Share

Akhir Liburan

Author: Asryn_rm09
last update publish date: 2026-10-20 22:09:41

Usai berdansa pelan di bawah hamparan bintang pantai Maldives, Fery menuntun Kayla kembali menuju water villa pribadi mereka. Suasana di dalam kamar utama kini begitu syahdu dan hangat; lampu-lampu temaram berpendar lembut, memantulkan bayangan air laut pirus yang tenang melalui lantai kaca transparan di bawah tempat tidur.

Kayla melangkah ke dek luar sejenak untuk mematikan lilin-lilin kecil, tetapi lengan kokoh Fery sudah lebih dulu merengkuh pinggangnya dari belakang. Fery menyandarkan dagun
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Kejutan

    Saat Kayla bersandar di kepala tempat tidur sambil menikmati sisa rasa hangat permen jahe di mulutnya, tiba-tiba pengingat di ponselnya berdering nyaring. Kayla meraih ponsel di meja nakas dan melihat layarnya.Mata Kayla seketika membelalak. Hari ini tepat hari ulang tahun Fery!Sebuah ide manis langsung muncul di pikirannya. Rasa pusing yang tadi melingkupinya mendadak sirna digantikan oleh semangat yang membuncah. Dengan cepat, jemarinya mengetik pesan singkat untuk orang kepercayaan sekaligus sahabat suaminya."Mas Alan, apakah sedang sibuk?"Hanya berselang beberapa saat, panggilan masuk dari Alan terdengar. Kayla langsung menggeser tombol hijau di layarnya."Ada apa, Kayla? Kamu baik-baik saja?" tanya Alan di ujung telepon dengan nada khawatir."Baik, Mas Alan. Mas Alan tidak lagi rapat, kan?""Tidak, baru selesai. Ada apa?""Hari ini ulang tahun Mas Fery. Bisa minta tolong Mas Alan belikan kue dan kirimkan beberapa makanan ke apartemen? Kita buat kejutan buat Mas Fery nanti sor

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Malaikat Kecil Untuk Nenek

    Sinar matahari pagi menerobos hangat melalui celah tirai apartemen, memantulkan cahaya ke sudut kamar utama.Fery perlahan membuka matanya. Ia meraba area tempat tidur di sampingnya yang biasanya sudah kosong, karena Kayla selalu bangun lebih awal untuk menyiapkan keperluan mereka. Namun, tangannya justru menyentuh permukaan selimut yang masih terisi.Fery menoleh, lalu melirik jam dinding di atas meja nakas.07.15 WIB.Mata Fery seketika membelalak kaget. Pria yang biasanya sangat disiplin itu langsung duduk tegak di atas kasur. Ia melepas selimutnya dengan cepat, lalu menoleh menatap istrinya.Di sampingnya, Kayla masih terlelap di balik selimut tebal. Wajahnya tampak sedikit pucat, dan napasnya terdengar halus namun teratur."Sayang... Kayla?" panggil Fery lembut seraya mengusap pelan bahu istrinya. "Sayang, bangun... Sudah jam tujuh lewat. Kamu gak ke kantor?"Kayla hanya menggeliat pelan, mengerjapkan matanya yang terasa sangat berat. Ia menarik selimutnya lebih tinggi hingga seb

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Kabar Bahagia

    Keesokan harinya, suasana di gedung Seven Group terasa begitu cerah dan penuh energi positif. Fery yang kembali tampil gagah dengan setelan jas hitamnya yang rapi melangkah masuk ke ruang CEO bersama Kayla, yang tampak anggun dalam balutan blazer pastel.Tak berapa lama, pintu ruangan terketuk. Alan dan Wina melangkah masuk berdampingan. Ada riak canggung yang sangat manis terpancar dari gestur tubuh keduanya—terutama Alan yang mendadak sibuk merapikan dasinya, sementara Wina memegang map laporan dengan pipi yang agak bersemu."Selamat datang kembali, Pak CEO dan Nyonya Fery," sapa Alan mencoba sok formal, walau senyum lebar di wajahnya tidak bisa disembunyikan."Terima kasih, Plt. CEO," goda Fery seraya terkekeh, menuntun Kayla untuk duduk di sofa ruang kerja. "Jadi, bagaimana laporan operasional Seven Group selama seminggu ini?"Wina menyodorkan berkas laporan yang sudah tertata sangat rapi. "Semua laporan keuangan divisi berjalan bersih dan transparan, Pak. Tidak ada anomali data s

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Akhir Liburan

    Usai berdansa pelan di bawah hamparan bintang pantai Maldives, Fery menuntun Kayla kembali menuju water villa pribadi mereka. Suasana di dalam kamar utama kini begitu syahdu dan hangat; lampu-lampu temaram berpendar lembut, memantulkan bayangan air laut pirus yang tenang melalui lantai kaca transparan di bawah tempat tidur.Kayla melangkah ke dek luar sejenak untuk mematikan lilin-lilin kecil, tetapi lengan kokoh Fery sudah lebih dulu merengkuh pinggangnya dari belakang. Fery menyandarkan dagunya di bahu Kayla, menghirup aroma harum samar dari rambut panjang istrinya yang berhembus pelan tertiup angin malam."Mas..." panggil Kayla pelan, merasakan kehangatan dada Fery yang menempel rapat di punggungnya."Iya, Sayang?" bisik Fery lembut, mendaratkan kecupan-kecupan halus di sepanjang leher dan bahu terdedah Kayla, membuat десир hangat menjalar cepat ke seluruh tubuh sang istri.Kayla membalikkan badan, menatap lurus ke dalam manik mata Fery yang pekat dengan rasa cinta dan hasrat yang

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Demi Sebuah Misi

    Kayla yang memperhatikan perubahan ekspresi suaminya sejak awal telepon langsung menaikkan sebelah alisnya. Pria yang biasanya berdiri tegap bagaikan benteng kokoh di dunia bisnis itu kini tampak mematung dengan ujung telinga yang merona merah.Kayla melangkah mendekat, melipat kedua tangannya di dada sambil menyunggingkan senyuman penuh godaan."Ada apa, Mas? Nenek bilang apa sampai CEO Seven Group yang dingin ini mendadak hilang kata-kata begini?" goda Kayla dengan nada jenaka.Fery menurunkan ponsel dari telinganya, menetralkan dehaman tenggorokannya yang mendadak terasa kering. "Gak... gak ada apa-apa, Sayang. Nenek cuma... nanyain kita udah sampai atau belum.""Masa cuma nanyain sampai?" Kayla melangkah lebih dekat lagi, menatap manik mata Fery yang sengaja menghindari tatapannya. "Tapi kok telinga Mas Fery merah banget? Terus ekspresinya panik begitu?"Fery mengusap tengkuknya yang tidak gatal, benar-benar salah tingkah di hadapan istrinya sendiri. "Nenek... Nenek cuma pesan ses

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Permintaan Nenek

    Hari pertama kepemimpinan sementara Alan di Seven Group dimulai dengan suasana yang lumayan mengocok perut.Pagi-pagi sekali, Alan sudah duduk di kursi kebesaran CEO milik Fery. Ia mengenakan jas rapi, memutar-mutar pena di jemari, lalu menatap meja kayu jati tebal yang biasanya dipenuhi aura dingin sang sahabat."Ternyata begini rasanya jadi Fery," gumam Alan pada diri sendiri, lalu menyandarkan tubuhnya dan mencoba berpose sok berwibawa. "Tegas, misterius, bikin orang segan..."Namun, bayangan pose keren itu seketika buyar saat pintu ruang kerja terketuk pelan.Tok, tok, tok."Masuk," sahut Alan cepat, buru-buru membetulkan posisi duduknya agar terlihat profesional.Pintu terbuka, dan Wina melangkah masuk membawa map berkas tebal di pelukannya. Hari itu Wina tampil sangat anggun dengan kemeja pastel dan rok hitam yang rapi. Begitu mata mereka bertabrakan, bayangan godaan Fery sebelum berangkat ke Maldives kemarin langsung terngiang jelas di kepala masing-masing."Oh... Wina," Alan b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status