Share

68. RUANGAN SEMPIT

Author: Ryanty_tian
last update publish date: 2025-10-25 23:24:17

Norah tampak begitu gelisah, sejak tadi ia sudah menghubungi dan mengirim pesan pada Max tentang Athena yang dikurung di ruang bawah tanah. Namun, sampai sekarang Max belum datang juga.

Norah tak bisa mengetahui keadaan Athena karena dijaga oleh penjaga dan tak ada yang boleh masuk.

“Aku takut terjadi sesuatu pada nyonya Athena,” kata Norah menggenggam erat ponselnya.

“Kau yakin sudah mengirim pesan pada tuan Max?” Athala berkata untuk memastikan.

“Tentu saja, hanya tidak ada balasan sama s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   100. TANPA AMPUN

    Max tidak menjawab. Rosetta berjalan perlahan mendekat, seolah ingin memastikan setiap perkataannya benar-benar sampai kepada Max.“Wanita yang selama ini kau lindungi ternyata memilihku.”Tatapan Rosetta penuh kemenangan. “Dia memberikan apa yang kubutuhkan. Dia membawa informasi tentang keluargamu. Dia bahkan mengambil sesuatu yang sangat penting dari Gregory untukku.”Rosetta terkekeh. “Dan sekarang dia ada di sini.”Max tetap diam, namun tangannya semakin mengepal. Rosetta memperhatikan itu dan tersenyum puas.“Dia memang pantas ditinggalkan.”Kalimat itu membuat sorot mata Max berubah.Perlahan, Max mengangkat wajahnya. “Apa katamu?”Rosetta tidak gentar. “Athena,” ulangnya. “Kau memang pantas ditinggalkan.”Rosetta tertawa kecil.“Bukankah itu kenyataannya? Dia mengkhianatimu. Dia memilih pergi bersamaku. Bahkan ketika kau masih berusaha mempertahankannya, dia sudah merencanakan untuk meninggalkanmu.”Max menatap Rosetta tanpa berkedip. Untuk beberapa saat, tidak ada

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   99. RAUT WAJAH

    Ledakan keras terdengar dari luar. Tubuh Athena tersentak, tangannya refleks berpegangan pada sisi pintu. Getaran kecil menjalar melalui lantai, disusul suara kepanikan dari kejauhan.Athena menatap pintu dengan wajah tegang. “Rosetta...”Ia mulai menyadari ada sesuatu yang salah.Seharusnya ia sudah berada dalam perjalanan bersama Hans. Seharusnya mereka sedang bersiap meninggalkan kota dan memulai kehidupan baru. Namun kini ia justru berada di tempat yang menjadi pusat konflik keluarga Gregory.“Aku harus keluar dari sini.”Athena kembali mencoba membuka pintu. Ia tidak tahu siapa yang membawanya kemari, tetapi satu hal yang pasti... ia tidak boleh terus berada di gedung ini.Di sisi lain, Peony masih belum menemukan keberadaan Athena.Ia telah mencari ke berbagai tempat, menghubungi orang-orang yang mungkin mengetahui keberadaannya, bahkan memeriksa beberapa lokasi yang menurutnya masuk akal. Namun semuanya berakhir buntu.Peony berhenti sejenak di depan layar monitor perus

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   98. TAK SESUAI HARAPAN

    Di tengah kepanikan yang disebabkan oleh ledakan di gedung Gregory, keduanya masih berdiri berhadapan. Tidak ada yang benar-benar mundur. Rosetta masih mempertahankan keyakinannya bahwa kali ini dialah yang memegang kendali, sementara Max justru terlihat terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja mengetahui bahwa orang-orang di sekitarnya telah berbalik melawannya.Rosetta menyipitkan mata ketika Max tiba-tiba tersenyum tipis. “Bukankah lucu?” ujar Max.Rosetta tidak menjawab. Max justru melangkah sedikit ke depan. Tatapannya tajam, tetapi senyum di wajahnya seolah menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak terpengaruh oleh keadaan.“Kau yang bersalah,” lanjut Max tenang. “Tapi kau malah melampiaskan semuanya kepada orang lain.”Tawa Max terdengar di tengah suasana tegang itu. Bukan tawa bahagia, melainkan tawa yang seolah sengaja mengulur waktu. “Lucu sekali.”Wajah Rosetta langsung mengeras. “Kau akan menyesal karena itu!” serunya tegas.Max hanya mengangkat alis.Rosetta kem

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   97. MENCEKAM

    Max masih berdiri tegak di tengah aula, posturnya sama sekali tidak menunjukkan tanda terdesak. Tatapannya justru tenang, dingin, dan penuh perhitungan. Sorot mata itu membuat beberapa pemegang saham tanpa sadar menelan ludah.“Apa kau yakin stempel dan berkas itu asli?” tanya Max santai, seolah mereka sedang membicarakan kontrak kecil, bukan kepemilikan seluruh keluarga Gregory.Rosetta mendengus, dagunya terangkat penuh percaya diri. “Tentu saja. Aku tidak sebodoh itu membawa barang palsu ke hadapan semua orang.”Max terkekeh pelan. Suara tawanya pendek, namun sarat ejekan.“Kau memang licik,” ucapnya, lalu menatap Rosetta lurus-lurus, “tapi rupanya licik tidak selalu sejalan dengan cerdas.”Suasana aula langsung menegang. Beberapa orang saling berpandangan, bingung dengan perubahan arah percakapan ini.“Bermain dengan orang sepertimu,” lanjut Max dengan senyum miring, “tentu aku harus lebih licik lagi. Kau benar-benar berpikir aku akan menyimpan barang sepenting itu di rumah,

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   96. PERANG DIMULAI

    Langkah Max menggema begitu ia memasuki aula utama perusahaan Gregory. Suasana yang semula riuh mendadak menegang. Beberapa orang spontan menoleh, sebagian menahan napas, sebagian lain saling bertukar pandang. Di sisi lain ruangan, Rosetta berdiri dengan tenang, diapit beberapa pria berpakaian hitam—pengawalnya. Tak jauh darinya, beberapa pemegang saham senior terlihat berdiri di belakang Rosetta, jelas menunjukkan keberpihakan mereka.“Kau cepat sekali datang, Max,” sapa Rosetta, nada suaranya ringan, nyaris mengejek.Max melangkah maju tanpa tergesa. Wajahnya tenang, tapi rahangnya mengeras. Dadanya bergemuruh, amarah dan kecemasan berkelindan, namun ia memaksa semuanya tetap tersembunyi.“Aku sudah tahu permainan licik yang kau mainkan,” ucapnya dingin. “Sekarang katakan di mana Athena.”Rosetta tertawa kecil, seolah pertanyaan itu hanyalah lelucon. “Wah, di saat seperti ini kau malah lebih mementingkan wanita itu.” Ia memiringkan kepala, tersenyum tipis. “Hebat juga pengaruhny

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   95. KUDETA

    Athena duduk di sisi ranjang Hans, jemarinya menggenggam tangan ayahnya yang terasa lebih hangat dibanding terakhir kali ia sentuh di rumah sakit. Mereka kini berada di sebuah vila tersembunyi milik Rosetta, jauh dari kota, dikelilingi pepohonan tinggi dan penjagaan ketat. Tempat itu sunyi, terlalu sunyi, seolah dunia luar tak pernah ada.Hans masih tertidur karena efek obat penenang, napasnya teratur meski wajahnya tampak jauh lebih pucat. Athena menunduk, dahinya menyentuh punggung tangan ayahnya.“Pa… akhirnya kita lepas,” bisiknya lirih, suaranya bergetar. “Kali ini Max tidak akan bisa menemukan kita.”Janji Rosetta ternyata bukan omong kosong. Hans benar-benar dibawa pergi, dijauhkan dari jangkauan Max. Dan kesadaran itu membuat dada Athena terasa sesak antara lega, bersalah, dan hancur bersamaan.Ketukan pelan terdengar di pintu.Athena menoleh. Pintu terbuka perlahan dan Athala masuk dengan langkah tenang, wajahnya tetap datar seperti biasa.“Nyonya Rosetta menunggumu,” u

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   28. DUA SINGA BUAS

    Max yang sejak tadi sibuk berbincang dengan para tamu mendadak merasa gelisah. Tatapan tajamnya menyapu setiap sudut ruangan yang penuh gemerlap cahaya, dari meja hidangan, kerumunan tamu dengan gelas anggur di tangan, hingga ke panggung orkestra. Namun sosok yang ia cari tak juga ditemukan.Athen

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   27. SEPAKAT

    Athena hanya tersenyum. “Maaf, hadiahku tidak begitu berguna untuk Nenek. Aku hanya membawa doa semoga Nenek Daisy selalu sehat dan panjang umur, sehingga bisa menggendong cicitnya kelak.” “Dan lagi sudah tahu aku tidak membawa apa-apa masih saja bertanya, orang bodoh mana juga sudah tahu hal itu

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   26. TEMBOK TINGGI

    Peony mengangguk dengan serius, senyumnya kembali mengembang. “Bersikaplah seperti saat kita pertama kali bertemu. Kau baik sekali waktu itu.”Athena dan Peony terjebak dalam tatapan lama. Ada sesuatu di balik mata gadis itu seperti campuran manja, lugu, tapi juga misterius. Athena tidak bisa memba

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   25. ISTRI SIMPANAN

    “Kau mengenalnya?” Max menatap Peony lebih dulu, baru Athena.Peony segera buka suara sebelum Athena, bisa gawat kalau kakaknya tahu kalau dia membuat masalah di luar sana. “Tidak, hanya terlihat familiar saja,” sahutnya tertawa.Athena hanya menaikkan alisnya atas jawaban Peony, tapi dia tak men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status