Share

Bab 8 : Garis Batas

Author: qia
last update Last Updated: 2025-12-23 15:09:36
Seeyana berdiri di depan rumahnya sendiri dengan napas tertahan. Sudah hampir seminggu ia tidak menginjakkan kaki di tempat itu. Pagar besi yang biasa ia buka tanpa ragu kini terasa seperti pembatas antara dua versi hidupnya yang lama dan yang akan ia pilih selanjutnya.

Mobil Victor berhenti di belakangnya.

“Kamu yakin mau masuk sekarang?” tanya Victor pelan.

Seeyana mengangguk. “Aku nggak bisa menghindar terus. Aku harus hadapi.”

Victor tidak ikut turun. “Aku tunggu di sini.”

Seeyana melangkah masuk sendirian.

Begitu pintu dibuka, suara di dalam rumah langsung menyambutnya—bukan suara Ravent, melainkan suara Suryani yang terdengar tajam dan penuh emosi.

“Kamu ini ke mana saja, Seeyana?”

Suryani berdiri di ruang tamu, tasnya tergeletak di sofa. Ravent duduk di sudut ruangan, wajahnya tegang, matanya menunduk. Ia tidak bangkit saat Seeyana masuk.

“Aku ke rumah teman,” jawab Seeyana tenang. “Aku sudah bilang.”

“Kamu bilang setelah kamu pergi,” bentak Suryani. “Itu namanya kabur!”

“Aku ti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 93 : Jeda Terpilih

    Ada jeda yang tercipta karena ragu, dan ada jeda yang dipilih dengan sadar. Seeyana mulai membedakan keduanya dengan sangat jelas.Pagi itu ia menunda satu rapat internal bukan karena tidak siap, melainkan karena ia ingin memberi ruang pada pikirannya sendiri. Jadwalnya tetap penuh, tanggung jawab tidak berkurang, tetapi ia belajar satu hal penting: bergerak terus-menerus tidak selalu berarti maju.Ia duduk di kafe kecil dekat kantor, memesan kopi yang sama seperti biasanya. Tidak membuka laptop. Tidak menatap ponsel. Hanya mengamati orang-orang yang datang dan pergi. Ada yang tergesa, ada yang santai, ada yang terlihat seolah membawa beban tak terlihat.Seeyana menyadari: ia pernah berada di semua posisi itu.Pesan masuk dari timnya muncul satu per satu. Ia membaca tanpa membalas. Semua masih bisa menunggu satu jam.Untuk pertama kalinya setelah waktu yang lama, ia membiarkan dirinya tidak responsif tanpa rasa bersalah.***

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 92 : Pertanyaan Dunia

    Tidak semua tekanan datang dalam bentuk konflik. Sebagian hadir sebagai pertanyaan yang terdengar wajar, bahkan peduli namun menuntut jawaban yang tidak selalu ingin kita berikan.Seeyana mengalaminya pada sebuah forum profesional yang awalnya terasa rutin. Diskusi berjalan lancar, presentasi disambut baik, dan jaringan baru terbuka. Hingga seseorang mengajukan pertanyaan di sesi penutup.“Dengan peran sebesar ini,” kata seorang panelis, “apa rencana jangka panjangmu? Stabil di sini, atau mengikuti arah personal tertentu?”Pertanyaan itu netral. Tapi ruangnya publik. Dan Seeyana tahu, banyak mata menunggu jawaban yang bisa dikutip.Ia tersenyum tipis sebelum menjawab. “Saya membangun sistem yang bisa berjalan dengan atau tanpa saya. Soal arah personal itu bukan sesuatu yang saya jadikan strategi profesional.”Beberapa orang mencatat. Beberapa tersenyum. Beberapa tampak kecewa karena tidak mendapatkan narasi yang bisa dibingkai.S

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 91 : Tanpa Memiliki

    Komitmen sering disalahartikan sebagai genggaman. Padahal, bagi mereka yang telah belajar menjaga diri, komitmen justru berarti memberi ruang tanpa kehilangan arah.Seeyana menyadarinya pada awal minggu ketika ia menerima satu pertanyaan sederhana dari timnya.“Kalau nanti kamu pindah,” tanya seorang staf dengan nada hati-hati, “siapa yang akan menggantikanmu?”Pertanyaan itu tidak menyerang. Tidak juga mendesak. Tapi cukup untuk membuat Seeyana berhenti sejenak.“Akan ada transisi,” jawabnya tenang. “Dan aku akan memastikan sistemnya berdiri, bukan bergantung padaku.”Ia mengatakan itu tanpa drama. Namun setelah rapat usai, ia duduk sendiri lebih lama dari biasanya. Bukan karena ragu pada pilihannya, melainkan karena ia menyadari: hidupnya kini benar-benar bergerak tanpa jaminan kelekatan apa pun.Dan anehnya, itu tidak menakutkan.Di meja kerjanya, ia membuka kembali catatan lama bukan yang penuh emosi, melainkan daftar prinsip yang ia tulis setelah periode tergelap hidupnya. Salah

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 90 : Ketika Jarak , Pilihan

    Ada perbedaan besar antara jarak yang terjadi dan jarak yang dipilih. Yang pertama bisa diterima dengan sabar. Yang kedua menuntut kejujuran.Seeyana menyadarinya pada Selasa pagi, saat ia menolak satu undangan makan malam yang sebenarnya tidak memberatkannya. Alasannya bukan jadwal melainkan intuisi. Ia tidak ingin mengisi malam dengan sesuatu yang tidak ia pilih sepenuh hati.Ia menutup kalender, mematikan notifikasi, lalu kembali ke laporan di depannya. Untuk pertama kalinya, ia sadar bahwa ia tidak hanya mengatur waktu, tapi juga kedekatan.Di kantor, proyek memasuki fase validasi. Semua keputusan sebelumnya diuji oleh hasil nyata. Tidak ada ruang untuk improvisasi emosional. Seeyana berdiri di depan tim dengan nada yang tetap tenang.“Kita akan bertahan di jalur ini,” katanya. “Bukan karena ini paling aman, tapi karena ini paling jujur.”Tidak semua orang terlihat yakin. Tapi tidak ada yang mundur.Usai rapat, Livia menghamp

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 89 : Terukur Jarak

    Jarak tidak selalu hadir sebagai kehilangan. Kadang ia muncul sebagai pengaturan ulang halus, terukur, dan sulit disalahkan.Seeyana merasakannya pada pekan kedua setelah ritme baru berjalan. Bukan karena ia dan Ravent berhenti berbagi kabar, melainkan karena jeda di antara pesan-pesan itu mulai memanjang. Tidak ada kesalahpahaman. Tidak ada pertanyaan. Hanya waktu yang menuntut perhatian penuh di tempat lain.Ia tidak panik. Tapi ia mencatatnya.Di kantor, fase proyek memasuki titik sensitif. Keputusan-keputusan kecil kini berdampak besar. Setiap perubahan jadwal beresonansi ke banyak divisi. Seeyana memimpin rapat dengan presisi yang hampir sunyi tidak meninggikan suara, tidak memotong, tapi menutup setiap celah abu-abu.“Kita tidak akan menyenangkan semua orang,” katanya pada tim inti. “Tapi kita bisa adil pada proses.”Beberapa orang mengangguk. Beberapa terlihat ragu. Tapi tidak ada yang mundur.Usai rapat, seorang rekan lam

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 88 : Ritme Bergeser

    Perubahan jarang terasa sebagai hentakan. Ia lebih sering hadir sebagai pergeseran kecil yang, jika dikumpulkan, mengubah cara seseorang menjalani hari.Seeyana merasakannya pada Senin pertama setelah rangkaian diskusi itu. Agenda kerjanya tidak tampak jauh berbeda—rapat, tenggat, evaluasi namun urutannya berubah. Beberapa hal yang dulu berada di pinggir kini pindah ke pusat. Beberapa yang dulu terasa mendesak mulai kehilangan prioritas.Ia tiba di kantor dengan langkah mantap, menyapa seperlunya, lalu menutup diri dalam fokus. Ada email dari kantor pusat bukan instruksi, melainkan pertanyaan lanjutan. Nada mereka profesional, menjaga jarak yang sehat. Tidak ada tekanan, tapi ada kesinambungan.Seeyana membalas dengan ringkas. Ia tidak ingin terlihat terlalu tersedia, tapi juga tidak ingin menghilang. Ritme baru menuntut presisi.Di sela pagi, satu rapat internal memanas. Bukan karena konflik terbuka, melainkan karena ketidakpastian. Proyek yang d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status