Home / Romansa / SUAMIKU DUKE UTARA / Di Kamar Yang Sama

Share

Di Kamar Yang Sama

last update Last Updated: 2026-01-07 07:33:30

Viviana tidak tahu apa yang dilakukan Duke Arhend saat ini, Viviana yang menutup matanya masih terbayang tubuh Duke Arhend di depannya, dadanya sangat bidang perutnya juga rata membuat Viviana seketika menelan ludah.

"Kenapa aku malah terbayang terus," ucap Viviana malu.

"Terbayang apa?" tanya Duke Arhend yang sudah memakai baju dan celananya.

"Aku sudah berpakaian kamu bisa membuka mata mu," sambung Duke Arhend.

Setelah Viviana melepas tangannya Duke Arhend bisa melihat dengan jelas wajah Viviana yang memerah, bagian telinganya juga terlihat sangat merah dan raut wajah Viviana berbeda dari biasanya.

"Aku mengira yang datang tadi asisten Robie," ucap Duke Arhend.

"Aku yang salah, seharusnya aku tidak datang," sahut Viviana memalingkan wajahnya.

"Tidak, itu sudah kesepakatan kita," ucap Duke Arhend.

"Karena sudah malam tidurlah," sambung Duke Arhend.

Melihat Duke Arhend yang berjalan ke arah sofa panjang yang ada di kamar Viviana tiba-tiba berpikir, kalau dirinya tidur di kasur apa mun
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Permintaan

    Buku yang diberikan oleh asisten Robie berisi sejarah kekaisaran Doganda, nama Keluarga kaisar pertama sampai keluarga Kaisar Damianas semua tertulis jelas. Viviana baru mengetahui ternyata ayah Duke Arhend dan Kaisar Damianas adalah saudara beda ibu, dan Ayah Duke Arhend sebelumnya adalah pangeran putra mahkota yang melepaskan gelarnya demi Kaisar Damianas yang sebelumnya adalah adiknya. Duke Arhend yang diberikan wilayah sangat jauh bukan tanpa sebab, karena jika Duke Arhend menginginkan tahta Putra mahkota saat ini tidak memiliki hak untuk menolak melepas gelarnya. "Aku sudah tahu dia memiliki darah Kekaisaran tapi aku tidak tahu kalau Tuan Duke kandidat Kaisar terkuat," ucap Viviana. "Ahhh, tidak heran rumor tentangnya sangat buruk ternyata untuk menarik perhatian agar petinggi berpihak pada Kaisar," sambung Viviana. Viviana yang membaca buku di perpustakaan banyak membaca buku buku baru, selain buku sejarah kekaisaran Viviana membaca apa saja tugas seorang Duchess, Viviana j

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Salah Tingkah

    Setelah menunggu satu hari yang sangat panjang Viviana merasa sangat senang, seharian Duke Arhend berada di kamarnya dan terus memperhatikan setiap gerakannya, Duke Arhend yang melarangnya pergi kemanapun membuat Viviana bosan padahal tubuhnya sudah sangat sehat berkat kemampuannya. Melihat Viviana yang tiba-tiba senyum sendiri tidak dianggap aneh oleh Duke Arhend, Duke Arhend mengira Viviana memberinya isyarat padanya agar tetap bertanggung jawab padanya. "Tuan Duke ini sudah malam," ucap Viviana. "Baiklah mari kita beristirahat," sahut Duke Arhend yang berjalan langsung ke samping Viviana. Terlihat wajah Viviana yang terkejut, Viviana mengira karena sudah malam Duke Arhend pasti akan kembali ke kamarnya. Karena harapannya bisa bebas dari Duke Arhend tidak tercapai Viviana pasrah, Viviana menatap langit-langit kamarnya berharap bisa langsung tertidur. "Tidak panas." Tangan Duke Arhend yang tiba-tiba memegang dahi Viviana membuatnya terkejut, Viviana yang kaget langsung melihat

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Tanggung Jawab

    Duke Arhend mengikuti pelayan pribadi Viviana yang baru saja datang ke tempat latihan, Viviana saat ini terbaring seluruh tubuhnya sangat panas walau tubuhnya panas Viviana meringkuk kedinginan.Dokter baru saja selesai memeriksa Viviana, Viviana yang saat ini demam karena disebabkan semalam kedinginan, tidak ada penyakit serius yang dideritanya."Tuan bagaimana bisa Nyonya sampai kedinginan sepanjang malam?" Tanya kepala pelayan Mist."Di dalam kamar ku tidak ada penghangat, ceroboh sekali aku tidak memikirkannya," ucap Duke Arhend yang terlihat sangat menyesal."Tidak ada penghangat seharusnya Tuan bisa menghangatkan Nyonya," sahut kepala pelayan Mist."Bagaimana caranya aku bisa menghangatkannya?" Tanya Duke Arhend."Haaaah, maksud mu menyuruhku memeluknya sepanjang malam," sahut Duke Arhend yang tiba-tiba mengerti maksud perkataan kepala pelayan Mist."Tuan dan Nyonya kan suami istri, apa yang salah dengan saling memeluk," ucap kepala pelayan Mist."Semalam adalah malam pertamanya

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Di Kamar Yang Sama

    Viviana tidak tahu apa yang dilakukan Duke Arhend saat ini, Viviana yang menutup matanya masih terbayang tubuh Duke Arhend di depannya, dadanya sangat bidang perutnya juga rata membuat Viviana seketika menelan ludah."Kenapa aku malah terbayang terus," ucap Viviana malu."Terbayang apa?" tanya Duke Arhend yang sudah memakai baju dan celananya."Aku sudah berpakaian kamu bisa membuka mata mu," sambung Duke Arhend.Setelah Viviana melepas tangannya Duke Arhend bisa melihat dengan jelas wajah Viviana yang memerah, bagian telinganya juga terlihat sangat merah dan raut wajah Viviana berbeda dari biasanya."Aku mengira yang datang tadi asisten Robie," ucap Duke Arhend."Aku yang salah, seharusnya aku tidak datang," sahut Viviana memalingkan wajahnya."Tidak, itu sudah kesepakatan kita," ucap Duke Arhend."Karena sudah malam tidurlah," sambung Duke Arhend.Melihat Duke Arhend yang berjalan ke arah sofa panjang yang ada di kamar Viviana tiba-tiba berpikir, kalau dirinya tidur di kasur apa mun

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Kesepakatan Keduanya

    Tok tok tok...Suara pintu kamar di ketuk berulang kali, padahal jika yang datang adalah pelayan Asa akan masuk ke dalam kamarnya begitu saja.Viviana yang membuka pintu menatap ke arah Duke Arhend, di belakangnya seorang pria yang baru pertama kali ditemuinya menundukkan kepala dan ada kepala pelayan Mist juga di sampingnya."Dia adalah asisten ku.""Aku datang seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, aku akan memberikan uang bulanan dan mengganti uang pribadi yang kamu gunakan untuk belanja," ucap Duke Arhend."Tidak perlu Tuan Duke," sahut Viviana cepat."Gunakan uang itu untuk keperluan lain," sambung Viviana."Tidak Nyonya, uang ini memang milik anda," ucap kepala pelayan Mist."Benar Nyonya Duchess, terima saja," sahut asisten Robie."Tunggu seperti yang kamu katakan, uang itu untuk Duchess bukan?" tanya Viviana."Benar Nyonya," sahut kepala pelayan Mist."Aku yang tidak menjalankan kewajiban sebagai seorang Duchess tidak pantas menerima uang itu," ucap Viviana."Bawa kembali sa

  • SUAMIKU DUKE UTARA   Duke Baru Sadar

    Hampir setiap hari Viviana pergi keluar ditemani Ksatria Lis dan pelayan pribadinya, setelah mendengar perkataan kepala pelayan Mist waktu itu Viviana terang-terangan menghindari Duke Arhend, Viviana tidak pernah menerima saat diminta makan bersama Duke Arhend dan perginya Viviana juga untuk menghindar."Ksatria Lis hari ini Nyonya juga... ."Pelayan Asa yang baru datang ke tempat latihan tidak melanjutkan perkataannya, saat ini diantara semua Ksatria Duke Arhend sedang melatih Ksatria Lis seorang diri."Sepertinya hari ini tidak bisa, Ksatria Lis harus beristirahat," sahut Duke Arhend."Aku, aku saja yang menemani Nyonya," ucap Ksatria Den."Tidak, biar aku saja," sahut Ksatria Aut."Kalian berdua kemarilah, kita masih belum selesai berlatih," ucap Duke Arhend.Dalam waktu singkat Kedua Ksatria terbaring di tanah, Ksatria An dan ksatria Tam yang yang melihat kedua rekannya mendapatkan pelatihan lebih dari biasanya langsung mundur ke belakang."Kamu bisa pergi," ucap Duke Arhend."Bai

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status