分享

Chapter 111

last update publish date: 2026-07-30 11:14:59

Seorang gadis kecil berdiri memeluk dirinya sendiri saat angin yang cukup kencang datang begitu tiba-tiba. Sudah sejak tiga puluh menit lalu dia berdiri di depan sekolah menunggu Ibunya menjemput. Kakinya mulai pegal, tapi yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang.

"Elodie, tunggu sebentar ya. Aku ke dalam dulu mengambil jaket dan payung," ucap gurunya.

Elodie mengangguk. Entah sadar atau tidak, gadis kecil itu melangkahkan kakinya pelan. Semakin jauh-semakin jauh hingga tak terasa dia sudah tak
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 111

    Seorang gadis kecil berdiri memeluk dirinya sendiri saat angin yang cukup kencang datang begitu tiba-tiba. Sudah sejak tiga puluh menit lalu dia berdiri di depan sekolah menunggu Ibunya menjemput. Kakinya mulai pegal, tapi yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang."Elodie, tunggu sebentar ya. Aku ke dalam dulu mengambil jaket dan payung," ucap gurunya.Elodie mengangguk. Entah sadar atau tidak, gadis kecil itu melangkahkan kakinya pelan. Semakin jauh-semakin jauh hingga tak terasa dia sudah tak ada di lingkungan sekolah lagi."Mommy lama, Elodie bisa pulang sendiri," desisnya.Entah karena bosan atau memang dia merasa bisa pulang meski tidak dijemput, dengan tekadnya, Elodie berjalan cepat. Beruntung jalur sekolah ke rumahnya tidak melewati jalan utama yang ramai.Kaki kecil itu terus melangkah. Udara yang semakin dingin mulai menusuk tulangnya."Kenapa dingin sekali," ucapnya. Gadis itu berhenti sejenak, kemudian menengadah dan membuka tangannya menghadap langit."Mendung dan hujan su

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 110

    Interlaken benar-benar menyihir Maverick agar pria itu tak segera pulang. Tiga hari berlalu, dia kembali mengundur kepulangannya. Alasannya, dia merasa nyaman di sana karena hanya ada ketenangan yang melingkupinya."Kamu bisa pulang duluan, James. Dan jangan lupa cari tahu tentang lukisan itu," ucap Maverick setelah meneguk teh hangatnya."Baik, Tuan," jawab James.Ada rasa khawatir meninggalkan tuannya sendiri di negeri orang, tapi James lagi-lagi tak memiliki kekuatan untuk menolak. Mungkin saja Tuannya itu memang sedang ingin menyendiri di kawasan sejuk seperti Interlaken."Tapi mungkin saya di sini sekitar dua hari lagi, Tuan. Seperti yang Tuan katakan, saya harus mencaritahu tentang lukisan itu, dan saya akan mulai dari sini," izin James yang kemudian diangguki oleh Maverick.Mereka baru saja kembali setelah perjalanan mereka. Sengaja kegiatan hanya dibuat setengah hari agar setengah hari sisanya mereka bisa bersantai.Maverick duduk di kursi kayu di halaman penginapannya. Secan

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 109

    Sudah terhitung dua jam lamanya Maverick terus saja bergerak gelisah di atas ranjang. Dia sudah mengubah posisinya menjadi menghadap ke kanan, ke kiri, bahkan terlentang. Namun, matanya masih enggan untuk terpejam.Alasannya karena lukisan yang dia lihat sore tadi di salah satu galeri."Aku yakin, aku sangat yakin itu milik Rosélia. Tapi, bagaimana bisa?" lirihnya. "Itu bukan karya lama, tahunnya tertulis jelas dua tahun yang lalu.""Arrghh, sialan!" Usai mengumpat, pria itu bangkit terduduk di ranjangnya kemudian mengambil ponsel yang teregeletak di samping bantal.Pria itu mengetikan sesuatu di mesin pencarian. Dia hanya ingin tahu berapa banyak seniman yang menggunakan benang merah dalam lukisannya dan jika memang ada, dia akan membandingkan teknik lukisnya dengan milik Rosélia.Ada, Maverick menemukan beberapa tapi maknanya berbeda. Milik Rosélia selalu terkesan menghubungkan setiap objek yang ada dalam lukisan, tapi milik orang lain tidak seperti itu.Dan lukisan yang dia lihat t

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 108

    Tempat terakhir yang Maverick datangi di Swiss adalah Interlaken. Sebuah kota yang diciptakan ketika Tuhan sedang bahagia. Keindahan yang selalu mampu memanjakan mata, meluapkan rasa sedih yang berganti dengan kebahagiaan serta sejuknya udara di sana selalu berhasil menenangkan hati.Karena ini tempat terakhir, Maverick tidak ingin terlalu terburu-buru. Dan di sini, dia tak ditemani oleh siapapun selain James."James, carikan aku galeri yang sekiranya harus aku kunjungi," perintah Maverick. Padahal mereka baru saja hendak mencari tempat untuk menginap, namun perintah Maverick seolah tak ada hentinya."Baik, Tuan." Namun akhirnya James hanya bisa mengiyakan Sang Tuan karena dia juga tidak memiliki kuasa untuk menolak.Tibalah mereka di pemukiman yang tak terlalu padat. Di sana didominasi oleh padang rumput hijau dan aliran sungai di belakang pemukiman dengan air yang begitu jernih.James menghentikan langkahnya di sebuah homestay yang memberikan kesan hangat, tenang dan tentu saja deka

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 107

    Tiga hari kemarin Maverick menghabiskan waktunya di Zurich. Cukup banyak pengalaman dan hal baru yang dia dapatkan. Dan hari ini untuk dua hari ke depan, dia akan menghabiskan waktu di Basel. Dia datang ke sebuah kompleks bangunan modern. Dinding-inding kaca, baja dan beton membentuk garis-garis tegak yang tampak sederhana tapi memiliki karekter kuat. Bangunan unik berbentuk geometris.Di sana, Maverick mempelajari inovasi salah satunya bentuk bangunan. Selain itu Maverick juga mempelajari efisiensi yang dapat dia lihat dari hampir tidak ada lampu yang menyala karena pencahayaan alami dari skylight di langit-langit.Maverick tak sendirian, dia di sana bersama dengan Felix, seorang CEO perusahaan konstruksi yang sudah banyak membangun bangunan-bangunan unik dan mewah di Swiss.Ketiganya akhirnya tiba di atap gedung yang hampir dipenuhi dengan panel surya."Tidak salah aku datang ke sini. Terima kasih atas bantuanmu. Aku harap aku tidak merepotkanmu," ucap Maverick."Tentu saja tidak.

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 106

    Setelah lima tahun berlalu, persaingan pasar properti belakangan menjadi semakin ketat. Banyak perusahaan properti baru yang sudah berkembang pesat.Banyaknya karyawan muda di perusahaan tersebut membuat Ashbourne Holdings sedikit tertinggal karena sebagian besar desain dan konsep yang mereka miliki bisa dibilang kuno dan tidak kekinian.Beberapa minggu ini Maverick memutar otak untuk mengubah konsep mereka menjadi lebih unik namun tetap memiliki identitas sebagai Ashbourne Holdings. Berulang kali dia menulis konsep baru, kemudian menghapusnya lagi saat dirasa tidak sesuai. Terus seperti itu hingga dia berkunjung ke Atelier De Rosélia.Salah satu lukisan milik Rosélia berhasil mendatangkan ide pada Maverick. Sebuah lukisan bangunan klasik yang bersanding dengan panorama senja di sebuah padang rumput hijau."Mungkin aku harus bepergian agar bisa mendapatkan inspirasi lebih banyak," desisnya. "Bangunan klasik…" sambungnya. Matanya berbinar seolah dia mendapatkan ide. Pria itu bergegas

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 01

    Gaun ivory yang sedikit menjuntai di bagian belakang, belahan di bagian paha kiri hingga bawah membuat kaki jenjang sang pemilik terpampang indah. Putih, mulus tanpa cela sedikitpun. Rosélia datang, membelah keramaian para tamu yang sebagian sudah datang. Setiap langkahnya, dia mendengar orang-or

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 06

    Mbok Rumi benar-benar menyiapkan semuanya di kamar ini. Semua keperluannya ada, hanya beberapa barang miliknya saja yang harus Rosélia bawa ke sana. Ditariknya selimut sampai sebatas dada. Tubuhnya terlentang, matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamar dengan pencahayaan samar. Baru saja he

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 05

    Tangis Rosélia pecah, telinganya berdengung, dadanya sesak sampai dia memukul-mukulnya berharap sesak itu hilang meski hanya sesaat. Semua mata tertuju padanya. Melihatnya dengan tatapan jijik, kecewa yang menuh amarah. Perlahan, raungan terdengar semakin keras. Bersamaan dengan itu, Viviane berjal

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 07

    Satu minggu berlalu bagi Rosélia terasa sangat lama. Pameran usai dan semua berjalan dengan lancar, bisa dikatakan sukses. Selama satu minggu itu, Rosélia beberapa kali menyempatkan waktu untuk menengok Valerie. Adiknya itu tak kunjung membuka mata, dia masih betah dalam tidurnya. Sama seperti har

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status