FAZER LOGINDing! Bantu perbaiki kendaraan mogok! Hadiah: Skill poin S + Rp.3.000.000 Waktu 24 jam! dari sekarang. Dimas menggerutu di dalam hatinya, dimana ia harus mencari kendaraan mogok dan membantu memperbaikinya dalam waktu 24 jam terhitung dari sekarang, belum lagi misi memberi Rere hadiah belum ia selesaikan membuat kepalanya semakin pusing. “Dimana gue harus cari kendaraan mogok? ada-ada aja lo sistem! ck!” gerutunya. Dimas akhirnya memutuskan untuk mencari udara segar keluar rumah, sekaligus mengenali lingkungan di sekitar rumah tantenya itu. Saat menuruni tangga, ia langsung di sambut oleh tantenya, Vania. “Mau kemana kamu Dim?” tanyanya. Dimas kembali menelan ludah sambil menundukkan pandangannya dan berkata, “Mau cari udara segar tan, nggak jauh-jauh kok sekalian cari cemilan,” jawabnya sambil melangkah turun dari tangga. Vania mengangguk sambil menyilangkan kedua kakinya membuat daster yang di kenakannya tersingkap, Dimas yang melihat itu semakin berdegup kencang. T
Sore harinya, Dimas sudah berdiri di depan bengkel dengan pakaian yang sedikit lebih rapi. Rambutnya disisir, kausnya diganti dengan kemeja sederhana, dan sepatu yang biasanya penuh noda oli sudah ia bersihkan. Ia berkali-kali melihat jam di ponselnya. “Lima menit lagi...” Dimas menarik napas panjang. “Kenapa gue malah gugup begini? Gue cuma makan bareng customer.” Tak lama kemudian, sebuah motor putih berhenti di depan bengkel. Alya melepas helmnya dan tersenyum. “Maaf ya, Mas Dimas. Tadi agak macet.” Dimas menggeleng. “Nggak apa-apa. Saya juga baru selesai bersiap.” Ding! Dimas langsung terdiam. Layar biru muncul di hadapannya. [MISI BARU!] [Target: Alya] [Tujuan: Buat target merasa nyaman selama acara makan.] [Hadiah: Rp1.000.000] Dimas membelalakkan mata. “Sejuta?!” Alya menatapnya heran. “Mas bilang apa?” Dimas langsung menggeleng. “Eh, nggak. Saya cuma bilang... sejuta...” Ia berhenti. “...eh, maksud saya, silakan.” Alya tertawa kecil. “Mas Dimas aneh juga, ya.” D
Keesokan harinya, Dimas tetap memikirkan apa hadiah yang cocok untuk Rere, si gadis jutek yang membuatnya selalu geram setiap melihat ekspresinya yang ketus.“Kalau bukan sepupu gue, udah gue jailin tuh cewek, ck!” gumam Dimas sambil melangkah santai menuju ke bengkel.Seperti biasa, udara pagi di sekitar rumah Tante Vania terasa cukup sejuk. Dimas berjalan sambil membawa tas kecil berisi perlengkapan pribadinya.Namun, baru beberapa langkah memasuki area bengkel, suara notifikasi kembali terdengar di kepalanya.Ding!Dimas langsung berhenti. “Apaan lagi?” gumamnya.Sebuah layar biru transparan muncul tepat di hadapannya.[SISTEM LUNA][MISI BARU TERSEDIA!]Dimas mengernyitkan kening.“Jangan bilang misi mesum lagi.”Layar itu berubah.[Misi Peningkatan Skill Montir][Target: Meningkatkan kemampuan komunikasi dan diagnosis kendaraan Host.][Persyaratan misi:][1. Sambut customer baru.][2. Periksa kerusakan kendaraan tanpa bantuan senior.][3. Berhasil memperbaiki kerusakan kendaraan.
Dimas menggantung pakaian kotornya di kamar mandi, ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk mengusir pikiran kotor yang seharian ini memenuhi kepalanya. Di bawah shower air ia hanya bisa meredam semua pikiran kotornya, dan tak lama Dimas segera berpakaian untuk mengisi perutnya yang keroncongan. Saat Dimas melangkah keluar kamar, sura notifikasi sistem membuatnya menghentikan langkah tepat di ambang pintu. Ding! Misi baru! Berikan hadiah untuk Rere! Besok Rere ulang tahun. Hadiah: ? Dimas tertegun melihat tulisan di layar biru itu, ternyata sistem tidak memberikannya misi yang aneh, tapi... hadiah dari sisten tidak di tunjukan, hal itu membuat Dimas sedikit khawatir. Tapi apa yang harus ia berikan kepada Rere, sepupunya? Pikir Dimas. Dimas akan memikirkannya lagi nanti, ia kembali melanjutkan langkahnya dan berjalan menuruni anak tangga dengan santai. Dan begitu melihat ke arah dapur, Rere dan tante Vani sudah lebih dulu duduk di meja makan sambil menunggunya.
“Kalo emang kamu nggak bisa lanjut hari ini, kamu lanjutin besok aja nggak apa-apa,” lanjut Pak Haris.Dimas menggelengkan kepalanya pelan sambil, “Udah Pak, saya nggak kenapa-kenapa, cuma sakit sedikit aja di bagian kepala,” jawabnya penuh keyakinan. “Ya sudah kalo begitu, kita lanjutkan.”Semua orang kembali beraktifitas seperti biasa, di sela-sela aktifitasnya Dimas terus memikirkan hal yang dia lihat di bawah alam kesadarannya. “Ahh, palingan itu cuma mimpi,” pikirnya. Namun, tepat saat sebuah mobil datang ke bengkel tersebut, suara denting halus menggema di kepalanya. Ding! Tiba-tiba sebuah layar biru muncul di hadapan Dimas, membuatnya sedikit terlonjak kaget. Gleg. Dimas menelan ludah sambil mengucek kedua matanya untuk memastikan apa yang dia lihat memang benar nyata. “Sistem?” Misi perdana Host! Mengintip warna celana dalam Customer! Target bernama : Livia, usia sekitar 25 tahun, pekerjaan managet hotel. Hadiah: Rp, 200.000 + 10 poin sistem dan 5 poin skill montir
“Sial! Kenapa gue harus kebagian tempat yang jauh sih?!” umpat Dimas saat melihat surat pengantar PKL (praktek kerja lapangan) dari sekolahnya.Ia melangkah keluar kelas dengan langkah gontai, dan saat ia akan ke area parkiran dua sahabatnya sudah menunggu.“Dim! Lo PKL kemana?” tanya Dodo sahabatnya.Dimas menunjukan surat yang ia terima dari wali kelasnya kepada Dodo.Begitu Dodo membacanya ia terkejut, sambil tertawa terbahak-bahak. “Buset! Serius? Jauh amat Dim? Nggak salah nih, Pak Eko ngirim lo ke Surabaya? Kita kan ada di Jakarta,” ucapnya sambil menyerahkan kembali surat PKL milik Dimas itu.Dimas hanya mendegus kesal sambil duduk di jok motor miliknya. “Mana tau gue, lagian Pak Eko kan bisa cari bengkel lain, kenapa harus ke surabaya? Arrgh! Kampret emang,” umpatnya sambil menyalakan motor sport miliknya.***Tak berselang lama Dimas sampai di rumahnya, rumah yang cukup sederhana. Ia anak dari pasangan bernama Bagas Wijaya dan Maria Ozawa. Keduanya sama-sama bekerja sebagai P







