LOGINAda seorang wanita lain yang akhirnya tahu bahwa si pencuri rupanya tidak sepenuhnya bersalah. Dia mendamprat, “Seharusnya kau bisa lebih sopan terhadap siapa pun. Entah pada manusia, bahkan hanya pada sepeda motor sekali pun.”Ada beberapa orang yang melampiaskan kekesalannya pada si Maya.Mengetahui bahwa saat ini dirinya disalahkan dan dipojokkan, Maya pun berusaha untuk segera pergi dari pasar, lagi pula ponselnya sudah ketemu.“Aku harus segera pulang. Permisi,” katanya buru-buru lagi.Namun Aliyev kembali mencegahnya. “Masalah kita belum selesai. Bukankah kau ingin agar pencuri ini dihukum?”Maya pun gelisah dibuatnya. Dia celingukan ke sana ke mari, berupaya mencari alasan lain supaya dia bisa cabut dari pasar.“Apa benar kau tadi mencela pria ini ketika sedang dalam perjalanan menuju pasar dari rumah mu?” tanya Aliyev pada Maya.Maya tak menjawab.“Ayo bicara!” desak si pencuri.Dan semua orang pun mendesak supaya Maya lekas bicara, namun dia senantiasa berdiam diri karena tak
Aliyev meninggalkan lokasi pertarungan tadi lalu bergegas mengejar si pencuri. Di samping pasar ada jalan kecil dan di sanalah arah pelarian si pencuri. Karena itulah Aliyev dengan cerdik memotong jalur langsung ke arah sana sebelum si pencuri tiba duluan. Tidak ada yang menyangka pergerakan Aliyev tersebut. Orang-orang di sana mengira bahwa Aliyev mau kabur dari Nick. Begitu telah tiba di ujung jalan kecil tadi Aliyev langsung berhadap-hadapan dengan si pencuri. Si pencuri mengeluarkan pisau kecil dan menodongkannya ke arah Aliyev. “Cepat minggir atau kau akan mati!” ancam nya. Apa si pencuri berpikir Aliyev bakal menyerah hanya dengan gertak sambal kecil tak berarti itu? Tidak mungkin. Aliyev tidak mungkin takut sama sekali. Si pencuri harus segera kabur sebelum kerumunan orang pasar mendapati dirinya. Dia bisa saja mati dipukuli orang ramai. Kemudian dia coba berlari melewati Aliyev. Tetapi Aliyev malah pasang badan dengan posisi siap berkelahi. Si pencuri tidak punya pili
Nick menggeram. Ucapan Aliyev barusan berarti penerimaan tantangan darinya. “Silahkan kau pilih tempat sesuka mu.”Aliyev berusaha menghindari perkelahian tersebut. “Kau tidak pantas bertarung melawan ku. Sebaiknya kau cari orang lain yang jauh lebih kuat dari mu.”Nick merasa memang badannya tidak lebih besar dari Aliyev, hanya saja dia adalah petarung aktif di HolyMMA, dan hampir semua orang di sini menghormati dia. Nick tidak mau nama dan harga dirinya jatuh di hadapan banyak orang. Karena itulah pertarungan ini tidak boleh terelakkan. “Tidak usah banyak bicara. Ayo kita bertarung di luar. Masih ada banyak tempat kosong di luar sana.”Ke sekian kalinya Aliyev menolak tantangan tersebut. “Silahkan kalian menilaiku banci karena kalian menganggap aku pengecut tapi aku tidak merasa banci. Justru ketika aku melawan kalian saat itulah aku merasa diriku banci karena melawan orang yang bukan selevel denganku.”Nick dan balasan pria kekar di sana naik pitam. Jika saling senggol sedikit sa
Tak disangka hal sepele tadi bakal jadi fitnah dan masalah serius. Aliyev melihat belasan pria di sana sedang memandangi dia dengan pandangan mengerikan. Holystan tidak cuma menghormati kaum wanita, tapi mereka amat benci dengan pria yang mengganggu dan sok hebat terhadap wanita. Bagi mereka tindakan Aliyev sulit dimaafkan. Aliyev mengangkat kedua tangan dan berkata, “Ini cuma salah paham. Aku akan berusahalah menjelaskan lagi pada kalian.” Aliyev tidak mau ribut. Bukan karena takut, tapi dia tidak mau membuang waktu dan tenaga. Jangan sampai membuang energi untuk hal yang tidak perlu. “Aku berani bersumpah pada kalian kalau aku tidak sebenarnya tidak bersalah.” Aliyev berusaha meyakinkan mereka para pria berotot itu. Namun, ada satu orang pria berkalung putih sudah mengepalkan tangan, siap memukul Aliyev. “Kami tidak butuh omong kosong dari mu. Yang kami minta sekarang adalah persiapkan diri mu karena pembuktian sebagai seorang lelaki itu lebih pantas dari pada membuktik
Suatu hari di Pasar Holystan. Aliyev sedang berbelanja kebutuhannya sehari-hari. Ketika hendak memilih buah-buahan di depan sebuah toko, tiba-tiba dia ditabrak oleh seorang wanita yang cukup tua. Ibu-ibu itu tampak tergesa-gesa, berlari, dan secara mengejutkan menabrak tubuh Aliyev yang besar. Namun anehnya sang wanita malah marah-marah. “Hei kau! Apa mata mu buta ha?” Aliyev kaget. Dia yang tadinya tidak tahu apa-apa lantas malah kena marah. Dia menoleh ke samping dan tidak banyak reaksi setelah dimarah. Wanita itu cemberut dan memaki lagi, “Sudah tahu badan mu besar. Ya harusnya kau bisa kasih jalan untuk wanita tua sepertiku. Kalau terjadi sesuatu padaku, bagaimana ha?” Wanita itu belingsatan, memandangi suasana ramai di penjuru pasar, seperti mencari sesuatu. Tapi semua kekesalannya tumpah pada Aliyev yang tidak tahu apa-apa. Dengan wajah yang merah padam wanita tersebut menunjuk Aliyev sembari memuntahkan kesal di hatinya, “Kau menghalangi jalanku, Bodoh! Kau bisa masu
Setelah berhari-hari melakukan diskusi, akhirnya pihak penyelenggara HolyMMA pun memutuskan bahwa pertarungan perebutan sabuk antara Zukhov dan Aliyev bisa dilaksanakan sesegera mungkin.Jadwal yang cocok adalah di Holy165 dan tepatnya dilaksanakan dua bulan lagi. Ini dilakukan waktu tersebut dirasa ideal sebab mereka baru menjalani pertarungan sehingga mereka bisa ada cukup waktu untuk pemulihan dan latihan.Sebelum jadwal ini dipastikan, Tom telah melapor terlebih dahulu pada Aliyev guna mengetahui apakah Aliyev setuju, dan Aliyev menjawab bahwa dirinya setuju untuk segera menghadapi Zukhov dalam perebutan sabuk juara divisi Heavyweight.Aliyev mengundang Tom berkunjung ke apartemen miliknya siang hari itu.“Tom, masyarakat telah mengetahui pengumuman dari jadwal tersebut. Aku melihat mereka sangat antusias. Bagaimana menurut mu?” Aliyev kemudian menyeruput kopi hitamnya.Tom yang tadinya melihat pemandangan indah Negeri Holystan kini mengalihkan pandangannya ke arah Aliyev yang sed







