LOGIN"Punyamu terlalu besar, nanti bisa koyak ...." Telanjang dan kepanasan, aku berbaring di tempat tidur dan membiarkan teman adikku menekan kedua kakiku. Wajahnya dipenuhi nafsu .... Dia bilang mau memijatku, tetapi posisi pijat seperti apa ini? Ini sangat memalukan, tetapi sangat merangsang! Setelah orang tuaku meninggal, demi merawat adikku, aku tidak pernah punya pacar atau kehidupan seks. Di malam hari, hanya mainan dingin yang menemaniku. Namun, jauh di lubuk hati, aku selalu mendambakan kehidupan seks yang penuh gairah dan keringat. Aku menginginkan seorang pria menjelajahi tubuhku yang lembut dan penuh, lalu merusaknya sepenuhnya. Saat merasa haus akan sentuhan, aku diam-diam menonton film porno setiap malam, lalu berfantasi tentang didominasi secara liar oleh pria berotot. Aku bahkan sengaja berganti pakaian menjadi tank top agak transparan dan rok super pendek, lalu berjalan-jalan di taman yang sepi. Aku berharap seseorang diam-diam mengikutiku, lalu menindihku dengan kuat dan ....
View MoreSeorang wanita berpakaian mewah berdiri di samping tempat tidur dalam kamar rawat inap. Melihatku, dia menunjukku sambil memakiku. Dia pasti adalah ibu Theo.Aku pada dasarnya merasa bersalah. Jadi, aku menunduk dan menerima makian itu tanpa bersuara. Aku diam-diam melirik Theo. Kepalanya dibalut perban dan bibirnya terlihat pucat. Dadaku terasa sakit tak terkendali.Wanita itu hendak lanjut memakiku, tetapi Theo menghentikannya dengan tajam, "Ibu, kamu keluar dulu. Ada yang mau kukatakan padanya!" Atas perintah tegas Theo, wanita itu memelototiku, tetapi memilih untuk pergi.Theo merentangkan lengannya yang kuat dan memelukku. Aroma familier itu masih terasa begitu hangat."Maaf, Theo ...." Dia menutup bibirku dengan tangannya, lalu dengan lembut mencium keningku. Wajahnya dipenuhi kasih sayang, "Kak, kamu nggak salah ...." Sikapnya membuatku merasa makin bersalah. Aku terlalu malu untuk mengucapkan isi hatiku.Theo sangat cerdas. Dia berinisiatif mengungkit masalah ini dan beruja
Darah menodai seprai dan kulitku. "Cepat lapor polisi! Cepat! Jangan sampai terjadi apa-apa padanya!" Adikku menjatuhkan bangku itu dan memelukku sambil menangis. "Kak, sudah nggak apa-apa. Theo begitu kekar. Dia nggak akan mati. Aku akan panggilkan ambulans untuk bawa dia ke rumah sakit."Tak lama kemudian, ambulans tiba. Aku juga menjelaskan seluruh kejadiannya kepada adikku. Theo seperti salah minum obat dan tiba-tiba mencoba memerkosaku!Raut wajahku terlihat muram. Dia menyuruhku beristirahat di rumah, sedangkan dia akan membantuku meminta pertanggungjawaban dari Theo.Aku ingin pergi ke rumah sakit bersamanya. Bagaimanapun juga, Theo terluka parah. Jika terjadi sesuatu yang serius, adikku akan masuk penjara!Namun, saudaraku menggeleng dengan tegas dan menolak. Aku tidak bisa membujuknya dan mau tak mau menurut. Duduk di sofa, pikiranku melayang ke mana-mana. Aku mengambil jaket Theo dan menghirup aroma lemon yang familier. Berbagai macam emosi bergejolak dalam hatiku.Malam it
Pria dan wanita yang ditinggal berdua bagaikan kayu kering yang bertemu dengan api. Aku merasa canggung dan malu. Tatapan agresif Theo membuatku gemetar hebat. Untuk menenangkan jantungku yang berdebar kencang, aku menyesap sedikit jus lemon.Suasana ambigu terasa di udara ....Theo perlahan mendekatiku. Dia menarikku ke dalam pelukannya dengan lengan kuatnya. Kemudian, dia menggigit cuping telingaku dengan pelan. "Kak, kamu takut?" Wajahnya makin dekat dan aroma harum tubuhnya benar-benar memabukkan.Tubuhku sangat sensitif. Aku sangat ingin menyerah pada Theo saat ini juga, tetapi takut adikku tiba-tiba pulang. Apa yang akan kulakukan pada saat itu?Aku menggigit ujung lidahku dan memaksa diriku untuk tenang. "Theo, tunggu dulu. Kalau Jayden pulang ...." Theo tersenyum nakal. "Kak, jadi maksudmu, kita boleh bermesraan selama Jayden nggak ada?" Bisikannya di telingaku membuat hatiku meleleh. Aku segera menyeret tubuhku yang lemas menuju kamar. Jika aku tinggal bersama Theo lebih l
Mungkin inilah takdirku!Aku tidak bermaksud untuk menyalahkan Michelle. Berhubung Theo adalah pemuda yang unggul dan menyukai Michelle, kenapa mereka tidak boleh bersama? Memangnya dia harus bersamaku, seorang wanita yang sudah sekarat?Aku memang berpikir begitu, tetapi air mataku tak berhenti mengalir, seperti bendungan yang jebol.Entah sejak kapan, adikku sudah berdiri di depanku. Dia dengan lembut menyeka air mata dari sudut mataku dengan tisu. "Kak, jangan menangis. Kalau nggak, kamu nggak akan cantik lagi, lho." Dia bahkan dengan lembut mengelus kepalaku dan bertingkah seperti orang dewasa kecil. Hal itu langsung menghangatkan hatiku.Aku menoleh untuk melihat adikku. Aku menemukan emosi yang tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata di matanya. Ada kekhawatiran, tekad, dan sesuatu yang lain.Pada larut malam, aku tiba-tiba menerima panggilan dari Theo. Suara musik yang keras terdengar di ujung telepon sehingga aku tidak bisa mendengar jelas suaranya. Theo sepertinya juga sudah






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.