Beranda / Fantasi / SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN / 05. Percakapan Rahasia dan Ramuan Pemulihan

Share

05. Percakapan Rahasia dan Ramuan Pemulihan

Penulis: Tinta Terbang
last update Tanggal publikasi: 2026-08-05 18:18:38

Shuling—seorang siswi berparas cantik dengan rambut panjang yang terurai—tampak tidak fokus mendengarkan penjelasan dari sang guru di depan kelas.

Matanya tertuju ke barisan belakang kelas, menatap ke arah Ryu Wei dan teman-temannya yang tertawa sambil bermain ponsel di tengah jam pelajaran—tanpa menghiraukan gurunya di depan kelas.

Raut wajah Shuling dipenuhi amarah yang tertahan sejak ia mendengar percakapan Ryu Wei di belakang sekolah kemarin. Ia ingin sekali mendatangi Han Yu—ibu dari Han Lim—untuk membongkar semua kelakuan busuk Ryu Wei yang menyebabkan Han Lim sampai koma.

Namun, jika ia cuma bermodalkan apa yang hanya ia dengar kemarin, pihak sekolah pasti akan menyangkalnya dengan mudah. Shuling butuh bukti lain untuk bisa membongkar semua kejahatan itu.

Saat bel istirahat berbunyi, Shuling bergegas keluar kelas—bermaksud mengikuti Ryu Wei dan teman-temannya secara diam-diam. 

Namun langkahnya terhenti di koridor depan ruang Kepala Sekolah. 

"Tentu saja, Tuan Wei. Masalah waktu itu sudah kami bereskan. Pihak kepolisian tidak akan melanjutkan penyelidikan mereka. Pihak mereka sudah memberikan informasi resmi kalau anak itu memang jatuh akibat terpeleset."

Suara Kepala Sekolah—Pak Choi—terdengar cukup jelas di telinga. Shuling mengintip pada celah pintu yang sedikit terbuka. Tampak sosok Pak Choi yang sedang berbicara dari telepon genggamnya.

Shuling merapatkan tubuhnya ke tembok di samping pintu. Ia mengeluarkan ponsel dari sakunya, lalu mulai merekam semua percakapan itu.

"Saya berterima kasih untuk dana bantuan pembangunan gedung sekolah yang sudah Tuan Wei berikan. Tuan Wei tidak perlu khawatir soal anak Anda. Ryu Wei sangat aman di sini," lanjut Pak Choi sambil tertawa kecil.

Selesai menelepon, terdengar suara lain di dalam ruangan tersebut.

"Bagaimana, Pak Choi? Apa Tuan Wei puas dengan semua usaha kita waktu itu?" tanya seorang pria bertubuh kekar—Pak Hwang, guru olahraga sekolah.

"Sangat puas, Pak Hwang," ucap Pak Choi sambil terkekeh.

Pak Choi kemudian membuka laci mejanya, lalu mengeluarkan sebuah amplop tebal dan memberikannya pada Pak Hwang. "Ini bagianmu, Pak Hwang. Untung saja waktu itu kamu bertindak cepat dan tepat."

"Hehehe... terima kasih, Pak Choi. Aku hanya tidak mau kalau Ryu Wei sampai masuk penjara karena mendorong anak itu dari lantai dua. Aku tahu kalau itu terjadi, kita akan kehilangan penyokong dana terbesar untuk sekolah kita," ucap Pak Hwang sambil menggenggam amplop di tangannya.

Betapa kagetnya Shuling saat mendengar percakapan itu. Amarah dan kekesalan bercampur menjadi satu di dalam dirinya. Namun, seluruh percakapan busuk dan transaksi suap itu berhasil ia rekam dengan jelas melalui ponselnya.

"Baiklah, Pak Choi. Aku harus kembali ke ruang guru," Pak Hwang berjalan menuju pintu.

Shuling segera mengantongi ponselnya, lalu pergi secepat mungkin dari tempat tersebut.

---

"Kamu harus makan yang banyak, Han. Biar kondisimu cepat pulih."

Han Yu menyodorkan bubur hangat ke depan mulut Xian Ren. Wanita itu beberapa kali mencoba menghindari kontak mata dengan Xian Ren. Pipinya masih merona mengingat insiden semalam—di mana wajahnya mendarat tepat di depan selangkangan Xian Ren.

"Iya, Bu. Terima kasih," Xian Ren membuka mulutnya, lalu mengunyah bubur tersebut.

Terdengar suara ketukan dari luar pintu. Seorang dokter melangkah masuk bersama seorang perawat yang membawa papan klip pemeriksaan di tangannya.

"Selamat siang, Bu Han Yu. Saya ingin melakukan pemeriksaan kepada Han hari ini," ucap sang dokter ramah.

Han Yu mengangguk. Ia berdiri dan sedikit menjauh dari ranjang.

Dokter mulai melakukan pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, hingga respon refleks saraf pada kedua kaki Xian Ren menggunakan palu karet kecil. Setelah memeriksa beberapa catatan grafik di papan klipnya, dokter tersebut tersenyum lebar dan menatap Han Yu.

"Perkembangan kondisinya luar biasa cepat, Bu Han. Fungsi syaraf dan respon ototnya meningkat drastis dibanding kemarin. Besok pagi anak ibu sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan di rumah."

"Ah... Benarkah, Dokter? Terima kasih banyak!" Han Yu bernapas lega.

Sang dokter mengangguk dan tersenyum. "Sama-sama, Bu. Jangan lupa juga untuk bantu anak ibu melakukan latihan-latihan ringan dan berjalan di rumah."

"Tentu, Dokter." Han Yu tersenyum bahagia menatap putranya.

Begitu dokter dan perawat keluar dari ruangan, layar biru transparan kembali berkedip dan muncul di depan Xian Ren.

[DING!]

[Fungsi Tubuh Semakin Stabil.

[Sistem Mengaktifkan Hadiah Khusus Pemulihan Pertama. Fitur Store of Protection & Intimacy Dibuka secara Otomatis!

[Hadiah Peningkatan Level: Ramuan Pemulihan Otot. Menggunakan 35 Poin Duality untuk Memulihkan Vitalitas dan Kekuatan Otot Tubuh Inang.

[Proses Penyaluran Energi: 10%... 50%... 100%. Proses Pemulihan Selesai.]

Xian Ren merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari bagian dada dan menyebar ke seluruh pembuluh darah, hingga meresap seluruhnya ke otot-otot kaki dan tangannya. Rasa pegal dan kebas di tubuhnya, seketika menghilang tanpa bekas.

'Woah... Efeknya benar-benar sangat mujarab!' ucap Xian Ren pelan.

[Status Terbaru: Kekuatan Fisik: 4 (Rata-rata Remaja: 6). Kelincahan: 5. Ketahanan: 5. Kecerdasan: 9. Kharisma: 2. Energi Duality: 0].

Xian Ren menyeringai lebar. Ia menatap telapak tangannya yang kini terasa bertenaga.

Ia lalu menggeser selimutnya dan menurunkan kedua kakinya ke lantai. Xian Ren mencoba berdiri tanpa berpegangan sama sekali.

Han Yu yang hendak merapikan mangkuk bubur di meja, sangat terkejut melihat anak tirinya yang sudah berdiri di samping ranjang.

"H-Han!!!" Han Yu bergegas menghampiri Xian Ren dan menahan tubuh pemuda itu dengan tangannya.

Xian Ren memanfaatkan kepanikan Han Yu dengan membiarkan wanita itu mendekap pinggangnya, hingga tubuh seksi ibu tirinya menempel pada dadanya.

"Ibu tidak usah khawatir. Aku sudah merasa lebih kuat sekarang." Xian Ren menatap wajah Han Yu.

Han Yu tertegun. Ia bisa merasakan hembusan napas Xian Ren yang menerpa kulit pipinya. Lengan Xian Ren yang memegang pinggangnya, membuat tubuhnya semakin menempel pada tubuh Xian Ren.

Detak jantung Han Yu mendadak berpacu liar. Sentuhan ini memicu gejolak aneh di dalam dadanya. Han Lim yang dulunya sangat pemalu dan selalu menghindar darinya, kini benar-benar tampak berbeda.

[DING!]

[Interaksi Intensif Terdeteksi! Target: Han Yu Menunjukkan Penurunan Ketahanan Emosional & Peningkatan Detak Jantung Reaktif.

[Memicu Misi Tersembunyi Jalur Intimacy: Langkah Pertama Penguasaan Rumah.

[Batas Waktu Misi: 24 Jam Pasca Kepulangan ke Rumah. Hadiah Misi: +50 Poin Duality & Pembukaan Keterampilan Pasif: Kharisma Penguasa].

Layar biru transparan itu berkedip tepat di samping kepala Han Yu, menampilkan notifikasi Misi Tersembunyi yang baru saja terpicu. Xian Ren membaca informasi di layar tersebut, lalu tersenyum tipis penuh arti.

Sensasi hangat dari dekapan tangan Xian Ren di pinggangnya membuat dada Han Yu semakin berdebar tak menentu. Wanita itu segera melepaskan pegangannya. Ia melangkah mundur seraya menundukkan wajahnya yang tampak merona merah.

"Syukurlah k-kalau kamu memang sudah merasa lebih kuat. Ibu mau merapikan bekas makanmu dulu," ucap Han Yu gagap, mencoba menutupi rasa canggungnya.

"Iya, Bu. Silakan," sahut Xian Ren lembut.

Sore hingga malam harinya berlalu dalam suasana yang jauh lebih tenang.

Mengingat besok pagi Xian Ren sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan dari rumah, Han Yu mengemas pakaian dan perlengkapan mereka yang ada di sana.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   59. Menuju Alam Mimpi

    Bibir mereka saling bertaut dalam ciuman panas di sofa ruang tamu. Napas keduanya memburu, saling memagut dengan gairah yang kian memuncak. Tangan pemuda itu bergerak naik dan meremas kedua payudara besar Bibi Hua dari balik dasternya. "Ahhhhhh... Han." Wanita itu mendesah pelan di sela ciuman mereka, sementara tangannya terus mengelus tonjolan batang Xian Ren dari luar celana. Terdengar suara ketukan dan panggilan dari pintu depan secara tiba-tiba. "Lian Hua... Apa kamu di rumah? Lian Hua." suara wanita memanggil dari luar. Xian Ren dan Bibi Hua tersentak kaget. Mereka buru-buru menyudahi permainan panas tersebut. "A-Ada orang datang, Han..." bisik Bibi Hua dengan napas terengah-engah, wajahnya merona merah. Ia langsung berdiri dan merapikan dasternya yang sempat tersingkap serta merapikan rambutnya yang acak-acakan. Xian Ren segera membetulkan celana dan kausnya sambil berusaha mengendalikan debaran dadanya. Bibi Hua melangkah menuju pintu seraya menyahuti panggilan itu.

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   58. Bukti Yang Tidak Terbantahkan

    Yuze duduk di dalam ruang interogasi didampingi seorang pengacara pribadinya. Sementara Xue Fang sedang diperiksa sebagai saksi oleh penyidik di ruang sebelah. Detektif Kang meletakkan sebuah map tebal di seberang meja Yuze."Kita akan mulai interogasinya sekarang, Yuze," ujar Detektif Kang seraya menatap tajam pria itu.Pengacara Yuze langsung memotong pelan. "Detektif Kang, klien saya memilih menggunakan haknya untuk diam sebelum ada kejelasan mengenai bukti yang sah. Kami tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat spekulatif."Yuze menatap Detektif Kang seraya tersenyum meremehkan. "Benar, Detektif. Tanpa bukti yang jelas, Anda tidak berhak menahan saya di sini atas dugaan yang tak berdasar."Detektif Kang tertawa pelan, lalu membuka map di tangannya."Hak diam? Tentu saja, itu hak kalian," ucap Detektif Kang santai. Ia mengambil beberapa lembar foto dan dokumen, lalu menyejajarkannya satu per satu di atas meja."Ini rekaman CCTV yang kami dapatkan di dekat rumah Han

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   57. Bukan Kesalahanmu, Kak

    Lampu masih menyala dengan terang di ruang keluarga. Han Yu dan Yuan Rin duduk bersebelahan di sofa sambil menyaksikan tayangan di televisi."Ibu... aku pulang," ucap Xian Ren seraya mendekat.Han Yu menoleh sambil tersenyum. "Kamu sudah pulang, Han? Sini duduk sebentar."Xian Ren lalu duduk di sofa tak jauh dari ibunya. Yuan Rin yang berada di samping ibunya hanya diam, namun matanya sempat melirik sekilas ke arah adik tirinya itu sebelum kembali menatap layar televisi."Seharian ini di rumah Bu Mei ngapain saja, Han?" tanya Han Yu membuka percakapan."Hanya bantu beberes dan angkat-angkat barang, Bu. Lumayan banyak dan berat barang-barangnya.""Oh begitu..." Han Yu mengangguk singkat. "Terus tadi jadi nonton ke bioskop sama Shuling?""Jadi, Bu. Tadi aku dan Shuling juga jalan-jalan sebentar ke taman kota," ujar Xian Ren santai.Xian Ren kemudian merogoh saku celananya. Ia lalu mengeluarkan dua kotak perhiasan kecil dan meletakkannya di atas meja di hadapan mereka."Aku tadi beli ini

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   56. Ramuan Penjelajah Mimpi

    Sekitar pukul enam sore, Xian Ren bersiap untuk pamit dari rumah Bu Mei. Wanita itu mengantarnya hingga ke depan pintu dengan tatapan hangat dan rasa sayang yang membuncah di hatinya."Aku pulang dulu, Bu Mei. Sampai ketemu di sekolah, Senin nanti," ucap Xian Ren pelan seraya mengusap lembut pipi wanita itu.Bu Mei tersenyum manis, memegang tangan Xian Ren di pipinya. "Hati-hati di jalan, Han. Terima kasih untuk hari ini."Xian Ren mengangguk dan tersenyum, lalu melangkah meninggalkan rumah Bu Mei.Beberapa saat kemudian, Xian Ren sudah tiba di depan rumah Shuling. Ia memencet bel dan disambut oleh Ayah gadis itu."Selamat malam, Paman," ucap Xian Ren dengan hormat."Malam, Han. Masuklah dulu. Shuling sedang bersiap-siap di kamarnya," ujar Ayah Shuling mempersilakan."Baik, Paman. Terima kasih."Xian Ren menunggu di sofa ruang tamu sambil berbincang ringan dengan kedua orang tua Shuling. Tak lama kemudian, gadis itu berjalan mendekati mereka. Ia mengenakan gaun kasual berwarna merah m

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   55. Misi Yang Tuntas

    Bu Mei menghentikan langkahnya di sisi ranjang. Wajahnya merona, napasnya memburu halus saat memandang wajah Xian Ren yang begitu dekat.Pemuda itu kembali mendaratkan ciuman di bibir Bu Mei dengan gairah yang kembali menyala. Bu Mei membalas ciuman itu seraya melingkarkan kedua tangannya di pundak Xian Ren."Mmph... Han," desah Bu Mei pelan di sela tautan bibir mereka.Xian Ren merebahkan tubuh wanita itu secara perlahan di atas ranjang. Ia membuka daster Bu Mei, menyingkap keindahan lekuk tubuh putih dan mulus yang selama ini tersembunyi.Ia menelan ludah, menyaksikan kemolekan tubuh sang guru di hadapannya. Xian Ren kembali mencium Bu Mei dengan rakus hingga memicu desiran gairah yang membakar dada wanita itu.Kecupan Xian Ren berpindah ke leher jenjang Bu Mei, lalu turun ke payudara besar milik wanita itu."Sssttt... Ahhhh..." bisik Bu Mei dengan mata terpejam, merasakan sensasi hangat saat bibir Xian Ren melumat payudaranya.Xian Ren lalu berdiri dan melepas bajunya. Bu Mei menat

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   54. Menaklukkan Hati Bu Mei

    Sekitar pukul setengah delapan pagi, Xian Ren sudah bersiap untuk pergi ke rumah Bu Mei. Ia membaca balasan pesan dari Bu Mei yang dari tadi masuk di ponselnya.Xian Ren menuruni tangga menuju lantai bawah. Bibi Hua sudah duduk di ruang keluarga sambil mengobrol bersama Han Yu dan Yuan Rin."Rapi sekali kamu ini, Han. Mau pergi kemana?" tanya Bibi Hua saat melihat Xian Ren berjalan mendekat."Aku mau ke rumah Bu Mei. Beliau minta tolong denganku untuk membantu mengangkat beberapa barang di rumah," ujar Xian Ren santai, tersenyum pada Bibi Hua."Oh, begitu," Bibi Hua mengangguk-angguk. "Ya sudah, hati-hati di jalan.""Ibu, Bibi, kak Rin... Aku pergi dulu.""Hati-hati, Han. Sampaikan salam ibu untuk Bu Mei," ucap Han Yu.Xian Ren berjalan menuju pintu depan. Yuan Rin hanya diam membisu, memandang ke arah pemuda itu hingga pintu kembali tertutup.Beberapa menit kemudian, Xian Ren tiba di depan rumah Bu Mei di kawasan perumahan yang tenang. Ia mengetuk pintu depan beberapa kali.Bu Mei me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status