Share

BAB 123

Penulis: Jw Hasya
last update Tanggal publikasi: 2026-05-23 23:14:06

Garendra mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih, menahan gejolak amarah yang nyaris membakar sisa kesabarannya. Sorot matanya yang tajam bak elang tampak saat menghunus mobil sport hitam milik Anthony yang melaju kasar membelah area parkir.

Deru mesin mobil itu terdengar sengaja dibuat-buat, seolah menjadi tawa ejekan terakhir sebelum akhirnya kendaraan tersebut hilang di balik gerbang utama toko buku terbesar di kawasan Jakarta tersebut.

Sepeninggal mantan sahabat suamin
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (12)
goodnovel comment avatar
ida sari
apa yg di katakan Anthony itu bnr ya knp Garen ngomong kek gitu .,,apa ada rahasia yg Garen sembunyikan
goodnovel comment avatar
Sri Indah
akankah ada rahasia besarr lagi yang akan terkuak ?
goodnovel comment avatar
Sri Indah
Sungguh terenyuh melihat kisah Arumi . Ujiannya bagai tak putus .
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 458

    Evelyn menyandarkan kepalanya di dada bidang Angga, mendengarkan detak jantung pria itu yang teratur dan menenangkan. Rasa lelah dari acara seharian mendadak memuai begitu saja. "Tidak ... Aku tidak merasa lelah sama sekali," jawab Evelyn lembut, memutar tubuhnya di dalam lingkar lengan Angga hingga mereka berhadapan rapat. "Aku hanya merasa... hatiku begitu penuh. Dulu, aku pikir aku tidak akan pernah punya keluarga atau tempat untuk pulang setelah semua penderitaan itu. Tapi malam ini, di dalam pelukanmu... aku tahu aku telah menemukan rumahku yang sesungguhnya." Angga menatap manik mata Evelyn dengan tatapan yang begitu dalam, sarat akan pemujaan, kehangatan, dan janji suci yang abadi. Jemari kokohnya terulur merapikan helai rambut Evelyn, lalu menangkup kedua rahang halus istrinya. "Masa lalu yang kelam itu sudah selesai, Eve. Tidak akan ada lagi yang bisa menyakitimu, tidak akan ada lagi air mata kesedihan," bisik Angga mantap dengan suara yang mengalun rendah. "Mulai detik

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 457

    Alunan musik orkestra yang melantunkan simfoni lembut bergema indah memenuhi grand ballroom hotel paling mewah di Jakarta. Ruangan raksasa itu telah disulap menjadi mahakarya visual yang menakjubkan—dindingnya dilapisi tirai sutra putih dengan ribuan tangkai mawar putih, lili, dan hydrangea impor dari Belanda yang mengalir bak air terjun di sepanjang lorong utama. Lampu-lampu kristal menggantung megah di langit-langit, memantulkan kilau cahaya keemasan yang menimpa hamparan karpet bunga liar. Hari yang ditunggu-tunggu selama berbulan-bulan itu akhirnya tiba. Pesta pernikahan Angga dan Evelyn—sebuah perayaan kebahagiaan sejati yang dihadiri oleh jajaran petinggi bisnis, mitra internasional Wiratama Group, serta kerabat terdekat. Di depan altar dan pelaminan megah yang dihiasi ukiran emas murni, Angga berdiri dengan tegap. Pria itu tampak amat tampan dan gagah dalam balutan tuksedo hitam buatan perancang busana kenamaan dunia. Kemeja putih bersih dengan dasi kupu-kupu hitam terpasan

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 456

    Suasana di lantai eksekutif kantor pusat Wiratama Group satu bulan menjelang hari pernikahan terasa jauh lebih semarak dari biasanya. Namun, bukannya mereda, ritme kerja Angga justru meningkat dua kali lipat. Sebagai tangan kanan utama Garendra Wiratama, Angga bertekad menyelesaikan seluruh limpahan berkas investasi penting sebelum ia mengambil cuti panjang untuk bulan madunya bersama Evelyn. Pria itu tidak ingin menyisakan sedikit pun celah masalah di perusahaan saat ia memboyong sang calon istri untuk memulai lembaran baru hidup mereka. Di dalam ruang kerja sekretaris yang terletak tepat di luar ruangan CEO, Evelyn sedang menata tumpukan dokumen audit tahunan. Gaun kerja elegan berwarna krem yang mengenakan garis tubuh anggunnya melukiskan kecantikan seorang calon pengantin yang tinggal menghitung minggu menuju hari bahagianya. Rona bahagia di wajahnya tak pernah pudar, membuat setiap staf kantor yang lewat tak henti-hentinya memberikan ucapan selamat dan doa tulus. Pin

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 455

    Pintu kaca ruang bersalin VIP itu perlahan terbuka. Angga mendorong dorongan bayi transparan tempat si kecil berbaring, sementara Evelyn berjalan di sampingnya seraya menuntun jemari mungil seorang anak perempuan berusia tiga tahun yang tampak menggemaskan dalam balutan gaun merah muda. "Mami!" panggil bocah kecil itu gembira, melangkah agak tergesa menggapai tepi ranjang tempat Arumi berbaring lemas namun berseri-seri. Garendra dengan cepat mengangkat tubuh mungil Arabella—putri kecil mereka yang tadinya dititipkan pada Evelyn di luar—lalu mendudukkannya perlahan di pinggir ranjang, tepat di samping Arumi. "Pelan-pelan ya, Bella... Mami masih lelah," bisik Garendra lembut, mengecup pipi bulat putrinya sebelum kembali merangkul bahu Arumi dari belakang. Bella menatap Arumi dengan mata bulatnya yang jernih, lalu mengulurkan jemari mungilnya mengusap lembut pipi sang mami. "Mami sakit?" tanya Bella polos, membuat hati siapa pun yang mendengarnya meleleh seketika. "Mami tidak apa-ap

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 454

    Matahari pagi menyusup dari sela-sela gorden sutra di kamar utama kediaman Wiratama. Suasana yang semula tenang tiba-tiba pecah ketika Arumi, yang tengah duduk di tepi ranjang, mendadak memegang perutnya yang membesar rapat. Sembilan bulan penantian mencapai puncaknya. Sebuah remasan halus di perut bawahnya berubah menjadi kontraksi hebat yang membuat napasnya tertahan. "Ren..." panggil Arumi dengan suara gemetar, dahinya langsung dibasahi keringat dingin. "Garendra... sepertinya... sepertinya si kecil sudah mau keluar sekarang." Garendra yang sedang memasang kancing kemeja di depan cermin besar seketika membeku. Botol parfum mahal di tangan kirinya terlepas, jatuh menghantam karpet tebal tanpa ia pedulikan. Pria berkharisma yang dikenal dingin, tangguh, dan tak pernah goyah di hadapan dewan direksi mana pun itu mendadak tampak kehilangan seluruh orientasi dirinya. "A-apa?! Sekarang?!" suara Garendra melengking, naik beberapa oktav dari nada biasanya. Wajah tampannya pucat pasi d

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 53

    Pintu kamar kost berukuran tiga kali empat meter itu tertutup pelan, menyisakan Evelyn yang berdiri mematung di balik daun pintu. Kamar sempit dengan satu tempat tidur tunggal, meja belajar kecil, dan lemari kayu sederhana itu mendadak terasa begitu lengang. Namun, dada Evelyn justru terasa sesak oleh kebahagiaan yang membuncah hebat hingga rasanya hampir tak tertampung. Evelyn menyandarkan punggungnya di pintu kayu yang dingin, perlahan mengangkat jemarinya untuk menyusuri permukaan bibirnya sendiri yang masih agak basah dan gemetar. Sentuhan bibir Angga yang menuntut, deru napas hangatnya yang memburu di udara malam, serta aroma parfum woody khas pria itu seolah masih tertinggal pekat di kulit leher dan rahangnya. Sensasi desiran hebat dari ciuman panas di dalam mobil tadi membuat lutut Evelyn terasa lemas seketika. Dengan senyum merekah lebar yang tak mampu ia tahan, Evelyn melangkah pelan mendekati tempat tidur. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur busa tipisnya tanpa memati

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 5

    Malam semakin larut, dan atmosfer di dalam ballroom mewah itu berubah menjadi lebih liar. Dentum musik orkestra berganti dengan irama jazz yang lebih progresif, sementara botol-botol sampanye terus dibuka. Gelak tawa para pria pemegang saham yang mulai mabuk berbaur dengan aroma cerutu mahal.Di su

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 3

    “Mas, maaf, sepertinya saya tidak bisa ikut ke pesta itu.” Arumi sedang menata makanan di atas meja makan. Bukan karena tak ada pelayan di rumah megah tersebut. Namun, bagi perempuan yang sudah menikah dua kali itu, menyediakan makanan untuk sang suami adalah sebuah kewajiban. Garendra mengerutka

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 2

    Suara detak jam dinding di kediaman besar keluarga Wiratama terasa seperti ketukan palu yang menghakimi. Bagi Arumi, rumah megah itu bukanlah istana, melainkan sebuah museum sunyi di mana setiap langkah kaki harus diperhitungkan volumenya. Tiga hari telah berlalu sejak janji suci diucapkan, tapi

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 1

    "Saya tidak mempermasalahkan status kamu, biarlah itu jadi masa lalu. Tapi yang perlu kamu tahu, saya akan tetap menafkahimu meski tidak akan mengatur urusan pribadimu nantinya." Garendra mengatakannya tanpa nada merendahkan. Suaranya datar, sedingin ubin marmer di rumah megah itu. Kalimat itu te

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status