Share

Chapter 101

Penulis: Atieckha
last update Tanggal publikasi: 2026-07-16 23:55:08
“Belum apa-apa kamu sudah mau melukai anakku. Belum sah jadi mantuku kau sudah membuat anakku menangis. Sudah kuduga kau pasti sengaja bersembunyi untuk menghindari anakku,” Ayahnya Salsa masih misuh-misuh gak jelas karena amarahnya sudah mulai tak bisa ditahan lagi.

“Kau harus merasakan tamparanku biar ke depan kau berpikir berulang kali sebelum mau menyakiti putriku,” gumamnya lagi. Darahnya benar-benar mendidih. Begitu nanti Nathan keluar dari dalam mobil yang pertama ia lakukan adalah men
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Najwa Alhuda
Thor gimana fakta kebenaran untuk nasib bisnis nya Nathan
goodnovel comment avatar
Eva Fransisca
Thor kenapa lanjutannya ko laammaaaaaaaa banget
goodnovel comment avatar
Hanifah Hanifah
di tunggu lanjutannya Thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 230

    “Loh kok ada-ada” ucapan Kenzo terpotong.“Itu pelayan yang dikirim Papa untuk bekerja di sini,” ujar Tuan Abimanyu. Tuan Abimanyu lantas meminta Indah dan Anggun untuk menyambut mereka. Ada juga yang berpakaian suster membuat si kembar kembali bertanya karena penasaran, “itu susternya siapa, Grandpa?” tanyanya polos saat melihat suster ikut turun dari mobil.“Itu suster buat jagain Mama,” jawab Tuan Abimanyu.Di luar dugaan si kembar malah tertawa terbahak-bahak, “memangnya Mama anak kecil harus dijagain?” ejek mereka kompak.Tuan Abimanyu tersenyum sambil mengusap Puncak kepala kedua cucunya dengan lembut, “bukan hanya anak kecil yang butuh suster buat jagain, nak. Tapi orang dewasa yang sedang sakit atau sedang hamil seperti Mama Salsa juga butuh dijagain,” ujarnya menjelaskan. “Tapi kan ada Grandma,” sahut Kenzi.“Grandma dan Grandpa mau pulang dulu ke luar negeri, nak. Tapi gak lama kok,” jawabnya.Si kembar hanya mengangguk karena fokus mereka teralihkan pada tiga pelayan yang

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 229

    Nyonya Abimanyu melepaskan pelukannya pada Salsa lalu menatap ke arah pintu. Si kembar masuk lagi ke dalam, tapi kali ini Kenzo sambil memegang ponsel milik Tuan Abimanyu. Sepertinya bocah itu sedang melakukan panggilan video atau menelepon seseorang di sana.“Pelan-pelan dong, Sayang. Grandma sama Mama sampai kaget,” tegur Nyonya Abimanyu dengan suara lembut setelah kedua cucunya mendorong pintu kamar Salsa hingga terbuka lebar.Si kembar malah tertawa tanpa dosa. Mereka berjalan masuk lebih jauh lalu merangkak naik ke atas ranjang yang empuk itu. Namun, dari posisinya, Salsa belum mendengar suara dari seberang telepon.“Sorry udah bikin kaget,” ujar Kenzi sambil terkekeh, menirukan gaya bicara orang dewasa.Setelah duduk di samping sang Mama suara si sulung terdengar, “Ma, kata Papa Mama mau makan apa? Kita mau dibeliin makanan enak sama buah anaknya Papa. Boleh pizza ya, Ma? Kayaknya burger king juga enak sih.” “Huh?” Nyonya Abimanyu butuh beberapa detik untuk mengerti apa maksud

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 228

    Di sisi lain, Tuan dan Nyonya Abimanyu langsung meluncur ke rumah Salsa. Mereka berdua bergegas setelah mendapat kabar langsung dari Nathan kalau Salsa sedang hamil. Nathan sengaja meminta orang tuanya datang untuk menemani Salsa sekaligus menjaga si kembar.“Mama di mana, Sayang?” tanya Nyonya Abimanyu begitu langkah kakinya terhenti di ruang tengah. Beliau melihat kedua cucu kembarnya berdiri gelisah tepat di depan pintu kamar Salsa yang terbuka sedikit.“Mama lagi muntah, Grandma,” jawab salah satu dari mereka.Sejak tadi, dua anak kecil itu tidak mau menjauh. Mereka telaten memijat kaki dan tangan mamanya yang lemas. Baru saat mendengar suara Nyonya dan Tuan Abimanyu sampai di rumah, mereka mengintip sebentar dari atas tangga.Mendengar ucapan si kembar, raut wajah Nyonya Abimanyu berubah cemas. Beliau langsung buru-buru melangkah naik ke lantai atas, sementara Tuan Abimanyu memilih menunggu di ruang tamu.“Sini, Sayang, sama Grandpa dulu di bawah,” panggil Tuan Abimanyu dari bawa

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 227

    “Jangan panggil aku Aditya kalau kamu bisa menemukan bukti dari ruang kerja Nathan maupun di dalam mobilnya. Aku yakin seribu persen bukti itu tidak akan pernah kamu dapatkan dari sana. Dia itu bukan orang bodoh, Clara. Perumahannya saja super canggih, apalagi ruang kerjanya atau mobilnya. Pasti sudah dipasangi alat pendeteksi penyadap atau kamera tersembunyi. Kamu sama papamu benar-benar nggak mikir sampai sejauh itu, ya?” ucap Aditya lagi, menyindir secara terang-terangan hingga membuat Clara langsung bungkam.Tatapan Aditya begitu sinis. Dia menikmati perubahan wajah Clara yang seketika itu juga langsung pucat dan linglung.“Buktikan saja dalam seminggu ke depan. Kalau sampai ada bukti yang berhasil kamu dapatkan dari kamera tersembunyi dan alat penyadap konyol itu, aku bakal sembah kaki kamu sama papamu setiap hari,” tambah Aditya penuh keyakinan.Clara masih terdiam tapi telinganya terus mendengarkan ucapan Aditya. Setiap patah kata yang keluar dari mulut Aditya sepertinya sangat

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 226

    “Tutup mulutmu, jangan sampai ada yang dengar,” ucap Clara marah, suaranya terdengar sedang menahan emosi. Dia melangkah makin dekat lalu mendudukkan dirinya tepat di samping pria itu. Dia tak ingin sama sekali ada siapapun yang mengetahui hubungan mereka. Jangan sampai Nathan tahu karena Clara tidak mau kehilangan pria itu.Tak lama, seorang pelayan melangkah masuk membawakan beberapa piring makanan hangat yang sudah dipesan lebih dulu sebelum Clara menginjakkan kaki di restoran ini.“Tidak akan ada yang tahu selagi kamu gak buka mulut,” jawab pria itu dengan senyum menyeringai di bibirnya.Nekat sekali dirinya berani menyentuh dan tidur dengan putri seorang bos mafia besar. Tapi lagipula, bukan dia yang mengejar atau memohon-mohon. Wanita di sampingnya inilah yang selalu datang sendiri, meminta tubuhnya dipuaskan setiap kali rasa haus akan sentuhan laki-laki tak bisa ditahan oleh Clara. Dan yang paling menyenangkan dari semua ini adalah bayarannya. Setiap kali dia berhasil membuat C

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 225

    Clara melangkah keluar dari gedung Abimanyu Group dengan hati yang tidak tenang. Pikiran dan perasaannya benar-benar berantakan. Di satu sisi, ada bagian dalam dirinya yang masih berusaha membela Nathan—berusaha meyakinkan hati kalau sikap dingin dan acuh tak acuh pria itu memang murni karena wataknya, bukan karena ada perempuan lain yang disembunyikan. Namun di sisi lain, bayangan kecurigaan papanya terus terngiang-ngiang di benaknya, membuatnya cemas.Dia merasa puas karena berhasil meletakkan kamera dan alat penyadap itu tepat di tempat yang strategis di ruang kerja Nathan tanpa ketahuan sedikit pun oleh sang calon suami. Tapi rasa puas itu langsung menguap, berganti ketakutan yang terlihat sangat nyata. Bagaimana kalau dugaan papanya benar? Bagaimana kalau kamera itu nanti justru merekam hal yang paling tidak ingin dia lihat? Clara tahu betul tabiatnya sendiri, dia gila, dia obsesif, dan dia tidak akan pernah sudi—juga tidak akan pernah sanggup—berbagi Nathan dengan perempuan mana

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Masih Perawan

    Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Lingerie

    Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Suara Desahan

    Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status