYA TETAP DIAM DI TEMPAT! JIKA ADA YANG MENCOBA BERTINDAK BODOH, KAMI TIDAK SEGAN-SEGAN MENEMBAK!"DOR!Satu tembakan lagi tembak ke langit-langit aula. Orang-orang makin panik. Elang y

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Jangan takut

    Pesta terus berlanjut. Ketua rumah sakit, alias ayahnya dokter Dean sedang berpidato di depan. Semua orang menatapnya serius. Zoey memilih berdiri di bagian paling belakang yang tidak terlihat oleh siapa pun. Terakhir kali ia menghadiri pesta seperti ini waktu jaman kuliah. Sesekali pandangannya a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status