Share

Bab 7

Author: CewekTauruz30
last update Last Updated: 2025-02-24 06:25:54

Apa? Menikah lagi, ide macam apa itu?” tanya Albi yang terlihat marah. 

“Dengarkan ibu dulu, Nak. Ibu hanya ingin kamu merasakan menjadi sekarang ayah, apakah ibu salah?” Laila memasang wajah yang sangat sedih. 

“Bu, Albi sangat berterima kasih dengan kekhawatiran ibu. Tapi untuk menikah lagi, aku tidak akan mau karena aku sudah mempunyai istri. Aku memilih Nayra sebagai istriku, aku mengambilnya dari orang tuanya dengan baik-baik. Aku juga sudah berjanji tidak akan menyakitinya. Jadi, aku tidak mau melakukan apa yang ibu mau untuk kali ini,” jawab Albi sambil menatap ibunya. 

“Albi, semua bisa diatur. Kamu bisa tetap menikah lagi walaupun Nayra tidak tahu, memiliki istri lebih dari satu itu tidak buruk. Kamu mampu membiayai keduanya, kamu punya segalanya. Jadi ibu yakin wanita manapun mau jika dijadikan yang kedua oleh kamu, Bi. Ibu sangat yakin itu,” kekeh Laila. 

“Bu, aku tidak mau menyakiti hati Nayra. Selama ini aku diam ketika Nayra di pojokan karena belum hamil, aku diam karena tidak ingin membuat keributan. Tapi sekarang, kenapa ibu malah ingin lebih menyakitinya?” tanya Albi yang tidak habis pikir dengan ide ibunya itu. 

“Albi, ibu tidak pernah merasa memojokan istri kamu. Semua yang ibu katakan memang benar adanya, bahkan semua keluarga kita pun tahu itu. Jadi, ibu tidak merasa memojokan dia. Kamu terlalu berlebihan menanggapi semua itu, Nak.” bantah Laila. 

“Terserah ibu saja. Tapi untuk ide ibu yang meminta aku menikah lagi, aku tidak setuju dan tidak mau. Aku tidak ingin menyakiti hati wanita yang aku sayangi dan cintai. Untuk mendapatkan Nayra itu sangat sulit, Bu. Setelah aku mendapatkannya sekarang, maka aku tidak akan pernah mau sampai dia terlepas.” 

Albi langsung pergi dari rumah orang tuanya. Dia merasa jika keinginan ibunya sangat berat dan sangat tidak dia inginkan. Jangankan menikah lagi, melirik wanita lain saja Albi tidak mau. Semua itu pasti akan menyakiti Nayra dan itu tidak ingin dia lakukan. Albi tidak habis pikir dengan permintaan ibunya, sungguh tidak pernah terpikir dalam pikirannya melakukan itu semua. 

“Bu, sepertinya Mas Albi tidak mau melakukan apa yang ibu minta. Lantas, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Aninda. 

“Kamu tenang saja, semua akan ibu atur kembali. Ibu sangat yakin jika Albi pasti akan melakukan apa yang ibu katakan. semua akan terjadi dan semua akan terwujud,” jawab Laila dengan sangat yakin. 

“Ibu memang terbaik.” Aninda tersenyum puas dengan apa yang telah dilakukan oleh mertuanya. Terlihat sekali jika Aninda sangat tidak menyukai Nayra. 

“Atur pertemuan mereka, ibu mau Albi tahu dengan siapa ibu memintanya menikah lagi. Dengan begitu, dia pasti akan mempertimbangkan keputusannya kembali.” 

Laila terlihat sangat yakin dengan keputusannya. Laila juga sangat yakin jika putranya akan menerima apa yang direncanakan, seseorang yang sudah dia siapakan membuat Laila sangat yakin seyakin-yakinnya. Aninda ikut tersenyum ketika mertuanya tersenyum puas. 

“Aku harap kamu bisa hancur, mbak Nayra!” batin Aninda. 

Segala macam cara sudah Laila lakukan. Rencana mempertemukan Albi dan wanita pilihan ibunya kembali gagal. Laila terus mencoba, namun lagi dan lagi gagal, Albi tetap pada pendiriannya untuk menolak apa yang diminta oleh sang ibu. Laila tidak menyerah sampai disitu, Aninda yang terus memberi dukungan membuat Laila yakin pada apa yang dia lakukan. Laila tidak tahu saja jika Aninda mempunyai misi yang tidak Laila ketahui. 

“Mas, pulang terlambat atau tidak?” tanya Nayra saat mengantarkan suaminya ke depan pintu rumah. 

“Sepertinya iya, ada beberapa pertemuan hari ini. Tidak apa, kan?” tanya Albi sambil mengusap pipi istrinya. 

“Kalau memang begitu, ya, tidak apa-apa. Tapi ingat, Mas jangan lupa makan dan harus selalu jaga kesehatan. Aku tidak mau mas melupakan kesehatan. Bekerja keras boleh, tapi harus seimbang dengan istirahat dan makan juga.” 

“Baik istriku,” Albi mencubit pelan pipi istrinya yang terlihat chuby. 

“Kebiasaan banget, sih, Mas!” Nayra cemberut. 

“Gemas sekali, sih.” Albi mengusap pipi Nayra yang tadi dia cubit. “Kalau begitu, Mas berangkat dulu.” 

Nayra mengangguk, setelah memberi kecupan di kening Nayra, Albi langsung pergi. Nayra terus menatap kepergian suaminya sampai mobil yang ditumpangi Albi gak terlihat. Nayra segera masuk. 

Albi melakukan kendaraannya bukan bertujuan ke kantor melainkan kerumah ibunya. Sungguh dia kesal pada ibunya yang terus menerornya supaya mau bertemu dengan wanita pilihannya. Bukanya Albi mau membohongi Nayra, hanya saja Albi tidak mau menambah pikiran buruk Nayra pada ibunya. 

“Akhirnya kamu datang juga, nak. Ibu selalu menunggu kamu, kenapa baru datang hari ini?” tanya Laila. 

“Bu, kenapa ibu terus bersikukuh ingin aku menikah lagi?” 

“Tentu saja karena ibu mau kamu memiliki keturunan,” jawab Laila dengan santainya. 

“Astaga, ibu! Apakah ibu mau menghancurkan rumah tangga anak sendiri? Aku sangat menyayangi Nayra, aku tidak mungkin membagi cinta dan sayangku pada Nayra. Mengertilah, Bu!” sahut lagi dengan tegas. 

“Kamu harus bertemu dulu dengan wanita pilihan ibu. Ibu yakin kamu akan setuju, Albi.” 

Jenuh dengan kata-kata ibunya, Albi lalu mengangguk. “Baiklah, pertemukan aku dengan wanita pilihan ibu. Tapi ingat, jangan sampai istriku tahu bahwa aku bertemu dengan wanita lain. Aku tidak mau menyakiti hati Nayra.” 

Senyuman langsung terbit di bibir wanita paruh baya itu. Laila merasa puas dengan jawaban Albi. “Baiklah, ibu akan menghubungi dia siang ini juga. Kalian akan bertemu saat jam makan siang, ibu yakin kamu akan senang bertemu dengan dia.” 

Tidak ingin berdebat dengan ibunya, Albi memutuskan untuk pergi ke kamar dimana dulu dia tempati. Kamar yang selalu dia jadikan tempat beristirahat ketika berkunjung kerumah orang tuanya. Albi lalu melempar tubuhnya ke ranjang, dia lalu memejamkan matanya. Wajah Nayra yang tersenyum terus terbayang. 

“Maafkan aku, Sayang. Aku hanya ingin membuat ibu diam dan tidak terus menerorku. Kamu tenang saja, mas tidak akan mungkin mengkhianati kamu apalagi meninggalkan kamu.” lirih Albi. 

“Mas, dipanggil ibu!” panggil Aninda sambil mengetuk pintu kamar Albi beberapa kali. 

“Astaga, aku tertidur dan baru sadar jika sudah jam makan siang,” gumam Albi. 

Setelah mencuci muka, Albi lalu turun dan berjalan menuju meja makan. Terlihat jika sang ibu tengah berbicara dengan seseorang. Albi yakin jika wanita yang sedang bicara dengan Laila adalah wanita pilihan Laila. Albi mendekat dan penasaran dengan wajah wanita itu, posisi wanita tersebut membelakangi Albi. 

“Kamu sudah bangun nak, duduklah dan kita makan siang bersama,” ucap Laila. 

Wanita itu berdiri, dia menoleh pada Albi yang masih berada di belakangnya. Albi kaget melihat siapa yang ada dihadapannya, keduanya saling menatap. Wanita itu tersenyum manis dan mengulurkan tangannya. 

“Hai, apa kabar?” 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku    Bab 33

    Arkhan membawa Nayra masuk ke ruangan Dokter kandungan. Awalnya Nayra menolak karena ingin mengejar suaminya, namun Arkhan mengatakan jika mereka akan mendapatkan informasi akurat jika mereka bertanya pada Dokter langsung. Ragu Nayra masuk, namun ketika mereka masuk justru Arkhan disambut hangat oleh Dokter itu. “Ada angin apa seorang Arkhan bisa masuk ruangan ku, apakah kamu ingin memeriksa istrimu ini?” tanya Dokter yang bernama Anita itu. “Jangan terus meledek, aku kesini karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.” “Tentu saja aku tahu, kamu masuk kesini pasti akan menanyakan sesuatu. Apakah tentang istrimu ini?” tanya Dokter Anita kembali. “Astaga, kami bukan pasangan suami istri,” sahut Nayra. “Bukan pasangan suami istri, lalu apakah kalian memiliki hubungan tanpa status pernikahan? Ini benar-benar gila, Arkhan!” kata Dokter Anita sambil menatap Arkhan. “Dengarkan aku dulu, jangan memotong perkataan ku begitu saja. Aku belum menanyakan sesuatu sama kamu, tapi kamu malah me

  • Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku    Bab 32

    Beberapa bulan kemudian, kandungan Kharisma kini memasuki bulan ke tujuh. Kharisma senang karena sedikit demi sedikit mendapatkan perhatian dari Albi. Bukan hanya perhatian Albi saja, perhatian keluarga Albi pun tercurah padanya. Aninda yang kini sudah melahirkan pun ikut merasakan kebahagiaan itu, apalagi ketika Aninda mendengar jika Albi sekarang lebih perhatian pada Kharisma. Dari dulu memang Aninda tidak terlalu menyukai Nayra, rasa iri yang selalu ada di hati Aninda membuat Aninda sangat puas sekarang. “Mas, kamu mau kemana?” tanya Nayra. “Ada pekerjaan penting, kamu tidak usah nunggu Mas pulang. Mas tidak tahu kapan akan selesai pekerjaan hari ini,” jawab Albi yang membuat Nayra semakin bingung. “Akhir-akhir ini kamu selalu sibuk dan tidak pernah pulang teratur. Kamu juga selalu pulang telat bahkan larut malam, ada apa sebenarnya, Mas?” “Sayang, aku bekerja setiap hari untuk bisa mencukupi semua kebutuhan kamu. Jangan pernah berpikir macam-macam, aku sudah sering mengatakan

  • Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku    Bab 31

    Albi benar-benar menemani Kharisma, entah kenapa sikap manja Kharisma justru diterima oleh Albi. Entah Albi sadar atau tidak, kini Albi seperti menerima Kharisma. Sudah hampir satu Minggu Albi pergi dari rumah tengah malam untuk mengikuti keinginan Kharisma, hebatnya Albi pulang ketika jam sudah menunjukan pukul empat pagi. “Mas, kamu mau kemana?” tanya Nayra yang kebetulan membuka matanya ketika Albi masih mengenakan jaket. “Kamu kenapa bangun, sayang?” bukannya menjawab Albi justru melontarkan pertanyaan. “Aku mau ke kamar mandi,” jawab Nayra sambil terburu-buru. Albi segera melepas jaket yang dia kenakan, mengenakan pakaian dengan pakaian yang semalam dia pakai. Albi duduk dengan tenang, walaupun hatinya sebenarnya sangat takut jika Nayra tahu kalau dia baru saja pulang. “Mas, gak jadi pergi? Atau kamu baru pulang?” tanya Nayra menyelidik. “Tadinya aku mau membeli sarapan, entah kenapa terasa lapar sekali,” jawab Albi dengan asal. “Kamu lapar, Mas? Kenapa nggak bangunin aku

  • Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku    Bab 30

    “Mas!” panggil Nayra ketika suaminya baru saja keluar dari kamar mandi. “Kenapa? Apa masih kurang?” goda Albi sambil mengerling genit. “Apa sih, kamu ini kalau ngomong pasti ke situ-situ aja.” Albi tersenyum, dia berjalan menuju nakas dan mengambil air minum. “Lalu apa?” “Suami Kharisma itu siapa, sih? Bukannya kemarin kata Anin suami Kharisma itu dari keluarga Hartanto juga?” Mendengar pertanyaan Nayra membuat Albi langsung tersedak karena Albi memang sedang minum. Nayra mendekat dan mengusap punggung suaminya dengan lembut. Albi masih kaget dengan apa yang ditanyakan Nayra. “Kenapa sampai tersedak kek gitu, sih? Kaget banget aku tanya suami dari Kharisma?” “Bukan gitu, aku kaget aja tiba-tiba kamu tanya suami Kharisma. Ada apa?” tanya Albi mencoba bersikap biasa. “Aku bingung aja, Kharisma hamil tapi ibu bilang Kharisma ngidam mangga muda sama kamu. Apa hubungannya, coba?” “Masa sih?” Nayra mengangguk. “Baru saja aku liat ponsel kamu dan ada pesan dari ibu. Kharisma katany

  • Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku    Bab 29

    “Mas, lagi liat apa, sih?” tanya Nayra yang berdiri di hadapan Albi. Albi yang sedang terus menatap ponselnya langsung mematikan ponsel itu dan menyimpannya. “Tidak, Mas kebetulan lagi periksa beberapa email yang masuk. Kamu udah darimana?” “Tadi habis dari tetangga sebelah, anaknya baru pulang dari luar negri. Aku yang sedang ada di halaman depan dipanggil dan berkunjung mencicipi beberapa oleh-oleh yang anaknya bawa,” jawab Nayra seraya duduk di samping suaminya. “Selama ini aku selalu diam dirumah, tanpa mengenal para tetangga. Rasanya sangat rugi sekali, ternyata tetangga kita baik-baik, Mas. Katanya mereka sebenarnya ingin mengajak aku untuk gabung ketika sedang berkumpul, tapi mereka agak segan sama kamu, Mas. Ada-ada aja,” imbuh Nayra. “Padahal mereka selalu menyapa Mas kalau Mas pulang atau pergi kerja,” jawab Albi sambil tersenyum. “Kalau sekali-sekali aku undang mereka ke rumah, boleh?” “Tentu saja boleh, kamu juga butuh teman ngobrol dan supaya tidak bosan juga di ruma

  • Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku    Bab 28

    “Mas, aku hamil.” Albi terdiam, dia terkejut dengan apa yang dikatakan Kharisma, istri keduanya itu. “Mas, apakah kamu tidak bahagia mendengar kabar ini?” kata Kharisma kembali yang sontak membuat Albi tersadar. Albi menghela nafas panjang. “Apa yang kamu katakan itu benar?” “Apa Mas tidak percaya dengan apa yang aku katakan?” Kharisma berjalan menuju meja rias, dia mengambil alat yang tadi digunakan untuk mengecek kehamilan. Kharisma lalu memberikan alat itu pada Albi. Albi kembali diam, dia menatap benda yang kecil yang terlihat ada garis dua. Entah apa yang harus dia rasakan sekarang, apakah dia harus bahagia karena akan mempunyai anak? Atau dia harus bersedih karena anak yang akan lahir itu bukan dari rahim Nayra. “Kamu yakin ini adalah anakku?” “Apa maksud pertanyaan kamu itu, Mas? Apakah kamu pikir aku melakukan itu dengan pria lain?” Kharisma menatap tajam suaminya. “Apa kamu tidak sadar jika yang pertama kali melakukan itu adalah kamu? Aku tidak pernah tidak menyangka k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status