Home / Fantasi / Reinkarnasi Dewa Terkuat / BAB 5 : Memberi Sedikit Pelajaran!

Share

BAB 5 : Memberi Sedikit Pelajaran!

Author: Efrianto H.
last update Last Updated: 2025-01-20 08:41:32

Saat membuka pintu, Qin Yun langsung menatap sosok pemuda tampan berusia belia dengan jubah mewah berwarna ungu keemasan yang mencerminkan status sosialnya. Wajahnya yang rupawan dan anggun itu terlihat dingin dengan senyum tipis yang menyembunyikan niat sebenarnya. Matanya yang tajam dan licik memancarkan aura kekuasaan dan kecerdasan.

Menatap Qin Yan dengan tatapan dingin, Qin Yun berkata dengan nada acuh tak acuh dan sedikit sindiran, "Sepupu Qin Yan, apa kabar? Apakah kamu datang untuk memberikan aku 'hadiah' lain seperti dulu? Atau ada urusan lain yang membawamu kemari?"

Mendengar kata-kata Qin Yun, sorot mata Qin Yan berkilap dingin sejenak sebelum tersembunyi di balik senyum liciknya. "Hehe, sepupu Qin Yun," katanya dengan nada yang terdengar ramah namun mengandung niat tersembunyi, "Aku datang untuk mengajakmu ke suatu tempat. Tempat itu akan membawamu ke tingkat kultivasi yang lebih tinggi."

Qin Yun memutar bola matanya dengan malas. "Orang ini masih berpikir untuk membodohi aku," katanya dalam hati, merasa jijik dengan niat licik Qin Yan.

Dengan nada datar dan acuh tak acuh, Qin Yun menjawab, "Maaf, aku tidak punya waktu untuk bermain-main denganmu, Qin Yan. Aku memiliki urusan penting yang harus diselesaikan."

Qin Yan tersenyum dingin dengan nada ejekan. "Sepupu Qin Yun, urusan apa yang begitu penting sehingga kamu harus menolak ajakanku? Apakah kamu akan melakukan gerakan nekat lainnya seperti biasanya?"

Gerakan nekat yang dimaksudkan Qin Yan adalah latihan fisik ekstrem yang dilakukan Qin Yun sebelumnya, yang justru memperburuk keadaannya dan hampir merenggut nyawanya.

Qin Yun mendengus dingin, matanya menyiratkan ketidakpedulian. Ia kemudian berpaling dan berjalan melewatinya, meninggalkan Qin Yan tanpa mempedulikan reaksinya.

Melihat punggung Qin Yun yang menjauh, ekspresi Qin Yan berubah, terlihat sedikit terkejut dan penasaran. Dia merasa ada perubahan besar pada sikap Qin Yun, yang dulu pemalu dan lemah, kini tampak percaya diri dan tidak terpengaruh. Perubahan ini membangkitkan rasa ingin tahu dan curiga dalam hati Qin Yan.

Setelah meninggalkan kediamannya, Qin Yun memasuki halaman dalam Klan, dengan tujuan mencari ayahnya. Ia membutuhkan sedikit uang untuk membeli bahan-bahan obat penting guna membuat Pil Pembuka Meridian Raja Langit. Pil tersebut merupakan kunci untuk membuka kunci potensi tubuhnya dan meningkatkan kultivasi dengan teknik legendaris tersebut.

Di halaman dalam Klan Qin, para murid sedang berlatih di alun-alun, diiringi suara-suara keras dan tawa riang. Namun, saat Qin Yun muncul, suasana berubah drastis. Tawa dan sorak-sorai terhenti seketika, digantikan keheningan yang mendadak dan menegangkan, seolah-olah seluruh alun-alun terbeku. Semua mata terfokus pada Qin Yun.

Ekspresi heran dan bingung terukir jelas di wajah para murid Klan Qin. Selama bertahun-tahun, Qin Yun tidak pernah terlihat keluar dari kediamannya, terpenjara oleh penyakit misterius yang dideritanya. Kini, kemunculannya mengejutkan semua orang. Apa yang menyebabkan pemuda yang selama ini terisolasi ini tiba-tiba berani menjejakkan kaki di luar kediamannya? Rasa penasaran dan kebingungan memancar dari mata mereka yang terpaku pada Qin Yun.

Qin Yun mengabaikan ekspresi heran mereka dan melanjutkan langkahnya dengan tenang serta ekspresi acuh tak acuh. Namun, saat dia akan melewati lapangan pelatihan, salah satu murid berseru dengan nada menyindir, "Hei, pemborosan! Jangan keluar terlalu lama, nanti kamu kambuh dan membuat Klan kita mengeluarkan biaya pengobatan lagi!"

Kata-kata pemuda itu disambut dengan gelak tawa yang menggema dari semua murid. Mereka menatap Qin Yun dengan ekspresi menghina, mengejek, dan merendahkan, seolah-olah menikmati kelemahan yang selama ini melekat pada dirinya.

Mendengar ini, langkah kaki Qin Yun tiba-tiba terhenti. Dia berbalik dengan tenang dan menatap pemuda itu. "Katakan sekali lagi!" katanya tanpa ekspresi.

Qin Hao, pemuda yang mengejek Qin Yun sebelumnya, tersenyum sinis dan melontarkan kata-kata pedas dengan suara keras, "Qin Yun, si sampah dan pemborosan Klan! Apa kamu pikir bisa melakukan apa?" Teriakan Qin Hao disambut dengan gelak tawa yang menggema dari para murid di sekitarnya, menimbulkan suasana yang semakin menegangkan dan menghina.

Sudut bibir Qin Yun perlahan terangkat, membentuk senyum dingin yang mencekam. Di bawah tatapan tajam para murid Klan, ia melangkahkan kaki dengan tenang dan percaya diri menuju Qin Hao yang berdiri dengan sombong di tengah lapangan pelatihan.

"Aku tidak suka bertindak kasar, tapi beberapa orang memang suka memaksaku," ujar Qin Yun dengan nada acuh tak acuh, matanya terfokus pada Qin Hao. Suasana tegang semakin mendalam, antisipasi para murid memuncak.

Mereka menatap Qin Yun dengan rasa penasaran dan keheranan, bertanya-tanya dalam hati apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh pemuda cacat ini?

Melihat Qin Yun mendekat, Qin Hao tersenyum dingin dengan nada menantang. "Qin Yun, jangan berpikir bahwa karena kamu putra pemimpin Klan, aku akan gentar atau menunjukkan belas kasihan padamu!"

Saat Qin Yun berjarak lima meter dari Qin Hao, tiba-tiba Qi mengumpul di bawah kakinya. Dengan ledakan kekuatan, debu di lantai beterbangan, dan sosok Qin Yun bergerak cepat, muncul di hadapan Qin Hao dalam sekejap mata, mengejutkan semua yang menyaksikan.

"Kamu...!" Qin Hao terkejut, matanya terbelalak tidak percaya. Dia tidak menyangka bahwa Qin Yun bisa memiliki kecepatan luar biasa seperti ini. Sebagai kultivator Kondensasi Qi Tahap Menengah, kecepatannya tidak sebanding dengan kecepatan Qin Yun yang baru saja ditunjukkannya.

Mengepalkan tangannya, Qin Yun membangkitkan Qi pusatnya, membentuk benang-benang energi yang mengelilingi kepalan tangannya. Dengan cepat, ia mengayunkan tinjunya ke arah wajah Qin Hao yang terkejut, berseru, "Pukulan Pemecah Bumi!"

Whoss!

Tinju Qin Yun melintas dengan cepat, disertai siulan angin kencang yang menggetarkan udara, sebelum akhirnya menghantam wajah Qin Hao dengan kekuatan penuh.

Bang!

Suara benturan keras menggema diikuti dengan teriakan kesakitan. Qin Hao terlempar ke udara bagai layang-layang putus, meludahkan darah segar sebelum jatuh menghantam lantai beton. Debu beterbangan, menutupi sosoknya yang tergeletak tak berdaya.

...

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Reinkarnasi Dewa Terkuat   BAB 2170 : pria bertopeng!

    “Tidak bagus!”Wajah pria itu berubah drastis. Rasa takut menyeruak. Cakar emasnya membentuk bola emas sebagai pertahanan.“Masih ingin menahan? Tembus!”Qin Yun mengangkat pedang. Energi pedang hitam melesat dan menghantam pertahanan emas itu.Ledakan!Bola emas itu pecah seperti gelembung. Prajurit Dinasti Jin Agung mengerang, darah mengalir dari sudut mulut, matanya penuh teror.Pertahanan terkuatnya terlalu rapuh di hadapan Qin Yun.Bagaimana mungkin ada pemuda setakut ini?Karena ngeri, pria itu kehilangan keberanian dan mundur panik, hendak lari dari arena.“Bisa pergi?”Qin Yun mencibir. Lawan sudah naik, mana mungkin dibiarkan pergi.Pedang berkarat misterius di tangannya berubah menjadi cahaya pedang tak terlihat, lalu menyapu mendatar.“Hati-hati!”Di bawah arena terdengar suara terkejut dan marah, itu suara pria bertopeng Dinasti Jin Agung.Namun terlambat.Cih!Aura pedang tak terlihat melintas seperti pisau tajam.Tenggorokan prajurit Dinasti Jin Agung terbelah, darah men

  • Reinkarnasi Dewa Terkuat   BAB 2169 : Qin Yun yang marah!

    Qin Yun sebelumnya begitu marah, bahkan menantang Paviliun Misteri Xiantian.Sekarang malah menolak diskualifikasi?Petugas itu langsung lega. “Bagus kalau begitu. Silakan lanjutkan kompetisi.”Pemuda cendekiawan itu mencibir dalam hati, mengira Qin Yun hanya menggertak.Lalu ia menatap Qin Yun dengan senyum dingin.“Kompetisi lanjut. Kau boleh pergi sekarang?”Qin Yun menoleh ke You Qianxue.“You Qianxue, turun. Serahkan padaku.”Penonton kembali terkejut.Menurut aturan, begitu turun, tidak bisa naik lagi.Petugas buru-buru mengingatkan, “Kalau turun, itu berarti kalian mengakui kalah dan tidak bisa kembali.”“Aku tahu.” Qin Yun mengangguk.You Qianxue menatap wajah Qin Yun dan seolah menebak niatnya.“Kalau begitu, hati-hati.”Ia turun tanpa ragu.Begitu You Qianxue turun, aura niat membunuh samar muncul dari tubuh Qin Yun.Entah mengapa, pemuda cendekiawan itu merasa dingin.Ia hendak bicara, tetapi Qin Yun sudah bergerak.Dalam sekejap, Qin Yun tiba di depannya.Pedang panjang me

  • Reinkarnasi Dewa Terkuat   BAB 2168 : Tidak perlu mendiskualifikasi.

    Ekspresi You Qianxue berubah. Ia mundur cepat dan nyaris menghindar, tetapi tetap terkena gelombang kekuatan, wajahnya pucat.You Qianxue langsung membalas. Cahaya pedang menyapu, melukai tubuh pria itu.Pria itu panik dan ingin mundur.Namun You Qianxue tidak memberi kesempatan.Satu serangan pedang yang lebih tajam melesat, seperti aurora di langit malam, siap menghabisi.Tepat saat serangan itu hampir mengenai pria itu, seorang pemuda berpenampilan cendekiawan dari Dinasti Jin Agung melompat ke arena.Kipas besinya terbuka, jarum beracun perak melesat deras, titiknya berkilau biru ungu.Ekspresi You Qianxue berubah. Ia mundur dan menangkis jarum-jarum itu.Namun serangan itu cukup untuk mengganggu ritmenya.Pemuda itu sudah menerjang, kipasnya menyapu. Meski You Qianxue berusaha menahan, kekuatan kipas tetap mengenainya.You Qianxue batuk darah.Kerumunan terkejut.Pertarungan yang semula selesai berubah menjadi kacau.Pemuda itu mencibir dingin, “Kau berani membunuh orang Dinasti

  • Reinkarnasi Dewa Terkuat   BAB 2167 : Serangan tak terduga!

    Pada saat itu, situasi mencapai titik paling kritis.Chen Han Sheng terhuyung, seolah sudah mencapai batas.“Merebut Jari Yuan!”Kilatan ganas muncul di mata Lantai Pertama. Ia melompat dan menunjuk dada Chen Han Sheng.Serangan itu seperti bayangan hitam, melesat secepat hantu, memancarkan aura mematikan.Lantai Pertama yakin, dalam kondisi luka seperti ini, Chen Han Sheng mustahil menahan.Namun detik berikutnya, ekspresinya membeku.Chen Han Sheng tidak mundur.Sebaliknya, ia melangkah maju dengan gerak aneh, dan pedangnya bergetar, niat pedang meledak, menyapu ke arah Lantai Pertama.Itu serangan balik yang menukar luka dengan luka.“Tidak bagus!”Lantai Pertama mencoba menghindar, tetapi terlambat.Pfft!Bum!Suara pertama, jari Lantai Pertama menembus tubuh Chen Han Sheng, tetapi karena Chen Han Sheng maju, titik vitalnya tidak terkena.Suara kedua, pedang Chen Han Sheng menghantam Lantai Pertama.Darah memercik. Dada Lantai Pertama robek, tulang tampak. Ia meraung dan terlempar

  • Reinkarnasi Dewa Terkuat   BAB 2166 : Dia belum kalah!

    “Kuat sekali!”“Jari Bintang Kacau? Bukankah itu jurus mematikan Lantai Pertama Menara Pembunuh Bayangan?”“Konon, Lantai Pertama Menara Pembunuh Bayangan Dinasti Da’an sudah menduduki posisi pertama selama tujuh tahun. Lantai Dua sampai Lantai Tiga Belas berganti tiap tahun, tetapi posisi Lantai Pertama tidak pernah berubah.”“Tak terhitungAlam Jiwa yang mati di bawah Jari Bintang Kacau, termasuk veteran tingkat enam tahap akhir!”Kerumunan berseru kaget. Tidak ada yang menyangka Dinasti Da’an benar-benar membawa Lantai Pertama Menara Pembunuh Bayangan.Padahal beredar rumor Menara Pembunuh Bayangan dan keluarga kerajaan Dinasti Da’an tidak akur, konflik dan korban tidak sedikit.Namun demi menjadi dinasti tingkat menengah, mereka bahkan membawa Lantai Pertama.Yang lebih mengejutkan penonton adalah Chen Han Sheng.“Puff, puff, puff, puff, puff!”Di arena, Chen Han Sheng terlibat pertempuran sengit dengan Lantai Pertama. Keduanya bergerak secepat kilat, melesat melintasi arena, bertu

  • Reinkarnasi Dewa Terkuat   BAB 2165: Lembah Xuan Yin

    Selain itu, beredar rumor bahwa Lembah Xuan Yin memiliki hubungan dengan kekuatan tertinggi di benua itu, Istana Piao Miao, dan ada kemungkinan tertentu bahwa murid-murid berbakat dari Lembah Xuan Yin dapat bergabung dengan cabang Istana Piao Miao di Domain Surga Utara. Bagi para jenius dari Seratus Dinasti, daya tarik ini tidak kalah besarnya dengan daya tarik Wei Zhen sendiri. “Nona Zhen, saya tidak mengira Anda tertarik dengan perebutan kekuasaan di antara dinasti-dinasti tingkat menengah. Dengan bakat Anda, sebenarnya tidak perlu Anda pedulikan hal-hal sepele seperti itu.” Seorang pemuda tampan dengan rambut disanggul berkata sambil tersenyum, sikapnya ramah dan lembut. Orang ini adalah seorang jenius dari Dinasti Dayong, bernama Ximen Yu, yang dijuluki Tuan Muda Yu. Ia adalah salah satu jenius terkemuka di Dinasti Dayong. Pada usia dua puluh dua tahun, ia sudah menjadiAlam Jiwa tahap menengah tingkat enam, dan namanya tersebar luas. Tatapan Wei Zhen tenang saat ia berkata dat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status