Share

Bab 6

Author: Sangkarachan
last update publish date: 2025-12-25 18:30:24

Setelah kepergian Farhan, Pedro melempar beberapa barang yang ada di dekatnya. Farhan membuat Pedro semakin marah apalagi Zello sudah membunuh orang suruhannya. Pedro kira jika dia memberi umpan seorang wanita, Zello bisa di setirnya seperti biasa. Tapi ternyata semua di luar dugaannya.

"Aku nggak tahu kalau ternyata Zello bisa melakukan nya di depan banyak orang. Jika sudah begini aku harus lebih hati hati lagi. Dia pasti akan mengawasi ku setelah ini!"

#

Farhan sudah kembali ke kediamannya, dia berkali kali menghembuskan napas panjang karena lelah jika harus melawan Pedro terus terusan.

"Zello, siapa wanita yang kamu bawa pulang ke rumah? Jangan macam macam dengan anak orang."

Farhan menghubungi Zello untuk memastikan laporan anak buahnya tenang wanita yang bersama Zello.

"Calon menantu papa!" jawab Zello dari seberang telfon.

Byur.....

Uhuk ...

Farhan tersedak minumannya yang membuat sang istri menatap Farhan bingung. Farhan yang merasa istrinya penasaran meloudspeker ponselnya agar dia juga bisa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Zello.

"Zello jangan bercanda, kamu bahkan nggak punya kekasih. Bagaimana bisa dia jadi calon menantu papa?"

"Papa pernah muda kan?" tanya Zello santai.

Farhan dan istirnya saling pandang, lalu mata mereka membelalak.

"Zello jangan gila kamu, bisa bisanya anak orang di ajakin tidur tapi nggak di nikahi!!" teriak mamanya frustasi.

Zello menjauhkan ponselnya dari dekat telinganya. Dia mengambil napas panjang lalu menghembuskan nya pelan.

"Lagi di usahakan, ya udah pa Zello tutup dulu telfonnya. Zello mau urus kucing Zello dulu!"

Zello mematikan sambungan telfon itu sepihak. Sedangkan kedua orang tuanya saling pandang melongo. Bagaimana tidak, belum reda rasa kaget mereka tentang Zello dan seorang wanita yang belum mereka ketahui. Seorang di tambah dengan Zello yang pelihara seekor kucing.

Farhan memijat pangkal hidung nya yang terasa berdenyut.

Dia sudah pusing dengan Zello yang membunuh calon sekertaris nya, serang Zello mengajak seorang perempuan untuk menikah.

#

Zello mendengus kesal karena ternyata Farhan sudah mencari informasi soal pergerakannya.

Saat ini Sheza tak ada dirumah karena dia ada pemotretan mendadak.

Sejak dalam perjalanan, dia tak fokus karena kata kata terakhir Zello yang mengajaknya menikah.

Beruntung ponsel Zello berbunyi sehingga dia bisa kabur dari hadapan Zello.

"Nona kenapa melamun terus? Ada masalah dengan tuan?"

Sheza menggeleng lemah, dia menghela napas panjang memikirkan nasibnya sendiri.

Raka yang saat ini ditugaskan menjadi sopir pribadi Sheza sebenarnya sudah tahu jika Sheza baru saja berdebat dengan Zello.

Sheza turun dari dalam mobil, tapi Raka sempat tertegun saat melihat ekspresi wajah Sheza yang cepat sekali berubah.

"Benar kata tuan, nona Sheza benar benar tak bisa di tebak. Lihat aja, tadi wajahnya lesu karena tuan mengajaknya menikah mendadak. Tapi sekarang wajahnya seram sama seperti tuan. Pantas saja mereka berjodoh." gumam Raka.

Raka menunggu Sheza selesai pemotretan sesuai dengan perintah Zello.

Awalnya Sheza menolak, tak Zello mengancam akan menghamili Sheza saat itu juga jika sampai Sheza menolak membawa Raka bersamanya.

#

Satu orang melihat Sheza dengan wajah marah nya.

Salsa, sejak tadi mengawasi kedatangan Sheza di tempat pemotretan. Karena dia juga menjadi salah satu model pemotretan itu meksipun bukan menjadi model utama.

Salsa marah karena melihat Sheza baik baik saja. Tak ada raut wajah sedih disna. Seolah apa yang terjadi padanya kemarin bukan hal besar yang harus dia pikirkan.

Salsa berjalan menghalangi Sheza yang ingin lewat.

"Wah, masih berani muncul disini?"

Sheza yang memang dalam kondisi yang tidak baik, menatap Salsa jengah. Dia malas sekali ribut hari ini. Apalagi Raka masih menunggunya. Jika dia telat Zello benar benar akan menghukumnya. Mengingat wajah Zello yang kemarin marah saat melihat bekas tamparan di pipinya.

"Minggir!" ucap Sheza dengan suara dinginnya.

Tapi Salsa semakin membuatnya marah, karena masih terus menghalangi jalannya.

Wajah Salsa semakin terlihat meledek ke arah Sheza. Tapi kemudian Sheza mulai menyeringai, dia mendekat ke arah Salsa yang membuat Salsa tiba tiba merasa takut dengan wajah Sheza.

Sementara Sheza yang melihat raut wajah Salsa yang mulai ketakutan semakin senang, itu akan membuat hiburan sendiri untuk nya.

"Kamu nggak pengen tahu, kenapa semalam aku nggak pulang dan rencana kamu sama cowok yang kamu jebak kemarin nggak kejadian?" bisik Sheza di dekat telinga Salsa.

Mata Salsa membola, tubuhnya sempat membeku mendengar apa yang di katakan Sheza.

Saat Salsa tersadar, ternyata Sheza sudah meninggalkannya masuk ke dalam gedung untuk pemotretan.

Dari kejauhan, Raka mengawasi apa yang terjadi pada Sheza dan Salsa. Sewaktu Salsa menghalangi Sheza, Raka ingin membantu Sheza. Tapi detik berikutnya Raka bingung karena wajah Salsa terlihat syok.

Raka penasaran, tapi dia menatap kagum pada Sheza yang bisa tetap tenang dan tak memakai kekerasan pada Salsa ketika Salsa mengganggunya.

"Wah, harus laporan ini sama tuan."

Raka mengambil ponselnya dan memberi info pasa Zello yang berada di rumah sambil menunggu Sheza pulang. Entah kenapa dia lebih tenang menunggu Sheza sambil terus mengawasinya melalui Raka.

Zello yang mendapat laporan dari Raka tersenyum tipis.

Tak membalasnya dan memilih melanjutkan pekerjaannya.

"Sepertinya akU hanya perlu mendukungnya dari belakang!"

to be continued

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 69

    Gita dan Meliya benar benar langsung di skak matt oleh Raka. Tak lama Sheza keluar bersama Cila karena Cila memaksa untuk bertemu dengan mereka. "Bisa tidak, kalian tak buat keributan disini? Kurang semua yang kalian nikmati sampai kalian mengemis disini?" Gita dan Meliya sontak langsung menoleh ketika mendengar suara Cila. Meliya tentu saja geram dengan Cila karena merasa semua perkataan Cila menghina dirinya. "Cila jangan kurang ajar, kamu nggak lupa kan selama ini mama ku yang urus kamu? Kalau nggak ada mama kamu juga nggak bakal bisa hidup sampai sekarang!" "Dan kalau nggak ada aku, kalian juga gag bisa menikmati semua kemewahan itu. Meliya, aku nggak pernah lupa bagaimana kalian memukul ku dan juga menjadikan aku pembantu di rumahku sendiri. Aku nggak lupa kalau kalian bikin nenek ku meninggal karena kalian mengadu pada nenek jika aku hamil anaknya James. Aku nggak pernah lupa semua itu. Dan sekarang kalian nggak tahu malunya datang kemari minta sesuatu yang nggak ma

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 68

    Jumpa pers itu berlangsung aman dan semua memberi komentar yang baik. Hanya beberapa saja yang komentar nya sedikit tak menyenangkan. Terlebih karena sebelumnya Raka dan Cila tak terlihat pacaran tapi tiba tiba mereka menikah. "Ribet sekali karena selalu ada orang orang yang selalu berpikiran buruk tentang apa yang kita lakukan." Sheza mengeluh kesal karena banyak orang yang mempermasalahkan tentang apa yang mereka lakukan. Kenapa hal sepele saja di pertanyakan oleh mereka. Zello yang berada di sampingnya mengusap kepala Sheza lembut. "Biarkan saja jangan dipikirkan." Sheza mengambil napas panjang lalu menyandarkan kepalanya di dada Zello. Saat ini mereka sedang berkumpul dengan orang tua Raka di kediaman Farhan. Mereka akan mengadakan pesta kecil kecilan di mansion Farhan karena baik Raka dan Cila tak ingin pergi kemana mana mengingat keluarga Cila masih mencari keberadaan Cila. "Aku pikir mereka akan datang kemari mencari Cila." Zello melirik Sheza yang masi

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 67

    Raka benar benar menyembunyikan Cila dari keluarganya sampai kedua orang tuanya datang kesana untuk menikahkan Raka dan juga Cila. Keluarga Sentanu sudah menyelediki semuanya dan Cila bisa menikah tanpa di hadiri keluarganya. "Nggak sabar banget lihat mereka menikah, lagian aku ngrasa aneh kenapa Raka lama sekali menyembunyikan Cila disana. Jangan jangan udah ini mereka." bisik Sheza pada Zello. Zello menggelengkan kepalanya pelan, dia meraih pundak Sheza untuk di pelukannya. Selama seminggu ini mereka sibuk menyiapkan pernikahan Raka juga Cila. Mengatur semua keamanan agar kedua orang tua angkat Cila tak sampai tahu. Dibantu dengan pengacara kepercayaan mendiang orang tua Cila akhirnya pernikahan itu terlaksana. Dan dengan pernikahan sah itu, semua harta peninggalan kedua orang tua Cila serta kakek dan neneknya semua sah jatuh ke tangan Cila di hadapan pengacara dan notaris. Raka menggunakan kekuasaan keluarga Sentanu untuk mempermudah semuanya. Meskipun awalnya pen

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 66

    Setelah apa yang mereka lewati bersama, Raka melihat Cila yang sedang terlelap di dalam pelukannya. Dia menghubungi seseorang untuk menyiapkan pernikahannya dengan Cila. Zello juga sudah mengabari jika ayah dan ibunya juga sudah setuju. "Zello, bagaimana keluarga itu?" Raka menanyakan semua pada Zello karena saat ini gantian Zello yang membantu Raka untuk mengurus masalah keluarga Cila. "Mereka mengambil alih perusahaan yang harus nya milik Cila. Memaksa Cila menikah dengan laki laki itu agar warisannya tetap bisa di kendalikan. Dan satu lagi yang harus kamu tahu, laki laki itu sudah mempunyai anak dan istri. Tapi mereka ada diluar negeri." Mata Raka sempat membola, lalu penasaran dengan apa yang Zello temukan setelahnya. "Jadi Meliya dan kedua orang tuanya juga di bohongi?" tanya Raka lagi. "Ya, tepat sekali. Uang yang diberikan pada James kemudian lari ke tangan istri dan anak James. Dan mereka bahkan sama sama tahu dengan apa yang dilakukan James dengan Meliya." Zello

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 65

    Cila yang sudah bosan di balkon masuk ke dalam berbarengan dengan Raka yang juga ingin menghampiri nya. Tabrakan tak bisa di hindari. Duk...... "Eh ..... aw ....." Cila terkejut dan hampir terjengkang ke belakang jika Raka tak langsung menahan pinggang Cila . Pandangan mereka bertemu, Raka terpaku pada wajah mungil Cila yang sialnya membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari pada sebelumnya. Raka meneguk ludahnya kasar, pasalnya matanya tak sengaja melihat sesuatu yang membuat suhu tubuhnya meningkat. "Astaga, aku baru sadar kalau Cila memakai pakaian seperti ini!" batin Raka. "Ra-raka, bisa lepaskan aku?" tanya Cila gugup Jantungnya berdetak lebih cepat saat ini. Raka yang tersadar langsung melepaskan Cila yang sedang berada dalam pelukannya. Sialnya saat Cila ingin menjauh rambutnya tersangkut di kancing kemeja Raka. "Aw ....." Cila akhirnya mendekat kembali ke arah Raka. Di mencoba menarik rambutnya paksa tapi ternyata dia malah semakin kesakitan. "Diam C

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 64

    Cila duduk termenung di balkon apartemen Raka. Hari ini Raka mengatakan jika dia ada urusan dengan Zello di kantor. Cila dilarang keras keluar dari apartemen Raka apapun yang terjadi. Dan benar saja, ponselnya terus berbunyi dan yang menerornya adalah Meliya. Semua sumpah serapah dan makian keluar dari mulut Meliya. Cila yang sudah tak kuat memilih mematikan ponselnya dan meletakkan begitu saja ponsel itu. Meskipun Raka meninggalkan Cila sendirian di apartemen dia memantau semua yang Cila lakukan dari ponselnya yang terhubung dengan CCTV apartemennya. "Ayah dan ibumu sudah setuju tinggal kau bereskan masalah Yulia. Jangan sampai Sheza tahu jika kau masih bermasalah dengan wanita lain!" "Sepertinya telat, aku sudah mendengar semuanya." Dua orang itu langsung menoleh ketika mendengar suara seseorang dan itu adalah Sheza. Raka meneguk ludahnya kasar ketika Sheza menatap nya tajam. "Siapa Yulia, jika kamu nggak mau jujur sama aku, jangan harap aku restui kamu menikahi Cila

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 51

    Berita penangkapan Salsa dan Nana tersebar luas di media sosial. Sheza melihatnya di ruangannya. Sejak dia siuman, Sheza hanya diam saja meskipun Zello mengajaknya bicara. Moza juga baru saja kesana untuk mengantar beberapa makanan yang diminta oleh Zello. "Sayang ... kamu mau makan lagi?" She

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 49

    Salsa menggeleng keras karena melihat Nana sedang di siksa oleh Sheza. Tak hanya menampar, Sheza juga menendang Nana berkali kali. Meskipun Nana meminta ampun tapi Sheza tak melepaskan nya begitu saja. Mengingat semua yang terjadi membuatnya gelap mata. Mata Raka membola saat Sheza mengambil s

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 48

    Akhirnya identitas Raka di buka di depan Nana. Awalnya Sheza dan Raka tak ingin membuka semua itu tapi terpaksa karena mereka menuduhnya berselingkuh. Tubuh Nana ambruk ke lantai begitu juga dengan yang lainnya. Raka memang selama ini terkenal sebagai asisten Zello. Kemanapun Zello berada, sudah

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 47

    Salsa yang sudah lemas karena minuman yang di berikan Sheza mulai meracau. Wajahnya sudah pucat pasi. Kali ini Raka seperti melihat Zello dalam tubuh Sheza. Semua teman teman Salsa sudah sekarat karena semua minuman yang di cekokan kepada mereka. "Raka kirim mereka kembali ke rumah mereka. Bo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status