Home / Romansa / Rahasia CEO Dingin / Bab 4. Gosip Kantor

Share

Bab 4. Gosip Kantor

Author: nurulfitria_
last update publish date: 2023-03-05 11:14:33

Setelah rapat selesai, Rara segera mengajak Kiran kembali ke lantai tempat mereka bekerja, dan mengarahkan Kiran untuk duduk di meja kosong di sampingnya.

"Mulai saat ini kita satu tim dan ini tempat duduk kamu," kata Rara sambil menunjukkan meja kosong sebelah mejanya.

"Makasih," balas Kiran singkat sambil menaruh tas kerjanya di meja dan menyalakan komputer di depannya.

"Aku mau ngasih tau sesuatu ke kamu biar nggak patah hati lebih dalam," kata Rara sambil menatap serius pada Kiran.

"Aku perhatiin saat di aula kamu liatin Tuan Rayhan terus. Kamu nggak bisa jatuh hati ke beliau, kita udah beda kasta. Selain itu, kamu tau kan wanita yang duduk di sebelah Tuan Rayhan tadi?" lanjut Rara penuh peringatan.

Kiran menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Rara tanpa suara karena terlalu fokus dengan cerita Rara. Dia sangat penasaaran dengan cerita tentang Rayhan terutama tentang anaknya. Kiran sendiri merasa bingung kenapa dia tiba-tiba tertarik dengan kehidupan orang lain.

"Itu Nona Erina, sekretaris pribadi sekaligus kekasih dari Tuan Rayhan. Terus kamu inget nggak satu-satunya wanita yang tadi presentasi di depan yang memakai pakain seksi warna merah?" tanya Rara lagi dengan wajah lebih serius.

Kepala Kiran kembali mengangguk dengan sedikit lebih bersemangat karena semakin penasaran dengan cerita Rara.

"Itu Nona Denna tunangan Tuan Rayhan sekaligus manager penjualan perusahaan Bintara ini. Di satu sisi cantik, baik dan lemah lembut sedangkan di sisi lainnya cantik, seksi, dan tegas. Kamu nggak bakalan bisa bersaing dengan mereka." kata Rara memberi penjelasan pada Kiran karena tidak ingin Kiran sama seperti rekan-rekannya yang lain patah hati dan meninggalkan perusahaan ini.

"Terus anak yang kamu maksud tadi apa?" tanya Kiran dengan bersemangat karena kembali teringat dengan 2 anak kembar yang dia temui kemarin.

"Tuan Rayhan mempunyai 2 anak kembar tapi sampai selama ini tidak diketahui siapa ibunya. Kalo bukan karena tes DNA yang menunjukkan bahwa mereka adalah anak kandung dari Tuan Rayhan mungkin mereka berdua bakalan di tinggal di panti asuhan." lanjut Rara menceritakan semua yang dia ketahui.

"Bagaimana bisa?" tanya Kiran semakin penasaran dengan identitas 2 anak kembar tersebut.

Perasaannya mengatakan bahwa dia mengenal 2 anak kember itu tapi dalam hidupnya dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan mereka. Kepalanya menjadi sakit saat teringat dengan wajah Si Kembar.

"Tuan Rayhan merasa tidak pernah melakukan hubungan suami istri jadi mana mungkin tiba-tiba mempunyai 2 anak kembar. Selain itu, Tuan dan Nyonya Bintara juga tidak mengakui cucu mereka itu. Mereka berdua juga tidak mengakui Nona Erina oleh karena itu mereka memaksa Tuan Rayhan untuk bertunangan dengan Nona Denna," kata Rara mengakhiri penjelasannya.

"Bagaimana nasib 2 anak tersebut? Apakah Tuan Rayhan menyayangi mereka berdua?" tanya Kiran yang saat ini lebih tertarik dengan kisah Si Kembar.

Kiran merasa kasihan setelah mendengar bahwa kehadiran Si Kembar tidak diharapkan dalam keluarga Bintara. Perasaan ingin memeluk dan memiliki kedua anak itu tumbuh dengan cepat dihati Kiran tanpa tahu penyebabnya.

"Kurasa tidak. Tuan Rayhan selalu menyuruh Pak Aldi asisten pribadinya untuk mengurusi anak-anaknya. Kabarnya beliau hanya memenuhi kebutuhan finansial mereka berdua tanpa melimpahkan sedikit pun kasih sayang kepada Si Kembar," jawab Rara.

Perasaan cemas, kecewa, dan marah menyelimuti pemikiran Kiran saat mendengar bahwa Si Kembar tidak mendapatkan kasih sayang sedikit pun dari ayahnya. Tanpa terasa air mata jatuh di kedua pipi Kiran. Saat akan bertanya lebih lanjut, Kiran dipanggil oleh Pak Hendra untuk memberi pekerjaan pertamanya.

*****

Sedangkan di tempat lain, Aldi sedang menemani Si Kembar di kantin perusahaan menunggu Kiran istirahat. Sejak ada Si Kembar, Aldi beralih profesi dari asisten pribadi menjadi baby sitter yang selalu siap sedia 24 jam.

Saat pertama melakukan tugasnya, Aldi merasa terhina dan keberatan tapi setelah mengetahui kehidupan pribadi Si Kembar dia begitu mengagumi Si Kembar. Tanpa kasih sayang kedua orang tua mereka berdua bisa tumbuh dengan baik, dan memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi.

Terkadang Aldi juga tidak mengerti bagaimana bisa anak kecil seperti mereka memiliki ide gila yang membuat orang dewasa geleng-geleng kepala. Si Kembar pernah membantu Aldi untuk bernegosiasi dengan klien yang sangat sulit untuk ditangani, tapi hanya dengan beberapa kata dari Si Kembar klien tersebut langsung menandatangi kontrak perjanjian kerjasama mereka.

"Om, kenapa Mommy tidak keluar-keluar? kita capek menunggunya," kata Zayyan menyadarkan Aldi dari lamunannya.

"Apa kita perlu menyusulnya ke ruangannya Om?" tambah Zahran yang juga tidak sabar untuk bertemu dengan Kiran.

"Tunggu aja, Kalo kalian berdua kesana malah membuat Mommy kalian takut dan kabur," jawab Aldi santai mencegah Si Kembar untuk berbuat ulah lagi.

Zayyan dan Zahran kembali duduk dengan tenang sambil minum coklat panas di depannya, mereka dengan sabar menunggu Kiran karena tidak ingin membuat Kiran takut dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 23. Keras Kepala

    Rara dan Dina terlihat begitu serius menyelesaikan tumpukan dokumen dengan raut wajah kesal. Mereka berdua sama sekali tidak mempedulikan keberadaan Kiran, hal itu membuat Kiran merasa bersalah."Maafkan aku! Aku tidak seharusnya mengatakan hal itu," kata Kiran mencoba untuk minta maaf pada Rara dan Dina, "A-aku hanya..., maksudku aku mungkin terlalu lelah dengan semua dokumen ini!"Namun Rara dan Dina sama sekali tidak menolehkan kepalanya ke arah Kiran. Kiran menggigit bibirnya sebelum duduk di meja kerjanya. Dia bisa saja berjalan pergi tanpa menyelesaikan pekerjaannya, namun dia tidak bisa meninggalkan Rara dan Dina yang sudah menemaninya sejak pertama bekerja di sini.Kiran dapat melihat Rayhan berdiri di sudut pintu keluar dengan senyuman lebar penuh kemenangan. Rayhan ingin Kiran merasakan sendiri jika dunia tidak berputar hanya di sekelilingnya. Ada aturan tak tertulis yang harus dijalani oleh setiap orang.Waktu berjalan begitu cepat sampai tak terasa jam sudah menunjukkan ja

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 22. Lembur

    "Laki-laki sialan itu benar-benar menyebalkan!" maki Kiran saat duduk di meja kerjanya."Siapa?" tanya Rara penasaran melihat Kiran marah, "Bukankah Nona Denna perempuan?""Bukan Nona Denna," balas Kiran tak tahu harus mengatakan apa, "Pokoknya aku tidak membiarkan anak-anakku bersikap seperti laki-laki itu!""Kamu punya anak?" seru Rara semakin bingung dengan apa yang dikatakan Kiran.Kiran menepuk dahinya sendiri karena hampir mengatakan bahwa Zayyan dan Zahran adalah anaknya. Dia harus menyembunyikan identitas mereka berdua demi keselamatan Si Kember. Meski awalnya Zayyan dan Zahran tidak setuju namun pada akhirnya mereka memenuhi permintaan Kiran."Maksudku saat nanti aku punya anak," kata Kiran tak ingin Rara curiga, "Aku akan mendidik anak-anakku untuk bisa menghormati orang lain,"Sebelum Rara dapat berkata lebih banyak lagi, Dina menaruh tumpukan dokumen di meja kerja Kiran dan Rara sambil menghela napas kasar, "Pak Hendra meminta kita untuk menyelesaikan semua ini hati ini!"

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 21. Penurut?

    "Apa Mommy baik-baik saja?" tanya Zayyan terlihat begitu khawatir."Perempuan itu licik, aku tidak ingin Mommy terluka," tambah Zahran tak kalah khawatir dari saudara kembarnya.Kiran tersenyum tipis melihat tingkah kedua anak kembarnya. Baru kali ini ada yang mengkhawatirkannya seperti ini. Hal itu tentu membuat hati Kiran menghangat setelah apa yang dia lalui beberapa tahun ini."Apa kalian lupa jika aku Mommy kalian? Tidak ada yang bisa membuat Mommy takut!" jawab Kiran sambil merentangkan kedua lengannya untuk memeluk Si Kembar.Senyuman lebar menghiasi wajah Zahran dan Zayyan sebelum berlari ke pelukan Kiran. Tanpa mereka sadari Rayhan melihat semua kejadian itu, dia segera berlari mencari keberadaan Kiran dan kedua anaknya setelah Aldi mengatakan jika Denna menemui Kiran.Di belakang Rayhan, Erina mencoba untuk mengatur napasnya setelah berlari-lari kecil menyusul Rayhan yang tiba-tiba keluar dari ruang rapat. Namun dia sama sekali tidak menyangka jika Rayhan melakukan semua itu

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 20. Anak-anak Cerdas

    Rekan-rekan kerja Kiran sama sekali tidak mengira jika mereka bisa berbicara santai dan bercanda bersama dengan Zahran dan Zayyan. Selama ini kedua anak itu terkenal nakal sampai banyak karyawan menghindari mereka berdua."Aku tidak mengerti kenapa anak-anak kecil itu tidak bisa menyelesaikan soal yang mudah," kata Zahran dengan raut wajah begitu serius."Mereka tidak tahu jawaban dari 427 ditambah 84," sahut Zayyan mendukung perkataan Zahran."Memangnya kamu tahu jawabannya? Berapa?" goda Rara sambil menahan tawa."511!" jawab Si Kembar hampir bersamaan."Kalau 351 dikurangi 37?""314...,"Berbagai pertanyaan dilemparkan oleh Rara dan rekan-rekan kerjanya yang lain. Mereka semua begitu tertarik untuk mengetahui kemampuan dari anak CEO perusahaan Bintara.Senyuman tipis menghiasi wajah Kiran saat Si Kembar selalu bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh rekan-rekan kerjanya. Rasa bangga menyelimuti hati dan perasaan Kiran karena Zahran dan Zayyan bisa tumbuh dengan begitu baik di t

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 19. Identitas

    "Kenapa diam? Bukankah ada yang ingin kamu katakan?" tanya Rayhan sambil menatap tajam Denna."Ti-tidak...," jawab Denna mencoba untuk tetap tenang, "A-aku hanya ingin memastikan kabar yang aku dengar,""Katakan pada orang yang mengatakan hal itu untuk berpikir ulang jika ingin terus hidup tenang," kata Rayhan santai namun penuh peringatan.Erina yang berdiri di belakang Denna perlahan mengangkat kepala untuk melihat raut wajah Rayhan. Dia menelan ludah beberapa kali saat matanya bertemu dengan mata hitam Rayhan. Ada sorot kekecewaan yang membuat dada Erina terasa sesak."Say-sayang aku ha-hanya...," Erina tak menemukan kata yang tepat untuk menjelaskan pada Rayhan, "Mak-maksudku, aku merasa...,""Aku tahu, kamu tidak perlu menjelaskan padaku," potong Rayhan sambil menghela napas perlahan, "Aku akan memberimu penjelasan setelah ini,""Aku salah, seharusnya aku tidak langsung mempercayai kabar yang aku dapatkan," kata Erina pelan marasa bersalah."Jangan munafik!" bentak Denna tak taha

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 18. Mata-Mata

    "Apa aku harus berada di sekolah sampai jam sekolah berakhir?" tanya Zayyan dengan nada merajuk."Tentu saja," jawab Kiran singkat sambil mengambil tas Zayyan dan Zahran."Pasti akan sangat membosankan," sahut Zahran sambil menghela napas sedikit keras.Kiran mencubit pipi Zahran untuk kesekian kalinya dengan gemas. Dia sama sekali tidak mengerti jalan pikiran kedua anaknya itu. Seharusnya mereka akan senang saat bertemu dengan teman-teman seumuran mereka."Bermainlah dengan teman-teman yang lain. Jangan sampai membuat mereka menangis!" pesan Kiran sebelum Si Kembar melangkah masuk gerbang sekolah."Jangan lupa makan bekal yang sudah Mommy buat!" tambah Kiran sedikit keras dengan raut wajah terlihat sedikit khawatir."Nyonya, tenanglah. Mereka akan baik-baik saja," kata Aldi sambil tersenyum tipis melihat kekhawatiran Kiran."Aku tahu," jawab Kiran, "Aku mengkhawatirkan guru dan teman-teman sekelas mereka,""Dan jangan pernah panggil aku 'Nyonya'!" tambah Kiran penuh peringatan.Aldi

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 5. Pertemuan Kedua

    Setelah menunggu sekian lama, Si Kembar akhirnya melihat Kiran berjalan bersama pegawai lainnya menuju kantin tempat mereka duduk saat ini. Senyuman lebar menghisai bibir Si Kembar, mereka berdua segera bangkit dari tempat duduknya dan bermaksud berlari menuju Kiran."Kalo kalian berlari seperti it

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 3. Suasana Baru, Aturan Baru

    Kiran melangkah penuh percaya diri diiringin dengan senyuman ramah masuk ke dalam perusahaan Bintara. Tak lupa Kiran menyapa satpam dan resepsionis yang berjaga di lobby perusahaan Bintara dengan sopan. Dia juga antri di depan lift bersama karyawan lainnya dengan hati yang berdebar-debar. Saat Lift

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 2. Zahran dan Zayyan

    "Kita nggak akan pernah memaafkan Om Aldi karena menjauhkan kita dari Mommy!" teriak Zayyan sambil menatap Aldi dengan kesal."Kalian jangan menambah wanita di sekitar Daddy kalian!" kata Aldi sambil memijat kepalanya yang terasa pusing memikirkan ulah Si Kembar."Kita nggak nambah wanita di sekita

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 1. Mommy!

    Hari ini merupakan hari pertama Kiran bekerja di perusahaan pusat, setelah sebelumnya dia bekerja hampir 3 tahun di perusahaan cabang yang ada di kota Y. Baju kerja berwarna biru gelap dan riasan tipis menambah kesan profesional Kiran dalam bekerja.Kiran menenangkan detak jantungnya saat berada di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status