Home / Horor / Rumah Kos Berhantu / 18. Kunjungan Keluarga

Share

18. Kunjungan Keluarga

Author: Queen Rachma
last update publish date: 2022-09-30 23:59:40

Gadis itu malah menatapnya dengan dingin, dan senyum tipis yang ditunjukkan terasa begitu misterius untuk dilihat, membuat Virza bulu kuduknya meremang.

Tiba-tiba Andra muncul dihadapan Virza.

"Virza, mau pulang bersama?" tanya Andra. Virza menganggukkan kepala.

Kemudian dia memalingkan wajahnya, menoleh kesana dan kemari seperti sedang mencari sesuatu. Andra menatapnya dengan heran karena sudah beberapa kali ini Andra melihat Virza bertingkah seperti ini.

Kemudian Virza mengedarkan pandang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rumah Kos Berhantu   45. Nama yang Hilang

    “Kalau dokumen itu berisi bukti kematian Mira, mengapa Mira sendiri memperingatkan Virza agar enggak mempercayainya?”Pertanyaan itu terus berputar di kepala Virza bagaikan gaung lonceng kematian yang tak kunjung reda. Dia berdiri kaku di depan tangga Rumah Kos 103, menatap anak tangga terakhir yang dipercaya menjadi lokasi mengerikan tempat Mira jatuh dan meregang nyawa bertahun-tahun lalu.Selly berdiri di sampingnya dengan wajah yang memucat kaku, memancarkan pendar gaib yang menyebarkan hawa membekukan. “Aku juga enggak mengerti,” kata Selly dengan nada suara melayang pelan, menyuarakan kebingungan yang sama.“Berarti kita harus menemukan dokumen itu,” tegas Virza seraya mengepalkan tangannya di udara untuk menguatkan tekadnya.

  • Rumah Kos Berhantu   44. Orang yang Tidak Pernah Pergi

    Tidak ada seorang pun yang langsung menjawab. Pertanyaan Virza masih menggantung di udara, menciptakan atmosfer psikologis yang kian menekan dada setiap jiwa di ruangan tersebut.Siapa pemilik sebenarnya Rumah Kos 13? Pertanyaan itu berputar-putar di dalam benak Virza bagaikan teror yang menuntut keadilan.Ibunya berdiri kaku di dekat jendela yang berdebu tebal, menatap lurus ke arah halaman luar yang gelap gulita. “Orang itu enggak pernah tinggal di sini sebagai penghuni,” bisik ibunya dengan suara bergetar lemah.“Lalu bagaimana dia bisa menguasai rumah ini?” cecar Virza mendesak penjelasan logis di balik konspirasi tersebut.“Dengan menggunakan nama orang lain,” sahut ibunya si

  • Rumah Kos Berhantu   43. Mereka yang Memilih Diam

    “Orang yang paling enggak pernah kamu curigai.”Kalimat itu membuat Virza tidak bergerak sedikit pun di tempatnya berdiri, seolah paku-paku gaib mendadak menancap kuat menembus kedua alas kakinya. Hawa dingin yang membelit ruangan terasa kian mencekat, menyedot habis keberanian yang tersisa dalam dadanya.Ibunya berdiri mematung di anak tangga bawah dengan wajah pucat pasi dan air mata yang terus menetes. Selly berada tepat di belakang tubuh Virza dengan aura membeku yang menebarkan teror purba, sementara Pak Darma duduk terkulai di lantai kayu berselimut debu. Raka menundukkan kepalanya dalam-dalam di bawah temaram pendar lampu neon yang berkedip ganjil, seolah menunggu penghakiman atas dosa masa lalu.Tidak ada satu pun yang berani berbicara memecah kesunyian m

  • Rumah Kos Berhantu   42. Nama yang Kembali

    “...kamu harus tahu siapa ibumu sebenarnya.”Suara perempuan itu masih menggema merindingkan bulu kuduk di dalam setiap sudut Rumah Kos 103, memantul di antara dinding-dinding papan tua yang bergetar pelan. Hawa dingin yang kian menggebu merayapi pelipis dan tengkuk, seakan-akan kebenaran yang tertutup rapat kini memaksa keluar memburu kesadaran siapapun di ruangan itu.Virza berdiri kaku di ruang depan dengan napas tercekat berat di tenggorokannya. Kartu identitas kusam yang ditemukannya di dalam kotak besi masih terikat erat dalam cengkeraman jemarinya yang dingin memutih.Di sebelahnya, Selly menatap ke arah deretan anak tangga kayu dengan raut wajah yang sepenuhnya diselimuti ketakutan mutlak. Mata arwah itu membelalak lebar, memancarkan keriupan teror yang b

  • Rumah Kos Berhantu   41. Pilihan di Rumah Nomor 103

    Gelap.Virza masih menggenggam kartu identitas itu dengan jemarinya yang bergetar kaku di tengah kepungan gulita. Dia tidak melihat seluruh namanya, hanya beberapa huruf tercetak samar yang tertangkap oleh memori visualnya. Namun sesuatu di dalam dirinya yang teramat dalam mengatakan bahwa kartu tersebut sangat penting bagi hidupnya.“Selly,” panggil Virza dengan suara bergetar menahan gejolak teror yang merayapi dadanya.Tidak ada jawaban dari kegelapan yang membisu di sekitarnya.“Kenapa aku enggak boleh melihatnya?” cecar Virza lagi seraya memajukan langkahnya dengan ragu di atas lantai kayu yang dingin.Suara Selly terdengar dari

  • Rumah Kos Berhantu   40. Orang yang Menjaga Rumah

    Virza masih memegang laporan kematian Mira ketika suasana ruang depan berubah. Udara mendadak menjadi dingin, merayap pelan dari celah-celah papan kayu tua. Dingin itu tidak bertiup dari jendela, melainkan seolah menyembur langsung dari balik kedalaman dinding Rumah Kos 103.Ajie berdiri di samping meja kayu dengan wajah yang mendadak pucat pasi. Pendar redup lampu gantung membiaskan keheningan mencekam yang menekan dada mereka berdua. Nama yang tertera pada lembaran kusam di tangan Virza masih terbaca amat jelas di tengah ketegangan yang kian menghebat.Orang yang menandatangani laporan kematian Mira adalah orang yang selama ini mengurus Rumah Kos 103. Virza menatap Ajie lurus-lurus, mencoba menuntut kejelasan dari fakta yang baru saja terkuak di depan mata mereka.“M

  • Rumah Kos Berhantu   7. Virza Punya Teman dan … 'Teman'?

    Pemuda itu menoleh pada Virza dan dia tersenyum lagi. Virza langsung membalas senyumnya. "Kamu anak baru ya? Nama kamu siapa?" Pemuda itu menghentikan langkahnya sejenak, lalu dia mengulurkan tangannya pada Virza. "Namaku Andra," dia memperkenalkan dirinya saat jabatan tangannya disambut oleh Vir

  • Rumah Kos Berhantu   6. Malam Pertama Jadi Anak Kos

    Baru saja Virza mengunci pintu rumahnya, dari balkon atas ada yang memanggilnya. "Virza, mau ke mana, Za?" Suara itu akrab di telinga Virza. Virza menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak melihat siapa-siapa. Virza langsung mendongakkan kepalanya mencari siapa yang memanggilnya. Ternyata Ajie yan

  • Rumah Kos Berhantu   5. Rumah Kos Murah

    Ketika sampai di depan Rumah Kos itu. ~ Rumah Kos 103 ~ Begitulah yang tertulis di papan itu. Lalu Virza melihat ke sekeliling rumah itu, ternyata tidak ada orang yang bisa dijadikannya untuk tempat bertanya. Virza memutuskan untuk duduk di teras rumah itu. "Hai, kamu cari siapa?" Tanya sese

  • Rumah Kos Berhantu   4. Hari yang Panjang

    Baru saja Virza menyuap beberapa sendok ke mulutnya, punggungnya ditepuk oleh seseorang. Dia menoleh ke belakang, ternyata itu adalah Selly. "Loh, kamu makan di sini," tanya Selly sambil tersenyum ke arah Virza. Sebenarnya Virza masih merasa heran dengan Selly sebagai teman dalam perjalanannya ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status