LOGINKalimat yang keluar begitu gamblang dari mulut Su Yin bagaikan petir di siang bolong bagi Lu Chen Xi. Murid tercantik Sekte Merak Es itu tersentak hebat. Sepasang matanya yang indah membelalak penuh kejutan, tak menyangka bahwa wanita yang baru saja dipeluk oleh Fang Zhe adalah calon istrinya. Namun, kejutan itu hanya bertahan beberapa detik. Rasa gengsi dan gelombang cemburu yang terlanjur membakar dadanya... terlebih lagi setelah melihat semua rekan sektenya tewas dan hanya Fang Zhe yang bisa ia andalkan membuat Lu Chen Xi enggan mundur begitu saja. Lu Chen Xi menarik napas dalam-dalam, menegakkan tubuhnya yang anggun lalu melangkah masuk semakin dalam ke dalam goa lava. Dengan dagu terangkat dan tatapan yang tak kalah tajam, ia menantang pandangan Su Yin. "Kalian baru calon suami istri, bukan?!" seru Lu Chen Xi dengan nada suara yang sedikit ditekan, berusaha menutupi kegugupannya. "Garis terbalasnya status itu belum sah sepenuhnya sebelum ikatan kultivasi ganda disaksikan oleh
Namun ditengah tengah kejadian itu... Secara tak sadar... Guncangan energi Yin liar yang diserap oleh Fang Zhe dari tubuh Su Yin tidak hanya merambat ke dalam Dantian miliknya sendiri, melainkan juga memancarkan gelombang hawa pemikat alami yang begitu pekat ke udara di dalam ruang sempit itu. Sisa-sisa khasiat Pill Dewa di tubuh Su Yin yang bereaksi dengan hawa Yin murni yang tertarik keluar, memicu dorongan impulsif dan gejolak energi yang tak terduga di dalam kesadarannya yang setengah sadar. "Aaaahhhh... Paa-panas sekali?!" Di saat rasa sakitnya perlahan tergantikan oleh rasa hangat yang menjalar cepat dari titik meridian pusatnya, Su Yin yang terbuai dalam kondisi antara sadar dan tidak, mendadak bergerak di luar kendali rasionya. Swoosh! Dengan mata yang meredup sarat akan gejolak energi, kedua tangan halus Su Yin yang tadinya lemas tiba-tiba terangkat. Sebelum Fang Zhe sempat bereaksi, Su Yin merengkuh leher Fang Zhe dari bawah, menarik tubuh pemuda itu mendekat dan memelu
Gema suara internal Fang Zhe mengaktifkan pupil keemasannya. Pandangannya seketika menembusnya lapisan kulit dan meridian tubuh Su Yin. Di dalam struktur meridian wanita itu, terlihat aliran Qi berwarna perak kehijauan dari Pill Dewa bertabrakan hebat dengan aura biru pekat yang membeku di Inti Qi miliknya. Bukan karena pemicu obat yang salah. MelInkan piill Pemulih Tingkat Dewa justru bekerja terlalu sempurna... Yang membuka seluruh celah meridian Su Yin yang selama ini tersumbat, hingga memicu lonjakan elemen Es Purba dan energi Yin murni di dalam tubuhnya secara bersamaan. Itulah penyebab Hawa dingin luar biasa merebak cepat, membuat permukaan kulit Su Yin tertutup lapisan es tipis yang merambat hingga ke lehernya. "Dantian penyimpanan Qi miliknya tidak sanggup menampung gelombang Yin yang semakin padat karena elemen esnya ikut semakin kuat," gumam Fang Zhe, melangkah cepat dan berlutut tepat di hadapan Su Yin. "Fang Zhe, hawa dingin ini... energinya seperti ingin meledakkan I
Senyum mengerikan perlahan terukir di wajah Fang Zhe. Bukan senyum ramah, melainkan lengkungan bibir yang penuh kekejaman dan kehausan akan darah. Beberapa detik berikutnya... Udara di sekitarnya mendadak sangat berat, seolah tekanan gravitasi di dalam goa danau lava melonjak puluhan kali lipat. Kedua hal yang paling berharga bagi seorang kultivator, harga diri dan orang terkasih baru saja disentuh oleh ucapan sampah seperti Ling Nan. Dan bagi Fang Zhe, siapapun yang mengusik batas suci itu hanya punya satu takdir, menghajarnya, atau membalikan keadaan itu dua kali lipat lebih menderita. "Heiii?! Dengar atau tidak?!" Mendengar ocehan itu... Fang Zhe perlahan melepaskan pegangannya dari tubuh Ling Yin, menyerahkannya sepenuhnya ke dalam dekap hangat Su Yin yang mulai menyalurkan energi untuk proses penyembuhan Pill Dewa. Saat ini Fang Zhe berdiri tegak. Setiap gerakannya diiringi derik petir keemasan yang saling menyambar gila di permukaan kulitnya. Ia berbalik, menatap Ling Nan
* Ditengah perjalanan Fang Zhe menuju kembali... Darah di dalam tubuh Fang Zhe mendidih hingga rasanya hampir membakar saraf-sarafnya. "Lebih cepat... LEBIH CEPAT!" raung Fang Zhe di dalam hatinya. BOOOOOOM! BOOOOOOM! BOOOOOOM! Serangkaian dentuman sonik melukai udara malam tanpa henti. Setiap kali telapak kakinya menyentuh dahan pohon atau batuan tebing, pilar petir keemasan menyembur dahsyat, menembus udara dan menghancurkan pijakannya menjadi debu halus. Jalur perjalanan yang saat berangkat membutuhkan waktu tiga jam, kini terkikis habis secara mengerikan. Fang Zhe melintasi hutan purba, membelah jurang, dan menembus bukit-bukit kecil bagaikan komet emas yang murka. Ia tidak peduli lagi pada gesekan udara yang membakar pakaiannya, atau aliran Qi yang bergejolak hebat akibat pemaksaan jurus Langkah Seribu Petir... hingga melampaui batas maksimal. Seluruh fokus jiwanya tertuju pada satu koordinat: goa danau lava! Tanpa ia sadari, jarak tempuh yang seharusnya memakan waktu berj
BOOOOOOMMMMM! Lonceng perunggu kuno di tangan Ling Nan kembali bergetar dahsyat, memancarkan pendar cahaya keemasan yang membawa tekanan aura purba membakar. Untuk kedua kalinya, gelombang suara penghancur yang merobek udara menghantam tepat di celah retakan formasi pelindung buatan Fang Zhe. PRRAAAKKK! Suara pecahan jernih bergema keras di seluruh penjuru goa. Tirai cahaya keemasan yang semula kokoh tak tergoyahkan itu akhirnya hancur lebur bagaikan kaca yang dihempas batu, berubah menjadi serpihan partikel energi yang meletup dan menyebar liar ke segala arah. CRASH! Namun kali ini, Su Yin dan Ling Yin sudah bersiaga penuh. Sebelum gelombang energi sisa ledakan itu sempat menyentuh kulit mereka, kedua wanita cantik itu menyapu lengan baju mereka secara bersamaan. Pendar Qi gabungan warna merah keperakan dan es keemasan meledak membenntuk tirai darurat, menangkis kibasan energi panas yang menerjang. Wuuuush! Dengan gerakan anggun namun penuh kewaspadaan, Su Yin dan Ling Yin mel
Fang Zhe terdiam sesaat.Tatapan warga desa itu hanya singgah sebentar sebelum berlalu, meninggalkannya berdiri sendiri di pinggir jalan aspal yang sunyi. Angin pagi bertiup dingin, menyapu pakaian compang-campingnya yang masih berbau darah kering dan tanah lembap.Desa Mati. Nama itu terasa tidak
“Ayolah, bibi cantik. Jangan berpura-pura suci. Bukankah kau juga ingin hidup lebih baik?”Suara laki-laki muda terdengar sombong dan sedikit mabuk. Yang langsung membuat jantung Fang Zhe bergetar cepat.Ia mengenali suara itu. Zhao Ming Yao, tuan muda ketiga keluarga Zhao, pemuda itu terkenal arog
Erina masih memperhatikannya beberapa detik lebih lama.Tatapannya tajam. Seolah mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang Fang Zhe. Lalu ia meletakkan cangkir tehnya secara perlahan.“Hari ini ada pertemuan penting.”Nada suaranya kembali profesional.“Pertemuan perdagangan bahan obat dengan k
KLIIIIK!Suara notifikasi itu seperti petir yang menyambar jantung Fang Zhe.Ia membeku. Lalu perlahan menunduk menatap panel sistem.*Status Host: Fang ZhePekerjaan: Pengawal Pribadi CEOPoin Sistem: 0Kharisma: Tingkat 1 — Aura Ketampanan Tuan Muda Kota Shange.*“Apa?”Wajahnya seketika kaku.







