Home / Horor / Rumah Kos Berhantu / 17. Ketindihan

Share

17. Ketindihan

Author: Queen Rachma
last update publish date: 2022-09-24 20:34:11

Namun, Virza melihat Ajie hanya memperhatikan dirinya dengan tatapan tajam. Sementara Virza hanya bisa berteriak minta tolong dengan mulut yang tidak bisa membuka karena mulutnya dibekap oleh sosok itu.

Akal sehat Virza bertanya, 'Berapa banyak tangan yang dimiliki makhluk ini? Dia mendekapku, dia juga membekapku, tangannya yang lain juga berusaha membuat mataku tertutup,'

"Ajie, Ajie, tolong saya!" berulang kali Virza meneriakkan itu, namun suara itu hanya sampai di ruang mulutnya saja, tida
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rumah Kos Berhantu   37. Malam Ketika Mira Jatuh

    Suara Mira masih terdengar dari balik dinding.Gema suaranya bergetar ganjil, merambat memalui serat-serat kayu tua yang mulai membusuk, seolah membawa hawa dingin dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Ruang penyimpanan yang pengap itu mendadak dihimpit oleh keheningan yang kaku dan sarat teka-teki, di mana setiap embusan napas terasa amat berat untuk ditarik. Bau apak dokumen tua bercampur bau tanah basah merayap masuk, memicu bulu kuduk berdiri tegak.“Namanya bukan Selina Arum,” bisik suara itu lagi, melayang samar dan memantul di sudut-sudut plafon gantung yang temaram.Virza menatap Selly. Matanya membelalak menuntut kejelasan di tengah kegelapan yang kian menebal di antara mereka.Selly

  • Rumah Kos Berhantu   36. Nama yang Tertinggal

    Tangan pucat yang muncul dari celah dinding membuat Virza mundur beberapa langkah. Sensasi membeku seketika merayapi tulang belakangnya, menebarkan teror laten yang menusuk saraf-saraf kesadarannya.Selly masih menggenggam lengannya. Cengkeraman jemari ghaib itu terasa bagai balok es yang siap meremukkan kulitnya.“Jangan mendekat,” bisiknya, suaranya tercekat dan gemetar hebat di tengah keheningan malam yang menindas.Virza menatap tangan itu. Jari-jari pucat tersebut bergerak perlahan, mencengkeram sisi dinding yang retak hingga serpihan kayu dan cat kusam berjatuhan ke lantai.Kemudian terdengar suara.“Virza...”&nb

  • Rumah Kos Berhantu   35. Selly Datang dari Masa Lalu

    Pagi datang tanpa membuat Virza merasa lebih tenang. Udara dingin pasca malam yang mencekam seolah enggan menguap, membekukan setiap jengkal ruang di kamarnya. Sinar matahari pagi yang menerobos celah tirai kusam tidak membawa kehangatan, melainkan menelanjangi debu-debu melayang yang menari dalam kesunyian memekakkan.Dia hampir tidak tidur. Setiap kali memejamkan mata, bayangan lorong tua, engsel pintu berderit, dan potret kusam itu menghantam kesadarannya tanpa ampun.Sepanjang malam, pikirannya hanya tertuju pada satu kalimat. Catatan ringkas yang terukir kusam namun menghantam logikanya bagai petir di tengah malam.Selly Arum — meninggal pada malam yang sama dengan Mira.Virza membawa foto itu ke

  • Rumah Kos Berhantu   34. Gadis yang Tidak Pernah Tercatat

    Virza masih memegang foto lama itu ketika kembali ke kamarnya. Udara di dalam ruangan terasa teramat asing, seolah kerapatan oksigen perlahan menyusut dan digantikan oleh rasa kepengapan yang menindas. Lampu bohlam kuning di langit-langit berkedip-kedip gelisah, melemparkan bayangan-bayangan meliuk di dinding kamar yang kusam.Foto yang memperlihatkan Mira, Selly, beberapa penghuni perempuan Rumah Kos 13, dan seorang laki-laki asing di luar pagar terus berada di dalam pikirannya. Setiap detik terasa melambat, memutar kembali jejak-jejak kenangan semu yang selama ini tersusun begitu rapi.Yang paling mengganggunya bukan wajah laki-laki itu. Melainkan sosok Selly.Sejak pertama kali bertemu di kereta, Virza tidak pernah benar-benar merasa ada yang salah dengan gadis itu. Suasa

  • Rumah Kos Berhantu   33. Rahasia Terlarang Rumah Kos 103

    Di balik daun pintu kamar nomor empat yang terbuka melambai, hanya ada kegelapan pekat yang seolah menelan semua cahaya dari lorong.Virza menatapnya dengan sensasi dingin yang merayapi punggungnya. “Kamar Selly?” tanya Virza pelan.Andra mengangguk pelan, wajahnya membeku. “Dulu,” jawab Andra lirih.Virza mendekat, tertarik oleh kekuatan tak terlihat yang seolah memanggilnya untuk masuk. Di atas pintu terdapat bekas angka yang telah dicat berulang kali dengan warna gelap, namun polanya masih berbekas. 4.Virza menyentuh permukaannya, meraba ukiran kayu tua di balik bingkai pintu. Dingin. Sangat dingin, bagaikan menyentuh balok es di tengah lautan membeku.

  • Rumah Kos Berhantu   32. Kamar yang Tidak Tercatat

    Virza dan Andra masih berdiri di lantai atas. Udara malam di lorong itu mendadak menjadi begitu pekat, seolah memadat dan menghimpit dada mereka. Keheningan yang sempat tercipta mendadak pecah oleh gema halus yang merayap turun dari celah-celah kayu lapuk.Suara dari bawah kembali terdengar.“Virza...”Kali ini lebih pelan. Lebih dekat, seperti embusan napas dingin yang berbisik tepat di belakang cuping telinga. Gestur itu membuat bulu kuduk Virza berdiri seketika, menghadirkan rasa janggal yang menusuk hingga ke tulang.Virza menatap Andra dengan mata melebar, menuntut kepastian di tengah keraguan yang menghantui pikirannya. “Mas yakin itu bukan Selly?” tanya Virza sambil mencengkeram jemarinya sendiri yang mulai mendingin.Andra menggeleng pelan, wajahnya tampak pucat di bawah temaram lampu lorong yang berkedip rapuh. “Aku enggak,” sahut Andra dengan suara parau, menahan napas sejenak seolah takut suaranya akan memancing sesuatu yang tak kasat mata.“Bukankah Mas pernah melihat Sell

  • Rumah Kos Berhantu   8. Teman Yang Mana?

    Andra mendengus perlahan, sebenarnya perasaannya sangat kesal, tapi dia tetap ingin bersikap ramah pada Virza dipertemuan pertamanya ini. 'Waduh, masih muda sih tapi pelupa. Padahal belum lama loh. harus diingatkan lagi sepertinya,' Pikir Andra. "Begini Virza, sewaktu kamu mau beli makan, kamu l

  • Rumah Kos Berhantu   7. Virza Punya Teman dan … 'Teman'?

    Pemuda itu menoleh pada Virza dan dia tersenyum lagi. Virza langsung membalas senyumnya. "Kamu anak baru ya? Nama kamu siapa?" Pemuda itu menghentikan langkahnya sejenak, lalu dia mengulurkan tangannya pada Virza. "Namaku Andra," dia memperkenalkan dirinya saat jabatan tangannya disambut oleh Vir

  • Rumah Kos Berhantu   6. Malam Pertama Jadi Anak Kos

    Baru saja Virza mengunci pintu rumahnya, dari balkon atas ada yang memanggilnya. "Virza, mau ke mana, Za?" Suara itu akrab di telinga Virza. Virza menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak melihat siapa-siapa. Virza langsung mendongakkan kepalanya mencari siapa yang memanggilnya. Ternyata Ajie yan

  • Rumah Kos Berhantu   5. Rumah Kos Murah

    Ketika sampai di depan Rumah Kos itu. ~ Rumah Kos 103 ~ Begitulah yang tertulis di papan itu. Lalu Virza melihat ke sekeliling rumah itu, ternyata tidak ada orang yang bisa dijadikannya untuk tempat bertanya. Virza memutuskan untuk duduk di teras rumah itu. "Hai, kamu cari siapa?" Tanya sese

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status