LOGINDING! [ "Tenang Host! Sistem jamin hadiahnya bakal bikin Host makin tampan, makin kaya, dan bikin para dewi kultivasi klepek-klepek! Sekarang segeralah bergerak sebelum calon istri Host diambil orang!" ] Fang Zhe menghentakkan kakinya ke lantai es yang retak, menggeleng gelengkan kepala. Meski mulutnya terus merutuk dan menyumpah-nyumpah, di dalam lubuk hatinya Fang Zhe sadar betul—seaneh dan senyeleneh apa pun sistem ini, keberadaannya selalu memberikan dorongan dahsyat di saat-saat kritis. Sistem ini gila, tapi tidak pernah pelit jika menyangkut keselamatan dan gengsinya. "Awas saja kalau hadiahnya cuma pil penambah stamina biasa," gumam Fang Zhe melunak. Tanpa membuang waktu lagi untuk mengutuk, Fang Zhe mengepalkan tangannya. CRACKLE! Cahaya petir keemasan menyembur dari sepasang tumitnya. Menggunakan jurus Langkah Seribu Petir, tubuh jangkungnya berubah menjadi kilatan cahaya ungu-emas yang membelah awan fajar, melesat turun dari Puncak Es menuju alun-alun utama Sekte. Di
Fajar pagi mulai menyingsing di balik cakrawala Puncak Es. Cahaya emas kehangatan mentari menerobos masuk melalui celah-celah pilar paviliun kristal es, membiaskan kilau keemasan yang cantik di dalam bilik tidur. Su Yin perlahan mengerjapkan matanya. Kelopak matanya yang lentik terbuka halus, merasakan sensasi kehangatan yang luar biasa menutupi tubuhnya dari hawa dingin malam. Namun, saat kesadarannya berangsur pulih sepenuhnya, ia merasakan ada sesuatu yang sangat janggal. Dahinya menempel rapat pada sesuatu yang keras namun hangat. Jemari tangannya meremas erat lipatan pakaian di dada seseorang, dan yang lebih parah—satu kakinya yang mulus tanpa sadar melilit penuh di atas pinggang sosok di sampingnya! Su Yin mendongak perlahan. Wajah tampan Fang Zhe yang masih tertidur pulas dengan ulas senyum santai berada hanya sejengkal dari wajahnya. Deru napas pemuda itu berembus lembut menerpa dahi sang Dewi Es. Seketika, memori semalam berputar cepat di otak Su Yin. Semalam Fang Zhe ha
Melihat pandangan Su Yin yang masih terpana dan terus terombang-ambing antara rasa haru serta ketidakpercayaan, Fang Zhe menyunggingkan senyum tipis. Ia tahu betul jika pembicaraan ini diteruskan, gadis secerdas Su Yin bakal makin banyak bertanya dan bisa-bisa bualan fiksi tentang "Guru Purba"-nya makin kewalahan dipertahankan. "Sudah, tak perlu dipikirkan terlalu dalam," potong Fang Zhe lembut sambil menepuk pelan bahu mulus Su Yin. "Simpan dulu Pedang Bulan Frost-Yin itu ke dalam Cincin Spasial milikmu. Aura pusaka tingkat Surgawi ini terlalu tajam—kalau dibiarkan bergetar di udara bebas terus-menerus, bisa pancing perhatian para sesepuh tua yang kebetulan lewat." Su Yin tersentak pelan dari lamunannya. Ia menyadari kebenaran ucapan Fang Zhe. Dengan niat spiritual singkat, kilatan cahaya ungu di tangannya meredup halus saat Pedang Bulan Frost-Yin meluncur masuk dengan aman ke dalam cincin ruang berukiran es di jarinya. Hawa dingin berkadar ekstrem di puncak bangunan itu pun beran
Tanpa ragu sedikit pun, Su Yin menggigit kecil ujung jari telunjuknya. Setetes darah merah pekat yang memancarkan pendar Qi Es Murni meluncur turun, jatuh tepat di atas ukiran rune kuno di pangkal bilah Pedang Bulan Frost-Yin. TESS... Hening sejenak. Namun detik berikutnya, atmosfer di sekeliling pilar utama paviliun mendadak meledak! BZZZZZZT—SWOOSH! Pendar cahaya ungu keemasan melambung tinggi menembus awan, disusul raungan halus mirip bisikan angin purba yang bergema langsung di jiwa Su Yin. Bilah pedang bergetar hebat, bukan karena menolak, melainkan karena kegembiraan. Darah murni Su Yin seketika terserap habis tanpa sisa, memicu denyut nadi gaib yang menghubungkan keberadaan pedang itu langsung dengan Dantian sang gadis. Aura keagungan bertingkat Surgawi yang tadinya terasa liar dan berpotensi menghancurkan, mendadak luluh secara instan. Hawa es ekstrem yang mencekat tenggorokan berubah menjadi kehangatan yang lembut namun perkasa, berputar mengelilingi Su Yin seolah-olah p
[ "Toko Artefak & Senjata Kelas Surgawi!" batin Fang Zhe mantap. ] Seketika, layar sistem di hadapannya berkedip tajam dan bertransisi menjadi antarmuka toko berornamen emas purba. Deretan ikon senjata beraneka bentuk melayang-layang dengan deskripsi berkedip-kedip, memancarkan aura keagungan yang jangankan orang biasa, para penguasa benua pun bisa saling bunuh hanya untuk memperebutkannya. [ "Tentu Host! Membuka Katakom Artefak Tingkat Surgawi... Silakan pilih barang idaman Anda untuk sang pujaan hati!" ] bunyi balasan sistem dengan nada penuh semangat. Fang Zhe mengusap chin-nya yang mulus, mengibaskan jemarinya melintasi puluhan pedang, tombak, dan jimat sakti yang berjejer di antarmuka gaib. 'Gak bisa sembarangan,' pikir Fang Zhe cermat.. 'Su Yin itu tipe cewek yang anggun tapi mematikan. Elemen utamanya Es Murni dan Qi Yin. Senjata yang asal tebal atau berapi jelas gak cocok sama keindahan dan gaya bertarungnya. Hadiah pertama dari calon suami paling tampan ini harus sempur
Di tengah hiruk-pikuk makian para tetua dan ratapan iri para murid, Fang Zhe mendadak membisu. Tubuhnya yang tadi berguling-guling heboh di atas lantai batu giok mendadak menegak kaku. Matanya menatap lurus ke telapak tangannya sendiri saat benaknya mulai merenung jauh melampaui riuh suasana di sekitarnya. 'Tunggu... kalau dipikir-pikir pakai logika jenius gue...' Fang Zhe membatin, menatap kedalaman Dantiannya yang kini bagaikan samudra petir keemasan tanpa tepi.. 'Dantian biasa milik praktisi umumnya cuma sebesar danau kecil. Tapi Dantian gue? Ini sih seluas samudra Pasifik! Murni, pekat, tanpa ada sedikit pun kotoran. Jadi lima puluh sambaran petir musibah tadi bukan menguap sia-sia... melainkan dipadatkan sampai ke level ekstrem buat membangun fondasi terkuat yang pernah ada di alam semesta ini!' Pemuda itu mengusap dagunya, menyadari betapa mengerikannya kapasitas energi murni yang kini tersemat dalam dirinya. Kendati demikian, sisa-sisa rasa jengkel karena tak langsung melonc
Erina masih memperhatikannya beberapa detik lebih lama.Tatapannya tajam. Seolah mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang Fang Zhe. Lalu ia meletakkan cangkir tehnya secara perlahan.“Hari ini ada pertemuan penting.”Nada suaranya kembali profesional.“Pertemuan perdagangan bahan obat dengan k
KLIIIIK!Suara notifikasi itu seperti petir yang menyambar jantung Fang Zhe.Ia membeku. Lalu perlahan menunduk menatap panel sistem.*Status Host: Fang ZhePekerjaan: Pengawal Pribadi CEOPoin Sistem: 0Kharisma: Tingkat 1 — Aura Ketampanan Tuan Muda Kota Shange.*“Apa?”Wajahnya seketika kaku.
Hening beberapa detik memenuhi kabin mobil yang bergerak halus itu. Fang Zhe juga tidak langsung menjawab.Di luar jendela, gedung-gedung kota Shange mulai menjulang tinggi. Dunia yang beberapa jam lalu terasa begitu kejam, kini seperti membuka celah kecil untuknya.“Kalau aku menolak?” tanyanya te
DIIIIIING!Panel transparan berwarna biru muda muncul di hadapan Fang Zhe, hanya bisa dilihat olehnya. Di bawahnya, dua pilihan menyala terang.1. Bela Diri Dasar (Basic Combat Mastery).Meningkatkan refleks, kekuatan pukulan, teknik dasar pertarungan tangan kosong. Cocok untuk konfrontasi langsung







