مشاركة

Sikap Yang Aneh

مؤلف: Rcancer
last update تاريخ النشر: 2026-02-17 07:54:28

Ketika hari berganti, Oji kali ini bangun lebih pagi dari biasanya.

Karena tidak ada pekerjaan penting yang harus dilakukan, pemuda berusia dua puluh satu tahun itu memutuskan untuk berolahraga.

Hari ini Oji sudah mempersiapkan hati dan jiwanya untuk menghadapi gunjingan para tetanggga, akibat peristiwa semalam di rumahnya.

Oji yakin, beberapa tetangga pasti melihat kedatangan keluarga Cokro dan menyangkut pautkan mereka dengan desas-desus yang melibatkan anak Pak Cokro dengan Oji.

Sebelum keluar kamar, sejenak tatapan Oji terusik pada botol parfum yang dia temukan semalam. Oji pun mencium ketiaknya sendiri dan rasa heran seketika tergambar dalam wajahnya.

"Sebenarnya ini parfum bukan sih?" Gumam Oji menatap botol yang sudah berada di tangannya.

Masih dengan rasa penasaran yang besar, anak itu kembali menyemprotkan cairan tersebut hingga membasahi bulu ketiaknya.

Setelah beberapa detik dia terdiam dengan rasa penasarannya, akhirnya Oji memutuskan keluar kamar untuk menunaikan niatnya.

Oji berlari kecil hingga sampai ke lapangan. Di sana, dia melepas kaos karena sudah basah oleh keringat, lalu dia melanjutkan lari keliling lapangan hingga beberapa puteran.

Tanpa Oji sadari, sejak beberapa menit yang lalu, ada sepasang mata yang terus memperhatikan Oji dengan tatapan tak biasa.

Bahkan sampai Oji berhenti lari mengelilingi lapangan, mata sosok itu hampir tak berkedip menatap anak muda yang memiliki tubuh dengan tinggi 183 cm.

Oji sendiri, memilih duduk di tempat yang agak sepi agar lebih nyaman melepas lelah sambil menyaksikan beberapa orang yang tengah berolahraga juga.

"Kamu sendirian?"

Tiba-tiba Oji mendengar suara seseorang dari arah belakang. Anak itu agak tersentak dan dengan dia langsung menoleh.

Raut wajah Oji berubah kala matanya menangkap sosok wanita yang sangat dia kenal berdiri dan tersenyum kepadanya.

Aneh, itulah yang Oji rasakan kali ini. Tidak biasanya wanita itu tersenyum manis dan menyapa kepadanya.

"Ditanya kok diam sih, Ji," sosok wanita itu kembali bersuara dan yang lebih mengejutkan dia mendekat lalu menyodorkan sesuatu. "Nih, buat kamu."

Oji terpaku dengan raut wajah masih kebingungan. Apa lagi sosok wanita itu duduk di sebelahnya, membuat Oji semakin merasa aneh.

"Habis keluar keringat banyak, emang kamu nggak haus?"

Oji semakin terperangah. Wanita yang biasanya bersikap ketus dan terkesan membencinya, sekarang malah bersikap hangat kepada pemuda itu.

"Eh, malah diam," ujar si wanita. "Kamu nggak suka aku duduk di sini?"

"Eh, bukan gitu," kali ini Oji tergagap. "Aku hanya kaget aja," ucapnya jujur.

Wanita itu malah tersenyum. "Kaget karena aku biasa galak sama kamu ya?" terka wanita itu.

Oji pun langsung salah tingkah karena terkaan wanita itu sangat benar.

Namanya Mia. Usinya lebih tua beberapa tahun dari Oji. Rumahnya dekat lapangan bola dan tiap bertemu Oji pasti menunjukan wajah ketus.

Entah Oji salah apa kepada wanita itu, hingga Mia selalu menunjukan sikap tak suka jika ketemu Oji dimanapun.

"Wajah aku kan emang galak gini, Ji," ucap Mia lagi. "Tapi meski begitu, aku cantik kan?"

Oji seketika tersenyum cangggung.

"Kamu ke lapangan sendirian?" Mia kembali bersuara.

"Iya, Mbak," jawab Oji singkat.

"Aku juga sendirian," balas Mia. "Tapi kamu hebat loh, bisa berkali-kali lari mengelilingi lapangan. Aku aja dua kali udah sesak nafas."

Oji tercenung sampai menatap wanita di sisi kirinya. "Mbak Mia dari tadi di sini?" Anak itu pun mulai memberanikan diri untuk bertanya.

"Sebelum kamu datang, aku sudah selesai olahraga," jawab Mia. "Harusnya kamu datang lebih pagi lagi, biar kita bisa olahraga bareng."

Kening Oji seketika berkerut. Sungguh, dia melihat sisi yang berbeda dari wanita di sebelahnya.

Entah kenapa, sikap hangat yang ditunjukan wanita itu, justru menumbuhkan rasa curiga dalam benak Oji.

Mengingat selama ini sikap wanita itu seperti apa, membuat Oji tak yakin kalau sikap wanita itu berubah seratus persen tanpa ada maksud tersembunyi.

"Kalau udah selesai, kenapa Mbak nggak pulang?" Tanya Oji mencoba menyelidiki. "Apa Mbak Mia sedang menunggu kedatangan seseorang?"

Wanita itu malah kembali mengembangkan senyumnya. "Nggak lagi nunggu siapa-siapa sih," jawabnya. "Cuma tadi, pas mau pulang, tiba-tiba aku lihat kamu lepas kaos. Kaya keren banget gitu. Jadi aku memilih tak pulang, demi lihat kamu."

Oji terperanjat. Seketika dia menyadari kalau saat ini anak muda itu tengah bertelanjang dada. Oji bergegas mengenakan kaosnya.

"Loh, ngapain dipakai?" Mia langsung melayangkan protes. "Apa ada yang salah dengan ucapanku?"

Oji yang sedang salah tingkah sontak tersenyum. "Udah nggak panas lagi, Mbak," balasnya asal.

Padahal Oji merasa tak percaya diri dengan keadaan tubuhnya yang terkesan kurus meski memiliki tinggi yang berkarisma.

"Keringatnya juga masih banyak tuh," Mia nampak agak kecewa. Sedangkan Oji yang tidak peka hanya mengembangkan senyum saja.

"Kamu tuh, kalau diperhatikan baik-baik, sebenarnya ganteng ya, Ji," ucapan Mia kembali membuat Oji terperangah.

"Apa lagi pas kamu buka kaos tadi, uh, kamu kelihatan keren banget. Meskipun nggak terlalu kekar, tapi kamu memiliki badan yang cukup berisi. Perutmu aja kelihatan kotak-kotak dan sangat padat."

Oji terdiam dengan tatapan yang masih mengandung rasa heran. Bukannya tidak senang mendapat pujian, tapi bagi Oji ini terlalu aneh.

"Ditambah lagi, bulu ketiak kamu, ughh, kamu kelihatan semakin seksi, tahu."

"Bulu ketiak?" Rasa heran Oji semakin melebar.

Dengan antusias, Mia langsung mengangguk. "Bulu ketiakmu bagus banget, Ji. Enak dipandang. Kalau berkeringat gitu, baunya pasti enak banget ya?"

Kening Oji semakin berkerut begitu mendengar ucapan lawan bicaranya. Tapi anak itu sama sekali tidak memberi tanggapan karena yang dikatakan Mia cukup membuat Oji syok.

"Oh iya, Ji, kamu bisa benerin genting nggak?" Tiba-tiba wanita itu mengalihkan pembicaraan.

"Benerin genting?"

Mia mengangguk. "Genting rumahku ada yang bocor. Gara-gara emalam hujan deras banget. Kalau kamu bisa, mau nggak kamu tolongin aku?"

Oji terdiam, menimbang penawaran yang diajukan lawan bicaranya. Entah kenapa Oji masih merasa aneh dengan perubahan sikap wanita itu.

"Bisa nggak?" Karena Oji terdiam, Mia pun terpaksa mendekatnya. "Apa kamu takut, aku akan melakukan sesuatu?"

Seketika Oji terperanjat. "Bisa kok, Mbak," jawabnya agak gelagapan.

"Berarti kamu bisa dong nolongin aku?" Wanita itu kembali memaksa, membuat Oji tak kuasa untuk menolaknya.

Karena Oji telah setuju, Mia pun bangkit dari duduknya dan mengajak Oji beranjak ke rumahnya.

Dengan pikiran yang dipenuhi banyak pertanyaan, Oji mengikuti ajakan Mia. Oji masih sangat penasaran, apa yang membuat wanita berubah sikap menjadi sangat hangat.

"Sebelah sini, Ji, yang bocor." Begitu sampai rumah, Mia langsung menunjukan genting yang harus diperbaiki.

"Di sini doang?" tanya Oji meski rasa canggung menyelimuti.

"Ada satu lagi, di pojokan kamarku," jawab Mia.

Oji mengangguk samar.

Mia tersenyum riang, lalu dari mulutnya keluar ucapan yang membuat Oji terdiam dengan mata yang hampir tak berkedip karena terlalu mengejutkan.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Bangun Tidur

    "Eugh..." suara khas tanda orang bangun tidur, keluar dari mulut pemuda yang saat tengah terbaring di atas karpet. Tubuhnya pun sedikit bergerak namun tiba-tiba tubuh itu terdiam dan merasa aneh.Anak muda yang akrab dipanggil Oji segera membuka matanya dan melempar tatapan ke arah lain. Betap terkejurnya anak itu kala matanya menangkap seseorang wanita."Kamu sudah bangun?" Dengan entengnya wanita itu malah melempar pertanyaan sambil melempar senyum."Apa yang kamu lakukan, Mbak?" Oji mengangkat tubuhnya sedikit dan wajahnya masih diliputi rasa heran.Wanita itu malah semakin tersenyum lebar dan nampak tersipu. "Maaf, ya, kalau aku lancang. Soalnya aku udah nggak tahan."Oji masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Dia lantas mengedarkan pandangannya ke sekitar dan raut herannya semakin kelihatan."Tadi kamu ketiduran. Sampai tokoku tutup kamu nggak bangun-bangun, jadi aku terpaksa tarik tubuh kamu ke dalam," tanpa diminta, wanita yang mengaku janda itu langsung memberi penjelasa

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Di Hari Berikutnya

    "Bukankah itu kotak kayu parfum kita?" Seorang pria nampak kaget begitu melihat benda yang dia kenal, teronggok diantara tumpukan sampah.Sosok pria itu pun mendekat untuk memastikan kalau dia tidak salah lihat. "Tuh, kan, benar, ini kotak ramuan itu, Jo!" Serunya antusias."Loh, iya,"rekan dari pria itu pun tak kalah senang. "Wah, akhirnya kita menemukan petunjuk baru," dia langsung celingukan, memperhatikan sekitarnya. "Kira-kira, sampah ini berasal dari rumah yang mana?""Itu dia yang harus kita cari tahu," ucap sosok yang saat ini mengenakan kaos hitam. "Pasti ini sampah salah satu rumah yang ada di sekiar sini."Sang rekan mengangguk dan mengiyakan. "Ya udah, kita cari rumah yang kehilangan parfum dulu. Setelah itu kita tinggal fokus cari orang yang menemukan kotak parfum ini.""Oke!" Kedua pria itu semakin semangat dalam melakukan usaha pencarian. Sedangkan di tempat lain, orang yang menemukan kotak kayu itu, sedang fokus dengan pekerjaan.Oji saat ini tengah sibuk melayani pem

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Jam Malam

    "Ji, apa mungkin, Arinda marah sama kamu gara-gara dia pengin bermain ranjang juga?" Tiba-tiba Karin melempar pertanyaan yang membuat Oji terperanjat.Anak muda itu menoleh, menatap wanita yang tersenyum kepadanya, lalu Oji berpaling dan memilih memejamkan matanya."Kalau bisa sih, disaat seperti ini, kita jangan membahas orang lain dulu, Mbak," ucap Oji. "Bukankah kamu ngajak aku ke sini, untuk bersenang-senang? Jadi, nggak perlu lah, kita membahas hal yang tidak penting."Sekarang, giliran Karin yang tertegun. Wanita itu lantas tersenyum dan memilih mengalah dengan cara kembali mencium aroma ketiak Oji.Tidak ada obrolan lagi di antara mereka. Hingga beberapa menit berlalu, Karin baru menyadari kalau pria yang baru saja memuaskannya, kini telah terlelap."Sepertinya, kamu capek banget ya, Ji?" Gumam Karin, menatap lekat wajah anak muda yang terlelap. Dia tersenyum, lalu menempelkan bibirnya pada pipi Oji.#####Hingga beberapa jam kemudian, tubuh Oji menunjukan sebuah pergerakan, ya

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Nenek Merasa Janggal

    Dua wanita yang sama-sama sudah memiliki cucu itu masih asyik berbincang. Sedangkan di luar warung, dua pria juga masih dalam kebingungan.Di saat bersamaan, datang lagi seorang wanita, memasuki warung tersebut. Wanita itu lebih muda dan sepertinya dia baru saja pergi karena dia datang menggukan motor maticnya."Eh, ada Nenek Sani," wanita itu terlihat sumringah sambil menyapa wanita yang usianya lebih tua darinya.Sapaan itu bukanya disambut dengan baik, tapi Nenek Sani malah terdiam dengan raut yang menandakan kalau dia terkejut. Nenek Sani cukup kenal dengan sosok wanita muda dan mereka sebenarnya hampir tak bertegur sapa tiap kali bertemu dan terkesan kurang ramah.Maka itu, Nenek Sani kaget, waktu sosok wanita itu bersikap ramah kepadanya. Beruntung, Nenek langsung menyadari sikapnya dan dia segera membalas sapaan dengan senyuman."Mbak Nadia darimana?" Tanya si pemilik warung. "Baru pulang kerja?""Iya nih, Mbok," balas Nadia sambil mencomot satu gorengan tempe. "Mbok aku minta

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Dilema

    Oji tidak langsung mengiyakan. Anak itu memilih diam sambil berpikir untuk mencari alasan, menolak permintaan wanita yang pernah menghinanya.Oji juga yakin, kalau keinginan wanita itu cuma sandiwara saja. Perubahan sikap wanita itu pasti karena dia sudah terhipnotis dengan ketiak Oji.Jika diperhatikan, Karin sebenarnya bukan wanita yang jelek. Bahkan tanpa perawatan khusus, wanita itu memang sudah terlihat cantik sejak dulu.Bentuk badannya pun cukup menggiurkan. Tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk. Benar-benar bentuk tubuh yang dirawat sangat baik."Nggak lah, Mbak," dengan sangat terpaksa, Oji menolak permintaan Karin. "Hari ini, aku sangat lelah, aku ingin istirahat yang lama."Jawaban Oji sontak membuat kaget lawan bicaranya sampai wanita itu menatap tajam dengan kening berkerut."Lelah?" Tanya Karin. "Aku kan cuma ngajak ngobrol, Ji, bukan ngajak melakukan sesuatu yang aneh-aneh."Oji terperanjat mendengar balasan lawan bicaranya. Lalu anak itu cengengesan dan agak sala

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Menghidari Godaan

    Oji diserang gelisah. Anak muda itu yakin, wanita dewasa di depannya, sedang menggoda dan seperti memberi perangkap agar Oji masuk ke dalam jeratannya.Belajar dari pengalaman, gelagat yang ditunjukan lawan bicaranya sama persis yang terjadi pada para wanita sebelumnya. Bukannya Oji tak suka mendapat kesempatan enak lagi. Anak itu takut, jika nasib sial menghampirinya seperti yang dialami tetangga Pamannya beberapa waktu lalu."Kenapa diam? Lagi mikir apa hayo?" Wanita yang belum diketahui namanya kembali mengusik Oji membuat anak itu semakin gelagapan."Nggak mikir apa-apa, Mbak," kilah Oji sambil cengengesan tersipu."Yah, nggak asyik," raut si wanita malah cemberut. "Harusnya mikir aja loh, Mas. Apa mungkin selera kamu bukan janda?"Mata Oji sontak agak terbelalak. Dia tidak menyangka lawan bicaranya bisa berpikiran seperti itu. "Wajar sih, kalau kamu nggak suka janda, kamu masih muda, ganteng, pasti lebib suka yang sama-sama muda, iya kan?""Ya, belum tentu juga sih, Mbak," bal

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Di Depan Kios Bakso

    Rasa penasaran Oji semakin besar. Apa lagi setelah dia mendengar ucapan lawan bicaranya tentang keistimewaan isi kotak kayu, membuat anak muda itu, ingin mengetahui informasi lebih banyak lagi."Ji! Oji!" Sang Paman tiba-tiba memanggil dan mau tidak mau obrolan itu harus berakhir. "Iya, Paman!" Se

    last updateآخر تحديث : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Barang Yang Sama

    "Loh, itu kan..." Oji tercenung beberapa saat kala matanya tak sengaja menangkap sesuatu yang tergeletak di atas meja.Rasa penasaran seketika menyeruak dalam benaknya dan Oji sempat memperhatikan dua pria yang memesan bakso di sana.Ingin rasanya Oji bertanya. Namun, entah kenapa dia merasa berat

    last updateآخر تحديث : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Wah.... Dapat Bonus

    Langkah Oji seketika terhenti kala matanya menangkap sosok yang dia kenal, sedang bercanda bersama teman-teman barunya.Ada rasa iri dan kesal kala Oji melihat kebersamaan mantan sahabatnya yang nampak bahagia, berteman dengan orang-orang yang membenci Oji. Namun, dia segera menyadari kekuranganny

    last updateآخر تحديث : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Jadi Pendusta

    Oji pulang dengan perasaan bahagia. Sampai detik ini, dia masih takjub dan hampir tak percaya dengan perubahan jalan hidup yang dia alami dua hari terakhir ini.Di dalam kamarnya, Oji kembali mengenang setiap kejadian yang dia lalui. Terutama kebersamaannya dengan tiga wanita yang membuat dirinya m

    last updateآخر تحديث : 2026-03-17
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status