分享

Rahasia Dibalik Kontrak Pernikahan
Rahasia Dibalik Kontrak Pernikahan
作者: AmeeraKa94

Bab 1

作者: AmeeraKa94
last update publish date: 2026-07-10 23:44:29

Surabaya, 2022.

Suasana ruang kerja pengacara terasa dingin, meski kipas angin gantung sudah berputar kencang. Di atas meja kayu gelap yang mengilap, terbentang selembar dokumen tebal dengan segel merah di setiap sudutnya. Dokumen tebal itu berisi surat Perjanjian Pernikahan Berjangka.

Alika Adhistya Maheswari, gadis berusia dua puluh tiga tahun itu, menatap lembar demi lembar tulisan itu. Tangannya yang memegang pulpen sedikit gemetar. Di sampingnya terlihat seorang pria yang sedang duduk. Pria paruh baya itu adalah ayahnya yang menunduk lesu, matanya penuh rasa bersalah.

Perusahaan keluarga hampir bangkrut, dan satu-satunya jalan keluar adalah dengan pernikahan ini, yaitu menikah dengan Arkana Zayyan Adhiraga, pria berusia tiga puluh tahun, seorang pewaris tunggal dari perusahaan ternama yaitu PT Adhiraga Corp. Group.

Pintu ruangan terbuka perlahan. Seorang pria melangkah masuk. Posturnya tinggi tegap, mengenakan kemeja hitam yang mempertegas garis rahangnya yang tegas. Wajahnya tampan, tapi matanya sedingin es. Pria itu adalah Arkana.

Ia duduk di kursi seberang, menatap dokumen tanpa melirik sekilas ke arah Alika.

"Gimana? Apa kamu sudah baca semuanya?" Suaranya berat, tenang, tapi tak menyisakan ruang untuk tawar-menawar.

Alika mengangguk pelan. "Sudah."

"Bagus. Kamu sudah paham syarat utamanya, kan? Kalau kita menikah hanya satu tahun. Setelah itu, bercerai dengan cara baik-baik. Selama masa pernikahan, hanya aku yang berhak mengatur hidupku sendiri. Aku juga tidak akan menyentuhmu, tidak akan tidur sekamar denganmu, dan tidak akan pernah ada ikatan hati di antara kita." Arkana akhirnya menoleh, menatap tajam ke manik mata Alika. "Karena hatiku sudah jadi milik orang lain. Dan itu selamanya," ucap Arkana tegas tanpa keraguan.

Deg!

Kata-kata itu seperti jarum halus yang menusuk dada Alika. Ia menelan ludah, berusaha rasa sakit yang tiba-tiba menyerang. Ia tahu ini bukan pernikahan atas dasar cinta, tapi mendengarnya diucapkan langsung begitu dingin tetap saja terasa menyakitkan.

"Saya mengerti," jawabnya lirih.

"Uang untuk menyelamatkan perusahaan ayahmu akan cair setelah tanda tangan ini selesai." Arkana mengambil pulpen, lalu dengan santai menuliskan namanya di kolom yang tersedia. Tulisannya tegak, tegas, tak ada keraguan sedikit pun.

Alika menarik napas panjang. Ia mengingat wajah ibunya yang sudah tiada, mengingat usaha ayahnya yang hancur perlahan. Demi mereka, demi nama keluarga yang harus diselamatkan. Ia menekan pulpen ke kertas, menuliskan namanya dengan tangan yang kini berhenti gemetar.

Alika Adhistya Maheswari.

Tinta hitam meresap ke kertas. Selesai. Hidupnya kini terikat perjanjian dengan pria yang tak pernah memandangnya sebagai wanita.

"Sudah?" tanya Arkana memastikan wanita di depannya itu menandatangani surat kontrak perjanjian.

Alika hanya membalas dengan anggukan kepala, sedangkan Arkana mengukir senyum tipis saja.

Sore itu juga, Alika pindah ke kediaman utama keluarga Adhiraga. Sebuah rumah besar bergaya modern klasik di kawasan perumahan elite Surabaya, yang terlihat megah dari luar tapi terasa kosong dan sunyi di dalamnya.

Arkana menyerahkan kunci kamar tamu utama di sayap kanan rumah. "Ini kamarmu. Kamar sebelah di sayap kiri adalah kamar milikku. Kita tinggal satu atap, tapi jangan pernah berharap aku akan menganggapmu lebih dari sekadar tamu atau perjanjian bisnis," ucap Arkana dengan penuh penekanan.

Ia berbalik hendak pergi, tapi Alika memberanikan diri bertanya. "Siapa wanita itu? Maksud saya, wanita yang Anda maksud milik Anda selamanya?"

Langkah Arkana terhenti sejenak. Ia menoleh sedikit, senyum tipis yang menyimpan rindu mengembang di bibirnya. "Nadia. Dia cinta pertamaku. Dan satu-satunya wanita yang akan kucintai seumur hidupku," balas Arkana dengan tegas.

Tanpa menunggu jawaban Alika, ia berjalan pergi, menghilang di balik pintu kamarnya.

Alika berdiri sendirian di lorong yang panjang. Hanya menyisakan suara langkah kaki Arkana yang bergema pelan lalu menghilang. Ia menatap bayangannya sendiri di pantulan kaca jendela.

"Baiklah Arkana, satu tahun. Aku akan bertahan satu tahun ini. Setelah itu aku akan pergi, dan tidak akan pernah mengganggu kamu dan Nadia lagi," bisiknya pelan pada diri sendiri.

Malam itu, hujan turun membasahi kota Surabaya. Alika terbaring di kasur empuk yang sepi. Ia memeluk dirinya sendiri, berusaha menahan dingin yang bukan hanya datang dari cuaca, tapi juga dari hati pria yang kini resmi menjadi suaminya di atas kertas.

Di kamar seberang, Arkana justru sedang menatap foto lama di meja samping tempat tidurnya, foto dirinya berpelukan erat dengan seorang wanita cantik berambut panjang. Foto itu milik Nadia, cinta pertama Arkana, wanita yang dia puja-puja selama ini.

"Sebentar lagi, Sayang. Sabar, ya," bisiknya lembut pada foto itu. "Cuma satu tahun saja. Lalu setelah itu aku bebas kembali padamu."

Tak ada yang tahu, di antara dinding rumah mewah itu, dua hati sedang berjalan di jalan yang berbeda, terikat tali pernikahan yang seharusnya menyatukan, tapi justru memisahkan lebih jauh dari sebelumnya.

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Rahasia Dibalik Kontrak Pernikahan   Bab 54

    Sore itu matahari bersinar lembut, memancarkan cahaya keemasan yang menyejukkan hati. Arkana baru saja mengantar Arka pulang sekolah, perasaannya terasa ringan dan damai.sesuatu yang sudah lama sulit ia rasakan dulu. Ia sengaja mengajak Arka mampir sebentar di taman kecil dekat rumah Alika, membiarkan anak itu menikmati udara segar setelah seharian duduk belajar di kelas. Arka berlari kecil di antara rumput hijau yang masih basah oleh embun sisa pagi, matanya berbinar cerah mengikuti gerakan sekawanan kupu-kupu yang terbang rendah di antara bunga matahari. Arkana bersandar santai pada batang pohon rindang di pinggir taman, menatap senyum lebar di wajah anak itu dengan hati yang penuh kehangatan. Segala lelah bekerja seharian seolah luruh seketika, tergantikan oleh kebahagiaan sederhana yang tak ternilai harganya. Namun ketenangan itu tak bertahan lama. Terdengar suara deru mesin mobil yang melaju kencang lalu mendadak diperlamb

  • Rahasia Dibalik Kontrak Pernikahan   Bab 53

    Sejak hari itu, Arkana tak lagi datang dengan wajah tegang atau nada memaksa. Ia mulai belajar menarik hati Arka,dia sadar hati anak kecil itu tak bisa dibuka dengan paksaan, hanya ketulusan yang bisa meruntuhkan temboknya. Setiap pagi ia duduk diam di mobil seberang rumah Alika, menanti tanpa berani mengganggu. Suatu hari ia bertekad mencari tahu hal-hal kecil yang disukai anak itu, lalu mampir menemui guru kelas TK Arka. "Selamat pagi, Bu Guru," sapa Arkana sopan sambil menunduk sedikit. "Maaf mengganggu sebentar. Saya hanya ingin bertanya, apa yang paling disukai Arka saat bermain?" Bu Guru tersenyum ramah. "Selamat pagi, Pak. Arka sangat suka menggambar, terutama pemandangan laut. Warna kesukaannya biru, dan ia lebih senang hal-hal yang sederhana, tidak berlebihan." "Terima kasih banyak, Bu," jawab Arkana dengan senyum lega. "Informasi ini sangat berarti bagi saya."" Sama-sama pak, emmm maaf kalau b

  • Rahasia Dibalik Kontrak Pernikahan   Bab 52

    Keesokan paginya, cahaya matahari pagi yang hangat sudah menyelinap masuk lewat celah tirai jendela ruang rawat, membawa suasana yang sedikit lebih segar dibanding hari kemarin. Wajah Arka yang tadi pucat pasi kini sudah mulai kembali cerah, matanya yang bulat bersinar riang begitu melihat pintu ruangan terbuka dan sosok yang sangat ia kenal melangkah masuk sambil tersenyum lebar. "Hai om Dokter !" seru Arka dengan suara lantang penuh kegembiraan, ia langsung duduk tegak di atas kasur, menyambut uluran tangan Satria yang dengan lembut mengelus ubun-ubunnya. "Wah, mainan balok kayu kesukaan Arka! Terima kasih banyak ya Om Dokter!" "Sama-sama, Nak," jawab Satria lembut sambil meletakkan kotak mainan itu di atas meja kecil di samping tempat tidur. Matanya yang teduh kemudian melirik sekilas ke arah pintu yang masih terbuka, seolah memberi isyarat halus. "Coba Arka lihat deh... siapa yang datang lagi pagi ini? Beliau juga sudah lama berdiri di sana, i

  • Rahasia Dibalik Kontrak Pernikahan   Bab 51

    Suasana di lorong rumah sakit perlahan menjadi tenang kembali setelah kepergian Nadia yang meninggalkan jejak ancaman dan kepahitan. Namun ketenangan itu belum berlangsung lama, ketika suara langkah kaki yang mantap dan tenang terdengar mendekat dari arah berlawanan. Satria datang membawa dua gelas teh hangat yang masih mengepulkan uap dan sebungkus roti isi di tangannya,kebiasaan kecil yang selalu ia lakukan selama tiga tahun terakhir ini. Ia tak pernah lupa memastikan Alika tetap makan dan minum saat sedang sedih, lelah, atau sedang menghadapi situasi yang berat seperti sekarang. Satria berhenti tepat di hadapan mereka berdua. Pertama ia menyodorkan gelas teh hangat dan roti itu ke tangan Alika dengan tatapan lembut dan perhatian. "Minum dulu, makanlah walau sedikit. Jangan sampai tubuhmu ikut ambruk setelah semua kejadian ini," ucapnya pelan penuh keakraban yang sudah terbiasa." Makasih Satria. " ucap AlikaSetelah memastikan Alika men

  • Rahasia Dibalik Kontrak Pernikahan   Bab 50

    Punggung Nadia yang menjauh di ujung lorong itu seolah memanggil keinginan untuk membiarkannya pergi begitu saja, membiarkan segalanya selesai seketika. Namun di balik langkahnya yang terburu-buru itu, Arkana bisa merasakan getaran kebencian yang masih tersisa kuat di hati wanita itu. Ia tahu, jika dibiarkan pergi dalam keadaan masih penuh prasangka dan kemarahan yang salah arah, benih-benih masalah baru pasti akan tumbuh dan mengancam ketenangan Alika serta Arka nanti. Ia tak mau lagi ada kesalahpahaman yang berlarut-larut, tak mau lagi Alika terus-menerus menanggung tuduhan yang tidak berdasar hanya karena kebohongan yang selama ini ditutup rapat. "Nadia, tunggu!" panggil Arkana dengan suara lantang namun tidak berteriak, cukup terdengar jelas hingga membuat langkah kaki wanita itu tiba-tiba terhenti tepat di tengah lorong rumah sakit yang sepi itu. Perlahan namun pasti, Arkana melangkah mendekat, langkahnya tenang dan mantap. Wajahnya tidak lag

  • Rahasia Dibalik Kontrak Pernikahan   Bab 49

    Keheningan yang baru saja terbangun di ruangan itu belum sempat terasa menenangkan, tiba-tiba dipecah oleh suara langkah kaki yang dihentakkan keras, cepat, dan penuh kemarahan dari ujung lorong rumah sakit yang sepi. Semakin lama suara itu semakin mendekat, seolah setiap langkah membawa badai yang siap meluluhlantakkan segalanya. Belum sempat Alika atau Arkana saling bertukar pandang lebih lama, pintu ruang rawat itu terbuka tiba-tiba dengan bantingan yang sangat keras hingga menimbulkan bunyi brakk yang menggetarkan dinding.BRAK Alika dan Arkana serentak menoleh ke arah pintu. Di sana sudah berdiri seorang wanitq yang tak lain Nadia, dadanya naik turun hebat menahan napas yang memburu, wajahnya yang biasanya selalu tampil rapi dan manis kini merah padam terbakar amarah yang meluap-luap tak terkendali. Manik matanya yang indah kini menatap tajam, berkilat penuh kebencian, melirik bergantian dari wajah Alika, lalu berhenti lama menatap Arkana, hingga akhir

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status