Share

Chapter 107

last update publish date: 2026-07-28 19:06:47

Tiga hari kemarin Maverick menghabiskan waktunya di Zurich. Cukup banyak pengalaman dan hal baru yang dia dapatkan.

Dan hari ini untuk dua hari ke depan, dia akan menghabiskan waktu di Basel.

Dia datang ke sebuah kompleks bangunan modern. Dinding-inding kaca, baja dan beton membentuk garis-garis tegak yang tampak sederhana tapi memiliki karekter kuat. Bangunan unik berbentuk geometris.

Di sana, Maverick mempelajari inovasi salah satunya bentuk bangunan. Selain itu Maverick juga mempelajari ef
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 136

    Pintu tertutup dan kini menyisakan Elodie dan Rosélia saja setelah Anne juga ikut pulang beberapa saat setelah kepergian Maverick. Keheningan menyelimuti mereka di sebuah sofa ruang keluarga. Tak ada yang memulai percakapan, hanya Rosélia yang duduk berdampingan dengan Elodie, menikmati pemandangan senja dari balik jendela.“Mom,” panggil Elodie tiba-tiba. Rosélia menoleh. Dia tatap putrinya dengan tatapan lembut. Meski ada setitik rasa penasaran dengan apa yang hendak disampaikan Elodie.“Kenapa, Sayang?” Rosélia balik bertanya saat Elodie tak kunjung melanjutkan ucapannya.“Mommy tidak suka Ayah?” Pertanyaan terlampau tiba-tiba itu terasa seperti sebuah petir yang menyambar tubuhnya tiba-tiba. Rosélia sedikit terguncang sebelum kemudian dia kembali bersikap biasa saja.“Hanya belum terbiasa,” jawabnya singkat.Jauh di dalam hati Elodie, begitu banyak pertanyaan yang ingin dia ketahui jawabannya. Bagaimanapun otak kecilnya memikirkan jawabannya, dia sama sekali tak menemukan. Namu

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 135

    Maverick tersenyum simpul, dia bahagian bukan main setelah Rosélia mempersilahkannya untuk makan bersama. Tak hanya mereka bertiga, ada Anne juga yang ikut serta, sengaja Rosélia larang wanita itu untuk pulang.Seperti yang Rosélia katakan, dia tak perlu waktu lama untuk memasak. Kini, makanan sudah tersaji di depan mereka. Tak banyak, tapi cukup untuk empat orang termasuk Elodie.Masing-masing makan dalam keadaan diam. Elodie memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, kebiasaannya ketika makanan terasa sangat enak."Ayah tahu, masakan Mommy it–"Maverick baru saja hendak menoleh pada gadis kecil di sampingnya, sebelum kemudian ucapan Rosélia berikutnya membuat badannya kaku seketika."Elodie, makan tidak sambil berbicara," potong Rosélia. Tatapannya begitu tajam, memperingatkan gadis itu agar diam ketika makan.Elodie menciut, mulutnya tertutup rapat ketika mendengar peringatan dari Rosélia. Padahal dia hanya ingin mengatakan jika masakan Rosélia paling enak dari masakan siapapun ya

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 134

    Agaknya pertemuan antara Ayah dan anak itu begitu canggung. Tidak, lebih tepatnya Maverick yang merasa demikian. Karena sejak lima menit lalu, setelah keduanya sama-sama duduk, hazel Elodie sama sekali tak berpaling darinya. Binar di matanya dan senyuman polos yang diperlihatkan gadis itu, jujur saja berhasil membuat Maverick salah tingkah.Anne datang dengan dua tas pemberian Maverick tadi, kemudian diletakkannya di atas meja di antara Maverick dan Elodie. Dia sadar, ini adalah momen di mana harusnya dia tidak mengganggu kebersamaan Ayah dan anak itu.Elodie mengalihkan pandangan saat dia merasa pandangannya terganggu oleh objek yang baru saja melewat di hadapannya."Itu apa?" cicit Elodie kecil tanpa berani membuka. Gadis itu hanya benar-benar bertanya dengan raut penasaran di wajahnya.Maverick ikut melirik pada dua paper bag di atas meja. "Untukmu," jawabnya singkat."Boleh aku buka?" Maverick sedikit ragu. "Jika Mommy-mu mengizinkan."Elodie menghela napas dalam penuh keyakinan.

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 133

    Selama di Interlaken, Maverick tidak melulu berfokus pada Rosélia dan Elodie. Selain dua orang itu, masih ada tanggung jawab lain yang harus dia laksanakan. Salah satunya adalah project di sana. Pembangunan villa yang letaknya tak jauh dari kediamannya saat ini.Meski yang bergerak di lapangan bukan dirinya, dengan kata lain, ada orang lain yang dia percaya, tapi setiap keputusan atas villa itu menjadi tanggung jawabnya. Dia sepenuhnya yang memutuskan dan otaknya ada pada dirinya.Meski project itu baru saja dimulai, namun Maverick dibuat sibuk sekali. Maka, beberapa hari dia tidak bisa datang ke rumah Rosélia dan dia menganggap itu hal yang wajar. Memberikan jeda pada gadis itu mungkin akan lebih baik daripada dia selalu datang dan malah membuat keadaan semakin keruh."Tuan, ini beberapa list yang disenangi Nona Elodie." James datang menghampiri Maverick yang terlihat sedang bersantai setelah dia memeriksa beberapa berkas."Ah iya."Maverick mengambil sebuah buku catatan kecil yang d

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 132

    Rasa sesal dalam diri Maverick berubah menjadi keinginan untuk memperjuangkan keluarga begitu hari ini dia bertemu dengan Elodie dan berbicara sebentar dengan gadis kecil itu. Maverick sadar, selama ini dia tak pernah mengetahui jika darah dagingnya masih bernafas, karena yang dia tahu, Rosélia membawanya kembali menghadap Tuhan. Namun, jauh dari sangkaan, putrinya, Elodie tumbuh dengan baik dan juga menjadi anak yang cerdas.Maverick bahkan belum sempat bertanya pada Elodie dengan benar dari mana gadis kecil itu mengetahui jika Maverick adalah Ayahnya. Rosélia? Dari respons gadis itu, tidak mungkin Elodie mengetahuinya dari Rosélia.Namun, Maverick sadar, ketidakhadirannya selama enam tahun lamanya membuat dia datang tidak langsung meminta haknya sebagai Ayah, melainkan Maverick datang hanya ingin mengenal lebih dalam gadis kecil itu.Maverick berjalan gontai kembali ke rumahnya. Di sana, James masih dalam posisi yang sama. Kepalanya terangkat begitu mendengar pintu terbuka. “James

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 131

    Cukup lama Rosélia berdiri di tenpatnya, begitupun dengan Maverick yang mendapatkan kejutan tak ada akhir. Air matanya menetes saat itu juga.“Elodie!” Panggilan Rosélia akhirnya menggema setelah gadis itu berusaha menghapus air matanya. Panggilan yang terkesan keras dan memerintah itu tak hanya mendapatkan perhatian dari Elodie, tapi juga Maverick yang ikut menoleh.“Mommy…” Elodie tahu, Rosélia akan marah setelah ini, maka dari itu suara terdengar sedikit bergetar. Sementara Maverick cepat berdiri dan berusaha menyembunyikan Elodie di belakangnya. Bukan untuk merebut, melainkan menjaga Elodie dari amukan Rosélia.“Jangan marahi Elodie. Aku yang datang ke sini,” ucap Maverick. Tatapan nyalang Rosélia seolah mampu menghunus tepat di jantung Maverick. Namun, pria itu tak sedikit pun menghindar. Dia menghadapinya, setidaknya untuk yang terakhir kali.“Elodie, ke sini,” panggil Rosélia menghiraukan perkataan Maverick dan lebih fokus pada putrinya. Bukannya menurut, Elodie malah semak

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 01

    Gaun ivory yang sedikit menjuntai di bagian belakang, belahan di bagian paha kiri hingga bawah membuat kaki jenjang sang pemilik terpampang indah. Putih, mulus tanpa cela sedikitpun. Rosélia datang, membelah keramaian para tamu yang sebagian sudah datang. Setiap langkahnya, dia mendengar orang-or

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 07

    Satu minggu berlalu bagi Rosélia terasa sangat lama. Pameran usai dan semua berjalan dengan lancar, bisa dikatakan sukses. Selama satu minggu itu, Rosélia beberapa kali menyempatkan waktu untuk menengok Valerie. Adiknya itu tak kunjung membuka mata, dia masih betah dalam tidurnya. Sama seperti har

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 06

    Mbok Rumi benar-benar menyiapkan semuanya di kamar ini. Semua keperluannya ada, hanya beberapa barang miliknya saja yang harus Rosélia bawa ke sana. Ditariknya selimut sampai sebatas dada. Tubuhnya terlentang, matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamar dengan pencahayaan samar. Baru saja he

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 05

    Tangis Rosélia pecah, telinganya berdengung, dadanya sesak sampai dia memukul-mukulnya berharap sesak itu hilang meski hanya sesaat. Semua mata tertuju padanya. Melihatnya dengan tatapan jijik, kecewa yang menuh amarah. Perlahan, raungan terdengar semakin keras. Bersamaan dengan itu, Viviane berjal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status