Home / Rumah Tangga / Rahasia Cece / Bab 110. Sebuah Rencana

Share

Bab 110. Sebuah Rencana

Author: Wening
last update publish date: 2026-10-28 17:05:08

Mama kandung, meninggalkan aku dan dibenci Papa sampai mendengar namanya saja tak sudi.

Mama Reva, ibu tiri dan istri papa, bersedih berkepanjangan karena kehilangan putri kandungnya.

Bi Rubi, rela hidup pontang panting mengasuh banyak anak orang, demi putranya sendiri tanpa seorang lelaki di sampingnya.

Nenek Lian, bahkan ta

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rahasia Cece   Bab 139. Persaingan Philip Dan Ranto

    Sepasang sejoli makan dengan diam tetapi mata mereka sesekali bertabrakan dan saling menghindar kemudian.Karlina dan Philip saat ini sedang dalam mode dingin. Pasalnya gadis yang dipuja terang-terangan mengatakan tak ada hubungan lebih. Itu menyakitkan hati Philip yang terlanjur berharap.“Jadi apa maksudnya kita tak memiliki ‘hubungan seperti itu’ di kata-katamu tadi?”“Memangnya kita punya hubungan seperti apa?” tanya Karlina dengan wajah bingung.Philip sangat gemas melihat ekspresi gadis yang sungguh disukainya itu. Harapan yang terlanjur besar serasa terhempas dan tercabut sebelum berkembang sempurna. Philip mengira perasaannya terbalaskan karena Karlina tak pernah menolak perhatian yang dia curahkan. Hanya saja pernyataan tadi sungguh diluar dugaan. Apa lagi terjadi di depan Ranto yang notabene adalah saingan dalam memperebutkan cintanya.“Aku kira kau bisa menerimaku dengan kedekatan kita selama ini,” kata Philip dengan bahu yang jatuh.“Apa saya membuat Ko Philip salah paham

  • Rahasia Cece   Bab 138. Dia Hanya Alat Balas dendam

    “Sudah, sudah.Kenapa kalian malah berantem?”“Siapa yang berantem!?” kata Ranto dan Philip serentak.Suasana menjadi tak enak bagi Karlina tapi justru itu adalah hiburan bagi Mahdi.“Hem kisah kalian sungguh rumit. Ayo fokus. Kita tak akan selesai meski seharian di sini kalau kalian malah keluar tema terus.”Semua orang kembali fokus menatap orang yang lebih tua di antara mereka. Karlina, Ranto dan Philip memang tampak seusia hanya berbeda satu dua tahun dan Mahdi mungkin di atas mereka sekitar lima tahunan. Secara fisik tak tampak benar perbedaan itu hanya secara tindakan dan ucapan seorang Mahdi yang cakap dan tegas sebagai pemimpin membuatnya terlihat lebih matang.“Jadi apa yang kau miliki tentang Rosi dan keluarganya?” Tatapan Mahdi mengarah pada putra Tuan Hong.“Dia hidup berdua saja dengan ibunya. Data dari orang yang wa suruh selidiki, hidupnya dapat dikatakan keras sejak kecil.”“Jadi tak ada sosok ayah?”“Tidak ada. Nyonya Lin sendiri hanya pekerja serabutan. Anaknya nyari

  • Rahasia Cece   Bab 137. Bersaing Secara Adil

    Tiga orang yang menghadap ke meja yang sama itu tak saling bicara dalam beberapa menit.Mereka hanya saling tatap dengan suasana canggung. Semua dipicu oleh telepon yang masuk ke ponsel Karlina dari seseorang. Nama kontak ‘Koko Ganteng’ menari di layar yang tergeletak di meja.Tiga pasang mata itu, semua melihatnya dengan berbagai reaksi.“Jadi mau lanjut apa tidak? Saya balik ke kantor kalau sudah selesai.” kata Karlina dengan wajah malas.Dirinya tahu, pasti semua diam karena telepon Ko Philip. Apa yang salah? Menyadari pikirannya, Karlina jadi memegang pipinya yang memerah. Sementara dua pria di depannya ada yang membuang muka dan yang lain menyibukkan diri dengan ponsel di tangan dan kembali pada mode datar.“Ahem,” Mahdi berdehem untuk menetralkan suasana.“Jadi Nyonya Lin yang kau sebutkan, punya anak berapa? Apa tinggal bersama suaminya maksudku apa Rosi punya ayah di sisi Nyonya Lin?”“Setahu saya Ce Rosi hanya memiliki ibu yang tinggal sendirian di rumah ditemani seor

  • Rahasia Cece   Bab 136. Mereka Mendekat Karena Kepentingan

    Lobi kantor masih sepi ketika Karlina melintasinya berjalan menyusuri lorong menuju loker penyimpanan. Tanpa disadari sepasang mata mengawasi dan mengikuti langkahnya menuju area yang cukup rawan karena sepi, belum banyak warga kantor yang datang untuk memulai aktifitas pagi ini.Merasa ada yang mengikuti sinyal bahaya di kepala Karlina menyala. Langkahnya dipercepat sambil menengok kanan dan kiri yang terlihat lengang. Dirinya memang berangkat lebih pagi karena akan menemui seseorang yang akan membantunya mendapatkan mimpinya di masa depan. Rina ingin melanjutkan sekolahnya.Karlina mempercepat langkah untuk segera meninggalkan area loker yang merupakan lorong-lorong serupa labirin. Suara sepatu beradu dengan lantai terdengar jelas membuat jantung Karlina ikut berdetak semakin kencang.“Ada banyak CCTV di setiap sudut aku akan baik-baik saja,” gumamnya untuk menenangkan diri.Satu dua orang mulai terlihat melintas membuat Karlina semakin bisa menguasai diri. Beberapa tekanan terakh

  • Rahasia Cece   Bab 135. Dia Mudah Di Sukai

    “Pesanlah apa saja yang kalian mau,” kata Mahdi sembari mengempaskan diri di sebuah kursi.“Saya tidak lapar. Kalau boleh, minum saja,” kata Karlina dengan sungkan. “Pesanlah minum dan beberapa camilan,” perintahnya yang diangguki oleh asistennya itu. “Seberapa banyak kau mengenal keluarga kami?” tanya Mahdi sambil mentap intens pada gadis di depannya. Ditatap sedemikian rupa membuat Karlina menjadi canggung. Pipinya telah bersemu merah. Sebagai gadis desa yang masih lugu dan dari lingkup keluarga yang cukup religius , Karlina tidak terbiasa berinteraksi dengan lawan jenis dengan posisi yang terlalu dekat seperti sekarang. Tempat duduk mereka hanya tersekat meja kecil saja. Apalagi sekarang ini ada dua pasang mata pria tampan yang menatapnya lekat. “Saya ….” “Tak usah ragu Karlina. Kami hanya bertanya, apa saja yang kamu ketahui dan akan melengkapi apa yang belum kamu tahu.” “Tapi … untuk apa?” “Untuk penyelidikan yang serius. Kamu harus tahu masalahnya secara utuh. Jadi biar

  • Rahasia Cece   Bab 134. Harus Terlibat Lagi

    “Jadi ini soal apa?” tanya Karlina mulai pasang wajah serius.“Karlina, ini benar-benar penting. Ada hal sangat penting yang sepertinya membuatmu harus kembali terlibat urusan dengan Cece Rosi.” Perkataan Ranto membuat mulut Karlina terbuka dan lupa menutupnya.“Hei, Karlina. Kau tak apa-apa kan?”“Maaf, Mas aku akan kembali kerja,” katanya sambil berusaha melarikan diri.Karlina tahu, lelaki di depannya bukan pegawai biasa di kantor barunya ini, tapi tangan kanan orang kedua di perusahaan setelah Tuan Chiang.Karlina kini telah paham siapa orang-orang atas yang kemudian dekat dengannya karena terseret perseteruan keluarga. Mantan asisten Cece Rosi yang menjadi seorang selingkuhan dan kini sukses menyandang gelar pelakor mengalahkan seorang Dokter, itu menyulitkannya.Gadis itu memegang terlalu banyak rahasia dari berbagai sisi. Itulah yang membuat dirinya selalu menjadi incaran berbagai pihak.Demi untuk kepentingan pribadi, mereka tak mau memahami kesulitan gadis polos itu. Ia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status