Share

Bab 20

Author: Ry-santi
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-12 17:18:26

"Halo!" sapa Barbara begitu ramah ketika akhirnya bertemu tatap dengan seorang gadis manis yang mengenakan crop top putih yang kontras dari kulit eksotisnya. "Om Swastiastu, Anna."

Anna menjabat tangan Barbara yang terasa lembut seraya menarik bibir yang terasa kaku karena dilanda rasa gugup. "Ha-halo, Nonna," sapa Anna balik sambil terbata-bata.

Barbara tertawa menangkap gelagat Anna yang benar-benar kaku namun justru terlihat lucu. Sementara Anna dibuat terpesona oleh penampilan elegan dan c
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Rahasia Sang CEO   Bab 24

    "Hei, Mate!" teriak Shanon ketika berhasil tersambung melalui video call. "How ya goin?" (Bagaimana kabarmu) "Rasanya campur aduk!" seru Anna seraya memasang sheet mask dan mengambil roller agar kandungan dalam masker cepat menyerap di kulit. "Maksudmu?" Shanon terdiam beberapa saat lalu mengerlingkan mata penuh arti. "Oh ... aku merasakan ada sesuatu terjadi di antara kalian. Aku benar kan? That's fuckin ace, Mate!" (Itu sialan bagus, kawan) Anna memutar bola matanya. "Aku tidak ingin berlebihan, Shanon. Hei, apa botol Lagom yang diberi Jake sudah datang?" "Belum." Shanon menggeleng. "Hei, jangan mengalihkan pembicaraan Annie. Jadi, katakan padaku apa yang terjadi?" "Kau tak akan percaya," tandas Anna kemudian menarik napas panjang bersiap menerima reaksi menghebohkan temannya. "Aku mendapat tawaran dari Barbara, neneknya untuk mendampinginya selama di Bali dan kemungkinan besar lanjut ke Tuscany." "Really?" Suara Shanon mendadak melengking nyaris menembus gendang telinga An

  • Rahasia Sang CEO   Bab 23

    "Ibu," sapa Anna saat menjenguk Silawarti lalu mengecup keningnya penuh kerinduan. "Ibu udah enakan ya? Kata dokter tadi, tangan ibu udah gerak-gerak."Anna membelai rambut panjang nan bergelombang Silawarti masih setengah basah usai dicuci menggunakan sampo beraroma bunga kesukaannya semasa masih sehat dulu. Entah waktu yang terlalu cepat berlalu atau memang Anna tidak menyadarinya secara detail kalau ada helai-helai rambut yang mulai memutih mengintip malu-malu di kepala Silawarti. Walau begitu, tak menghilangkan kecantikan ibunya sebagai perempuan Bali yang menjadikannya primadona sewaktu masih muda. Meski harus menelan kekecewaan ditinggal kekasihnya! Dia menopang dagu, minggu depan adalah ulang tahun ibunya yang ke-52 tahun. Biasanya mereka akan mengadakan syukuran bersama tetangga baru lalu makan seafood bakar dari ikan-ikan segar di warung pinggir pantai dilanjut belanja di Kuta. Silawarti paling suka pernak-pernik yang dijual oleh warga lokal atau camilan semacam pie susu, k

  • Rahasia Sang CEO   Bab 22

    Begitu sampai di kediaman mewah yang ada di Sanur, Jake memanggil hewan kesayangannya demi mencairkan suasana yang sedikit tegang selama di perjalanan. Seekor anjing jenis Doberman Pinscher berbulu hitam mengilat tampak memesona langsung berlari menghampiri sang majikan seraya menggonggong penuh semangat. Jake percaya bahwa hewan bisa merajut kembali hubungan yang tadinya merenggang menjadi rekat kembali. Jake berjongkok, merangkul anjing jantan itu sembari mengelus-elus punggungnya lalu berkata, "Ini Oslo." Anna ikut jongkok sementara Barbara berkata ingin beristirahat sebentar sebelum jamuan makan malam. Jake hanya melenggut dan meminta Noah--pengawal pribadi neneknya--mengantar ke kamar. Dia melirik Anna yang sepertinya sudah lupa akan masalah kecil di mobil tadi, melepas Oslo yang tampak kegirangan menyambut gadis manis itu. "Ups, berat sekali kamu!" seru Anna saat Oslo menghamburkan diri ke dalam dekapan. "Apa dia selalu seperti ini jika ada orang baru?" "Nggak semua sih, t

  • Rahasia Sang CEO   Bab 21

    Dalam diam Jake menelusuri garis wajah Anna membentuk rangkaian-rangkaian kekaguman. Binar mata cokelat gelap yang selalu antusias seakan-akan apa pun di hadapannya menarik. Manalagi senyum merekah tidak bisa berhenti mengembang di bibir seperti menggoda seseorang untuk ikut tertawa bersamanya. Ujung bulat hidung mancung Anna sedikit mengerut dan tampak menggemaskan saat adu argumen tentang wine. Semua komposisi tersebut dipercantik oleh rambut cokelat kehitaman tergerai pendek sebahu yang sengaja dikeriting. Jangan lupakan juga kalau suara lembutnya bagai kumpulan melodi indah didengar. Walau banyak pertanyaan meluncur dari bibir Anna, rasanya telinga Jake tidak akan bosan menanggapinya. Apalagi komentar Anna menggebu-gebu dan berulang kali memuji betapa cerdas pemikiran Jake sebagai pemilik Lagom. Termasuk memproduksi spirit--minuman beralkohol dengan proses penyulingan setelah difermentasi--terbuat dari fresh wine."Serius? Aku kira Lagom hanya produksi wine saja, Jake," ujar Ann

  • Rahasia Sang CEO   Bab 20

    "Halo!" sapa Barbara begitu ramah ketika akhirnya bertemu tatap dengan seorang gadis manis yang mengenakan crop top putih yang kontras dari kulit eksotisnya. "Om Swastiastu, Anna."Anna menjabat tangan Barbara yang terasa lembut seraya menarik bibir yang terasa kaku karena dilanda rasa gugup. "Ha-halo, Nonna," sapa Anna balik sambil terbata-bata. Barbara tertawa menangkap gelagat Anna yang benar-benar kaku namun justru terlihat lucu. Sementara Anna dibuat terpesona oleh penampilan elegan dan classy Barbara yang mengingatkannya pada aktris Amerika tahun 50-an, Grace Kelly. Midi skirt A-line kuning cerah membuat ilusi agar pinggul Barbara tidak terlihat besar apalagi ada sabuk senada yang tidak menimbulkan kesan formal. Wanita itu mengenakan kemeja linen longgar yang bagian sikunya digulung rapi. Tak lupa syal hitam berbahan sutra bermotif vertikal putih menambah keanggunan dan tatanan bergaya retro rambut cokelat keriting belah samping benar-benar memukau perhatian."Anda sangat canti

  • Rahasia Sang CEO   Bab 19

    Sebenarnya Anna juga tidak tahu mengapa mendadak jemari-jemarinya seperti disihir untuk mencari nomor kontak Jake dan meneleponnya. Ketika membersihkan diri di toilet umum selepas surfing tadi, tiba-tiba ada keinginan terbersit dalam benak untuk mengajak Jake mengendarai ombak di Nusa Lembongan, Canggu, atau Uluwatu. Dia merasa kalau Jake mungkin harus menjelajahi lebih dalam pesona Bali selain mengurusi kebun anggurnya. Dalam imajinasi Anna, mungkin sebagian besar orang kaya seperti si punggung tidak punya banyak waktu merelaksasikan diri, terlebih Jake adalah pemilik utama yang sering turun tangan selama masa panen. Dia yakin Jake tidak punya banyak waktu sekadar memanjakan dirinya sendiri. Selain itu, Anna merasa tidak tahu berterima kasih kalau hanya berdiam diri tanpa membalas kebaikan Jake atas pertolongannya malam itu.Membalas kebaikan atau sekadar penasaran ingin bertemu lagi?Dia melenggut tak yakin atas pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepala, namun sebagian besar didom

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status