Beranda / Lainnya / Ratu tak Dianggap / Pria Hidung Belang

Share

Ratu tak Dianggap
Ratu tak Dianggap
Penulis: Utha Calibrate

Pria Hidung Belang

Penulis: Utha Calibrate
last update Terakhir Diperbarui: 2024-11-15 10:20:52

"Permisi, Apakah kamu tahu jalan ke arah kota," 

"Di sana," kata lelaki hidung belang dengan mata melotot menatap lama Angel.

Tanpa menghiraukan  sikapnya Angel terus berjalan meninggalkan lelaki tadi.

"Mau ke mana. Tunggu dulu sebentar," katanya tak mau hilang kesempatan sosok wanita cantik barusan.

"Mau Aku antar," ucapnya lagi.

Sang Ratu  yang memiliki sifat ramah ini terbujuk ucapan lelaki hidung belang itu. Memang sosok berdarah biru dan bermata jelita ini biasanya gampang akrab kepada semua orang ketika masih berada di Istana Guardians waktu itu, karena perkembangan zaman yang moderen statusnya keluarga dan dirinya yang dikenal sebagai Ratu Guardians sirna tak berbekas.

"Kita mau ke mana tuan," tanya Angel dengan memanggil sapaan akrab di sana.

"Ikut saja Nona. Pasti aku akan antarkan ke tempat tujuan yang kamu minta," balas lelaki hidung belang tadi.

"Tapi aku belum menyebutkan tempat yang mau kita tuju, kok kamu bawa aku ke tempat sunyi seperti ini," tanyanya dengan heran.

"Ikut saja dulu nona," responsnya cepat tak sadar Sang Ratu curiga.

"Turunkan aku di sini saja Tuan," katanya.

Tanpa menghiraukan, lelaki itu membawanya makin melaju dengan kecepatan tinggi. Pasal jalan yang ia lewati merupakan aspal mulus di kanan dan kirinya di situ hutan, sesekali mendapati rumah-rumah warga di sana.

Dengan menarik baju lelaki hidung belang, yang sudah gak jelas membawanya ke mana. Sang Ratu Guardians berontak, dengan mengangkat gaun di kakinya, ia menarik kuat tangan kanan lelaki tersebut. Alhasil mereka berdua terjatuh dan luka- luka. 

Badan Sang Ratu lecet, kakinya terbentur batu besar di situ hingga berdarah lumayan koyak menganga.

Sementara lelaki hidung belang itu tampak pingsan karena langsung menghantam aspal dan menubruk tembok rumah kosong.

Sang Ratu Guardian langsung berdiri bergegas melarikan diri dari tempat  itu. Berjalan pincang tertatih-tatih ia berteriak meminta tolong.

"Tolong...,tolong..., aku," kata Angel.

Hampir berjalan sudah 10 meter, tak juga menemui orang yang dapat diminta pertolongan. Tak selang beberapa lama terdengar keras suara Si lelaki hidung belang itu.

"Aduh...,tanganku patah, wanita bangsat," tak sadar kalau Angel sudah pergi dari tempat di mana mereka terjatuh.

Mendengar suaranya Angel berondok ke semak-semak sambil menahan rasa sakitnya yang tak karu-karuan. Ia memejamkan sambil memegang kaki kanannya yang koyak menganga tadi. Ia coba merobek gaunnya untuk membalut lukanya itu.

Suara sepeda motor berbunyi,"Greenggg..., greenggggg, greengg."

Angel semakin jantungan khawatir persembunyian ditemukan oleh lelaki hidung belang.

Lelaki hidung belang itu memaksakan keadaannya, padahal tangannya patah pelipisnya pecah berlumuran darah. Namun nafsu bejatnya menguasainya untuk menyetubuhinya, 

"Jangan sebut nama Aku Paman Brewok, kalau tak bisa mendapat si Cantik bermata jelita," katanya dengan percaya diri yang biasa menaklukkan wanita di pasar dengan melampiaskan nafsu bejatnya.

Sepeda motor itu sela beberapa menit berjalan pelan-pelan, sedikit mengalami kerusakan pada lampu depannya dan rem tangannya blong.

Sang Ratu berkata-kata di dalam hati, sambil berharap agar keberadaannya tidak ditemukan si lelaki hidung belang bejat itu.

Satu matanya mengeten dari kumpulan lembar daun yang membentuk lingkaran, sehingga ia leluasa melihat apa yang di depannya. Dengan perasaan takut yang berlebihan dan dan rasa luka yang bertambah-tambah, Sang Ratu berharap selamat dari niat bejatnya.

BERSAMBUNG

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ratu tak Dianggap    Chapter 49

    *Pembicaraan Masa Lalu Kelam dengan Dewan Tetua Selesai*"Itulah cerita yang sebenarnya Dewan Tetua," kata Ratu yang ingin mengakhiri pembicaraan yang memakan 3 jam lebih."Aku merasa awalnya tak ada bermasalah, tidak akan seperti ini," imbuhnya penuh air mata.Ratu Angel menunduk. Ibarat nasi sudah menjadi bubur. Di situlah enyahlah sebuah kebahagiaan menjadi suatu ketakutan dari kekalahan masa lalu yang kelam."Baiklah! Aku tidak akan memaksamu untuk mencertiakan lebih dalam. Aku tahu kau seperti apa! Aku tahu kau baik," ujar Dewan Tetua yang masih duduk di ruangan itu.3 hari setelah tak terasa kematian, Raja Guardians sudah 3 tahun lamanya. Istana diguncang, setelah Ratu Angel mendapat ancaman dari Louis, kemarin. Hal itu sangat membuat Ratu Angel pusing 7 keliling.Bersamaan dengan kejadian, dalam hatinya sebenarnya sudah ada ingin menjadikan Dino dan Jennita pasangan baru dalam tahta Guardians. Namun selalu terkendala untuk membicarakan kepada penasehat-penasehat Guardians yang

  • Ratu tak Dianggap   Chapter 48

    Kini, di hadapan puluhan penjaga dan penasehat istana, Ratu berdiri tegak. Gaun putihnya kotor oleh lumpur, rambutnya masih lembap oleh embun sungai. Namun matanya, mata yang tajam. Bagai bilah pedang, memantulkan keyakinan tinggi kepada pria yang ia temukan di pinggir sungai itu.Kemarahan pelan-pelan muncul di dadanya. Bukan karena hinaan, tapi karena takut ketidakpercayaan atas dirinya."Apa aku akan diceritakan mirip wanita pelacur. Oh tidak mungkin. Atau mungkin mereka mengatakan Aku telah membawa kesialan ke istana." Ia telah mempertaruhkan nyawanya, menentang larangan istana, untuk membawa seseorang yang terluka.Namun yang ia terima hanyalah tatapan curiga. Pertanyaan yang mengiris. Dan yang paling menyakitkan, ketidakhadiran Raja.“Aku akan menjawab pertanyaan kalian,” ucapnya akhirnya, suaranya tenang namun bergetar bagai gemuruh di kejauhan. “Tapi tidak satu pun dari kalian berhak menghakimi sebelum tahu apa yang sebenarnya terjadi.”Ia menatap pria itu—yang kini masi

  • Ratu tak Dianggap   Chapter 47

    Tak lama kemudian, keesokan harinya, langit masih menyisakan mendung dari hujan dan petir yang mengguyur sepanjang malam. Awan kelabu menyelimuti suasana seperti kabut dosa yang enggan pergi.Di kamar tidurnya yang megah namun terasa hampa, Ratu Angel bangkit dari tempat tidurnya dengan mata melek dan wajah yang belum tersentuh tidur. Malam yang harusnya menjadi tempat peristirahatan, justru menjadi ajang pergolakan batin baginya.Pikiran tentang pria asing yang terluka parah itu terus membayanginya, seolah roh lelaki itu memanggil-manggil dari kejauhan. Louis. Nama yang terdengar asing namun mulai terasa dekat di hatinya. Ada sesuatu pada pria itu, entah karena lukanya terbuka jelas, atau karena kenyataan bahwa tak seorang pun tahu dari mana asalnya. Yang pasti, Ratu Angel tidak bisa tinggal diam alias iba.Dengan jubah biru tuanya yang kini lembap hujan saat itu, Ratu Angel melangkah cepat.Di rumah tua tunggal itu. Ia segera menemui pemilik rumah itu, yang sudah cukup rela ber

  • Ratu tak Dianggap   Chapter 46

    Satu hati miliknya mulai bimbang. Terlalu lama ia meninggalkan istana. Terlalu lama mengabaikan peran sebagai Ratu Guardians.Ia duduk di sisi Louis, pria asing yang kini terbaring lemah di atas dipan kayu tua. Di telapak tangannya, masih ada sisa ramuan herbal yang dingin. Pandangannya terpaku pada wajah pria itu. Asing. Tapi entah mengapa... terasa begitu familiar.Matanya yang sempat terbuka tadi, menatapnya dengan cara yang aneh, seolah mengenalnya. Seolah telah melihatnya di tempat lain. Di masa lain.Tatapan itu mengganggu pikirannya sejak tadi. Tatapan itu baginya."Aku tak bisa tinggal lama di sini... Istana pasti mencariku... tapi bagaimana mungkin aku tinggalkan pria yang terluka ini dalam keadaan seperti ini?" bisik batinnya. Ia tak menemukan jawaban yang bisa menenangkan.Ia menggigit bibir bawahnya, mencoba meredam gejolak dalam dadanya. Pikirannya berpindah ke pemilik rumah tampak sibuk di dekat perapian. Gerak-geriknya tenang, tapi dari sorot matanya, Ratu tahu

  • Ratu tak Dianggap   Chapter 45

    Ratu berjalan pelan ke arah kantong plastik yang dimaksud. Tangannya gemetar, entah karena dingin atau karena rasa takut yang belum benar-benar hilang. Saat ke sana ramuan tujuh warna itu menyatu dalam satu ikatan aroma tajam dan aneh, seperti gabungan tanah basah dan dedaunan yang dibakar. Dengan air hangat yang tersisa, ia mulai membersihkannya, satu per satu.Sementara itu, Louis mulai merintih. Nafasnya berat, tubuhnya menggigil hebat. Ratu menoleh ada semacam dorongan dalam dirinya untuk menyelamatkan pria itu, meskipun dia belum sepenuhnya tahu siapa dia sebenarnya.“Tuan... ini sudah bersih,” kata Ratu sambil menyerahkan bahan-bahan itu.Pemilik rumah itu menghampiri, mencampur ramuan dalam mangkuk tanah liat, lalu mengaduknya dengan cepat menggunakan tongkat kecil yang tampaknya sudah sering digunakan untuk keperluan serupa.“Oleskan ini pada luka di punggung dan lengannya. Jangan sampai mengenai bagian perut, belum waktunya,” katanya cepat.Ratu mengangguk, lalu menoleh p

  • Ratu tak Dianggap   Lanjutan III

    "Sedang apa kalian di sini?" kata seseorang dengan nada pria tepat di belakang. Bola hitam mata Ratu naik, ia tak mampu berkata apa pun. Suara pria di belakangnya itu mengagetkan sekali.Ratu memberanikan diri menghadap ke belakang."Haaaa...," Ratu berteriak histeris. Dia ketakutan melihat wajah pemilik rumah. "Kau seenaknya, di sini...?""Apa yang anda katakan?" "Oh..., anda pikir kami melakukan tindakann tak senonoh," imbuhnya.Ratu menggeser badan dengan posisi kaki yang tetap semula."Coba kau lihat dengan benar?" ucap Ratu kesal.Spontan pemilik, merasa bersalah matanya merembes, situasi sebenarnya merubah sikap pemilik rumah.Ratu Angel yang saat itu memakai pakaian yang basah kuyup, merasa harus pulang. Mungkin saja orang-orang istana Guardians kecarian."Dingin..., dingin...," kata Louis mengigau. Situasi yang makin sulit menyesakkan dadanya. Ratu berusaha berjalan perlahan-lahan, berniat mau menghindar.Sementara pemilik rumah itu mencari kayu bakar di dalam rumahnya. Ter

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status