Share

Bab 4

Author: Liam
“Wah! Sudah mulai!” teriak Sisil dengan sangat gembira.

Pandangan semua orang langsung tertuju ke arah langit.

Memanfaatkan kesempatan ini, tindakan Jimmy menjadi jauh lebih berani.

Dia kembali menyingkap ujung gaunku, tapi kali ini tak lagi menggunakan jari.

Dia agak menyesuaikan posisinya, lalu menggunakan benda miliknya yang sudah mengeras bagaikan baja untuk menghentak titik paling tersembunyiku berkali-kali dengan yang terhalang oleh celana dalam thong tipis milikku yang sudah basah.

“Ahh….”

Gesekan yang terhalang oleh kain itu malah terasa jauh lebih menyiksa daripada sentuhan langsung.

Setiap hentakan terasa bagaikan aliran listrik yang menyengat seluruh tubuhku, membuat tubuhku kebas dan kakiku lemas.

Aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat agar suara memalukan itu tak lolos dari mulutku.

Di sekeliling kami, suara kembang api yang memekakkan telinga dan sorak-sorai penonton menyamarkan seluruh kejanggalan di sudut ini dengan sangat sempurna.

Aku menatap profil samping wajah Sisil yang sedang kegirangan tak jauh dari kami, seketika rasa bersalah menggerogoti hatiku bagaikan gigitan ular berbisa.

Namun, kenikmatan tubuh malah terus menghampiri seperti ombak pasang, terus-menerus menghantam akal sehatku yang sudah di ambang kehancuran.

Aku merasa tubuhku seolah akan hancur oleh hentakannya.

Akibat dari benturan tadi, selembar kain kecil itu kini telah melesat jauh ke dalam tubuhku. Setiap gesekan yang terjadi terus mengusik area sensitifku, menghantarkan gelombang kenikmatan yang tak tertahankan.

Tubuhku terasa seperti dipanggang di atas api dan kesadaranku terombang-ambing di antara surga dan neraka.

“Jimmy… hentikan….” Aku memohon dengan sisa tenaga terakhirku.

“Hentikan?” Dia terkekeh pelan, lalu membungkuk di dekat telingaku dan berbisik dengan suara yang hanya bisa didengar oleh kami berdua, “Cindy, lihat dirimu sendiri, kamu sudah basah kuyup seperti ini.”

Entah sejak kapan, tangannya yang lain sudah berpindah ke depan tubuhku. Dari balik gaun, dia menekan dengan tekanan yang pas pada bagian ujung dadaku yang sudah mengeras sepenuhnya.

“Hmmm….”

Aku tak bisa menahannya lagi, sebuah desahan yang tertahan akhirnya keluar begitu saja.

Rangsangan yang datang secara bersamaan dari atas dan bawah benar-benar menghancurkan pertahananku.

Aku merasa diriku bagaikan perahu kecil yang terombang-ambing di tengah badai, siap ditelan oleh ombak raksasa kapan saja.

“Kamu suka aku memperlakukanmu seperti ini?” tanyanya sambil mempercepat tempo hentakan di bawah sana.

Aku tak menjawab.

Aku hanya menyembunyikan wajahku dalam-dalam di dadanya seperti seekor burung unta, tak berani menatap ke arah Sisil dan juga tak berani memikirkan konsekuensi apapun.

Aku hanya ingin menenggelamkan diri ke dalam kenikmatan penuh dosa ini.

Tepat di saat aku hampir mencapai puncak, tiba-tiba dia menghentikan gerakannya.

Seketika, rasa hampa yang menggantung di dalam tubuhku membuatku hampir gila.

“Jangan… lanjutkan….” ujarku tanpa sadar, bahkan inisiatif menggerakkan pinggangku ke belakang untuk bergesekan dengannya.

“Kamu mau?” terdengar suara tawa rendahnya di atas kepalaku.

Rasa malu membuatku merasa terhina, hingga rasanya ingin menghilang saja.

Bisa-bisanya aku mengucapkan kata-kata yang begitu tak tahu malu?

“Kalau kamu mau, buka sendiri kakimu,” ucapnya menghasut seperti iblis.

Di kejauhan, sahabatku sedang fokus menatap kembang api, sama sekali tak mengetahui apapun.

Sedangkan aku dipermainkan oleh kekasihnya hingga hancur terpuruk di dalam kegelapan. Ditarik ulur oleh rasa bersalah dan kenikmatan hingga hampir kehilangan kendali.

Suara gemuruh kembang api menelan semua kebisingan, termasuk suara napas dan desahanku.

Air mataku menetes.

Dalam keraguan dan tubuh yang gemetar, aku perlahan-lahan membuka kedua kaki yang tadinya merapat erat.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Rahasia Indah Di bawah Kembang Api   Bab 8

    Tangannya menyelinap masuk dari ujung bajuku, dengan lihai menemukan kelembutan di dadaku.“Hmm….” Aku tak bisa menahan diri untuk mendesah.“Lihat, tubuhmu masih tetap sejujur ini.” Dia tersenyum penuh kemenangan, sambil menambah tekanan pada tangannya.“Jangan… jangan di sini… Sisil masih menunggu kita….” ucapku dengan panik.“Takut apa, sih?” ucapnya dengan acuh tak acuh.“Semakin lama dia menunggu kita, dia malah akan semakin nggak curiga.”Sambil berbicara, dia bahkan menurunkan ritsleting celanaku dan menyusupkan tangannya ke dalam.“Kamu sudah gila?!” Aku benar-benar panik.Ini adalah tempat publik, siapa saja bisa masuk kapan saja!“Aku memang sudah gila.” Dia menatapku dengan tatapan mata yang membara, “Sejak hari pertama melihatmu, aku sudah tergila-gila olehmu.”Jarinya bergerak cepat, mengulik di dalam area rahasiaku yang telah basah sepenuhnya.Aku menggigit bibirku erat-erat, tak berani mengeluarkan suara sedikitpun.Gelombang kenikmatan di dalam tubuh terasa seperti omba

  • Rahasia Indah Di bawah Kembang Api   Bab 7

    Air hangat mengalir membasuh tubuh kami yang masih dipenuhi keringat, sekaligus menghapus jejak-jejak percintaan kami.Aku bersandar lemah dalam pelukannya, begitu lelah hingga tak sanggup mengucapkan sepatah katapun.Dia menyeka tubuhku, lalu menggendongku kembali ke ranjang dan menyelimutiku.“Tidurlah.” Dia mengecup lembut keningku, lalu kemudian beranjak pergi.Aku meraih tangannya tiba-tiba.“Bagaimana… hubungan kita selanjutnya?” tanyaku dengan suara serak sambil menatapnya.Dia menoleh, menatapku dalam-dalam, lalu membungkuk dan berbisik di telingaku.“Mulai sekarang, kamu itu milikku.”Usai bicara, dia pun pergi tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.Aku berbaring di atas ranjang, menatap langit-langit kamar sepanjang malam tanpa bisa tidur.….Keesokan paginya, saat Sisil bangun, aku masih terbaring di ranjang seperti mayat.“Cindy, kamu nggak tidur nyenyak tadi malam? Lingkaran hitam di matamu parah sekali,” tanya Sisil dengan khawatir.“Iya… aku sudah tidur di ranjang baru,” j

  • Rahasia Indah Di bawah Kembang Api   Bab 6

    Otakku sepenuhnya dipenuhi oleh wajah Jimmy dan ucapannya.Ditambah lagi dengan sensasi yang masih membekas di tubuhku yang dipenuhi oleh dirinya.Aku merasa diriku benar-benar hampir gila.Aku bangkit berdiri untuk mengambil segelas air minum. Namun, baru saja membuka pintu kamar, aku langsung menabrak sebuah dada yang keras dan membara.Itu Jimmy.Ternyata dia berjaga di depan pintu.“Kamu….”Baru saja mengucapkan satu kata, dia sudah menggendong tubuhku dan menghempaskanku kembali ke atas ranjang.“Jimmy! Kamu sudah gila?! Sisil masih di sebelah!” Aku menekan suaraku dengan panik, menggunakan kedua tangan dan kakiku untuk berusaha mendorongnya menjauh.“Dia tidur sangat nyenyak.” Jimmy dengan mudahnya mematahkan perlawananku. Tubuhnya yang tinggi besar seperti sebuah gunung yang menindihku, membuatku tak bisa bergerak sedikitpun.Di dalam kegelapan, sepasang matanya bersinar dengan sangat tajam, bagaikan seekor binatang buas yang sedang berburu di malam hari.“Sebenarnya apa maumu?

  • Rahasia Indah Di bawah Kembang Api   Bab 5

    Aku bisa merasakan bahwa gelombang familiar dan siap meledak itu kini tengah menyerang menuju ke arahku.“Ja… jangan… sudah mau keluar….”Ujarku sambil mencengkeram lengannya dengan panik.Di tempat seperti ini, di hadapan begitu banyak orang….“Kalau begitu keluarkan saja.” Alih-alih melambat, dia malah semakin kuat menghentak titik paling sensitifku dengan kekuatan penuh.“Aahh…!”Aku tak bisa menahannya lagi. Di tengah kejang hebat yang mengguncang tubuhku, luapan yang selama ini kutahan akhirnya keluar begitu saja.Seketika, dunia di hadapanku berubah menjadi kilauan cahaya putih yang memukau.Tepat di saat kesadaranku terombang-ambing dan tubuhku lemas bagaikan genangan lumpur, aku mendengar suara Sisil dari kejauhan dan semakin mendekat.“Cindy! Jimmy! Kok kalian sembunyi di sini, kembang apinya sudah hampir selesai!”Tubuhku tersentak dan tersadar seketika.Aku menatap Jimmy dengan penuh ketakutan, tapi dia malah bersikap sangat tenang. Dia segera menarik diri keluar dari tubuhk

  • Rahasia Indah Di bawah Kembang Api   Bab 4

    “Wah! Sudah mulai!” teriak Sisil dengan sangat gembira.Pandangan semua orang langsung tertuju ke arah langit.Memanfaatkan kesempatan ini, tindakan Jimmy menjadi jauh lebih berani.Dia kembali menyingkap ujung gaunku, tapi kali ini tak lagi menggunakan jari.Dia agak menyesuaikan posisinya, lalu menggunakan benda miliknya yang sudah mengeras bagaikan baja untuk menghentak titik paling tersembunyiku berkali-kali dengan yang terhalang oleh celana dalam thong tipis milikku yang sudah basah.“Ahh….”Gesekan yang terhalang oleh kain itu malah terasa jauh lebih menyiksa daripada sentuhan langsung.Setiap hentakan terasa bagaikan aliran listrik yang menyengat seluruh tubuhku, membuat tubuhku kebas dan kakiku lemas.Aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat agar suara memalukan itu tak lolos dari mulutku.Di sekeliling kami, suara kembang api yang memekakkan telinga dan sorak-sorai penonton menyamarkan seluruh kejanggalan di sudut ini dengan sangat sempurna.Aku menatap profil samping wajah Sisil

  • Rahasia Indah Di bawah Kembang Api   Bab 3

    Memalukan sekali.Bagaimana bisa aku jadi seperti ini?Tujuan awalku adalah menemani sahabatku, tapi kok aku malah bermain api dengan kekasihnya sekarang?Hatiku dipenuhi rasa bersalah, tapi tubuhku malah dengan jujur menikmati sensasi terlarang itu.Tangan Jimmy mulai tak puas jika hanya mengelus dari luar.Jarinya bagaikan seekor ular yang liar, mengikuti lekuk bokongku, bergerak lurus ke atas dan menemukan seutas tali yang tipis.Dia menariknya dengan lembut.Tali yang mempertahankan harga diri terakhir itu langsung disingkirkan olehnya.Bukan… bukan dilepaskan, melainkan digeser ke samping.Bagian terdalam dari area tersembunyiku terpampang sepenuhnya tanpa penghalang di tengah hembusan angin sungai yang dingin!“Ja… jangan….” ujarku dengan suara bercampur isakan, bergetar begitu hebat hingga nyaris tak terdengar.Dengan posisi dan kondisi seperti ini, dia hanya perlu memberikan sedikit sentakan untuk bisa….Aku tak berani membayangkannya lebih jauh.Aku menjepit kedua kakiku denga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status