Share

Aula Para Pilar

Penulis: Fisa
last update Tanggal publikasi: 2026-06-26 06:50:33

Pintu cahaya itu berdiri megah di hadapan mereka.

Tingginya puluhan meter.

Lebarnya hampir menyerupai gerbang sebuah kerajaan.

Namun tidak ada engsel.

Tidak ada gagang.

Tidak ada celah sedikit pun.

Permukaannya dipenuhi ukiran kuno yang terus bergerak seperti aliran air.

Simbol-simbol emas memenuhi seluruh pintu.

Sebagian menyerupai matahari.

Sebagian lagi menyerupai bintang.

Dan di bagian paling tengah...

terukir lambang yang pernah dilihat Ayla di kain bertanda X yang ia temukan di rumahnya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   Sekolah Para Penjaga

    Latihan hari itu akhirnya berakhir ketika matahari mulai condong ke arah barat.Ayla duduk di bawah pohon besar di tepi Arena Fajar. Napasnya masih berat, rambutnya sedikit berantakan, dan kedua tangannya terasa pegal setelah berkali-kali mencoba mengendalikan energi Gerbang Pertama.Ia menatap telapak tangannya."Benar-benar melelahkan..."Kuda Hitam berdiri tidak jauh darinya sambil memperhatikan keadaan sekitar."Untuk hari pertama, kau sudah cukup baik."Ayla menoleh."Benarkah?""Ya."Ia kemudian tersenyum kecil."Tapi kau masih sering memaksa kekuatanmu."Ayla menghela napas."Aku akan belajar."Shizuka telah kembali ke kediamannya bersama beberapa penjaga. Para murid juga mulai meninggalkan arena satu per satu.Tidak lama kemudian, suasana menjadi jauh lebih tenang.Kuda Hitam masih berdiri diam.Namun pikirannya justru mulai memikirkan sesuatu yang lain.Mereka mungkin akan tinggal di Negeri Rubah cukup lama.Shizuka sendiri sudah mengatakan bahwa Ayla tidak boleh pergi sebelu

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   Tatapan Sang Penguasa

    Latihan terus berlangsung hingga matahari mulai naik lebih tinggi.Suara benturan energi terdengar dari berbagai penjuru Arena Fajar. Para murid dan prajurit sibuk dengan latihan masing-masing, sementara Ayla masih berdiri di bawah pengawasan Kuda Hitam.Namun ada seseorang yang sejak tadi tidak banyak berbicara.Shizuka.Ia berdiri di bawah pohon tua di tepi arena.Kesepuluh ekornya bergerak perlahan mengikuti hembusan angin. Tatapannya tidak tertuju pada para murid yang sedang bertanding.Melainkan kepada Ayla.Sejak beberapa menit terakhir, Shizuka memperhatikan setiap gerakan gadis itu.Cara Ayla berdiri.Cara ia bernapas.Cara energi di dalam tubuhnya bergerak.Bahkan perubahan kecil pada ekspresi wajahnya tidak luput dari perhatian sang penguasa rubah."Aneh..."gumam Shizuka.Salah satu penjaga yang berdiri tidak jauh darinya menoleh."Ada sesuatu yang salah, Yang Mulia?"Shizuka tidak langsung menjawab."Perhatikan Ayla."Penjaga itu mengikuti arah pandangnya."Ada apa dengan

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   Tiga Murid Terkuat

    Pagi semakin tinggi.Arena Fajar yang sebelumnya terasa tenang kini berubah menjadi tempat yang dipenuhi aktivitas.Di setiap sudut, para prajurit berlatih.Suara pedang beradu terdengar berkali-kali.Beberapa penjaga melatih kemampuan energi roh, sementara yang lain berlatih membentuk penghalang.Bahkan pepohonan di sekitar arena dijadikan bagian dari latihan.Ayla berdiri di tengah semua kesibukan itu.Ia memperhatikan keadaan sekitar dengan rasa kagum."Tempat ini selalu seramai ini?"tanyanya.Kuda Hitam yang berdiri tidak jauh darinya mengangguk."Biasanya lebih ramai.""Ini adalah salah satu pusat latihan terbesar di Negeri Rubah.""Semua orang yang ingin meningkatkan kemampuan mereka akan datang ke sini."Ayla mengangguk.Namun tiba-tiba terdengar suara langkah kecil dari arah belakang.Beberapa orang menoleh.Tiga anak berjalan memasuki arena.Mereka tampak masih sangat muda.Dua laki-laki dan seorang perempuan.Ketiganya mengenakan pakaian sekolah roh berwarna putih dengan la

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   Pagi Pertama

    Malam semakin larut.Setelah Kuda Hitam meninggalkan kamar, Ayla masih berdiri di dekat jendela.Pandangannya tertuju pada hutan yang diterangi cahaya kebiruan dari bunga-bunga roh.Ia masih memikirkan semua percakapan mereka.Tentang Shizuka.Tentang kerajaan ini.Tentang kedua orang tuanya.Dan terutama tentang latihan yang akan dimulai besok.Ayla menghela napas panjang."Aku harus kuat."Ia mengatakannya pelan, seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri.Namun setelah itu, rasa lelah mulai mengambil alih.Ayla akhirnya berbaring di tempat tidur.Matanya kembali tertuju pada patung leluhur berekor seratus yang berdiri di kejauhan.Entah mengapa, patung itu masih membuatnya merasa sedikit tidak nyaman.Ada sesuatu yang aneh.Sesuatu yang belum bisa ia pahami.Namun malam itu ia tidak memiliki tenaga untuk memikirkannya lebih jauh.Perlahan, matanya tertutup.Dan akhirnya Ayla tertidur.Waktu berlalu.Cahaya pagi mulai memasuki kamar.Burung-burung roh terdengar berkicau dari balik pep

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   Malam Pertama di Negeri Rubah

    Malam perlahan turun menyelimuti Negeri Rubah.Cahaya keemasan yang sejak pagi menerangi pepohonan kini berganti dengan sinar kebiruan dari ribuan bunga roh yang bermekaran di seluruh penjuru kerajaan. Kelopaknya memancarkan cahaya lembut, membuat seluruh wilayah tampak seperti lautan bintang.Setelah pembicaraan panjang bersama Shizuka berakhir, salah seorang pelayan datang menghampiri Ayla."Lady Ayla, kamar Anda telah disiapkan."Ayla mengangguk pelan."Terima kasih."Ia kemudian menoleh kepada Kuda Hitam yang masih berdiri di bawah Pohon Kehidupan."Apa... kau bisa mengantarku sebentar?"Kuda Hitam menatapnya beberapa saat."Tentu."Shizuka yang melihat itu hanya tersenyum tipis."Pergilah. Besok pagi latihan akan dimulai. Manfaatkan malam ini untuk beristirahat."Keduanya berjalan menyusuri jalan setapak yang diterangi lentera kristal.Malam itu terasa sangat tenang.Sesekali terdengar suara serangga malam dan aliran sungai kecil yang mengelilingi istana.Ayla berjalan sambil mem

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   Awal Sebuah Tempaan

    Keheningan menyelimuti meja bundar di bawah Pohon Kehidupan.Angin berembus pelan, menggoyangkan dedaunan yang memancarkan cahaya kehijauan. Suasana begitu damai, tetapi bagi Ayla, dadanya justru terasa semakin sesak.Ucapan Shizuka terngiang jelas di kepalanya."Kau akan berlatih di wilayahku.""Kau baru boleh pergi setelah Gerbang Ketiga terbuka."Kalimat itu terdengar sederhana.Namun Ayla tahu artinya.Ia tidak akan meninggalkan negeri ini dalam waktu dekat.Mungkin berbulan-bulan.Mungkin lebih lama.Ia menundukkan kepalanya.Jari-jarinya saling menggenggam erat di bawah meja."Aku..."Ia ingin menjawab.Namun kata-kata itu terasa tertahan di tenggorokannya.Bukan karena tidak ingin.Melainkan karena takut.Ia masih mengingat semua kejadian beberapa hari terakhir.Saat Gerbang Pertama aktif tanpa kendali.Saat tubuhnya tiba-tiba membesar.Saat ia bahkan tidak mampu mengendalikan emosinya sendiri.Kalau menghadapi latihan saja ia belum yakin...bagaimana mungkin ia mampu menghada

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   KEGELABAN YANG MENUSUK

    Kegelapan di dalam lorong itu tidak seperti gelap biasa. Ia terasa padat, menekan, seolah bukan sekadar ketiadaan cahaya, melainkan sesuatu yang benar-benar ada dan mengisi ruang di sekeliling Ayla. Untuk beberapa detik, ia hanya berdiri diam, membiarkan matanya mencoba menyesuaikan diri, meski hamp

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   LANGKAH RAHASIA

    Ujung jari Ayla masih menempel pada permukaan kayu itu. Dingin, namun bukan dingin biasa. Ada getaran halus di baliknya samar, hampir tak terasa, tetapi cukup untuk membuat napasnya tertahan. Seolah ada sesuatu di sisi lain yang hidup dan menyadari sentuhannya. Ia tidak langsung menarik tangan, just

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   NALURI YANG MULAI AKTIF

    Napasnya terasa tidak teratur. Ia mencoba menenangkan diri, memaksa pikirannya kembali logis. Ini hanya kandang. Hanya seekor kuda. Tidak ada yang aneh. Seharusnya begitu. Namun perasaan di dadanya berkata lain. “Ini… tidak mungkin,” bisiknya pelan. Di hadapannya, kuda hitam itu tetap berdiri.

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   GERAK GERIK ANEH DI KANDANG

    Udara di dalam kandang terasa berbeda begitu Ayla melewati ambang pintu lebih hangat, namun juga lebih berat, seolah ruang itu menyimpan sesuatu yang tidak terlihat. Aroma jerami, tanah lembap, dan kayu tua memenuhi inderanya, bercampur dengan bau samar yang asing, sesuatu yang tidak bisa ia kenali.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status