Home / Fantasi / SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN / 01. Terbangun Di Tubuh Baru

Share

SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN
SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN
Author: Tinta Terbang

01. Terbangun Di Tubuh Baru

Author: Tinta Terbang
last update publish date: 2026-08-04 16:07:10

"Brengsek..." Xian Ren mengusap darah yang menetes di bibirnya.

Salah satu pria bertubuh besar di depannya tersenyum mengejek. "Apa cuma segini kemampuanmu, Xian Ren? Aku mulai meragukan julukanmu sebagai petarung yang handal."

Xian Ren meludahkan sisa darah di mulutnya. Ia tersenyum dan menatap pria itu, layaknya elang yang bersiap menerkam mangsanya.

Pria bertubuh besar itu bergerak maju, mengayunkan pipa besi ke arah kepala Xian Ren.

Xian Ren memiringkan tubuhnya dengan cepat. Besi itu hanya menggores pundaknya. Ia menangkap pergelangan tangan si pria, menariknya ke depan, lalu menghantamkan sikunya tepat ke rahang pria tersebut.

Tubuh pria itu langsung ambruk.

Dua orang lainnya menyerbu bersamaan. Xian Ren mundur beberapa langkah, menghindari pukulan pertama. Kakinya berputar cepat, melayangkan tendangan ke lutut salah satu pria dengan keras.

"Arggghhh.... Sialan kau." Pria itu tersungkur dan meringis kesakitan

Xian Ren mengayunkan pukulan bertubi-tubi ke wajah pria berikutnya hingga membuat si pria tersungkur lemas.

Dua orang terakhir saling berpandangan. Nyali mereka mulai menciut.

"Maju kalian berdua, Berengsek!" Xian Ren meludah, lalu tersenyum dingin.

Kedua pria itu, maju bersamaan. Xian Ren menarik napasnya. Seluruh tubuhnya mulai terasa nyeri. 

Ia menyelinap di antara keduanya, mendaratkan pukulan keras yang menghantam ulu hati pria pertama, lalu memutar tubuh untuk melayangkan tendangan ke leher pria kedua.

Kelima pria yang tadi mengeroyok Xian Ren dan temannya, kini tergeletak tidak berdaya.

"Cepat bangun kalau kalian masih punya nyali. Aku benar-benar akan menghabisi kalian di sini," ucap Xian Ren, dingin.

"S-Sialan... Ayo kita pergi sekarang," ucap salah satu pria dengan terengah-engah.

Kelimanya segera bangun dan berlari meninggalkan tempat itu.

Xian Ren menghela napas lega kemudian berjalan menuju sudut gang. Ken—temannya yang tadi sempat dipukuli oleh orang-orang itu—masih terduduk lemas dengan darah yang menetes di pelipisnya. Xian Ren menarik tubuh Ken dengan perlahan.

"Kau tidak apa-apa, Ken?"

"Hanya sedikit memar. Terima kasih, Ren." Ken berdiri dan membersihkan pakaiannya dan darah di pelipisnya.

"Sama-sama." Xian Ren menepuk pelan bahu temannya.

"Hei Ren, apa kau akan ikut nongkrong malam ini di tempat biasa?"

"Aku tidak bisa, Ken. Lain kali saja," ucap Xian Ren melambaikan tangannya, lalu berjalan meninggalkan tempat itu.

Xian Ren berjalan menyusuri trotoar di pinggir jalan raya yang cukup ramai. Kendaraan berlalu-lalang dengan kecepatan tinggi.

Xian Ren mengeluarkan rokok dari sakunya. Belum sempat rokok itu dinyalakan, ia melihat seorang anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun, yang berlari menyeberangi jalan raya—mengejar bolanya.

Dari arah depan, sebuah mobil melaju kencang. Pengemudi mobil itu tampak terkejut menyadari keberadaan sang bocah yang berdiri di tengah jalan.

Si sopir berusaha menginjak remnya dengan kuat, namun jaraknya terlalu dekat.

Orang-orang di sekitar berteriak histeris.

"AWAS!" 

Tanpa berpikir panjang, Xian Ren berlari ke tengah jalan. Ia berhasil menjangkau tubuh si bocah dan mendorongnya ke arah trotoar dan mendarat dengan selamat.

Nahas bagi Xian Ren. Ia tidak bisa menghindar dengan cepat.

Hantaman keras dari mobil itu membuat tubuh Xian Ren terpental beberapa meter ke depan, lalu menghantam permukaan jalanan.

Suara teriakan dan klakson kendaraan mendadak riuh di sekelilingnya.

Xian Ren terbaring kaku. Darah mulai mengalir dari kepala dan dadanya. Rasa sakit yang luar biasa menjalar ke seluruh sarafnya—membuat tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.

Pandangannya perlahan memburam. Suara keramaian di sekitarnya terdengar semakin menjauh dan menghilang.

"Sialan... Apa aku akan mati sekarang?"

Napasnya terputus-putus. Kedua matanya perlahan mulai tertutup. Kesadarannya mulai menghilang.

Gelap. Hening.

---

Rasa sakit. 

Itu adalah hal pertama yang dirasakan Xian Ren saat kesadarannya perlahan kembali. Kepalanya masih berdenyut hebat—seolah ada yang memukul tengkoraknya dari dalam. 

Bau antiseptik dan alkohol yang sangat menyengat langsung tercium oleh hidungnya.

Xian Ren berusaha bergerak, namun seluruh tubuhnya terasa kaku dan berat. Ia hanya bisa menggerakkan kepalanya sedikit dan duduk bersandar di atas ranjang dengan susah payah. Napasnya masih terengah-engah.

Xian Ren mencoba mengangkat tangannya. Ia melihat lengannya yang terpasang selang infus serta jari-jari tangan yang terbalut kain perban.

"Tunggu sebentar..." Xian Ren mengernyitkan dahinya. Ia mengamati tangannya yang tampak berbeda.

Tangannya terlihat sedikit lebih kecil, jari-jarinya agak panjang, dan kulitnya sedikit pucat. Tidak ada bekas sayatan pisau akibat perkelahiannya beberapa hari yang lalu. 

Ia melirik pakaiannya. Pakaian yang ia kenakan saat ini, bukan kaus yang tadi ia pakai. Kainnya berwarna biru muda—khas baju pasien rumah sakit.

"Apa-apaan ini? Siapa yang membawaku ke sini?" gumam Xian Ren. 

Ia semakin terkejut ketika mendengar suaranya. Suaranya terdengar lebih mulus, agak tinggi, dan terkesan ringan—bukan suara serak dan berat khas pria perokok berusia 25 tahun.

Xian Ren mencoba menggerakkan kakinya yang masih tertutup selimut. Namun seluruh tubuhnya begitu lemas dan tidak bisa diajak kompromi. Benar-benar seperti patung yang tidak bisa bergerak kemana-mana.

Di saat rasa bingung menguasai pikirannya, sebuah suara nyaring tiba-tiba bergema di kepalanya. Suara itu begitu jelas, seolah diputar di dalam otaknya.

[Inisialisasi Sistem Selesai. Mengikat Jiwa: Xian Ren. Selamat Datang di Sistem Duality.]

Sebuah layar biru transparan seketika muncul dan melayang di depannya—sejajar dengan pandangan matanya. Teks berwarna putih terang muncul secara bertahap di layar tersebut.

"A-Apa ini...?!" 

Xian Ren terkejut dan membelalakkan matanya. Ia mencoba menggerakkan tangannya yang diperban untuk menyentuh layar tersebut, namun jarinya hanya menembus layar biru itu. 

Layar biru di depannya berkedip lagi beberapa kali dan menampilkan pesan baru.

[Pemberitahuan: Jiwa Inang (Xian Ren) telah tewas dalam insiden kecelakaan Pada Tahun 2027. Aktivasi Sistem Duality: Sistem ini diaktifkan sebagai bentuk apresiasi dan hadiah atas tindakan pengorbanan jiwa Inang yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan seorang anak kecil]

Xian Ren tertegun membaca informasi itu. "Tewas? Sistem? Hadiah? Apa ini? Apa aku sudah gila?"

Layar biru berkedip lagi dan berganti menampilkan beberapa informasi lainnya.

[Nama Pemilik Tubuh: Han Lim, 17 Tahun. Status Akademis: Siswa Kelas 3 SMA—Sangat Pintar / Selalu Juara Kelas. Kepribadian Asli: Introvert, Culun, Lemah, dan Anti-Sosial. Kondisi Sosial: Korban Perundungan Utama. Penyebab Koma: Dipukuli hingga babak belur lalu terjatuh dari gedung tingkat dua. Koma di rumah sakit selama 1 bulan penuh. Tahun Saat Ini: 2030].

Xian Ren membaca deretan teks itu, membuatnya semakin bingung dengan semua ini.

Kepalanya tiba-tiba berdenyut. Sebuah ingatan asing seketika muncul di dalam kepalanya. Kepingan-kepingan memori masa lalu milik pemuda bernama Han Lim itu menyatu dengan kesadarannya.

"Arggghh." Xian Ren meringis merasakan rasa sakit di kepalanya.

Layar kembali menampilkan status dan informasi lain.

[Jendela Status. Nama: Xian Ren (Jiwa) / Han Lim (Tubuh). Usia: 17 Tahun. Kekuatan Fisik: 4 (Rata-rata Remaja: 6). Kelincahan: 5. Ketahanan: 3 (Makin Lemah Akibat Koma). Kecerdasan: 9 (Sangat Pintar). Kharisma: 2 (Tampilan Culun). Energi Duality: 0

[Penjelasan Sistem Duality: Sistem Duality memungkinkan Inang untuk meningkatkan atribut fisik, kemampuan bertarung, pengaruh sosial, dan kekayaan melalui dua jalur utama. 1. Path of Protection (Jalur Perlindungan): Dapatkan Poin Atribut dan Keterampilan Bertarung dengan menolong orang yang lemah, membela keadilan, dan menghancurkan musuh. 2. Path of Intimacy (Jalur Keintiman): Dapatkan Poin Karisma, Aset Khusus, dan Fitur Langka dengan meningkatkan hubungan serta menaklukkan hati target wanita yang ditentukan. Analisis Latar Belakang Inang. Identitas: Han Lim. Status Ekonomi: Keluarga Menengah/Sederhana. Aset Finansial: Tabungan pribadi sebesar 150.000 Won]>

Xian Ren membaca seluruh informasi dari layar biru tersebut. Ia lalu memandangi tubuhnya sendiri dengan tatapan bingung sekaligus tak percaya. 

'Tangan yang diperban, tubuh yang lemas, sistem, hadiah... Apa arti semua ini sebenarnya?'

"Apa aku benar-benar tewas dan hidup kembali di tubuh orang lain?" gumam Xian Ren pelan.

Di tengah kebingungan dan kondisi tubuhnya yang masih belum bisa digerakkan secara bebas, tiba-tiba pintu terbuka dari luar.

Seorang wanita dewasa berjalan masuk sambil membawa kantong plastik berisi buah dan makanan.

Wanita itu tampak seperti wanita yang berusia sekitar tiga puluhan. Ia memiliki wajah yang cantik, kulit putih, dan bentuk tubuh yang berisi di balik gaun yang dikenakannya. Dua dadanya tampak besar dan menonjol di balik pakaian tersebut.

Wanita itu tertegun melihat Xian Ren yang duduk bersandar di ranjang dengan mata terbuka.

Tangannya gemetar. Kantong plastik di genggamannya terlepas dan jatuh ke lantai.

"H-Han? Kamu... Kamu sudah sadar, Sayang?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Tinta Terbang
Makasih, kak. Semoga aj kk suka dgn ceritanya sampai akhir. ...
goodnovel comment avatar
Matty02
Bab pembuka yang lumayan menarik. Lanjutkan.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   21. Fitnah Si Pecundang

    Efek Kharisma Pesona yang kini melekat secara permanen pada tubuh Xian Ren membuat penampilannya kian memikat. Setiap kali berjalan, ia selalu menjadi perhatian para siswa yang melihatnya."Itu Han Lim, kan?" bisik seorang siswi berambut panjang pada temannya saat Xian Ren melewati mereka."Iya! Semakin hari dia kelihatan semakin ganteng dan berkarisma. Dia benar-benar berbeda sekarang!" sahut siswi lain dengan wajah penuh kekaguman.Xian Ren berjalan santai sambil memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana. Ia tidak terlalu peduli dengan bisikan-bisikan itu.Ia berjalan masuk ke dalam kelas. Shuling sedang berbincang dengan dua orang temannya. Begitu melihat Xian Ren, gadis itu menghentikan obrolannya. Pipinya seketika merona—mengingat kembali perbuatannya semalam."Shuling, kamu kenapa?" ucap salah satu temannya dengan dahi berkerut melihat perubahan wajah Shuling.Shuling tersentak, ia memalingkan wajahnya lalu menggelengkan kepala. "E-eh, tidak apa-apa.""Pagi, Shuling." Xi

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   20. Misi Makan Malam Selesai

    Jam di dinding kamar menunjukkan pukul setengah tujuh malam.Xian Ren sudah berdiri di depan cermin kamarnya. Ia merapikan kerah kemeja yang dikenakannya. Setelah merasa penampilannya cukup rapi, ia mulai menggeledah beberapa sudut kamar dan mencari tabungan pribadi milik Han Lim. "Di mana anak itu menyimpan uangnya?" gumam Xian Ren, berpikir sejenak.Ia memeriksa laci meja belajar, namun tidak menemukan apa pun di sana. Ia kemudian menuju lemari pakaian dan memeriksa di beberapa tumpukan baju."Akhirnya ketemu juga." Xian Ren tersenyum lebar saat ia menemukan sebuah amplop di bagian bawah salah satu tumpukan baju.Xian Ren membuka amplop tersebut. Terdapat beberapa lembar uang kertas dengan jumlah seluruhnya 150.000 Won."Maaf Han, aku pakai dulu uangmu ini untuk ongkos dan makan malam dengan Shuling," gumam Xian Ren sambil tersenyum tipis, lalu memasukkan uang itu ke dalam dompetnya.Ia bergegas keluar kamar dan berjalan menyusuri tangga menuju lantai bawah. Han Yu dan Yuan Rin se

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   19. Kepingan Ingatan Masa Lalu

    Xian Ren berjalan di tengah sambil terus menggenggam tangan Yuan En dan Shuling yang berdiri di kanan dan kirinya. Mereka bertiga meninggalkan gudang tersebut menuju ke jalan raya.Yuan En sesekali memandangi Xian Ren. Pipinya merona merah dan jantungnya berdebar kencang setiap kali ia menatap wajah pria itu. Tanpa sadar, ia mempererat cengkeraman jarinya di genggaman tangan Xian Ren. Yuan En perlahan mengelus punggung tangan Xian Ren, menikmati kehangatan yang mengalir dari sana. Xian Ren melirik sekilas ke arah gadis itu lalu melemparkan senyuman tipis yang membuat Yuan En semakin tersipu.Shuling juga merasakan hal yang sama. Muka merona merah dan jantungnya berdebar tidak karuan. Genggaman tangan Xian Ren terasa hangat dan membuatnya merasa nyaman. Suasana di antara mereka terasa makin ajaib. Dua gadis yang sebelumnya berada di sisi berbeda di sekolah, kini berjalan berdampingan dengan canggung namun tak ingin melepaskan genggaman tangan dari pemuda yang sama."Lim, apa yang seb

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   18. Unjuk Kekuatan

    Setelah berjalan beberapa saat, mereka akhirnya tiba di sebuah gudang kosong yang terletak di gang sepi tak jauh dari gerbang sekolah. Xian Ren didorong hingga berdiri di tengah-tengah gudang tua tersebut. Ryu Wei dan keempat temannya berdiri sambil menyunggingkan senyum penuh kemenangan. Sekitar sepuluh orang pemuda berseragam sekolah lain dengan jaket geng motor, mengepung di setiap jalur keluar gudang. Beberapa di antara mereka memegang tongkat kayu pemukul dan beberapa lagi tampak memain-mainkan rantai besi di tangannya."Bagaimana sekarang, Culun? Tempat ini sepertinya cocok untuk jadi kuburanmu, kan?" ucap Lee dengan suara meninggi, lalu tertawa mengejek.Ryu Wei berjalan beberapa langkah ke depan, ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Wajahnya tampak memerah dipenuhi amarah dan dendam yang ia simpan sejak kemarin. "Kemarin kau merasa sangat hebat, kan? Sekarang, tunjukkan lagi kehebatanmu itu di depan kami semua!" bentak Ryu Wei.Jia Hao—yang merupakan ketua dari g

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   17. Ajakan Makan Malam dan Jebakan

    Xian Ren dan Yuan En tiba di area kantin. Suasana di sana cukup ramai oleh para siswa yang mengantre makanan dan berbincang santai.Ryu Wei bersama keempat temannya yang sedang duduk di salah satu sudut kantin langsung memandangi mereka berdua dengan tatapan penuh rasa tidak suka."Hei, Yuan En. Kemarilah!" Ryu Wei berteriak ke arah Yuan En. Tangannya menggenggam kuat gelas minumannya di atas meja."Aku ke sana dulu," ucap Yuan En pelan pada Xian Ren.Xian Ren mengangguk. "Ya."Yuan En segera berjalan menuju ke meja Ryu Wei, sementara Xian Ren berjalan menghampiri tempat Shuling duduk bersama seorang temannya."Lim. Kenapa kamu bisa barengan sama Yuan En?" ucap Shuling heran begitu Xian Ren duduk di hadapannya. "Ada hubungan apa kalian berdua?""Tidak ada apa-apa, Shuling" jawab Xian Ren santai sambil tersenyum. "Tadi cuma tidak sengaja berpapasan di koridor.""Oh..." Shuling mengangguk pelan. Namun matanya sesekali melirik ke arah Yuan En dengan perasaan curiga dan sedikit cemburu. "

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   16. Pilihan Untuk Makan Malam Bersama

    Yuan Rin merebahkan dirinya di kasur sambil memegang majalah fashion favoritnya. Ia tidak fokus membaca majalahnya gara-gara mengingat kelakuan adik tirinya yang berani mencuil dagunya sore tadi."Anak itu... Sejak kapan dia jadi berani berbuat seperti itu denganku," gumam Yuan Rin kesal bercampur bingung. Jemari tangan kirinya refleks mengelus pelan dagunya sendiri, sementara dadanya mendadak terasa sedikit hangat."Kak Rin. Kau belum tidur?" suara Xian Ren terdengar dari balik pintu.Xian Ren membuka pintu lalu melangkah masuk ke dalam kamar dengan santai.Yuan Rin buru-buru duduk, melempar majalahnya ke samping dan memasang raut wajah galaknya untuk menutup-nutupi rasa canggung. "Han! Siapa yang menyuruhmu masuk? Kebiasaan sekali."Xian Ren tertawa santai. Ia kemudian duduk di kursi meja belajar Yuan Rin dan menyandarkan badannya dengan gaya yang sangat tenang."Tadi kan aku sudah mengetuk pintu, Kak.""Tetap saja kau tidak boleh asal masuk ke kamarku seperti itu! Memangnya ada per

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status