共有

Kemarahan Elang

作者: Mae_jer
last update 公開日: 2026-05-28 11:15:47

Salah satu pria yang tampaknya pemimpin kelompok itu, melangkah maju. Dengan suara lantang dia berteriak,

"SEMUANYA TETAP DIAM DI TEMPAT! JIKA ADA YANG MENCOBA BERTINDAK BODOH, KAMI TIDAK SEGAN-SEGAN MENEMBAK!"

DOR!

Satu tembakan lagi tembak ke langit-langit aula. Orang-orang makin panik.

Elang yang kini berada di sudut lain ruangan itu tetap tenang meski ekspresinya serius. Ia sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini, saat dulu dia ikut sekolah militer. Dia pernah sekolah militer dua tahun, tentu berhadapan dengan pistol dan orang-orang jahat itu bukan hal yang biasa.

Matanya kembali melirik ke meja tempat Zoey berada. Dia harus melindungi gadis itu.

"KAU! MERUNDUK BRENGSEK!"

Orang-orang di depan sana menunjuknya dan berteriak kasar. Ah, sepertinya hanya perampok biasa. Jason hanya mendongak dengan tatapan dingin ketika salah satu perampok itu mengarahkan senjata ke arahnya. Ia sama sekali tidak bergerak panik seperti tamu-tamu lain yang masih bersembunyi di balik meja dan kursi. Justru, ia menyilangkan tangan di dada, tampak santai seolah sedang menghadapi sekelompok anak kecil yang berusaha menakutinya.

Menakuti seorang Elang? Bahkan pria itu sudah pernah berhadapan dengan puluhan orang yang mau menyerangnya bersamaan. Medan perang sudah biasa baginya. Justru akan aneh kalau dia takut pada sekelompok perampok bersenjata yang bahkan tak sampai sepuluh orang.

"Turun, sekarang!" bentak perampok itu lagi.

Elang tetap tak bergerak. Bibirnya bahkan melengkung tipis, senyum mencemooh.

"Kau pikir aku akan takut dengan jumlah kalian yang tidak seberapa itu?" katanya pelan, tapi cukup jelas untuk terdengar di tengah suasana yang mencekam.

Semua orang yang sudah menunduk di dalam aula tersebut sesekali mendongakkan kepala mereka melirik ke Elang. Mereka takjub dengan sosok dokter itu. Ternyata tidak menjual tampang dan kemampuan bedah di meja operasi saja. Keberaniannya patut di puji.

Perampok yang memegang senjata tampak kesal. Ia melangkah cepat, berniat menarik kerah Jason, tetapi sebelum tangannya menyentuh jas pria itu, tiba-tiba terdengar suara keras

Dor!

Sebuah tembakan mengenai lantai di samping kaki perampok itu. Perampok itu tersentak mundur dengan wajah kaget. Begitu juga para tamu yang kembali menjerit ketakutan.

Zoey yang bersembunyi di bawah meja membelalakkan mata. Itu tadi … suara pistol tapi bukan dari para perampok. Ia melihat ke depan, ternyata Dean.

"Idiot," gumam Dean pelan.

"Kalian merampok tempat yang salah." tambahnya. Di belakangnya ada para pengawal yang mengawal ayahnya, pemilik rumah sakit ini. Ada lebih dari sepuluh. Semuanya membawa senjata tajam.

Pemimpin perampok tampak mulai menyadari kalau ada orang-orang di belakang yang melindungi Dean. Pria itu menoleh ke anak buahnya yang lain, memberi isyarat agar mereka segera bertindak. Namun, sebelum mereka sempat melakukan apa pun, suara tembakan lain kembali terdengar. Kali ini, dari arah lain ruangan.

Salah satu perampok tiba-tiba terjatuh dengan pekikan tertahan. Bahunya berdarah. Tembakan itu datang dari orang lain, anak buah ayah Dean yang berada di posisi tersembunyi.

Semua orang terdiam dalam ketegangan. Perampok-perampok itu mulai menyadari kalau mereka bukan sedang berhadapan dengan orang biasa. Salah satu dari mereka berbisik panik ke pemimpinnya,

"Bos, kita harus pergi! Anak buah pria itu mungkin lebih banyak dari jumlah kita."

Namun, sebelum mereka sempat bergerak, Elang sudah lebih dulu mengambil langkah. Ia berlari cepat, dalam sekejap melumpuhkan dua perampok terdekat dengan pukulan keras. Satu orang jatuh menghantam meja, sementara yang lain terdorong ke belakang hingga menabrak tamu lain.

Di tengah kekacauan itu, Audrey tampak pucat. Ia tidak pernah menduga akan berada dalam situasi seperti ini. Namun, matanya tidak bisa lepas dari Elang yang tampak gagah di depan sana. Dia bangga.

Di sisi lain, Zoey masih setia bersembunyi di bawah kolong meja, tapi tiba-tiba seorang tamu laki-laki menariknya keluar untuk merampas tempatnya yang punya posisi sempurna untuk bersembunyi itu. Zoey kaget.

"Keluar, sialan! Ini tempatku!" Kata pria itu.

"Tapi ..."

Pria itu mendorong Zoey kencang hingga gadis itu menabrak salah satu dari penjahat.

"Ja-lang sialan!

Plakkk!"

Laki-laki itu emosi lalu mendorong Zoey dengan kuat hingga gadis itu termundur jauh dan tubuhnya menabrak dinding dengan kuat.

Sakit? Tentu saja sakit.

Semua orang menatap ke arah mereka, termasuk Elang. Ia melihat dengan jelas bagaimana Zoey diperlakukan dengan kasar.

Brengsek.

Dengan emosi yang memuncak Elang berlari secepat kilat dan meninju laki-laki yang menyakiti Zoey.

Elang menghantam perampok itu dengan pukulan keras ke rahangnya, membuat pria itu terhuyung ke belakang sebelum terjatuh tak sadarkan diri. Nafas Elang memburu, matanya gelap dipenuhi amarah. Dia menoleh ke arah Zoey yang masih terduduk di lantai, tubuh mungilnya bergetar menahan sakit akibat benturan keras tadi.

Melihat gadis itu kesakitan seperti itu membuat darah Elang mendidih. Ia kembali menatap laki-laki tadi dengan tatapan membunuh. Sementara itu, pemimpin perampok mulai kehilangan kendali atas situasi.

"Brengsek! Habisi mereka semua!" teriaknya, membuat anak buahnya yang tersisa bersiap menembak.

Namun, sebelum mereka sempat menarik pelatuk, suara lain tiba-tiba menggema di dalam ruangan.

"Turunkan senjata kalian, kami polisi!"

Puluhan petugas keamanan dan polisi bersenjata lengkap menyerbu masuk. Dean telah berhasil menghubungi pihak berwenang tadi, saat ada kesempatan. Para perampok panik, beberapa mencoba melarikan diri, tetapi mereka langsung dikepung dan dipaksa menyerah.

Di tengah keributan itu, Elang kembali fokus pada Zoey. Ia berjalan mendekat, lalu berjongkok di depannya.

"Bisa berdiri?" tanyanya dengan nada yang sangat lembut.

Zoey meringis, tetapi tetap mencoba berdiri. Pandangannya sibuk melihat ke arah orang-orang yang masih syok.

Elang menatapnya lama, lalu tanpa peringatan, ia menyampirkan jasnya di bahu gadis itu lalu menatap ke arah meja tempat Zoey bersembunyi tadi.

"Tunggu di sini sebentar," ucapnya, kemudian berjalan ke arah laki-laki yang tadi merampas tempat Zoey.

Laki-laki itu menatap Elang sombong. Dia adalah salah satu tamu ayahnya Dean, bukan staf atau pun dokter di rumah ini.

"Kenapa melihatku seperti itu, brengsek. Kau tidak tahu siapa aku?"

Elang tidak bicara sepatah katapun, namun tangannya tiba-tiba sudah melayang ke wajah laki-laki itu, kuat sekali, hingga laki-laki itu langsung pingsan hanya dalam sekali tonjok.

Zoey dan orang-orang yang melihat kaget. Terutama Audrey. Wanita itu merasa kesal karena ia tahu apa alasan Elang memukuli pria itu. Terutama saat melihat pria yang dia sukai itu bersikap peduli pada si dokter residen. Berbeda dengan Dean yang tertawa di tempatnya berdiri. Ini pertama kalinya dia melihat Elang lepas kendali.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Geger otak ringan

    Saat melewati koridor rumah sakit, beberapa perawat yang sedang bertugas langsung terkejut melihat Elang yang sedang berlari dengan membawa seorang perempuan di dalam pelukannya. Mereka segera menyediakan kursi roda dan membuka jalan menuju bagian IGD. "Siapkan ruang pemeriksaan segera! Dia mengalami benturan kepala dan kemungkinan gegar otak ringan," teriak Elang dengan suara yang jelas dan tegas, menunjukkan sisi profesionalnya yang tak tertandingi. Para perawat langsung bergerak cepat, mengikuti setiap instruksi dokter yang terkenal tegas dan profesional tersebut. Begitu sampai di IGD, Elang dengan hati-hati menempatkan Zoey di atas ranjang pemeriksaan. Hati-hati sekali. Tangan-tangan terampilnya mulai memeriksa kondisi gadis itu dengan seksama, mulai dari memeriksa luka di bagian belakang kepala hingga memeriksa fungsi sarafnya. Beberapa perawat membantu mengambil alat-alat yang dibutuhkan, sementara Dean sudah berdiri di pojok ruangan dengan raut wajah yang masih bingung.

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Zoey pingsan

    Setelah aksinya memukuli laki-laki brengsek yang merampas tempat Zoey, Elang kembali ke Zoey yang masih menatapnya dengan ekspresi kaget. Ia sama sekali tidak menyangka laki-laki itu akan melakukan tindakan tadi. Pria tadi sampai pingsan. Matanya masih tidak berkedip ketika sang dokter tampan membungkuk di depannya. Wajahnya tepat datar dan aura dinginnya mendominasi. Para tamu lain sudah keluar aula, banyak yang masih syok tapi ada juga yang lebih syok melihat aksi dokter Elang memukuli seorang tamu laki-laki demi membela perempuan. Dan perempuan itu malah dokter residen yang namanya sudah jelek di rumah sakit ini. Lutut kiri Elang bertumpu di lantai. Pandangannya lurus ke depan, menatap Zoey. "Kau bisa berdiri sendiri?"Zoey belum menjawab. Masih syok dan kaget dengan apa yang baru saja terjadi. Entahlah. "Hey," Laki-laki di depannya kembali bicara. Zoey bergeming lalu berusaha berdiri sendiri namun tubuhnya hampir limbung. Elang refleks menangkap tubuh perempuan itu. Lagi-la

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Kemarahan Elang

    Salah satu pria yang tampaknya pemimpin kelompok itu, melangkah maju. Dengan suara lantang dia berteriak, "SEMUANYA TETAP DIAM DI TEMPAT! JIKA ADA YANG MENCOBA BERTINDAK BODOH, KAMI TIDAK SEGAN-SEGAN MENEMBAK!"DOR!Satu tembakan lagi tembak ke langit-langit aula. Orang-orang makin panik. Elang yang kini berada di sudut lain ruangan itu tetap tenang meski ekspresinya serius. Ia sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini, saat dulu dia ikut sekolah militer. Dia pernah sekolah militer dua tahun, tentu berhadapan dengan pistol dan orang-orang jahat itu bukan hal yang biasa. Matanya kembali melirik ke meja tempat Zoey berada. Dia harus melindungi gadis itu. "KAU! MERUNDUK BRENGSEK!"Orang-orang di depan sana menunjuknya dan berteriak kasar. Ah, sepertinya hanya perampok biasa. Jason hanya mendongak dengan tatapan dingin ketika salah satu perampok itu mengarahkan senjata ke arahnya. Ia sama sekali tidak bergerak panik seperti tamu-tamu lain yang masih bersembunyi di balik meja dan k

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Jangan takut

    Pesta terus berlanjut. Ketua rumah sakit, alias ayahnya dokter Dean sedang berpidato di depan. Semua orang menatapnya serius. Zoey memilih berdiri di bagian paling belakang yang tidak terlihat oleh siapa pun. Terakhir kali ia menghadiri pesta seperti ini waktu jaman kuliah. Sesekali pandangannya akan mencuri-curi pandang ke depan, ke tempat dokter Elang berdiri bersama dokter Dean dan Audrey. Si paling populer bahkan saat mereka di kampus. Saat pertama kali Zoey menjadi mahasiswi, ia masih sempat melihat orang-orang itu. Walau waktunya tidak lama karena mereka adalah mahasiswa pascasarjana yang sebentar lagi selesai. Zoey masih ingat dengan jelas bagaimana suasana kampus saat itu. Nama Elang Nugraha, Dean, dan Audrey hampir selalu jadi bahan pembicaraan. Bukan hanya karena mereka pintar, tapi juga karena pengaruh, prestasi, dan … kehidupan mereka yang terlihat begitu sempurna.Sedangkan Zoey?Ia hanya mahasiswi biasa yang lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan daripada di

  • RAHASIA DOKTER ELANG   Aula pesta

    Elite Medical Hospital. Seorang laki-laki tampan dengan kharisma yang membuat banyak perempuan tergila-gila itu masuk ke dalam aula pesta. Ia mengenakan kemeja yang dipadukan dengan jas dokter miliknya. Semua dokter dan staf tidak diijinkan berdandan ala pesta karena setelah itu mereka masih lanjut kerja menghadapi pasien. Paling-paling yang datang dengan dandanan pesta hanyalah para tamu undangan. Meski begitu laki-laki tersebut tampak begitu rapi dan menawan. Ruangan yang ia masuki adalah aula khusus yang di buat untuk penyelenggaraan acara seperti pesta ulang tahun, penyambutan dan lain-lain. Aula tersebut di dirikan dengan ukuran yang terbilang sangat besar, bahkan bisa menampung lima ribu orang di dalamnya. Rumah sakit ini milik keluarga sahabatnya, Dean. Memang rumah sakit mewah yang terbilang sangat lengkap. Fasilitasnya tidak main-main. Tapi tentu saja, menyelamatkan pasien adalah nomor satu. Lampu-lampu kristal bergemerlapan, meja-meja bundar di tata rapi dengan deko

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status