Accueil / Romansa / Saingan Setengah kertas / Bab 6: Keluar dari Garis Waktu

Partager

Bab 6: Keluar dari Garis Waktu

Auteur: Akuaja
last update Date de publication: 2026-08-06 12:39:25

Di atas kepala Rian, Kinan, dan Arka, langit kota bukan lagi bentangan senja biasa, melainkan layar raksasa penuh kode biner merah dan hijau yang berkedip liar. Glitch sistem semakin parah, meretakkan realitas fiksi tempat mereka terjebak.

"Lewat sini! Ikuti jalan setapak menuju gerbang samping!" teriak Arka sambil memegang erat flash drive dan map dokumen di dalam jaketnya.

Rian berlari di posisi paling belakang, sesekali menoleh ke arah jendela lantai dasar yang baru saja mereka masuki. Dari balik kaca yang pecah, bayangan sang paman, yang merupakan antagonis utama, sedang menatap tajam dengan tubuh yang separuhnya telah terurai menjadi piksel cahaya putih.

Suara hancur nya sistem atau error digital berderak nyaring di udara, mirip suara radio rusak yang memekakkan telinga.

"Dia mengejar kita?!" tanya Kinan terengah-engah, langkah kakinya bergemuruh di atas paving block taman.

"Bukan cuma dia!" balas Rian, napasnya mulai memburu. "Karena ini bab akhir dari konflik lokal, skrip sistem sedang memaksa ‘'"reset:". Kalau kita tidak segera keluar dari radius perimeter gedung PT Sinar Abadi sebelum hitungan mundur "glitch" mencapai nol, keberadaan kita akan ikut terhapus dari memori database!"

Arka tidak memikirkan konsekuensi teknis itu, sekarang fokus utamanya hanya satu, yaitu: menyelamatkan perusahaan keluarganya dan keluar hidup-hidup. Ia mendorong gerbang besi samping yang setengah terbuka, membawa mereka langsung ke jalanan kota utama.

Suasana di luar koridor gedung terasa jauh lebih surealis. Mobil-mobil yang terparkir di tepi jalan tampak transparan, berkedip-kedip layaknya hologram yang kehabisan daya. Pejalan kaki di trotoar membeku di tempat, terjebak dalam pose statis dengan teks galat melayang di atas kepala mereka.

"Cepat! Masuk ke mobil itu!" Arka menunjuk sebuah sedan hitam klasik milik pamannya yang terparkir tak jauh dari gerbang. Kunci mobil tersebut sudah tergantung di kontaknya

Rian sengaja menuliskan seperti itu yang merupakan sebuah kemudahan naratif khas novel fiksi murahan yang sengaja dimanfaatkan Rian saat mereka menyusup tadi sore.

Tanpa buang waktu, ketiganya langsung melompat masuk. Arka memutar kunci kontak. Mesin mobil menderu hidup, diiringi kilatan cahaya putih menyilaukan dari arah gedung utama yang mulai runtuh menjadi deretan kode teks mentah.

'Bum!'

Gelombang kejut digital menyapu jalanan di belakang mereka, menelan habis seluruh bangunan PT Sinar Abadi ke dalam kehampaan putih bersih. Arka menginjak pedal gas dalam-dalam, melesatkan kendaraan menjauh dari zona bahaya tepat saat dunia di sekeliling mereka larut dalam keheningan total.

Di kursi belakang, Rian menyandarkan punggungnya dengan lelah, menutup laptopnya yang layar hijaunya perlahan padam. Ia menatap 'flash drive' di tangan Arka yang kini memancarkan cahaya biru stabil yang menandakan bahwa data asli telah diamankan dan skrip liar berhasil diredam.

"Kita berhasil," bisik Kinan pelan, senyum kecil tersungging di bibirnya yang pucat.

Arka melirik kaca spion tengah, menatap jalanan di hadapan mereka yang kini kembali normal, bersih dari glitch dan kode error. Ia menarik napas panjang, beban berat di pundaknya akhirnya terangkat. Besok pagi, dewan direksi akan melihat bukti itu, dan kendali perusahaan akan kembali ke tangan yang sah.

Namun, di balik kelegaan itu, Rian menatap layar ponselnya yang mendadak menyala sendiri, menampilkan satu baris teks asing berukuran mikro yang bergerak lambat: [Peringatan: Root sistem tidak dikenal mendeteksi anomali baru di luar bab ini.]

Rian tampak bingung matanya memicing kecil tanda ia seolah tidak percaya, tentang anomali apalagi yang sebenarnya terjadi sekarang.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Saingan Setengah kertas   Bab 14: Taman Apartemen

    “Ya Allah… Kinan… Arka… Ngapain kalian malah ikut aku kesini?” ucap Rian yang seolah tidak percaya dengan kedua pasangan tersebut. Ditambah dengan penampilanArka yang sepertinya belum sempat berganti baju.“Kalian itu diciptakan bagaikan sebuah sendal ini… Kalian diciptakan itu seharusnya saling melengkapi, bukan terus-terusan ribut begini? Kalian berdua sudah seperti anak kecil” ucap Rian menjelaskan dengan kakinya melepaskan sandal yang ia pakai ketika ia memberi contoh perumpamaan. Bagaikan sebuah majas metafora penjelasan dari penulis itu. Memakai kata ‘sandal’ sebagai contoh dari perumpaannya.Belum reda keadaan Kinan mencoba membela diri.“Dengar nih penulis aku…! Dia mana pernah Peduli atau perhatian ke aku! Masa aku lagi ngomong dia malah sibuk main hp! Wajarlah kalau aku marah!” ucap Kinan dengan emosi yang meletup-letup dengan bibir terlihat sedikit monyong, tetapi lucu.“Aku minta maaf Kinan… Kinan aku yang cantik, tuan putri aku!” ucap Arka membujuk dengan tangan memo

  • Saingan Setengah kertas   Bab 13: Antara Pagi, Kopi, Cinta, dan Paprika

    Keesokan pagi saat sinar Matahari mulai beralih menuju ‘golden time’, Kinan membuka pintu kamarnya dengan mata yang masih terlihat mengantuk. Di ruangan Apartment Small milik Kinan. Terlihat Rian sedang berdiri di depan ‘mini pantry’ yang berada di sudut ruangan, ia terlihat sedang sibuk meracik kopi menggunakan alat ‘manual brew.’ Aroma kopi harum menguar ke seluruh ruangan. Sementara Arka duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, melirik ke arah Rian dengan gaya bos besar."Wah, baunya harum juga ya bikinan yu. Emang deh, tangan yu emang berjiwa ‘Robusta’ banget kalau urusan bikin kopi."ucap Arka nyeletuk memecah pagi itu.Rian yang tadinya fokus menuang air panas langsung berhenti. Ia menoleh ke arah Arka, lalu menatap dirinya sendiri. Ia terlihat bingung, lalu tersenyum menahan tawa."Robusta? Arka... Arka... ay manusia, bukan biji kopi digiling. Mana ada tangan berjiwa Robusta?" protes Rian sambik terus melanjutkan pekejaannya Kinan yang sedang duduk di meja ker

  • Saingan Setengah kertas   Bab 12: Dosa Besar Arka

    Suasana apartmen kecil akhirnya mulai tenang menjelang tengah malam. Kinan sudah sejak tadi masuk ke kamarnya sendiri, meninggalkan ruang tengah bagi dua pria yang bernasib malang. Masalah baru muncul saat mereka harus menentukan tempat tidur. Kursi panjang di ruang tengah hanya cukup untuk satu orang, sementara lantai beralaskan karpet tipis terasa kurang menggugah selera. Alhasil, terjadilah perang dingin penuh gengsi. "Udah, kamu aja yang tidur di kursi, Yan. Badan you kan agak kurus, pas banget kayak sarden dalam kaleng," protes Arka sambil melipat tangan di dada dengan balutan kain pantai lumba-lumbanya."Dih, ogah! Punggung i bisa patah. You aja tuh yang harusnya di kursi, biar muat sama kain pantai lumba-lumba you yang lebar itu!" balas Rian sengit sambil merebut bantal sofa, dan menimpali bahasa Arka yang berubah menjadi Cici di daerah PIK. Setelah adu dorong dan lempar-lempar bantal layaknya anak TK yang kehabisan tenaga, mereka akhirnya menyerah dan memutu

  • Saingan Setengah kertas   Bab 11: Insiden Piyama dan Kain Pantai

    Suasana apartemen kecil yang tadinya hangat mendadak berubah menjadi arena sirkus swasta begitu suara pintu kamar mandi berderit terbuka. Kinan melangkah keluar dengan handuk kecil melingkar di kepala, wajahnya segar sehabis mandi malam. Di tangannya, ia membawa setumpuk pakaian bersih yang sudah ia pilihkan khusus untuk Arka, yang memang terpaksa menginap karena bab tambahan yang tidak jelas."Nih, Ka. Pakai baju ini biar tidur kamu nyaman. Jangan sok kegantengan, pakai jas mulu! Sekarang kita mau tidur, emang kamu mau kondangan ke alam mimpi?" serah Kinan santai, melempar setumpuk pakaian itu ke atas sofa tempat Arka duduk.Arka yang sedang meregangkan otot leher langsung mengambil tumpukan baju tersebut. Alisnya seketika menukik tajam, matanya membelalak tak percaya menatap isi kain yang ada di tangannya."Kinan, Kinan, kamu kayaknya benar-benar dendam sama aku, Nan?" protes Arka, mengangkat benda-benda tipis itu dengan dua jari seolah itu adalah bangkai kecoa beracun. "In

  • Saingan Setengah kertas   Bab 10: Puisi Arka

    Langkah demi langkah membawa mereka kepada sebuah pintu kaca besar. Pintu itu sesuai dengan apa yang ada di dalam pikiran Rian, yang belum sempat ia tulis. Dari mulai dari desain eksterior bangunan sampai ke detail interior bangunan tersebut. Karena pada bab awal Rian hanya berfokus tentang pengenalan kedua tokoh utamanya tersebut, bagaimana sedikit konflik kecil yang akhirnya mereka bertemu. Rian tersenyum karena di awal cerita Kinan seorang wanita ceria harus terpeleset ketika menginjak kulit pisang, dan di saat itulah, Arka sosok Pria dingin datang menyelamatkannya. Sebuah alur klasik tetapi, sangat membekas di dalam cerita drama-drama romantis. Beralih ke sebuah ruangan yang berada di dalam gedung, ruangan yang mengantarkan mereka ke lantai 5 dari apartemen tersebut. Dan tepat di kamar 503, Kinan mengeluarkan sebuah kunci kamar yang memiliki gantungan menyerupai sebuah terong. Persis seperti yang Rian pikirkan. Gantungan tersebut memang akan ia pakai di dala

  • Saingan Setengah kertas   Bab 9: Berakhirnya Entitas Menakutkan

    “Braaak… Gedubrak” Suara gaduh yang ditimbulkan oleh terdorongnya suara rak dan meja yang terdorong. Lemari yang begitu berat terdorong jauh hampir mengenai Kinan dan Arka. Rian yang melihat hal tersebut, langsung melompat, melewati meja yang menjadi tempat mereka berkumpul dengan laptop berada di atasnya. Kaki kanannya menendang kursi Arka, sehingga Arka terdorong terpental ke samping sedangkan tangannya menggendong Kinan ke arah berlainan. Rian yang sigap berhasil menyelamatkan tokoh utamanya tersebut. Hanya saja laptop kesayangan Rian belum diketahui nasibnya. Sosok makhluk berjubah hitam tersebut menyeringai, dengan nada voice over yang berat, mahluk tersebut mengatakan: “Kalian bertiga harus segera dimusnahkan agar tidak membahayakan sistem” makhluk tersebut dengan nada berat dan kaku tanpa intonasi. Tepat di atas kepala mahluk tersebut terlihat tulisan dengan cahaya biru yang sangat terang di dalam keadaan seperti itu. [Software update automatically completed] Ri

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status